Cerita Cinta Hana

Cerita Cinta Hana
itu bukan anakku


__ADS_3

''Kamu mau kemana?'' tanya Arka penasaran, saat melihat Hana yang sudah rapi. Hana hanya memakai celana jeans dan kaos dengan rambutnya yang ia ikat.


Hana memang sengaja memakai baju santai, tidak seperti dulu jika ingin bertemu Doni pasti ia akan memilih baju terbaik, bahkan terkadang ia sengaja membeli sebelumnya hanya karena ingin di nilai cantik oleh kekasihnya, namun kini tidak lagi, Doni bukan lah orang spesial seperti dulu, meskipun jujur perasaannya pada Doni belum sepenuhnya hilang.


''Aku mau keluar sebentar?'' jawab Hana sambil mengambil kunci mobil di meja.


''Biar aku yang antar'' Arka meletakkan kopi yang baru saja ia buat


''Tidak usah, kali ini biarkan aku pergi sendiri'' jawab Hana, sebenarnya Hana tidak ingin jika Arka dan Doni bertemu malah akan bertengkar, karena ia ingin menanyakan soal Tesa.


''Tapi-''


''Hanya sebentar'' Hana mengatupkan kedua tangannya.


Arka menghelakan napasnya, ia tidak menjawab namun hanya mengangguk dengan berat hati.


Hana tersenyum, dan melambaikan tangannya. Kemudian ia pergi.


Arka mengetuk ngetuk jari nya di meja, perasaannya tak tenang jika membiarkan Hana pergi sendiri. Ia langsung bangkit, meninggalkan kopinya yang belum sempat ia cicipi.


Arka mengejar mobil Hana menggunakan mobilnya, Arka menacapkan gasnya berharap jika Hana belum terlalu jauh, dan benar saja Mobil Hana masih terlihat walaupun terhalang dua mobil di depannya. Arka lalu menurunkan kecepatannya, dan mengikutinya dengan berjarak di belakang agar Hana tidak curiga.


Mobil Hana sampai di sebuah restauran. Hana pun keluar dari mobil dan masuk kedalamnya. Arka yang melihat Hana sudah masuk, barulah ia keluar dan juga ikut masuk, tentu saja ia menjaga jarak aman. Tidak lupa ia mengambil majalah yang ada di rak pengunjung.


Hana menghampiri seorang pria yang sedang duduk menunggunya.


''Maaf, aku terlambat'' ucap Hana canggung.


laki laki itu menoleh dan tersenyum, ia langsung berdiri dan menarik salah satu kursi di sampingnya.

__ADS_1


''Tidak, aku juga baru sampai. Ayo duduk'' ucap Doni tersenyum. Hana memperhatikan sikap manis Doni, bukan senang tapi ia merasa jijik. begitu pula laki laki di sebrangnya yang tengah memperhatikannya, tangannya mengepal melihat laki laki yang kemarin sempat berdebat dengannya.


Hana sengaja memilih kursi lain, yang berhadapan dengan Doni dan mengabaikan Doni yang mempersilahkan duduk di kursi yang di siapkannya.


Doni menghela napasnya, ya ia sadar saat ini Hana pasti sakit hati padanya. tapi tak mengapa, melihat Hana yang mau datang menemuinya, Doni berpikir jika Hana juga madih ada perasaan padanya.


''Kamu tambah cantik'' puji Doni tulus, entah mengapa Aura Hana terlihat lebih bersinar, semakin cantik batin Doni.


Hana yang mendengarnya hanya diam, dulu jika di puji oleh Doni, hatinya akan senang bukan kepalang, bahkan dengan tak tau malunya ia akan bergelayut manja di tangan Doni meskipun banyak pasang mata yang melihat bahkan ada yang mencibir, tapi Hana tidak menghiraukannya.


''Jadi, di mana Tesa?'' tanya Hana tanpa basa basi.


Doni berdehem, ''ehem itu.. bagaimana jika kamu pesan minum dulu, aku yakin kamu haus karena cuaca hari ini sangat panas'' ucap Doni mengalihkan, ia ingin berlama lama dengan Hana.


Hana mengangguk mengiyakan, lalu Doni menganggkat tangannya pada seorang pelayan dan memesankan minuman untuk Hana.


''Jadi di mana Tesa,'' tanya Hana sekali lagi pada Doni.


Hana menghelakan napasnya, ia menyeruput jus miliknya.


''Katakan lah, jangan membuang waktuku lebih lama lagi'' ucap Hana kesal, ia merasa jika Doni hanya beralasan saja.


''Hmmh, sebenarnya aku tidak tau keberadaan teman mu itu dimana'' jawab Doni ragu.


tukas Hana


''jadi kamu membohongiku?''


''bu bukan, aku juga ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu'' Doni berpindah posisi duduk menjadi di samping Hana

__ADS_1


''Aku gak peduli'' Hana hendak berdiri, tapi Doni segera menahannya.


''plis, hanya 5 menit, ya beri waktu aku 5 menit'' pinta Doni.


Hana menepiskan tangan Doni dari tangannya, ia duduk kembali. Doni tersenyum dan mengatakan terimaksihnya.


''cepat'' ketus Hana, ia melipat kedua tangannya.


''Hana, aku masih mencintai mu'' ucap Doni jujur


Hana mendelik, ia tersenyum sinis, ''cinta? cinta seperti apa yang kamu maksud? Apa kepalamu terbentur sebelum kesini'' hana tertawa mengejek.


''Terserah, aku mengatakan sejujurnya. Aku mencintaimu dari dulu sampai saat ini,'' Doni meraih tangan Hana, tapi Hana berontak. Doni tetap berjuang meluluhkan hati Hana.


''Jika kamu mencintaiku, kamu tidak akan meninggalkan aku'' ucap Hana berurai air mata.


'akh, air mata ini, ia bahkan keluar tanpa aku mengijinkannya' batin Hana.


''Maaf, maafkan aku. Kau tau, aku terpaksa untuk menikahinya. Ia melunasi semua biaya pengobatan ibu ku yang sedang sekarat menunggu operasi'' ucap Doni bersungguh sungguh.


Hana menatap manik mata hitam milik Doni, mencari kejujuran di dalamnya.


''Maafkan aku Hana, aku tidak bermaksud memperlakukan buruk padamu waktu itu, Aku telah menyetujui pernikahan dengan Risa, tapi itu hanya untuk satu tahun sampai anaknya lahir'' jelas Doni, ia akhirnya mengatakan rahasia yang ia simpan.


''cih, tapi tetap saja ia tengah hamil anak mu'' ucap Hana, ia memalingkan wajahnya.


Doni menggeleng, ''itu bukan anak ku'' lirih Doni.


Hana mendelik, apa dia bilang. Hana melebarkan matanya, belum sempat Hana berucap, tapi sudah ada wanita yang berteriak pada mereka.

__ADS_1


''KALIAN KETERLALUAN''


__ADS_2