
Drrrttt…Drrrttt…
Suara Handphone Hana sedari tadi terus saja berbunyi hingga membuat dirinya merasa frustasi karena yang menelponnya tak lain adalah Devan, sebenarnya bisa saja ia memblokir nomor handphone nya namun hati nya mengatakan untuk tidak memblokirnya.
Sejujurnya Hana masih sangat mencintai Devan namun rasa kecewa nya pun juga sangat besar kepadanya, ia benar benar bingung harus seperti apa.
Ia pun telah mengatakan kepada Devan bahwa ia membatalkan pernikhahannya bahkan hingga saat ini keluarganya belum mengetahui pasal pernikahan mereka yang batal.
Air mata nya terus saja mengalir mengingat Devan yang tampak begitu dekat dengan seorang wanita, entah mengapa tampak wajah Devan yang terlihat sangat bahagia saat bersama wanita itu.
Siapa lagi wanita itu jika bukan selingkuhannya, memikirkannya saja membuat kepala nya menjadi pusing.
Sejak tadi Hana ingin sekali membuka pesan yang dikirmkan Devan kepadanya, terlintas dipikiran Hana untuk mendengar penjelasan Devan, karena ia juga masih mencintai Devan akhirnya ia mulai memberanikan diri untuk membuka pesan dari Devan.
*Devan💕
Na dengerin aku dulu aku mohon….
Pliss angkat telponku..
Na kamu salah paham.
Aku mohon jangan batalin pernikahan kita.
Aku sayang kamu Na.
Perempuan yang bersama ku Cuma teman aja Na.
Pliss sayang jangan gini*:’(.
__ADS_1
Setelah Hana membaca pesan Devan ia menjadi bimbang apakah yang dikatakan Devan adalah benar atau justru hanya omongan semata namun ketika Hana tengah memikirkan itu terdengar suara ketukan pintu dari luar rumahnya.
Hana pun membuka pintunya dan betapa terkejutnya ia ketika melihat Devan telah berdiri di depan rumahnya . Ia bergegas ingin menutup kembali pintu nya namun segera ditahan dengan cepat oleh Devan.
“Pliss Na aku mohon dengerin penjelasan ku.” Dengan wajah yang memelas Devan terus memohon kepada Hana agar ia diberikan kesempatan menjelaskan semuanya pada Hana.
Karena tidak tega akhirnya Hana pun mengizinkannya masuk dan menjelaskan semuanya, “masuk.” Ucap Hana.
Setelah mendengar ucapan Hana, Devan dengan senang langsung masuk mengikuti Hana dari belakang.
“Na aku mau kamu dengerin aku na semuanya Cuma salah paham aku bakal jelasin semuanya sampai detail supaya gak ada kesalah pahaman dintara kita.” Tegas Devan dan Hana pun segera mendengarkan semua penjelasan nya.
Flashback
Devan kala itu sedang ingin berjoging di Taman Kota sudah lama ia tak mengunjungi taman kota itu, kebetulan ia ingin membeli makanan untuk di rumahnya karena ia sedang ingin memakan makanan luar.
Ketika Devan sedang berjoging tiba tiba saja terdengar seperti ada yang memanggilnya, awalnya ia pikir itu orang lain yang mempunyai nama spertinya. Namun saat ingin melangkahnkan kaki nya ada seorang wanita yangmenepuk bahu nya dari belakang.
“Loh lo Desty kan ya yang satu kuliah sama gue.” Balas Devan sambil mengingat wajah wanita itu.
“Iya gue Desty, lo apa kabar?” Tanya nya dengan ramah.
“Ya kabar gue baik kok.” Balas Devan singkat karena ia merasa canggung kepada nya.
“Yaudah duduk dulu yuk, ngobrol bentar gitu udah lam gak ketemu.” Ajak Desty yang langsung saja Devan setujui karena ia tidak enak jika menolaknya menta mentah, ya hitung hitung saja sebagai silaturahmi.
Desty pun segera memesankan jus untuk mereka berdua lalu sedikit berbincang bincang mengenai pekerjaan dan juga kenangan kenangan saat mereka dulu masih kuliah. Mereka pun sesekali tertawa, hingga pada akhirya Hana datang dan menuduhnya melakukan perselingkuhan dengan Desty.
