Cerita Cinta Hana

Cerita Cinta Hana
Arka pulang?


__ADS_3

Sudah larut malam, Hana melirik jam dindingnya, sudah pukul 22.30 tapi tidak ada tanda Arka yang datang menemui Hana, biasanya sebelum jam tidur, Arka akan mengetuk pintu dan membawakan susu untuknya. Hana tidak menyukai susu dari dulu, tapi anehnya ia jadi menyukai susu tapi hanya susu yang buatan Arka.


Hana mengambil ponselnya, tidak ada pesan dari Arka yang ada hanya Doni, bahkan panggilan tepelon berkali kali yang selalu di abaikan Hana.


''Ck, kenapa aku jadi mikirin dia sih'' Hana melempar ponselnya di kasur, lalu membaringkan tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya. Namun ia bangun lagi, perasaannya selalu tertuju pada Arka.


Hana bangun, ia keluar kamar untuk mengambil minum guna menyegarkan pikirannya.


''Non Hana belum tidur'' Hana melonjak kaget saat suara laki laki di belakangnya, ia membalikkan tubuhnya cepat.


''Ya ampun mang Diman, ngagetin aja'' ucap Hana sambil mengelus dadanya.


Mang Diman hanya nyengir, ''maaf non, saya mau buat kopi, bi Tini sudah tidur jadi saya buat sendiri'' jelasnya.


Hana hanya mengangguk, mang Diman adalah satpam di rumah Hana.


Hana berjalan melewati Diman untuk ke kamarnya lalu ia menoleh.


''em, mang..'' ucap Hana ragu


''ia non?'' Mang diman menghentikan aktifitasnya


''em, itu. Arka belum pulang?'' tanya Hana pelan.


''Oo, belum non. Sejak tadi sore mang Diman gak liat lagi'' jawabnya.


Hana hanya mengangguk.


''Nanti kalau pulang, biar mang Diman sampein ya kalau deh, kalau non Hana nyariin gitu'' ucap Mang diman berinisiatif.


''e eh, jangan.. jangan mang'' Hana jadi panik, ''jangan bilang saya nanyain dia apalagi bilang nyariin'' ucap Hana, ia sampai berjalan mendekati mang Diman untuk memperingati.


''Loh, kenapa non? kan tadi nyariin?''


''ck, nggak. siapa bilang nyariin, orang cuma nanya. Awas ya kalau bilang ke Arka, nanti saya potong gajinya'' Tunjuk Hana, ia langsung berlari ke kamarnya meninggalkan Mang diman yang berdiri melongo.


Di kamar, Hana tidak bisa tidur, jadi ia memutuskan menonton serial drama di laptopnya. Ia beralih duduk di sofa sambil menikmati keripik kentang.

__ADS_1


Sementara orang yang dicari, masih sibuk di depan layar komputer dengan beberapa berkas di tangannya.


''Ini laporan yang anda minta'' ucap Tom.


''hmm' jawabnya singkat.


Tom masih berdiri menemani atasannya yang bekerja hingga larut malam.


''Tom, kamu pulang saja duluan.'' ucap Arka.


''Tapi,-'' ucap Tom ragu.


''Aku juga akan pulang setelah ini'' jawab Arka, ia merasa tidak enak selalu membebani tom Asistennya dengan banyak pekerjaan yang selalu Tom handle semenjak ia memutuskan untuk menjaga Hana.


Arka bukan orang biasa yang sengaja menjadi asisten Hana. Ia juga seorang pebisnis handal, namanya bahkann terkenal di kalangan dunia bisnis. Namun sangat jarang ia menampakkan diri di depan kolega ataupun perusahaan yang meminta untuk bekerja sama, selalu Tom lah yang berdiri di garda terdepan menghadapi semuanya.


Semua itu ia lakukan demi 1 tujuannya, yaitu Hana. Ia ingin mendapatkan Hana dahulu, baru menunjukkan siapa dirinya. Arka juga yang meminta kepada panji untuk menjodohkan dirinya dengan Hana, tapi Hana malah menolak, jadi ia putuskan untuk mendekati Hana dengan cara nya sendiri.


