CEO yang angkuh

CEO yang angkuh
#14 mimpi


__ADS_3

 


Selesai mengantar luna pulang barack kembali ke rumahnya, dia memarkirkan mobilnya di garasi dan segera berjalan menuju kamarnya tapi saat melewati ruang kerjanya dia menghentikan langkahnya dan masuk ke ruang itu, dia berjalan menuju meja kerjanya dan duduk di kursi.


 


Perlahan dia membuka laci mejanya dan mengambil foto seorang wanita, ya benar wanita di foto itu adalah klara pacar barack dulu waktu masih kuliah, dan apa hubungan mereka sekarang juga belum ada kejelasan.


Drreeet Drrreet hp barack bergetar. Ternyata klara menelponya.


"hallo," (dengan nada berat barack mengangkat telepon dari klara, sampai saat ini mereka memang masih berhubungan hanya saja belum ada kejelasan)


Terdengar suara lirih dari hp barack


"kamu sudah makan?" (tanya klara)


"sudah, kapan kamu akan kembali?" (barack)


"aku masih harus menyelesaikan kerjaanku di paris, sekitar 3 bulan lagi aku ada event di jakarta saat itu akan menemui mu" (klara)


"event apa?" (barack)


"aku ingin merekrut perancang baru? tapi beberapa hari yang lalu aku sudah membuka lowongan dan lumayan juga yang tertarik ikut event ini" (klara)


"baiklah, kalau nanti butuh bantuanku saat di jakarta tinggal bilang saja ya" (barack)


"oke, siap!,,,,,,, barack?" (klara)


"hm?" (barack)


"i miss you?" (klara)


",,,,,," (barack) tidak menjawab.


"barack, kamu mendengarku?" (klara)


"oke nanti aku akan menghubingimu lagi" (kata barack sambil menutup teleponnya) dan tidak menjawab kata kata klara.


Barack menghela nafas pelan, sambil meletakkan kembali foto klara ke dalam laci. Sesekali dia mengusap wajahnya dan menyilakkan rambutnya ke belakang. Sekejap dia melamun di fikirannya terbesit kejadian tadi di restoran saat dia memeluk luna hingga menggendongnya sampai ke mobil.


"barack kamu sudah pulang? kenapa lampunya nggak di nyalain?" (tanya bu bowo yang membuyarkan lamunan barack) sambil menyalakan lampu ruang kerja barack)


"hm?,. sudah mah barusan,"(jawab barack setengah agak kaget)


"kamu mengantar luna sampai rumah kan, nggak meninggalkannya lagi?" (tanya mamahnya)


"nggak mah, sudah aku antar sampai rumahnya, tenang saja" (jawab barack)


"yasudah kalau gitu kamu mandi habis itu istirahat sana" (kata mamahnya) sambil meninggalkan barack sendirian di ruangan itu.


"iya mah" (barack)


 


Paginya di kediaman rumah pak cokro, di dalam kamar luna, dia masih tertidur pulas di atas kasurnya.


 


totk tok tok bu cokro.mengetok pintu kamar luna.


"lun, luna, bangun sayang udah siang ini, nanti terlambat loh" (kata bu cokro) setelah itu pergi kenruang makan menyiapkan sarapan.


Luna masih tidur, bahkan dia tidak mendengar kalau mamahnya mengetuk pintu. Tidak lama setelah itu luna mencoba membuka matanya perlahan, matanya masih terasa sepet, dia mencoba membuka matanya lebar lebar dan segera bangun dari tidurnya.


Senyumnya terlihat lebar di wajahnya.


"jadi yang semalem itu mimpi kan?,, hahahahah., ya ammpuuunnn aku pikir beneran, untung lah" (luna beranjak dari ranjangnya) dan bergegas pergi menuju kamar mandi.


Didalam kamar mandi luna mulai mencuci wajahnya dengan air, tapi dia merasa nyeri di jari manisnya, dia pun memeriksa jarinya yang terasa sakit itu.