Devan saat itu benar benar frustasi ketika Hana tib tiba saja membatalkan pernikahannya, dan ketika dihubungi pun sama sekali tidak mau mengangkatnya hingga membuatnya langsung datang ke rumah Hana untuk menjelaskan kronologi detailnya.
__ADS_1
Mendengar semua penjelasann Devan seketika Hana menjadi sangat bersalah, ia benar benar egois tidak mau mendengarkan penjelasan Devan, bahkan Devan sampai rela menemui nya di rumah ia benar benar menyesal telah menuduh Devan yang tidak tidak.
Hana menatap Devan penuh penyesalan, “maafin aku Van aku egois gak mau dengerin kamu.” Ucap Hana dengan suara bergetar.
“Udah Na kamu gak salah kok, wajar aja kamu salah paham soalnya tadi emang aku gak bilang dulu ke kamu kalo aku ketemu sama Desty.” Jelas Devan lalu segera memeluk Hana dengan erat.
“Aku udah batalin pernikahan kita, apa kamu beneran mau ninggalin aku?” Tanya Hana masih terus menangis.
“Tidak akan pernah sayang, aku mencintaimu mana mungkin aku bisa hidup tanpa kamu.” Balas Devan dengan serius hingga membuat Hana menjadi tersenyum.
“Makasih Van aku juga masih cinta sama kamu.” Ucap Hana kembali.
Akhirnya mereka kembali baikan dan Hana pun mengambil pelajaran dari semua ini agar suatu saat nanti ia tidak egois lagi dan mau mendengarkan penjelasan orang lain. Bahkan ia sudah sangat tega mengatai Devan sebagai lelaki brengsek, semoga saja tuhan mengampuni nya.
*
Suasana meja makan yang dipenuhi dengan suara tawa anak kecil yang kini tengah bergurau dengan ayahnya, siapa lagi kalau bukan Elina dan juga Arka. Mereka saat ini sedang membuat masakan untuk Zara namun ternyata masakan itu merubah warna nya menjadi hitam pekat sampai sampai Elina tak henti henti nya tertawa.
“Hahahaha…. Kenapa telur yang Ayah goreng merubah warna nya menjadi gelap?” Tawa Elina sembari melihat kondisi telur yang sangat mengenaskan itu.
“Sayang jangan ketawa dong, telurnya berubah hitam gini karena dia gak mau terlalu sombong punya warna yang cerah, karena telur telur lainnya terlalu sombong memamerkan warna putih kuning nya jadi ayah sengaja merubah warna nya biar dia menjadi telur yang rendah hati.” Jelas Arka namun segera dibantah oleh Zara yang baru saja masuk ke dapur.
“Halah mana ada telur merubah warna, kamu tuh ya mas jangan ngajarin Elina yang gak bener dong, itu mah emang dasarnya kamu nyalain kompornya kegedean makanya dia jadi hitam, justru telurnya nangis kamu rubah warna dia yang cantik jadi warna hitam gitu.” Ledek Zara yang langsung diikuti oleh tawa Elina.
Elina dan Zara terus tertawa terbahak bahak melihat ekspresi merajuk Arka yang terkesan lucu itu, bahkan Zara mengabadikan momen telur hitam itu dengan Handphone nya beserta dengan foto sang koki pembuatnya .
“Udah ah masa aku diketawain mulu sih, setidaknya aku sudah berusaha.” Ucap Arka masih dengan ekspresi merajuknya.
“Cup..cup.. udah udah jangan ngambek dong malu nih sama Elina, dia aja masih kecil gak pernah ngambek masa ayahnya yang udah gede ngambek gini.” Bujuk Zara.
__ADS_1
Namun Arka memberikan kode agar Zara memberikan ciuman kepada nya tetapi Zara menolaknya karena ada Elina disitu, segera saja Arka menyuruh Elina mengambilkan Handphone nya yang berada di kamar nya itu.
Saat Elina sedang mengambil Handphone Arka, secepat kilat ia mulai menarik tengkuk Zara dan langsung mencium bibir nya dengan lembut, ketika terdengar suara langkah kaki yang mendekat mereka segera melepaskan ciuman itu dan menatap penuh cinta yang membuat Zara menjadi tersipu malu.