Cerita Cinta Hana

Cerita Cinta Hana
Amarah dua wanita


__ADS_3

''KALIAN KETERLALUAN'' teriak wanita yang berlari ke arah Hana dan juga Doni.


Hana dan Doni tersentak kaget, bagaimana bisa Risa mengetahui jika Doni menemui lagi mantan kekasihnya, sedangkan Hana tubuhnya ikut tegang, ia seperti wanita selingkuhan yang ketahuan belangnya.


Risa berlari, langsung menampar Hana.


plak


''Dasar j*lang, beraninya menggoda suami orang'' pekik Risa yang membuat semua orang melihat ke arahnya.


Risa hendak menampar Hana lagi yang masih duduk, namun Doni menariknya. Arka juga segera datang, ia menarik Hana agar bersembunyi di balik badannya.


''lelas, biar ku beri pelajaran wanita ular itu'' teriak Risa penuh amarah, ia berontak sekuat tenaga dan mendorong Doni hingga Doni terjungkal ke belakang. Entah, tenaga dari mana, Risa sampai kuat mendorong Doni hingga ia lepas dan kembali menyerang Hana.


beruntungnya Arka melindungi Hana dari balik tubuhnya, hingga cakaran itu mengenai tangannya.


''Awas berengs*k'' ucap Risa memukuli Doni membabi buta, Doni dan juga sekertaris Risa mendekat namun mereka juga terkena sabetan tas dari Risa.


''Risa, tenang lah. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan, Hana tidak salah'' ucap Doni yang juga berusaha meraih tangan Risa, namun sepertinya karena Amarah, Risa menghiraukan ucapan Doni.


Arka menoleh, ''Hana, sebaiknya kamu cepat pulang biar aku yang menahannya'' ucap Arka. Hana yang takut hanya mengangguk, dan pergi.


Risa ingin menjambak rambut Hana, tapi Arka segera meraihnya. Ia jadi memeluk Risa guna menenangkannya.


''lepas, b*jingan, b*rengsek. lepas, biar ku cakar teman wanita j*lang mu itu" teriak Risa histeris, tapi Arka tetap mencekal lengan Risa.


"Diam lah nyonya, apa kau tidak sadar tengah menjadi bahan tontonan semua orang, tingkah mu seperti anjing yang baru saja lepas dari kurungan" ucap Arka yang mengeluarkan suara baritonnya, ucapannya yang tegas dan sarkas membuat Risa seketika diam.


Arka melepaskan cekalannya, Risa menatap Arka dalam dalam, ia benci pada laki laki yang baru daja mengatainya. Dadanya masih naik turun menahan luapan emosi.


''Dan kamu, apa tidak bisa menjaga istri mu?'' Arka menatap sinis Doni yang berdiri seperti orang bodoh.

__ADS_1


Doni yang dikatai bodoh, mengepalkan tangannya, ia ingin menonjok wajah Arka, tapi Arka langsung menahan kepalan tangan Doni dan meremasnya, tenaga Arka sangat kuat hingga Doni meringis merasakan jari jarinya yang seakan akan remuk.


Arka tersenyum miring, menghempaskan tangan Doni


''kamu beraninya,-'' Risa menunjuk wajah Arka.


''lebih baik pikirkan anak di perutmu dengan menjaga emosimu'' ucap Arka lalu pergi meninggalkan semuanya,


Risa tersentak kaget, ia baru sadar jika dirinya tengah mengandung, perutnya sudah membulat, semua orang bisa melihatnya dengan jelas, karena meskipun hamil, gaya berpakaian Risa selalu ketat.


''Ibu, duduk dulu'' sekertaris Risa menuntun nya agar lebih tenang dan duduk di kursi.


Semua pengunjung yang berdiri menyaksikan kembali duduk, pelayan pun kembali bekerja, untung saja tidak terjadi kekacauan yang lebih parah.


Risa masih diam mengatur napasnya, Doni segera mendekat pada Risa dengan menarik kursi agar berhadapan.


''Maaf Ris, aku tidak bermaksud untuk selingkuh di belakangmu, dan Hana tidaklah salah, aku yang mengajaknya bertemu'' ucap Doni.


Risa mendelik, ''Kamu lupa dengan semua yang sudah aku lakukan dan juga beri untuk kamu dan ibu mu hah?'' ungkap Risa kecewa, bisa bisanya Doni mengatakan jika ia yang mengajak Hana untuk bertemu.


Risa berdiri, ''Tina, ayo kita pergi'' ucap Risa pada sekertarisnya,dan melenggang pergi. Ia juga melihat beberapa orang berbisik dan menatapnya saat pergi.


Doni masih terdiam, memandang kepergian Risa.


Sementara Arka langsung melajukan mobilnya ke kediaman Panji, untuk menemui Hana yang sudah lebih dulu pulang.


tok tok tok


''Hana..'' ucap Arka di balik pintu.


Hana mendengarnya, tapi enggan menjawab. ia berbaring sambil menangis, kesal, malu. semua rasa bercokol di hatinya.

__ADS_1


Arka membuka gagang pintu yang ternyata tidak di kunci, ia melihat Hana yang sesenggukan. Ia berjalan mendekat pada Hana.


''Apa kamu baik baik saja?'' tanya Arka.


Hana masih diam menunduk.


''kenapa, kenapa semuanya seperti ini. Aku bukan wanita yang merebut Doni. Tapi wanita itu yang justru merebut Doni dari ku'' teriak Hana menatap Arka.


''Hana tenangkan dulu dirimu'' ucap Arka


Hana menggeleng, ''kamu tau, anak ini anak Doni, Doni juga mengatakan jika anak yang di kandung wanita itu bukan lah anaknya, jadi wanita itu yang j*lang" Hana meracau meluapkan emosinya pada Arka.


*nyuuuutt


Hati Arka sakit, wanitanya masih mengharapkan laki laki b*rngsek itu*.


"Hana kamu harus sadar, Doni sudah menikah terlepas jika itu perjanjian atau bukan itu bukan urusanmu'' ucap Arka yang tiba tiba merasa emosi.


Hana berdiri, dan mendorong tubuh Arka hingga mundur beberapa langkah.


''Kamu tau apa huh?, Doni mencintai ku dan aku juga mencintainya. Aku yang seharusnya sekarang menjadi istrinya'' teriak Hana.


''Harusnya aku mengatakan jika akubjuga tengah mengandung anak Doni, aku yakin Doni akan menikahiku dan bertanggung jawab dan pasti akan menyingkirkan wanita itu''


''Hana jaga ucapan mu, jika seperti itu sama saja kamu membenarkan ucapan wanita itu jika kamu perebut suami orang. Sadar Hana, apa harga diri mu serendah itu'' ucap Arka yang tak kalah tinggi.


plak,


Hana menampar Arka,


Arka membulatkan matanya, ia tidak menyangka Hana akan menamparnya.

__ADS_1


''KELUAR. KELUAR DARI SINI'' pekik Hana mengusir Arka.


Arka mengusap pipinya yang terasa panas, kemudian keluar dari kamar Hana. Ia juga tak kalah emosi, bagaimana bisa seorang perempuan memperlakukanya seperti ini. Ia langsung pergi dari rumah Panji, melesatkan mobilnya entah kemana.


__ADS_2