Arka menyenderkan tubuhnya di kursi,sambil memijit pelipisnya. Awalnya, ia datang ke perusahaan untuk sedikit mengecek semua hasil kerja bawahannya sambil mengalihkan pikirannya yang kacau, nyatanya pikirannya sama sekali tidak teralihkan dari Hana.


………


ceklek


Arka membuka pintu perlahan, takut jika sangempunya kamar terbangun. Ia berjalan lalu berjongkok di depan Hana yang tertidur di sofa memeluk cemilan keripiknya.


Arka tersenyum lirih, ''kenapa aku tidak bisa melepaskanmu, bahkan hanya untuk menghilangkan dirimu sejenak saja di pikiranku nyatanya aku tidak bisa, jelas jelas kamu mencintai laki laki lain'' gumam Arka menatap wajah Hana yang terlihat pulas.


Arka menyimpan makanan itu di meja, dan merapikan laptop Hana, kemudian ia menggendong Hana membaringkannya di atas ranjang.


Arka mengusap bibir mungil Hana yang terdapat remahan keripik, ia tersenyum karena bisa menatap pujaannya lebih lama. Sebelum pergi, tak lupa Arka menyelimuti Hana.


Di depan pintu, Arka kembali menoleh, ''Sepertinya aku harus belajar merelakanmu agar kamu bahagia'' ucap Arka sebelum benar benar pergi.


………


Besok paginya, Hana terbangun. Ia menggeliatkan badannya, namun saat tangannya menyentuh kasurnya yang empuk ia segera membuka matanya lebar.

__ADS_1


''bukannya semalam aku tidur di sofa?'' Hana mengingat ingat semalam, sedetik kemudian ia tersenyum.


''Akh, Arka pulang?'' tebak Hana, entah kenapa hatinya terasa senang.


''eh, nggak, enggak.. aku kenapa jadi seneng gini'' ucapnya lagi dengan menepuk bepuk pipinya.


Hana langsung beranjak dari tempat tidur, ia segera keluar kamar, mencari ke setiap ruang hingga ke dapur, tapi orang yang di cari tidak ada. Hana jadi lesu, ia pikir Arka yang datang dan memindahkannya ke tempat tidur.


''hmh, mungkin aku lupa dan pindah sendiri ke tempat tidur'' gumam Hana lesu, ia duduk di kursi dengan menyanga dagu dengan kedua tangannya.


''Lagi apa di situ?'' tanya Arka, yang membuat Hana jadi kaget hingga hampir terjatuh. Beruntung Arka segera menahan tubuh Hana lalu membantunya untuk duduk kembali.


''Hati hati, nona Hana bisa saja terjatuh dan terluka'' ucap Arka datar,


Hana mengernyitkan dahinya mendengar panggilan Arka yang kembali menyebutnya nona seperti waktu awal.


''Kenapa panggil aku non?'' tanya Hana heran.


Arka yang sedang menuang air mineral, lalu menoleh. Ia meletakkan air itu di depan Hana.


''Minum air putih dulu'' ucap Arka, ia bukannya menjawab pertanyaan.


''ck, aku nanya apa di jawab apa'' ketus Hana.


''Saya rasa, dengan menyebut nama menjadikan diri saya menjadi lancang seperti hari kemarin. Jadi saya pikir, saya akan tetap memanggil seperti awal saya bekerja agar saya tidak kelewat batas.'' jelas Arka.


Hana yang awalnya marah, ia jadi sadar jika kemarin ia menampar Arka yang sudah membelanya, karena saat itu Hana emosi dengan ucapan Hana yang menurutnya Arka terlalu ikut campur.


''Maaf, '' ucap Hana menunduk.


''Iya.'' jawab Arka singkat.


Hana mendongak, ''kamu benar memaafkanku?''


Arka hanya mengangguk. Hana menatap wajah Arka intens, ia memajukan wajahnya mendekat pada Arka hingga Arka jadi gugup.


''no, nona..''??

__ADS_1


__ADS_2