
Beberapa menit kemudian luna dan aryo sampai di depan galeri klara, luna pun segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam, sedangkan aryo masih harus memarkirkan mobilnya terlebih dulu.
Sesampainya di dalam luna langsung di sambut oleh klara.
"permisi, ," kata luna sembari membawa gaunnya.
"oh, hai, , kamu, ?? luna ya, aku udah liat di ft kamu di email, gimana ? bisa dilihat gaunnya?" kata klara dengan gembira menyambut luna karena baginya rancangan luna mendapat perhatian paling tinggi darinya.
Luna hanya diam terpaku melihat kecantikan klara, selama ini dia hanya melihatnya di dalam majalah dan di sosial media.
"ternyata aslinya lebih cantik banget, ya ampuun" kata luna dalam hati.
"m, , maaf, boleh minta foto bareng" hanya kata itu yang terbesit di otak luna.
"boleh dooonk" kata klara menyaut hp luna dan merekapun berselfi bersama.
Disisi lain barack sedang menerima telepon dari asistennya.
"yaudah di handel dulu, nanti setelah jam makan siang aku kembali ke kantor" kata barack lalu dia mematika teleponnya. Dan berjalan menuju ke arah klara.
Dia tidak melihat luna berada di situ karena terhalang badan klara.
"apa yang harus aku bantu? kalau kamu bisa menghandel semuanya sendiri?"kata barack sambil berjalan mendekati klara.
Luna mencoba mengalihkan pandangan kearah suara itu berasal dan dia melihat barack sedang berjalan ke arahnya.
"kenapa dia disini?, , kemarin juga mereka bersama" kata luna dalam hati.
"luna?" dalam hati barack.
"kalau kamu mau bantu aku, cukup temani aku saja disini" kata klara sambil meraih lengan barack.
Dada luna terasa panas melihat adegan itu tepat di depannya.
Terlihat rasa bersalah di raut wajah barack saat itu.
Luna mencoba untuk tetap fokus dan mengatur nafasnya.
Dia dan barack hanya saling melempar pandang.
"barack???, , " kata aryo yang baru saja datang.
"kalian sudah saling kenal?, , kalau gitu kenalin aku klar, pacarnya barack" kata klara sambil mengulurkan tangannya ke arah aryo.
Dada luna seperti di sambar petir di siang bolong, jantungnya serasa mau meledak mendengar perkataan klara.
__ADS_1
Luna mencoba terus mengatur nafasnya agar tetap bisa mengontrol emosinya, tangannya mengepal dengan kuat.
Aryo hanya memandang ke arah luna yang saat itu terlihat kacau pikirannya, dia mencoba menggenggam tangan luna dengan erat, seakan akan mengisyaratkan kata tenang lun.
Aryopun mengulurkan tangannya menyambut tangan klara.
"pacar???" tanya aryo memastikan.
"hm., sebenarnya dulu waktu jaman kuliah, karena ada sesuatu hal kita jadi pisah, tapi rencananya kita mau mulai dari awal lagi kan" kata klara sambil melempar senyum ke arah barack dan terus menggandeng lengannya.
"jadi, ternyata, , klara adalah gadis yang barack ceritakan waktu itu???" dalam hati luna.
"aku aryo, , ,pacarnya luna" kata aryo sambil memandang ke arah luna.
Sedangkan luna memandang mata barack dengan penuh perasaan yang berkecamuk dan campur aduk di hatinya, begitu juga sebaliknya dengan barack.
Kemudian luna membuang pandangnnya ke arah aryo.
Aryo hanya diam sambil melihat mata luna yang mulai memerah, kemudian dia mengngguk pelan seolah olah mengisyaratkan tenang percayalah padaku.
Klara mengambil gaun milik luna dan mencoba memasang gaunnya di patung.
"wwwuuuuaahhh, , luna gaun kamu indaaah sekali" klarapun mendekati gaun luna dia melihat secara keseluruhan.
Dia menyentuh kainnya, seketika dia terus memandangi bahan kain yang di pakai luna.
Lalu klara mengambil kain yang dia ambil dari apartemen barack dan mencoba membandingkan dengan kain yang sudah menjadi gaun di hadapnnya.
