Child Of A Maid

Child Of A Maid
Bab 14


__ADS_3

Kehilangan seseorang yang begitu berarti bagi kita adalah sebuah ujian yang cukup berat untuk dilakukan, akan tetapi biar bagaimanapun juga manusia diciptakan hanya untuk kembali kepada sang penciptanya, tiada hal yang abadi didalam dunia ini.


Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, dan orang orang yang telah mati mereka juga pernah merasakan yang namanya hidup, hidup didunia ibarat hanyalah menumpang minum saja, siap tidak siap malaikat maut selalu mengincar kita.


Meskipun saat ini kita hidup tapi kita belum mengetahui beberapa jam kedepannya kita masih akan tetap hidup ataupun tidaknya, orang yang meninggal dunia tidak selalu memiliki sakit yang sangat parah akan tetapi kadang kala mereka tidak memiliki riwayat sakit tetapi Allah lebih menyayanginya sehingga dicabut lah nyawanya.


Seberapapun parah penyakitnya jika orang itu tidak ditakdirkan untuk mati saat ini mereka akan tetap bertahan hidup, begitupun dengan seseorang yang dalam keadaan sehat wal afiat jika dirinya ditakdirkan untuk mati saat ini maka hanya Allah yang tau.


Hari demi hari berlalu, suanasa rumah Rilia masih tetap sama yakni penuh dengan kesunyian, dan pertengkaran hal itu membuat Rilia sudah tidak ingin tinggal lagi dirumah baginya rumah yang dulunya adalah sebuah syurga dunia sekarang perlahan lahan berubah menjadi neraka dunia.


Seperti malam ini, Rilia berlarian kesana kemari untuk mencari Ibunya yang telah pergi dari rumah, seorang gadis kecil berlarian seorang diri diluar lingkungan rumahnya, diantara kegelapan malam tanpa rasa takut sedikitpun.


Tanpa Rilia sadari bahwa dirinya kini tengah berada ditengah tengah sawah dan beberapa meter lagi sudah menuju kearah makam, waktu menunjukkan pukul 12 malam dan saatnya penduduk desa mulai merebahkan dan mengistirahatkan tubuh mereka masing masing tetapi tidak untuk Rilia beserta keluarganya.


Rilia berjalan seorang diri memecah kesunyian malam dengan suara tangisannya, ia berlarian tanpa adanya tujuan yang jelas entah dirinya ingin pergi kemana, yang ada didalam pikirannya hanyalah menemukan keberadaan Ibunya tanpa mempedulikan bahwa dirinya sudah memasuki area makam yang ada didesa itu.


"Ibu.... kau dimana hiks... hiks... hiks...". Suara Rilia yang begitu memilukan dapat terdengar diarea makam tersebut.


"Ibumu tidak ada disini Nak, pulanglah bahaya jika malam malam ada disini". Tiba tiba terdengar suara seorang laki laki yang tengah berbicara kepada Rilia.


"Lalu dimana Ibuku, aku harus mencarinya? hiks.. hiks.. hiks...". Tanya Rilia tanpa menoleh kepada orang yang tengah berbicara kepadanya itu.


"Dia tidak ada dimakam ini Nak, pergilah sebelum terjadi sesuatu kepadamu".

__ADS_1


"Aku harus mencari Ibuku".


Rilia terus berlari menjauh dari makam tersebut tanpa mempedulikan siapa yang tengah berbicara kepadanya, didalam pikirannya hanyalah menemukan keberadaan Ibunya, dirinya tidak mempedulikan area disekitarnya.


Sosok yang berbicara kepadanya perlahan lahan mulai memudar dengan seiring berjalannya waktu, sosok itu adalah sosok gaib yang tengah menunggu diarea malam tersebut, kedatangan Rilia telah membuatnya terbangun ditempat itu sehingga dirinya muncul dihadapan Rilia akan tetapi Rilia tidak mempedulikan sosok seperti apakah itu.


Malam yang berada didesa itu terkenal dengan gangguan gangguan gaib yang sering menganggu orang orang yang datang ketempat itu ketika malam hari, seperti apa yang sedang dilakukan oleh Rilia saat ini, apalagi Rilia adalah anak yang masih begitu kecilnya sehingga menyita banyak perhatian dari para mahluk gaib yang ada ditempat itu.