"aaaaaaaaaaaa" (luna teriak) dia pikir kejadian semalam itu adalah mimpi, tapi saat mendapati cincin itu ada di jari manisnya dia baru tersadar kalau semuanya nyata. Luna hanya menghela nafas panjang, dia terus mencoba melepas cincin itu tapi nggak bisa, luna mencoba melepas dengan menggunakan sabun tapi hasilnya nihil, cincinya masih nggak bisa di lepas.


Memang cincinnya itu kekecilan di jari luna tapi semalam barack memaksa cincin itu masuk ke jari luna.


Selesai mandi luna bergegas ganti baju dan dia mulai berkaca, menyisir rambutnya dengan rapih, lebih rapih dari biasanya. hari itu dia terlihat sangat manis. Kemudian dia pergi sarapan bareng orang tuanya, stelah itu dia pamit berangkat kuliah, dan mengambil helem terus berjalan ke garasi.


Saat di garasi luna mencoba mencari motornya tapi dia tidak menemukannya.


"loh, masak maling bisa masuk ke garasi sih?" (luna terheran heran)


"maaaaah! motorku dimana ya?" (teriak luna)


Kemudian bu cokro.dan pak cokropun menghampiri luna di garasi.


"sudah papah musiumkan!!! lagian di beliin mobil nggak pernah di pakai!" (kata papahnya)


"ya ampun pah, itu kan motor kesayangan luna, ayo cepat balikin sini pah" (rengek luna)


"lagian motor butut gitu masih saja di pakai? kamu tidak bisa menghargai pemberian orang tua ya?" (kata papahnya)


"heeeeerrggghhh., apa yang papah sama mamah lakuin ke luna itu ja hat!!!" (kata luna mulai sebel sambil berjalan keluar dari garasi)


Sedangkan bu cokro sama pak cokro mencoba menahan ketawanya.


"lun, serius mau jalan kaki? nggak mau naik mobil?" (kata mamah luna menggodanya sambil menenteng kunci)

__ADS_1


"nggak! luna bisa naik angkot" (jawab luna sambil terus berjalan ke arah pintu gerbang)


Setelah luna membuka pintu gerbang, dia mendapati barack sudah berdiri di depan mobilnya menunggu luna dari tadi.


"kamu ngapain pagi pagi sudah di sini?" (tanya luna)


"pagi??" ini sudah jam setengah 8!!! aku yang antar kamu ke kampus" (kata barack ketus)


Luna pun hanya diam dia malah membalikkan badan dan berjalan kembali menuju mamahnya bermaksut mengiyakan tawaran kunci mobilnyanya tadi.


"Kunci" (luna) berbicara ke mamahnya.


"maaf sayang kesempatan nggak datang dua kali" (bu cokro menyimpan kembali kunci mobilnya)


"aaaarrrggghhhh!!" (luna berteriak) sambil berjalan menuju mobil barack.


Sedangkankan pak cokro dan bu cokro malah tertawa geli melihat tingkah laku luna.


Di mobil dalam perjalanan menuju kampus.


"besok besok nggak perlu susah payah jemput! aku bisa naik angkot" (kata luna ketus)


"lagian siapa juga yang mau suka reka jemput kamu kaya gini! kalau bukan mamah yang nyuruh aku juga nggak mau" (jawab barack sewot)


Barack terus melirik kearah jari manis luna yang agak membengkak karena semalem dia memaksakan cincin itu masuk ke jari luna. Sedangkan luna terus mengelus elus jarinya yang sedikit bengkak itu.


"sakit?" (tanya barack pendek sambil terus fokus ke nyetirnya)


"apanya? ini?" (tanya luna sambil menunjukkan jarinya.


"iyalah sakit, udah tau nggak muat pake di paksa lagi semalem" (kata luna mulai kesel)


Barack langsung menghentikan mobilnya, dan mengambil perlengkapan p3k di dashbord.


"kamu mau ngapain" (tanya luna kebingungan)


Barack mengeluarkan salep pereda nyeri dari kotak p3k itu.


