CEO yang angkuh

CEO yang angkuh
#15 KENCAN


__ADS_3

 


Siangnya di kantin kampus. Cici menghampiri luna yang sedang melamun.


 


"nih" kata cici sambil menyodorkan teh kotak.


"hm, makasih" jawab luna pendek sambil meraih teh kotak dari tangan cici.


"lagi ngelamunin apa? harusnya kamu tuh trlihat happy, karena gimanapun juga keinginan kamu udah terkabul" kata cici sambil duduk di sebelah luna.


"aku happy kok,. serius aku seneng banget, cuma aku nggak habis pikir, selama ini aku ngejar ngejar aryo tapi dia sama sekali nggak tertarik sama aku, dan hari ini aku minta tolong barack buat bantu aku, dan dia cuma menggandeng aku loh di depan aryo, masak dia langsung ngajak aku jalan" kata luna bertanya tanya.


"nggak juga ah, sebenarnya kemarin saat barack menjemputmu, dia mencoba menghampiriku, lalu dia tanya siapa laki laki yang menjeputmu, aku bilang aja kalau barack ngejar ngejar kamu, tapi aku lihat dari ekspresi wjahnya ni ya, kayaknya aryo takut kehilangan fens beratnya., wkwkwkwkwk" kata cici mulai menggoda luna.


"fens berat apanya! aku mah bukan fans berat, tapi pengagum rahasia" kata luna sambil sesekali menyedot teh kotak.


"pengagum rahasia dari hongkong! orang satu kampus tau kali kamu suka sama aryo" cici


"iya iya,. tapi yang penting sekarang dia mau ngajak aku jalan" kata luna kegirangan.


 


Setelah selesai jam kuliah hari itu luna membereskan bukunya dan segera bergegas meninggalkan kelas.


 


"ci aku duluan ya" kata luna sambil berlalu.


"cieeee yang udah nggak sabar pengen cepet cepet jalan sama aryo,, heh dasar!" kata luna.


Luna keluar dari kelas dan mendapati aryo sudah berdiri menunggunya di depan kelas.


"sorry, nunggu lama ya?" kata luna masih merasa canggung berdiri di dekat aryo.


"nggak ko ayo" aryo langsung menggandeng tangan luna dan pergi meninggalkan kampus.


Cici keluar dari kelas dan terus memandang ke arah luna yang semakin menjauh.


"akhirnya, itu anak bisa juga ngedapetin cintanya sejak dari smp" cici sambil berjalan menuju ke perpustakaan.


Di parkiran aryo memakaikan helm ke kepala luna, sedangkan luna hanya terus tersipu sambil sesekali melihat ke arah mata aryo.


"pegangan yang kenceng" kata aryo yang sudah menyalakan mesin motornya.


"iya" luna langsung memeluk erat aryo dari belakang.


WWUUUUSSSSS motor aryo melaju dengan kencang.


Mereka berdua menyisiri jalan perkotaan, mulai dari nonton film, makan dan main di timezone, terlihat senyum luna yang sangat lebar di wajahnya, dia terlihat bahagia hari itu.


"jadi gini ya rasanya jalan sama cowok yang di sukai, ini bisa di bilang kencan nggak ya, hihi" kata luna kegirangan dalm hati.


Waktu mulai menunjukkan pukul 5 sore, di kantor pak wibowo, di ruang kerja barack dia masih terus fokus menyelesaikan laporan laporan yang masih menumpuk di atas meja.

__ADS_1


Sesekali dia melihat ke jam dan ke arah hp di sebelah tangannya. Dia sengaja menunggu kabar dari luna. Tapi sampai sore luna belum mengabari barack, karena penasaran dia pergi menjemput luna ke kampus.


Sesampainya di kampus dia menunggu luna di depan pintu gerbang, dia berdiri di depan mobilnya, sesekali ada seorang cewek yang mendekati barack hanya untuk sekedar berfoto, barack mencoba meladeni tapi dengan raut wajah yang malas, tidak hanya sekali tapi beberepa kali. Hampir setengah jam dia menunggu luna tapi tidak juga keluar akhirnya dia mencoba untuk menghubungi luna lewat hpnya, nihil telepon luna tidak ada jawaban.


Dari arah dalam kampus, cici keluar dari ruang perpustakaan dia berjalan menuju pintu gerbang, saat itu dia tidak sengaja melihat barack yang tengah sibuk dengan hpnya, dia mencoba mendekati barack.


"barack?" panggil cici ke arah barack, barack pun memasukkan hpnya ke saku jas.


"hai aku cici teman luna" kata cici sambil senyum senyum sendiri.


"teman?" tanya barack pendek.


"iya, teman dekat, lebih tepat dibilang sahabatnya, kamu ngapain disini" tanya cici.


"jemput dia" jawab barack pendek.


"loh dia udah cabut dari tadi jam 2 tuh" kata cici.


"udah pulang?" tanya barack heran karena luna tidak memberi kabar kalau dia sudah pulang.


"emm, maksutku dia udah cabut dari kampus sama aryo tadi, katanya mereka mau nonton bareng" kata cici sambil merasa nggak enak karena melihat wajah barack yang mulai sebel.


Di salah satu mall di jakarta luna dan aryo masih menikmati es krimnya di a&*. Sesekali luna menatap ke arah aryo yang terus melihat ke arahnya.


"e, kenapa?" tanya luna yang wajahnya memerah.


