Cerita Cinta Hana

Cerita Cinta Hana
Bab 4


__ADS_3

"Makasih sa, Lu selalu ada buat gue"


Tesa membalas pelukan Hana, mereka berdua sama sama menangis, dan saling menguatkan satu sama lain.


Hana berdiri mencari sesuatu, lalu mengambil tasnya.


"Gue harus temui Doni"


...----------------...


"Bukannya malam ini adalah pesta pernikahannya" ucap Tesa yang ingat dengan undangan itu.


"Gue harus bertemu dengan Doni dan mengatakan semuanya" jawab Hana mencari kunci motor milik Tesa.


Tesa mencekal tangan Hana, "jangan gila Han, apa lu mau buat keributan di sana?"


"Doni harus tau Sa, kalau aku hamil dan ini anaknya" ucap Hana melepas tangan Tesa lalu mengeluarkan motor.


"Han, sebaiknya jangan" cegah Tesa


Hana mendelik, "kenapa? lu gak setuju? ini anak dia juga, lu gak tau apa yang gue rasain Sa. Doni harus tau, pokoknya gue akan tetap kesana mau lu setuju atau nggak. Terserah."


Sepulang dari pemeriksaannya yang menyatakan Hana hamil, perasaannya jadi tidak bisa tenang. Awalnya Hana berpikir jika akan menggugurkan janinnya, tapi setelah mendengar ucapan Tesa, Hana sadar. Setidaknya Doni harus tau tentang kondisinya sekarang, meskipun ia sadar Doni sekarang sudah berbeda status menjadi suami orang.


Hana memakai helmnya lalu menghidupkan motornya.


"Tunggu Han, gue ikut" Tesa bergegas mengambil helm juga tasnya.


"Sini, biar gue yang nyetir" Tesa mengambil alih kemudi, Hana bergeser duduk di belakang.


"Makasih Sa.." lirih Hana


Tesa tersenyum, mana mungkin ia membiarkan sahabatnya yang tengah Hamil mengendarai motor sendirian, apalagi kondisi Hana yang lemah.


Selepas menempuh waktu lebih dari 30 menit akhirnya mereka sampai di depan Gedung yang tengah melaksanakan acara resepsi, terlihat dari masih banyaknya tamu yang berdatangan.


Hana langsung beringsut turun dari motor meninggalkan Tesa tanpa menunggunya yang sedang memarkirkan motor.


Saat masuk Aula, Doni dan juga Risa langsung bertemu pandang dengan Hana.


Hana menguatkan diri dan hatinya untuk melangkah mendekati tempat dimana Doni dan istrinya berdiri. Rasa sesak di hati dan juga panas menyeruak di wajahnya, matanya perih karena sekuat tenaga Hana menahan air matanya agar tidak terjatuh.


Risa dapat mengetahui siapa gadis yang datang mendekat pada mereka adalah kekasih Doni yang dulu, meskipun ia tidak tau dengan jelas rupa mantan kekasih suaminya dulu, namun perubahan wajah Doni sangat jelas menunjukannya.


Hana menarik napas panjangnya saat mengulurkan tangan di depan Raja dan Ratu malam ini.

__ADS_1


''Selamat ya,'' ucap Hana dengan suara sedikit bergetar.


Risa menyambut uluran tangan Hana dengan cepat bermaksud agar Doni tidak menyentuh mantannya, ia langsung memeluk lengan Doni posesif.


''Terimakasih. Kamu pasti teman SUAMI saya ya'' ucap Risa tersenyum.


' untuk apa wanita ini kesini' batin Risa


Hana hanya diam, begitupun Doni mereka hanya saling bertatapan. Risa menyadari Doni yang belum sepenuhnya melupakan mantan kekasihnya.


''sayang'' ucap Risa dengan mengelus lengan Doni.


Doni tersentak, memalingkan wajahnya dan tersenyum pada Risa.


''Bisakah kita bicara sebentar'' ucap Hana.


''Untuk apa? di sini banyak tamu yang masih akan datang, kalau hanya untuk bicara disini saja'' tolak Risa langsung.