"ini kain yang aku temukan di apartemen barack, kain ini sama persisi dengan kain yang kamu gunakan untuk membuat gaun mu luna, , , kamu???" kata klara.
aku adalah sepupu barack!" kata luna.
Barack hanya diam terpaku melihat ke arah mata luna yang sudah mulai berkaca kaca.
"jadi kamu menumpang di apartemn barack untuk membuat gaun ini? pantes aku juga melihat mesin jahit disana, , barack kamu nggak pernah cerita ya punya sepupu pandai seperti luna" kata klara kepada barack.
Tapi barack tetap saja diam seperti patung.
Melihat sikap barack ingin sekali aryo memukulnya habis habisan saat itu juga, tapi dia terus memikirkan perasaan luna.
Pandangan barack tidak pernah berubah saat itu, selalu tertuju ke arah luna.
"maaf aku tidak bisa berlama lama disini karena sebentar lagi aku ada jam kuliah jadi aku pamit dulu" kata luna. Diapun segera keluar dari tempat itu.
lalu di ikuti dengan aryo.
"owh iya luna, nanti pemberiatahuan selanjutnya aku akan email kamu, hati hati di jalan" kata klara dengan penuh senyum di wajahnya.
Klara melihat ke arah barack yang sedari tadi hanya diam saja.
"kamu kenapa?" tanya klara.
__ADS_1
", , " barak hanya diam tak menjawab partanyaan klara, sesekali dia menghela nafas panjang.
"maaf tapi aku harus pergi" kata barack langsung meninggalkan klara sendiri.
"loh? barack, , " klara mencoba menahan barack.
Di jalan di dalam mobil aryo, luna hanya diam seperti patung tapi air matanya terus mengalir.
"lun, , , luna? aku tau kamu pasti tidak baik baik saja, tapi aku mohon, , pliss lun kamu jangan diam saja" kata aryo sambil menepikan mobilnya.
" klau kamu ingin menangis maka menangislah" kata aryo menambahkan.
Luna mulai menangis perlahan sambil sesunggukan, dia tidak mengira kalau semuanya akan jadi serumit ini.
Dia tidak bisa menahan emosinya, kemudian luna pun menangis sejadi jadinya di dalam mobil aryo.
Aryo mencoba untuk mendekap luna agar perasaannya sedikit membaik, karena saat itu hanya itulah yang bisa aryo lakukan untuk luna.
Beberapa menit kemudian tangisan luna mulai mereda, aryo tetap terus mencoba menenangkan luna sambil mendekap luna dengan kencang.
"aku akan mengantarmu pulang" kata aryo sambil perlahan melepas dekappannya.
"hm, , (luna menggelengkan kepalanya) aku nggak mau pulang" kata luna sambil terus menyeka air matanya.
" kamu mau pergi kemana?" tanya aryo.
"antarkan aku ke trmpat cici" hanya cicilah bagi luna tempat ternyaman untuk curhat setelah mamahnya.
"iya aku akan mengantarmu kesana, tapi kamu harus berhenti menangisi laki laki seperti dia, dia nggak pantas unutukmu, kamu lihat tadi, dia hanya diam, dia sama sekali tidak memperjuangkanmu" kata aryo.
"pliss yo. , aku pengen menenangkan pikiranku dulu" kata luna.
"baiklah, , aku minta maaf, karena aku juga menambah masalah, dengan mengaku ngaku sebagai pacarmu" kata aryo sambil mulai menjalankan mobilnya kembali.
Di sisi lain barack melajukan mobilnya dengan kencang. Dia terus berusaha menelpon luna tapi hp luna mati.
nomor yang anda tuju sesang sibuk,
Diapun bergegas pergi ke rumah luna. Saat sampai di rumah luna dia segera turun dari mobil dan membunyikan bel.
ting tong ting tong, , ,
Mbak ratmi membukakan pintu untuk barack.
"lunanya ada?" kata barack tidak sabar sambil nyelonong masuk ke dalam.
"mbk luna belum pulang mas barack, tadi dia pergi sama mas aryo kalau nggak salah" kata mbak ratmi.
__ADS_1
Barack pun kembali diam dan mencoba menenangkan diri dengan menghela nafas panjang.