CEO yang angkuh

CEO yang angkuh
#9 MAAF!


__ADS_3

   


Tiba tiba suasana ruangan itu jadi hening, pak wibowo masih menatap tajam barack yang saat itu masih tertunduk setelah di tampar olehnya.


 


"ayah tidak pernah mengajarkan kamu berperilaku kurang ajar seperti ini, inikah yang kamu dapat setelah berbulan bulan tinggal di paris,!" (pak wibowo marah marah kepada barack sambil menunjuk nunjuk seperti memarahi anak kecil)


"ayah sudah., sabar, tenang dulu, biarkan barack menjelaskan semuanya" (kata bu wibowo menenangkan suaminya)


Di sisi lain luna hanya diam terpaku melihat kejadian itu, dia tidak mengira kalau pak wibowo akan melakukan hal itu, tapi sekilas dalam pikiran luna kalau tamparan itu pantas di peroleh barack karena telah meninggalkan dia di tengah jalan. Kalau mengingat ingat perlakuan barack ke luna memang bikin emosi, tapi kalo di ingat ingat lagi dia juga pernah menyelmatkan luna saat di lift.


"mah, sebaiknya kamu bawa luna untuk mmembersihkan diri dulu" (kata pak cokro)


"iya pah,. luna kamu naik aja dulu yuk bersihkan badan kamu ini" (ajak bu cokro sambil menggandeng tangan luna) sebenarnya pak cokro dan bu cokro merasa agak canggung setelah melihat pak wibowo menampar barack, makanya pak cokro menyuruh istrinya mengantar luna ke kamar agar sedikit mencairkan suasana.


Saat di kamar luna, bu cokro mulai menghujani luna dengan berbagai pertanyaan, dengan wajah sebel pun luna menjawab semua pertanyaan ibunya, ya walaupun gak semuanya dia ceritakan secara mendetail sih.


"tunggu sebentar mah, jadi cowok itu calon suami luna?" (tanya luna yang baru saja menyadari kalau cowok itu pilihan orang tuanya)


"ya iyalah,. kalau bukan dia, lalu yang mana lagi, kan cuma ada cowok itu, gak ada cowok lain kan?" (mamah luna menjelaskan)


"ya ampun maaaahh,.! mamah tega nikahin luna sama cowok brengsek itu? dia yang udah bikin luna ke gini mah, dia tega ninggalin luna dintengah jalan, apa lagi ntar, kalo udah nikah, jangan jangan ntar belum akad aja dia udah pergi ninggalin luna," (kata luma yang terus nerocos)


"sssttt., luna ih,. gak boleh ngmong ke gitu, seperti pepatah jawa 'witing tresno jalaran seko kulino' yang artinya cinta itu tumbuh karena kebiasaan, kebiasaan karena kalian sering ketemu, sering jalan bareng, sering menghabiskan waktu berdua gitu, udah ah sekarang lebih baik kamu mandi, gak baik bikin orang nunggu kelamaan" (kata bu cokro smabil mendorong luna menuju kamar mandi)


Tidak lama setelah itu luna keluar dari kamar mandi, rambut nya yang masih basah itu di keringkan menggunakan hairdryer.


"sudah gak usah kering kering, kasian mereka menunggu lama" (kata bu cokro menyuruh luna agar cepat cepat menyelesaikan aktifitasnya itu)


Setengah jam kemudian bu cokro dan luna pun kembali ke ruang keluarga. Emang dasar luna anaknya cuek dan tidak pernah memperhatikan penampilan, saat itu dia hanya memakai kaos putih dan celana joger warna coklat, serta rambut yang masih sedikit basah, hanya satu yang gak dia pake yaitu kaca matanya, kebiasaan luna di rumah kalo dia memang gak pernah pake kaca matanya.


Ruangan itu begitu sunyi sekali, pak cokro dan pak wibowo hanya saling melempar pandang satu sama lain saat itu.


"lun, ayo minta maaf sama pak wibowo" (kata mamahnya lirih ke telinga luna) luna pun hanya mengangguk pelan.


"e om., maaf, ta,, tadi sebenarnya luna,. juga salah, soalnya tadi luna juga masuk ke mobil dia tanpa minta ijin dulu, mmm,. makanya tadi dia ninggalin luna di pinggir jalan, dan maaf semuanya kalau acaranya jadi berantakan gini" (kata luna terbata dan pura pura merasa bersalah padahal dalam hati dia sedikit merasa menang karena dendamnya terbalaskan)


"kamu tidak perlu minta maaf luna, apapun yang dilakukan barack sama kamu tadi, dia yang seharusnya minta maaf," (kata pak wibowo menenangkan luna)


Barack saat itu membuang pandangannya ke arah luna dengan sinis, terlihat jelas di wajah barack kalau dia ingin sekali mencekik luna.