Ketika jaraknya sudah cukup jauh dari pemakaman itu, Rilia tiba tiba menghentikan langkahnya diantara kegelapan malam, Rilia tersadarkan diri bahwa dirinya masih berada ditengah tengah sawah dan lingkungan sekitarnya terlihat begitu gelap.


"Siapa yang berbicara kepadaku tadi". Ucap Rilia sambil mengusapi ingusnya, dirinya baru saja menyadari bahwa tempat yang ia injaki begitu sepinya.


Rilia terus melanjutkan perjalanan untuk mencari Ibunya tanpa memikirkan tentang keberadaannya saat ini, setelah bertengkar dengan Ayahnya, Ibu Rilia terlihat begitu sedihnya hingga Ibunya berlari keluar rumah entah kemana, karena suasananya malam hari hingga membuat Rilia kesulitan untuk mencari Ibunya.


Bisa dibayangkan apa yang dirasakan oleh Rilia saat ini, seorang anak kecil yang begitu takut dengan kegelapan sekarang tengah berada ditengah tengah kerumunan mahluk halus yang tak kasat mata, dengan udara dingin yang begitu mencengkeram nya.


"Ibu! jangan tinggalkan aku huaa.....".


Rilia terus berlari mencari Ibunya, dirinya sama sekali tidak mempedulikan hal hal mistis yang ada disekitarnya saat ini, dirinya hanya memikirkan tentang bagaimana caranya untuk menemukan keberadaan Ibunya yang telah pergi dari rumah itu.


"Akh....".


Ketika Rilia melangkah dirinya tidak memperhatikan langkah kakinya sehingga sebuah duri menusuk kedalam telapak kakinya, Rilia segera mencabut duri tersebut hingga membuat kakinya mengalirkan begitu banyak darah yang keluar dari kakinya.

__ADS_1


Rilia terus melangkah dan mengabaikan rasa sakit itu, meskipun dirinya berjalan dengan pincangnya, entah apa yang terjadi dengan Rilia saat ini, tiada hal yang mampu ia jelaskan dengan kata kata.


Angin terus berhembus kepadanya, hingga membuat buku kuduk Rilia berdiri begitu saja, ditambah dengan suara suara yang menyeramkan yang ada ditempat itu membuat Rilia terasa takut akan tetapi tekatnya untuk menemukan Ibunya mampu mengalahkan rasa takut itu.


Dapat terdengar beberapa kali suara burung hantu yang menggema ditempat itu, dan sekilas kilas bayangan yang terus berlarian dikejauhan tempat itu, kehadiran dari bayangan bayangan itu membuat Rilia mengentikan langkahnya.


"Siapa itu?". Tanya Rilia entah kepada siapa.


Bukannya takut dengan sosok itu, Rilia justru berjalan mendekat kearah dimana bayangan bayangan itu berlarian, Rilia berpikir bahwa itu adalah Ibunya sehingga tanpa berpikir panjang Rilia berlari mendekat.


"Tunggu!! jangan tinggalkan aku".


Setelah cukup lama dirinya berlari akhirnya dirinya berhenti karena kelelahannya, hal itu membuat Rilia menjatuhkan tubuhnya diantara rerumputan yang ada dijalan setapak ditengah tengah sawah itu, Rilia menangis tanpa hentinya dirinya bingung harus mencari Ibunya dimana.


Dengan bingungnya ia duduk ditengah tengah jalan setapak itu, tak beberapa lama kemudian Rilia merasakan sebuah tangan telah menariknya untuk berdiri ditempat itu, Rilia hanya pasrah dengan tangan yang menariknya itu, Rilia menoleh kearah orang itu dan gambaran Ibunya terlihat.


"Sejak kapan kamu disini Nak?". Tanya Ibunya kepada Rilia.


Melihat itu, Rilia segera membenamkan tubuhnya dipelukan Ibunya, ia merasa senang karena dapat menemukan sosok Ibunya, Ibunya membawanya kesuatu ketempat, dan Rilia mengikutinya tanpa banyak bertanya, keduanya akhirnya berhenti dibawah pohon yang cukup besar ditengah tengah sawah.


"Kenapa Ibu membawaku kemari?". Tanya Rilia yang kebingungan.


Ibunya sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Rilia, melihat Ibunya yang hanya berdiam diri saja membuat Rilia tidak mau bertanya lagi, dirinya tidak ingin Ibunya pergi lagi karena Rilia yang begitu banyak bertanya kepadanya saat ini.

__ADS_1


...Jangan lupa like dan dukungannya 🥰...


__ADS_2