Cerita Cinta Hana

Cerita Cinta Hana
sembilan. Ibu kos


__ADS_3

Pagi ini Hana sudah rapi memakai kaos ungu dan rok bermotif bunga yang senada dengan atasannya, hari ini ia berencana menemui sahabatnya yang hilang tanpa kabar.


tap


tap


tap


Arka melirik Hana yang berjalan menuruni anak tangga, penampilan Hana menambah kesan feminimnya dengan rambut yang di gerai tersapu angin saat berjalan menambah kesan cantiknya, tidak sadar Arka terus saja memandang Hana sambil tersenyum hingga Hana berdiri tepat di hadapannya


'ehheemm'' Hana berdehem, karena Arka masih diam memperhatikannya.


Arka yang sadar jadi salah tingkah, ia berusaha mengatur posisinya,namun karena gerakan nya cepat hampir saja ia menjatuhkan laptop yang berada di pangkuannya.


''ck, kamu ini kenapa sih?, bisa bisanya melamun pas lagi kerja'' kesal Hana karena Arka hampir saja ceroboh, untung ia juga sigap membantu menahan laptop agar tidak jatuh.


''Ma maaf non'' ucap Arka menunduk, dalam hati ia malu. Untung saja Hana berpikir jika dia melamun bukan diam karena penampilannya meskipun memang benar, pagi ini aura Hana begitu memikat.


''udahlah lupain'' Hana mengibaskan tangannya, lalu mengulurkan tangan pada Arka. ''Mana kunci mobil?'' tanya Hana.


Arka diam, ia malah menatap tangan Hana.


''hey, kok malah bengong sih. Mana kunci mobil?'' ulang Hana


''Oh, i iya ini'' Arka membungkuk mengambil kunci dalam tasnya lalu menyerahkannya. Baru saja Hana meraihnya tapi Arka kembali menariknya.


''eh, tapi non Hana mau kemana?'' tanya Arka yang taknjadi memberikan kunci mobil.


Hana mendesah, ''hhh.. aku mau ke kosan temenku, mana sini kuncinya'' Hana ingin merebutnya tapi Arka malah berjalan meninggalkannya.


''Mari biar saya yang antar'' ucap Arka yang selangkah di depannya.


Hana berjalan menyusul, ''gak usah biar aku-''

__ADS_1


''Saya yang antar'' kekeh Arka, ia membukakan pintu mobil untuk Hana, ia juga menaruh telapak tangannya di atas pintu mobil melindungi kepala Hana agar tidak terbentur.


''eh,'' Hana menyadari perhatian kecil dari Arka padanya, ia tersenyum. namun buru buru ia menggelengkan kepalanya, ia tidak boleh lagi terbuai dengan sikap manis seorang laki laki.


Saat Arka sudah duduk di kursi supir, ia menoleh menanyakan alamat yang dituju dan berangkatlah mereka ke kosan Tesa.


Sesampainya di tempat tujuan Hana segera turun, sementara Arka di suruh menunggu di mobil, ia segera ke arah kamar kosan Tesa, tapi anehnya pintu itu di gembok kecil dari luar. Hana melihat dari jendela namun tidak nampak apapun karena gordennya yang tertutup.


''apa dia ke kantor ya? tapi kok sekarang pakai gembok segala yah'' ucap Hana bermonolog, karena seumur ia tinggal bersama Tesa, temannya tidak pernah menggunakan kunci gembok. ''rusak mungkin yah'' Hana mencoba berpikir simpel.


''Permisi'' panggil Hana di depan rumah pemilik kosan yang kebetulan menyatu dengan jejeran kosan putri.


''iya..'' ibu kosan pun keluar.


''Permisi bu,'' ucap Hana lagi


''eh, ini temennya si Tesa yah'' ucap ibu kos yang sudah mengenali Hana teman Tesa, tapi entah kenapa wajahnya terlihat sinis pada Hana.


Hana tersenyum, ''ia bu, Tesa nya lagi ke kantor ya bu? tapi kenapa kamarnya di gembok dari luar'' tanya Hana ramah, ibu kos yang hampir tau semua kegiatan penghuni kosannya.


Arka yang melihat gestur tubuh dan raut wajah yang kurang mengenakan dari wanita paruh baya yang sedang berbicara dengan Hana segera turun dari mobil dan menghampiri Hana.


''tapi kira kira kemana yah bu?'' tanya Hana penasaran.


''Ya mana saya tau. Kamu kan temennya, pernah tinggal bareng juga, kenapa malah tanyanya ke saya'' jawab si ibu ketus dengan nada tinggi.


''Maaf bu, apa ibu bisa lebih sopan sedikit'' ucap Arka yang berdiri di belakang Hana. Postur tubuh Arka yang tinggi dan berbadan tegap sedikit membuat ibu Kos menjadi segan dan menurunkan nada suaranya.


Hana menghentikan Arka agar tidak menakuti wanita di depannya, bagaimanapun ia adalah orang tua yang harus di hormati.


''Biar saya yang bayar uang kosan Tesa bu'' ucap Hana.


Ibu kos yang mendengar Hana akan membayar tersenyum senang dan langsung bersikap ramah.

__ADS_1


''oh, ia.. ia.. boleh. Ayo, ayo masuk dulu, duduk di dalam'' ajak ibu kos yang ramah.


''Tidak usah bu, disini saja. berapa kekurangannya? oh sekalian untuk bulan besok saja, barang kali Tesa akan pulang kesini dan juga masih ada barang barang nya juga di sini.'' ucap Hana, yang langsung di setujui ibu kos.


''Sebentar neng'' ibu kos berlari kedalam rumahnya, Hana dan Arka diam dan saling pandang karena heran ibu kos yang langsung pergi masuk ke dalam rumah.


''Nah, ini. Ini rinciayan biaya dan nomer rekening saya, transfer ajalah ya, soalnya kalau Tesa biasanya juga transfer kalau saya pegang duit cash, saya suka gatel bawaannya pengen ke pasar terus'' ucap ibu kos tertawa, seraya memberikan secarik kertas.


Hana mengangguk, dan tersenyum. '' baik, nanti saya transfer, saya permisi bu''


''eh, tunggu. transfernya harus hari ini, kalau besok besok saya gak jamin barangnya temen kamu masih utuh ya'' ucap ibu kos mencekal tangan Hana, namun Arka menatap tajam hingga ibu Kos menelan ludahnya kasar dan lengsung melepas tangannya.


''Ibu tidak usah khawatir, kita bukan penipu'' ucap Arka dingin. Ia langsung menarik tangan Hana agar menjauh dari wanita aneh itu.


Hana berjalan mengekori Arka yang langkahnya besar, hingga ia sedikir terseret karena nya.


''Lepas, Arka lepas'' teriak Hana, Arka melepas pegangannya saat di depan pintu, ia langsung membukakan nya untuk Hana.


Hana menatap wajah Arka yang datar dan terlihat sedikit seram, ia menuruti dengan langsung masuk kedalam mobil, begitu pula dengan Arka.


''Lain kali tidak usah menemui wanita itu lagi, kalau perlu jangan datang kesini lagi.'' ucap Arka datar, sambil melajukan mobil.


Hana hanya mengangguk, entah ia jadi sedikit takut pada Arka


Arka menghela napas, ia melirik kaca spion saat Hana melihat ke luar jendela.


''Maaf,'' ucap Arka


''eh,-''


vis


__ADS_1


visual Hana pakai baju ungu.


sumber, pinterest


__ADS_2