"barack, ayo minta maaf sama luna, kamu sudah bukan remaja lagi, bahkan umur kamu udah matang untuk tau mana yang benar dan mana yang salah," (kata pak wibowo ke barack dengan nada tegas)


Sedangnkan luna hanya melirik ke arah barack sambil memperlihatkan senyum lebar penuh kepuasan sambil sesekali mengangkat kedua alisnya.


Barack hanya manarik nafas panjang, dan masih diam saja.


"e, mungkin mereka butuh waktu untuk berdua, untuk saling memaafkan" (kata bu cokro mencoba mencairkan suasana)


"benar bagaimana kalau kita tinggalkan mereka, dan berikan mereka waktu agar mereka tau dimana letak kesalahan mereka, dengan begitu mereka juga bisa mengenal satu sama lain" (kata bu wibowo sambil meraih lengan suaminya dan memberi isyarat kepada bu cokro untuk mengajaknya keluar)

__ADS_1


"kalau gitu kita ke ruang makan saja yuk, ayo pah" (kata bu cokro sambil menarik tangan pak cokro)


"loh loh,. ko gitu, aku juga laper mah, gimana sih? pah" (kata luna merengek)


"baiklah" (kata pak cokro dan tidak menghiraukan rengekan luna) kemudian mereka berempat meninggal luna dan barak di ruang keluarga itu.


GREB


Bu cokro dan bu wibowo menutup pintu ruang keluarga dan menguncinya dari luar. Sedangkan saat itu luna mulai melirik ke arah barack yang masih terduduk diam sambil menunduk.


Suasan di ruang itu benar benar terasa mencekam buat luna, karena di dalam pikirannya dia selalu berfikir kalau kalau barack akan membalas perlakuan luna tadi, luna mulai jalan perlahan dan duduk di sofa.


"gm,." (dehem luna sambil melirik ke arah barak yang masih diam terpaku, luna hanya berfikir entah apa yang di pikirkan cowok itu bagaimana di saat seperti ini dia masih saja bisa tenang dan stay cool seperti itu)


"kalau aku gak mulai bicara dulu, bagaimana bisa ini selesai? kalau ga selesai selesai kapan aku bisa keluar dari sini? tapi kalau aku mulai sapa dia dulu gengsi doong!! mana perutku laper lagi, hhuuuu., mamah kamu jahat sekali si mengurung aku disini sama cowok brengsek ini" ( rengek luna dalam hati)


"a" (kata luna terputus)belum sempat luna berbicara barack terlebih dulu mengatakan sesuatu)


"maaf!!!" (kata barack pendek dengan nada dingin, dan tidak terdengar seperti perkataan maaf yang tulus) sebenarnya berat sekali bagi barack untuk mengatakan kata itu, tapi kalau dia tetap angkuh, maka tidak akan mengubah apapun.


"he???,., "(kata luna kaget)


"telingamu tuli ya!" (kata barack sambil menatap tajam luna)


"apaan sih., baru bilang maaf, belum dimaafin juga, udah ngata gatain lagi" (kata luna jutek)


Sedangkan saat itu di luar bu cokro dan bu wibowo menguping dari balik pintu.


"adduuhh mereka sedang ngmong apa ya? kenapa aku tidak bisa dengar" (kata bu cokro sambil mendekatkan telinganya ke pintu)


"ok ok" (jawab bu cokro)


Lalu di dalam ruangan, luna memulai pembicaraan lagi.


"ok aku minta maaf, karena tiba tiba masuk ke mobilmu tanpa ijin,.tapi kan gak seharusnya juga kamu ninggalin aku di tengah perjalanan gitu, gimanapun aku ni seorang cewek, kamu sebagai cowok juga seharusnya ada kek rasa kasihan sedikit, gak tau apa gimana susahnya aku bisa sampai rumah?" (kata luna menjelaskan)


"itu bukan urusanku, " (kata barack pendek )


"haduuhhh,. ya ammpuuunnn ni orang., sikapnya dingin banget, pantes ya orang tuamu sampai menjodohkanmu, lagian kalo tidak di carikan jodoh mana ada perempuan yang mau sama laki laki dengan sifat seperti kamu!" (luna memaki maki barack)


"kalau ngomong hati hati ya,. kamu gak ngaca, dengan gayamu yang seperti ini juga mana ada cowok yang mau sama kamu? makanya orang tuamu juga nyariin jodoh buat kamu," (kata barack gantian memaki maki luna)


"kamu bilang apa barusan? memang kenapa gayaku? setiap orang punya cirikhasnya sendiri" (kata luna penuh emosi)


"cirikhas apa? gembel?" (barack mulai mengejek luna)


"bener bener ya kamu, mulut kamu emang harus di ruqi aaaaaahhh" (kata luna sambil beranjak dari sofa dan bermaksut meghampiri barack untuk memukulnya malah kaki luna keslimpet karpet)


BRUG


Luna terjatuh di atas tubuh barack yang bidang itu.