"siniin tanganya" (kata barack)


"mau di apapain? mau di lepas paksa ya" (luna meras khawatir)


"nggak usah mikir yang aneh aneh!" (barak menarik tangan luna) dan memegangi jari manis luna kemudian mengoleskan salep ke bagian yang luka.


Luna hanya diam dan membiarkan barack mengobati luka di jarinya, dia mulai memandangi wajah barack yang berada tepat di depannya.


"sebenarnya ni cowok nggak cuek cuek amat ada sisi lain yang begitu lembut, apa sifatnya yang galak itu tumbuh saat pacarnya dulu meninggalkan dia ya?" (kata luna dalam hati sambil terus melamun)


"udah puas ngelihatinnya?" (kata barack membuyarkan lamunan luna)


Barack hanya menatap tajam luna, sedangkan saat itu luna membuang pandanganya ke ajari manis barack dan dia tidak melihat cincin itu ada di jarinya.


"e, cincinmu kemana?" (tanya luna)


"kenapa? gak penting ini, jadi aku nggak harus pakai kan?" (kata barack ketus)


"i, iya juga sih,. lagian kalau jariku nggak bengkak juga pasti udah aku lepas!" (kata luna)


Barack pun melanjutkan lerjalanan menuju kampus.


 


Saat sampai di kampus luna terdiam pandanganny tertuju pada aryo yang sedang bergurau dengan teman ceweknya.


 


Sedangkan barack hanya diam melihat luna yang tak kunjung turun dari mobil.


"hei! bukanya turun malah melamun" (barack mencoba mengagetkan luna)


"dia" (kata luna terus melihat ke arah aryo)


Barackpun mengarahkan pandangnnya kearah depan dan mendapati seorang laki laki sedang bersama dengan teman teman ceweknya.


"jadi cowok itu yang namanya aryo?" (tanya barack)


"ko kamu tau, kan aku belum kasih tau" (luna melirik ke arah barack)


"keliahatan jelas dari wajahmu! cowok kaya giti yang kamu taksir?" (tanya baeack meremehkan)


"kaya gitu gimana maksutnya?" (kata luna)


"cowok playboy kaya gitu? udah siap buat sakit hati?" (tanya barack memastikan)


"udah makanan ku setiap ketemu sama dia kali, lebih dari 3 tahun aku mencoba mendekati dia, jadi hatiku ini udah kebal sama perlakuannya ke aku, jadi sekarang tugasmu gimana caranya bantu aku dapetin dia!" (tanya luna)


Barack menghela nafas panjang.


"kaluar kamu" (kata barack)


"loh" (tanya luna kebingungan)


"dengarkan dan ikuti semua kata kataku! tidak ada pertanyaan! paham" (kata barack)


diapu keluar dari mobil dan membukakan pintu buat luna.

__ADS_1


Saat itu aryo yang berdiri tidak jauh dari mobil barack pun melihat ke arah luna yang baru daja turun dari mobil.


"waaaw,. baru kemarin dia nangis nangis ngejar kamu, tapi sekarang dia udah bisa dapet yang lebih dari kamu yo" ( kata stela salah satu temen cewek aryo)


"eh tapi si cupu kelihatan agak manis hari ini, hahahahaha" (saut karin salah satu temen cewek aryo yang lainnya)


"sialan!!! aku jadi bahan tawaan gara gara tu anak, lihat saja nanti" (dalam hati aryo)


Setelah turun dari mobil, barack langsung menggandeng tangan luna dan berjalan melewati aryo, luna merasa grogi tapi barack menguatkan luna dengan mengencangkan gandengan tangannya. Barack mengantarnya sampai ke depan pintu masuk.


"kemarikan hp mu?" (barack)


Luna menuruti saja apa kata barack,


"buat apa?" (tanya luna sambil mengeluarkan hpnya)


Barack langsung meraih hp dari tangan luna, dia langsung mengetikkan nomor dan menghubungi nonor itu.


dreet dreeet hp barack bergetar.