''Hanya sebentar'' wajah Hana memelas melihat Doni yang hanya diam, Hana sungguh tidak peduli pada istri Doni yang tidak setuju. Hana bertekad jika malam ini Doni harus tau jika dirinya Hamil.


''Ya.''jawab Doni singkat, Hana tersenyum bergegas mencari tempat untuk bicara


''untuk apa kamu masih ingin menemuinya, ini pesta kita'' ucap Risa


''Hanya sebentar, aku janji'' Doni melepas tangan Risa dan menyusul Hana.


''Untuk apa datang menemuiku lagi?'' ucap Doni berjalan mendekati Hana.


Hana mendengar suara Doni mengusap air matanya, ''kenapa, apa kamu begitu membenciku? sebenarnya apa salahku, hingga kamu tega meninggalkan ku seperti ini'' Hana menangis, ia tidak kuat menahan air matanya lagi.


''Sudah ku katakan, jika aku tidak benar benar mencintaimu'' Doni memalingkan wajahnya dari tatapan Hana.


''1 tahun lebih kita menjalin hubungan dan sekarang kamu baru mengatakan tidak mencintaiku?'' Hana mengguncang lengan Doni yang terkesan enggan menatapnya.


''KATAKAN? KATAKAN DON, kalau kamu benar benar sudah tidak mencintaiku'' teriak Hana


''Sudah lah, lebih baik kamu pergi dari sini. Jangan rusak acara pesta ku'' Doni menepis tangan Hana, ia bergegas meninggalkan Hana.


''Apa kamu tidak ingin mendengar berita yang akan ku katakan untuk mu, tentang impian kita dulu?'' teriak Hana


impian batin Doni.


Doni menghentikan langkahnya dan berbalik,


''Aku tau kamu pasti mengingat impian kita karena sebenarnya aku-'' ucapan Hana terhenti.

__ADS_1


''Itu di sana'' teriak beberapa orang yang datang menghampiri Hana dan juga Doni.


''Usir dia pak'' ucap Risa pada dua satpam.


'' Itu dia bu, wanita yang ingin merebut mas Doni dari ku'' isak Risa pada wanita paruh baya yang duduk di atas kursi Roda.


''Ibu, kenapa ibu kesini'' ucap Doni mendekat pada ibunya.


''Untuk apa kamu bertemu wanita seperti dia nak, kamu sudah menikah. Pasti wanita itu ingin menggoda mu, kasian istrimu'' ucap Ibu Doni tak terima jika anaknya di ganggu wanita lain.


Hana terisak, ''bukan saya yang penggoda, tapi dia'' Hana menunjuk Risa, ''Dia perebut kekasihku, dia yang merusak hubungan ku dengan Doni'' teriak Hana.


Risa tak terima dirinya di hina, dia maju dan menampar Hana.


plak,


''beraninya mulut mu menghinaku j*lang, kamu yang datang di pesta ku untuk menghancurkan nya ia kan" bentak Risa.


Tesa datang berlari setelah mencari kemana mana, ia melihat jika Hana sedang di kerumuni banyak orang ia melihat jika sahabatnya di tampar oleh seorang wanita.


"kurang ajar maneh maen gaplok wae eta leungeun"


(kurang ajar kamu main tampar aja itu tangan)


Tesa tidak terima, jadi ia mendorong Risa hingga terjatuh, untungnya ada laki laki di belakangnya menahan badan Risa agar tidak sampai terjatuh di lantai.


"Risaa.." teriak ibu dan Doni.


Doni segera meraih tubuh Risa dan memeluknya.


"Apa yang kamu lakukan? bagaimana jika terjadi sesuatu dengan janinnya" teriak Doni.


"Sekarang juga kalian pergi dari sini. Pak tolong usir mereka" ucap Doni yang langsung memapah Risa, mereka pun pergi menyisakan beberapa orang yang tinggal menonton.


JEDAR


janin?


badan Hana lemas,


"Hana.." teriak Tesa langsung memeluk tubuh Hana yang merosot.


"Lu gak apa apa kan Han? sory gue telat."


Hana hanya diam, air matanya terus mengalir. Tesa memapahnya, namun tubuh Hana tiba tiba merosot dan terjatuh.

__ADS_1


"HANAAA..."


__ADS_2