__ADS_1


"au,." (dahi luna membentur dada barack yang keras itu)


Barack malah menutup matanya karena rambut luna yang masih sedikit basah itu mencoba menggerayangi wajah barack, aroma sampho yang sangat lembut dan wangi itu, berasal dari rambut luna seketika membuat barack terpesona, pastinya dengan aroma samphonya bukan dengan oranganya hhaa. Tanpa di pungkiri saat itu detak jantung luna berdetak lebih cepat dari biasanya.


Tau kan gimana posisi mereka sekarang, yup tubuh luna sekarang ada di atas badan barack, lalu dengan cepat luna mangangkat wajahnya seketika dia malah terdiam saat wajahnya begitu dekat dengan wajah barack.


"deg deg deg" detak jantung luna sampai terasa di dada barack.


Barack pun menyingkirkan rambut luna yang menutupi wajahnya. barack merasa canggung maka dari itu dia membuang pandannya ke arah sekitar.


"kamu mau nyari kesempatan ya?" (kata barack sinis)


"ya ammpuuunn,." luna pun mencoba bangun tapi rambutnya malah nyangkut ke kancing baju kemeja bagian atas milik barack, secara otomatis luna mendekatkan kembali kepalanya ke dada barack yang bidang dan bugar itu.


"aduh!" (teriak luna)


"apaan sih, cepat minggir" (barack pun mendorong luna untuk bangun)


"au,. pelan pelan ih., sakit tau gak sih? lihat dong ini rambutku nyangkut di kancingmu" (luna berteriak lagi) sambil memegangi rambutnya yang masih nyangkut ke kancing baju itu.


Saat itu di depan pintu luar bu cokro dan bu wibowo terpelongo mendengar percakapan luna dan barack di dalam ruangan itu.


"aduh, jeng mereka lagi ngapain ya" (kata bu cokro khawatir) lalau dia segera mengambil kunci pintu itu den bermaksut membuka pintunya, tapi bu wibowo malah menahannya.


"tunggu sebentar jeng kita dengarkan sebentar lagi aku yakin kalau anakku tidak akan macam macam sama luna" (kata bu wibowo meyakinkan bu cokro) bu cokropun mengngguk pelan.


Saat di dalam ruangan, barack hanya diam tidur telentang menunggu luna melepas rambutnya pelan pelan.


"udah paksa aja, kelamaan" (kata barack sewot)


"jangan tau ih, sakit,. sabar sedikit kenapa sih,!" (kata luna mulai sebel)


luna sudah mulai merasa pegel di bagian punggung dan pinggangnya karena menahan badannya sendiri sambil melepas rambutnya satu persatu.


"minggir tanganmu, biar aku coba lepaskan," (kata barak mencoba menawarkan bantuan)


luna pun melepas tangannya dan menopang badannya sendiri dengan kedua tanganya sembari menunggu barack melepas rambutnya. waktu itu luna hanya diam dan terus memandangi wajah barack yang begitu dekat dengannya.


"emang sih, dia terlihat tampan banget, dan yang pastinya macho"( kata luna dalam hati sambil senyum senyum sendiri) dan tanpa sadar luna menyentuh pipi barack yang masih tetlihat aga merah, karena bekas di tampar ayahnya tadi.


Barack pun kaget seketika detak jantungnya juga berdetak dengan cepat.


"mau ngapain kamu ?! kenapa juga kamu senyum senyum sendiri? jangan mikir yang enggak enggak!" (kata barack membuyarkan lamunan luna)


Sontak luna kaget dan mencoba untuk menyadarkan dirinya dan menarik tangannyabdari wajah barack.


"awas loh pelan pelan!! jangan di paksa, sakit semua tau! perih ni rasanya" (kata luna sewot)


"lagian siapa suruh mau pake acara pukul segala? yang ada malah kualat kan!" (kata barack sambil mencoba melepas rambut luna)


"cepat dong,. lama banget! keburu mamah masuk ni, kalo liat kita ke gini kan bisa berabe nanti!" (kata luna terus mengomel)

__ADS_1


Mendengar percakapan luna dan barack yang semakin terdengar tabu itu membuat bu cokro tidak bisa menahan diri, dengan segera bu cokro membuka pintu itu.


BRAK bu cokro membuka pintu dengan cepat dan tergesa gesa masuk ke dalam ruangan itu.


__ADS_2