"ini nomorku, pulang kuliah aku jemput, heeeh!! sebenarnya aku males banget, tapi mamahku yang maksa, jadi selesai jam kuliah, hubungi aku!!!" (kata barack setengah mengancam luna)


Barack pun pergi meninggalkan luna. Sedangkan luna masih terus berdiri sambil melihat ke arah barack.


"hayoooo!!!" (cici mengageti luna dari arah belakang)


"hhiiihhhh,. bikin jantungan tau nggak!" (kata luna sambil berjalan masuk ke kelas)


"cie cie,, aryo mau di kemanain bu?" (cici menggida luna)


"apaan sih, ya nggak di kemana kemanain lah, masih tetep disini" (kata luna sambil menunjuk ke arah dadanya)


"yang bener lun, tapi tadi kaya yang seneng banget di anter sama barack" (cici)


"kita tuh udah sepakat ya mau bantu satu sama lain, dia janji bakal bantu aku dapetin aryo" (luna menjelaskan sambil duduk di bangkunya)


"serius kamu? ko bisa? gimna ceritanya?" (cici penuh tatapan penasaran)


Tanpa berfikir panjang luna langsung menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"owh jadi gitu ceritanya, trus trus sekarang kenapa kamu kelihatan cantik banget hari ini, karena aryo apa karena mas barack? hahahah" (cici terus meledek luna)


"apaan sih" (kata luna sambil menepuk kepala cici)


"aduh sakit tau" (kata cici sambil mengelus elus kepalanya)


Aryopun masuk ke kelas dan menghampiri luna.


"hei" (aryo mencoba menyapa luna dan mengambil kursi kalu duduk di depan luna)


Luna dan cici hanya saling lempar pandang, mereka merasa aneh, aneh sekali karena selama ini aryo tidak pernah menyapa luna duluan.


"hei juga" (luna merasa grogi)


"hari ini ada yang beda sama kamu" (aryo mulai mengeluarkan jurus gombalnya)


"he? perasaan aku biasa aja" (kata luna sambil terus menahan rasa malunya karena seumur umur baru kali pertama ini aryo berinisiatif mengajaknya berbicara duluan) sesekali luna membenarkan rambutnya.


"iya,. nggak tau kenapa kamu lebih enak aja di liat, owh ya nanti selesai kuliah mau jalan nggak?" (aryo terus menggoda luna)


"jalan? kemana?" (tanya luna kebingungan karena pasalnya dia nggak pernah jalan keluar dengan cowok sekalipun)


"ya terserah, makan kek nonton, atau yang lainnya, terserah kamu maunya gimana" (aryo)


"jadi kamu ngasih kesemoatan sama aku buat dekat sama kamu nih?" (tanya luna penasaran)


"iya" (jawab aryo pendek)


"e, aku, gimana ya" (kata luna kebingungan)


"iya maukan" (kata aryi terus memaksa luna)


"iya aku mau" (luna)


"oke nanti setelah selesai kuliah aku tunggu di depan" (aryo meninggalkan luna dengan melemoar senyum manis ke arah luna)


"ya ampun ci,. coba dengerin detak jantungku, sumpah, rasanya mau copot, ini beneran nggak mimpi kan" (kata luna)


Cici yang sefari tadi di sebelah luna pun menjitak kepalaluna.


plak


"aduh sakit tau" (kat luna memegangi kepalanya)


"bereti kamu nggak lagi mimpi dong!" (cici sambil menatap sebel ke arah luna)


"kenapa mukamu kaya gitu? nggak suka ngelihat temenmu seneng ya" (kata luna)


"bukan gitu lun, cuma kamu serius mau jalan sama aryo?" (cici meyakinkan)


"ya iyalah ci, ini kesempatan yang aku tunggu selama bertahun tahun. kamu gila apa nanya aku serius atau nggak" (cici)


"yaudah sih, kalau kamu seneng mah, aku juga ijut seneng" (cici)


"nah gitu dong, jadi temen harus saling dukung" (luna)

__ADS_1


__ADS_2