"nggak papa, owh iya laki laki yang tadi nganter kamu itu" tanya aryo penasaran.


"dia calon suamiku" jawab luna.


"jadi dia itu laki laki yang di pilih mamah sama papahku buat jadi suami aku" luna menjelaskan.


"di jodohin? terus aku gimana?" tanya aryo pura pura khawatir.


"hahahah,. tenang aja aku sama dia udah membicarakan hal ini" luna pun menceritakan perihal hubungan dia sama barack hanya sebatas simbiosis mutualisme, hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain


"owh"aryo mengangguk pelan.


"mmm,. sabtu besok kamu ultah kan, kali ini mau nggak kamu nerima kado dari aku?" tanya luna agak sedikit takut karena setiap apapun yang di berikan luna pada aryo, dia malah memberikan balik ke orang lain.


"mau lah, owh iya sampai lupa, malam minggu datang ke pestaku ya?" kata aryo.


"kamu bikin pesta acara ulang tahunmu?" tanya luna dengan wajah yang berbinar binar karena aryo bermaksud mengundang dia di acara ulang tahunnya.


"bukan aku, tapi,,,, temen temn aku" jawab aryo.


"temen? cewek cewek itu?" tanya luna.


"hm" jawab aryo pendek.


"owh" jawab luna agak patah hati.


"nggak papa kan, kamu mau ya dateng?" tanya aryo memastikan.


"oke" jawab luna pendek.

__ADS_1


Aryo pun melempar senyum manisnya ke arah luna.


Di lampu merah barack menghentikan mobilnya, dia melihat ke hpnya lagi dan mencoba menghubungi luna. Tapi saat akan menelpon lagi dia tidak sengaja melihat luna dan aryo masih bercanda gurau sambil makan es krim.


Barack hanya mengela nafas pelan. Dengan segera dia memarkirkan mobilnya dan menghampiri luna di tempat itu.


"e, barack??," kata luna kaget yang tiba tiba melihat barack berjalan ke arahnya.


"siapa?" tanya aryo sambil melihat ke arah belakangnya dan dia melihat laki laki yang mengantar luna ke kampus tadi pagi.


Tanpa mengatakan sepatah katapun barack langsung menarik tangan luna dan membawa luna pergi dari tempat itu, aryo tak mau kalah dia juga menahan tangan luna, barackpun berhenti dan melirik ke arah aryo.


"lepas!!!" kata barack dengan raut muka penuh amarah.


"kenapa harus aku, kamu saja yang lepas" jawab aryo.


"aku calon suaminya" kata barack, luna hanya berdiam diri dan tidak tau apa yang yang harus dia lakukan.


"aku laki laki yang dicintainya" aryo sambil menatap mata aryo dengan tajam.


Mendengar kata kata aryo barack melepas genggaman tangnya ke luna perlahan.


"selesaikan urusanmu!!! aku menunggu di luar" kata barack lalu pergi dari tempat itu.


Luna pun merasa tidak enak dengan aryo.


"maaf aryo kalau semuanya jadi ribet begini, aku harus pergi dulu" kata luna lalu pergi keluar menemui barack dengan wajah penuh amarah.


"sial!!! dia lebih memilih laki laki itu di banding aku yang uda di cintainya bertahun tahun" aryo hanya menghela nafas kasar.


Saat di luar luna menghampiri barak, dia langsung masuk ke dalam mobil. Terlihat dari wajahnya dia ingin sekali memaki maki barack.


"kamu gila ya" kata luna sambil menutup pintu mobil. Barack pun menyalakan mesin mobilnya.


"ini tuh pertama kalinya aku bisa jalan bareng sma dia, tapi kenapa kamu tiba tiba merusak semuanya!" kata luna penuh emosi.


"kenapa kamu gak bilang kalau akan pergi dengan playboy itu" tanya barack dengan nada tenang dan menahan emosinya.


"loh, kan gak ada di kesepakatan kita kalau aku harus bilang sama kamu kemana dan dengan siapa aku pergi, kenapa jadi ribet gini sih orang cuma keluar mau makan doank" jawab luna marah marah.


"aku nggak mempermasalahkan kamu jalan sama siapa, yang aku permasalahkan adalah kamu keluar kamu nggak bilang sama aku!" kata barack yang mencoba terus fokus ke jalan.


"itu juga kan nggak termasuk dalam kesepakatan ngapain juga aku harus bilang sama kamu! kita cuma sepakat kalau akau akan bantu kamu dan kamu bantu aku, udah itu aja nggak ada pake lapor laporan" jawab luna ketus.


"setidaknya kalau kamu memberi tahu aku kemana dan pergi dengan siapa, saat ayahku lihat kamu jalan sama orang lain aku bisa mencari alasan saat dia bertanya padaku, kalau kamu diam seperti tadi, dan tiba tiba ayahku tahu, aku harus bilang apa?" kata barack mulai menaikkan nada suaranya.


"heh, lagi lagi mencari amannya sendiri, kamu egois tahu nggak! mikirin diri sendiri, tadi juga, tiba tiba kamu narik aku, apa kamu nggak mikir gimana perasaan aryo" kata luna.


"nggak penting!" jawab barack dengan nada dingin.


"emang dasar laki laki nggak punya perasaan, brengsek!!" luna bergumam.


"aku masih bisa mendengarmu" kata barack.


__ADS_1


__ADS_2