Cerita Cinta Hana

Cerita Cinta Hana
Kak?


__ADS_3

Seperti malam sebelumnya, Panji dan Hana selalu menyempatkan makan malam bersama sekalipun Panji yang terkadang pulang terlambat, Hana akan tetap menunggu Ayahnya untuk makan malam atau hanya sekedar menemani makan saja.


Malam ini terasa berbeda, meskipun sudah di tambah dengan keberadaan Arka, namun sikap Panji tidak seperti biasanya. Hana merasakan ada sesuatu yang sedang di sembunyikan ayahnya saat ini.


''Ayah, apa ayah mau ikan?'' Hana menawari Panji yang terlihat tidak bernafsu saat makan.


Panji menggeleng, ''tidak, ini sudah cukup'' jawabnya


''Ayah, sebenarnya ada apa? ayah terlihat banyak pikiran'' Hana mengelus lengan Ayahnya.


Panji meletakkan sendoknya, terlihat ia menghelakan napasnya berat. Panji menoleh dan mencoba tersenyum.


''tidak apa apa sayang'' ucap Panji menenangkan, tapi sikapnya sama sekali tidak bisa berbohong.


Arka hanya diam, ia sebenarnya sudah tau masalah yang tengah di hadapi Ayah Hana, namun untuk ikut berbicara dengan mereka rasanya itu tidak sopan untuk ukuran seorang bawahan, meskipun Panji atau pun Hana tidak menganggap Arka sebagai bawahan, tetap saja Arka tidak akan selancang itu.


''Ayah, jangan coba membohongiku'' tukas Hana, menatap mata ayahnya yang menyiratkan sebuah keputus asaan.


''Kamu ini'' Panji tersenyum mengelus pucuk rambut Hana. ''Ayah hanya sedang mengalami masalah dengan perusahaan inti'' jawab Panji


''Ada apa? kenapa dengan perusahaan kita? tanya Hana penasaran


''Ada masalah yang harus Ayah segera tangani sendiri, jika tidak ini akan berimbas pada perusahaan cabang kita. Untuk itu, besok ayah akan berangkat ke luar kota untuk mengurusi semuanya secepatnya'' jelas panji.


Panji memang selama ini lebih banyak menangani perusahaan Cabang, meskipun ia terkadang bolak balik mengurusi perusahaan intinya. Ini semua demi putri semata wayangnya, yang ingin pindah dan menetap di kota yang berbeda hingga panji membuka perusahaan cabangnya, dan malah menyuruh orang kepercayaan nya untuk menangani dan melaporkan perusahaan intinya yang ia tinggalkan meski tak luput dari pengawasannya.


'' Apa lama?'' tanya Hana


Panji menatap putrinya cemas, ''entah, tapi ayah akan selalu mengusahakan agar semuanya bisa selesai dengan cepat''


Sebenarnya Panji enggan meninggalkan Hana lagi, sudah cukup keteledorannya dulu yang menyebabkan Hana mengalami kondisi seperti ini.

__ADS_1


Hana tersenyum, menggenggam erat tangan ayahnya. ''Ayah jangan khawatirkan aku. Disini ada Kak Arka yang akan selalu menjagaku'' ucap Hana menenangkan.


Panji dan Arka tersentak kaget,


Kak? Apa? sejak kapan? Apa maksudnya? batin keduanya yang kini saling pandang


''Ada apa?'' Hana menatap keduanya bergantian karena heran melihat respon keduanya yang sama seperti orang janjian.


Panji terkekeh, begitupun Arka dia tersenyum senang, merasakan ada kupu kupu berterbangan di perut.


''sukurlah jika sudah bisa menerima Arka dengan baik'' gumam Panji, merasa ada satu kelegaan di hatinya.


''Apa? ayah bicara apa?'' tanya Hana yang mendengar samar samar ucapan ayahnya.


''Ah, tidak'' Panji tersenyum. lalu menatap Arka, ''Kamu jaga putri ku dengan baik selama aku pergi ya'' Panji memperingati.


Arka mengangguk, ''baik pak'' jawab Arka.


''ish, ayah kaya mau pergi lama aja.'' ucap Hana tidak suka, ''memangnya kapan ayah berangkat?''


Hana mengangguk.


''Andai saja dari dulu aku belajar dan membantu ayah dalam menangani perusahaan, pasti ayah tidak akan cape seperti ini'' Hana menunduk menyesal, mengingat kelakuannya dulu yang tidak peduli dengan sekitar.


''Sudah, jangan bahas itu lagi. Lebih baik sekarang kamu pergi untuk istirahat, jaga selalu cucu ayah'' ucap Panji, Hana tersenyum mengangguk lalu memeluk Ayahnya.


''selamat malam ayah. Ayah juga langsung tidur yah, Ayah harus istirahat'' Hana beranjak meninggalkan mereka berdua.


setelah Hana pergi, barulah Arka berbicara


''ijinkan saya membantu perusahan Pak panji'' ucap Arka.

__ADS_1


Panji menggeleng, ia menolak. ''tidak, akan ku usahakan semuanya sendiri dulu. Kamu hanya perlu menjaga putriku, itu sudah cukup membantu.'' ucap Panji, ia juga pergi ke kamarnya untuk mengistirahatkan badannya.


Keesokan paginya, Hana dan juga Arka bediri di depan rumah mmengantar Panji yang sudah menaiki mobil pribadinya menuju kota B. Hana melambaikan tangannya begitupula Panji.


Setelah Ayahnya berangkat, Panji berpamitan untuk keluar sebentar karena ada sesuatu hal yang harus ia kerjakan. Hana hanya mengangguk menyetujuinya, ia kemudian pergi ke kamarnya.


Keadaan Hana saat ini jauh lebih baik, ia sangat jarang muntah muntah seperti awal kehamilan itu semua berkat Arka yang dengan telaten membantunya dan selalu mengingatkannya untuk meminum vitamin, hanya saja tubuhnya terasa cepat lelah, dan juga mood nya yang cepat berubah.


drrttt


Hana menoleh, saat ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk, ia buru buru mengambilnya di atas nakas.


mungkin saja itu Tesa pikir Hana.


Hana mengerutkan keningnya saat membuka pesan yang ternyata bukan dari tesa melainkan Doni.


''untuk apa dia menghungiku lagi'' gumam Hana kesal. bukannya Doni yang dulu mengabaikannya bahkan memblokirnya, sekarang malah dia yang menghubungi duluan.????


Awalnya ia enggan membuka isi pesan itu, tapi tetap saja hati kecilnya penasaran.


" hai Hana, sedang apa? Aku ingin sekali bertemu dengan mu, ada sesuatu hal yang ingin aku katakan padamu, karena kemarin sepertinya waktunya tidak lah pas. "


Hana hanya membaca tapi tidak ingin membalasnya. Di sana Doni masih setia menunggu respon Hana yang tak kunjung di berikan, hingga ia mengetik pesan lagi.


" Oh iya, aku juga ingin membicarakan tentang Sahabatmu itu."


Doni masih diam menunggu balasan, tak lama ponselnya berbunyi.


*tring


"baik. Nanti siang di cafe biasa" balas Hana*

__ADS_1


Doni tersenyum senang, akhirnya Hana mau bertemu dengannya. Berbeda dengan Hana, ia ingin bertemu dengan Doni karena tadi ia membicarakan tentang Sahabatnya.


''Ah, semoga semuanya akan baik baik saja'' ucap Hana mengelus perutnya yang sedikit membentuk.


__ADS_2