Cinta 2 Hati

Cinta 2 Hati
BAB 9. Pertengkaran


__ADS_3

Kini Arka, Elina dan juga Hana tengah berada di luar ruang UGD, sejak tadi dokter yang menangani Zara belum keluar dari ruangan itu. Terlihat dengan jelas pada raut wajah mereka bahwa mereka sangat mencemaskan Elina.


Tak berapa lama dokter pun keluar dari ruang UGD mereka yang melihat itu segera menghampiri nya.


“Bagaimana kondisi istri saya dok?” Tanya Arka dengan raut wajah yang benar benar khawatir.


“Kondisi istri anda sekarang sudah membaik, kami sudah menjahit luka sobek pada bagian pundaknya dan sebentar lagi ia akan segera sadar.” Jelas dokter tersebut dan segera pergi untuk melanjutkan pemeriksaannya pada pasien yang lain.


Setelah mendengar penjelasan dokter, mereka semua pun bergegas untuk menuju ruang rawat tempat dimana Zara dipindahkan daari ruang UGD. Terlihat Zara masih belum sadarkan diri karena efek dari obat bius yang diberikan kepadanya.


“Na sebaiknya kamu sama Elina pulang aja dulu,Zara biar aku yang urus.” Ucap Arka.


Arka tak tega melihat putri kecilnya itu, Elina baru saja disekap oleh komplotan penjahat  pasti ia masih trauma dengan kejadiannya ditambah lagi dengan kondisi Zara yang terluka. Ia ingin Elina beristirahat terlebih dahulu untuk mengembalikan kondisinya.


“Iya mas, biar aku yang jagain Elina. Nanti kalau Zara udah sadar langsung kabarin aku ya.” Arka pun menganggukan kepalanya lalu beralih ke Elina.


“Sayang kamu pulang dulu ya sama tante Hana, setelah ini kamu istirahat di rumah aja jangan kemana mana ya nanti kalau mama udah sadar Ayah bakal hubungin kamu dan tante Hana OKe?” Jelas Arka sembari mengelus puncak kepala Elina.


“Iya Ayah.” Balas Elina dengan senyuman manis khas nya itu.


“Yaudah kalo gitu kita pamit dulu ya mas.” Pamit Hana.


*


Angin sore yang berhembus dengan sangat santai membuat suasana sore ini menjadi lebih sejuk, membuat semua orang yang berada di taman ini menjadi semakin betah dan ingin berlama lama disini. Keramaian ini membuat Elina dan Hana sedikit lebih terhibur atas semua kejadian yang telah terjadi beberapa waktu lalu.


Sore ini mereka sedang  berjalan jalan di sebua taman kota, tampak banyak sekali orang orang yang memadati area ini dengan berbagai macam aktivitas mereka masing masing, ada yang jogging, bermain bulu tangkis, berbincang bincang , bahkan ada juga yang tengah memadati para pedagang di sekitar area taman kota ini.


Hana sengaja membawa Elina kesini karena sejak tadi siang Elina terlihat begitu murung dan pasti nya ia masih trauma dengan apa yang dialaminya. Sejak tadi Hana terus menggandeng tangan Elina karena suasana yang sangat ramai ia tak mau kejadian serupa terulang lagi saat mereka sedang di mall kemarin.


“Elina sayang kita beli ice cream yuk.” Ajak  Hana lalu langsung menghampiri pedagang Ie cream itu yang berada di pojokan taman.


“Elina mau rasa apa sayang?” Tanya Hana.

__ADS_1


“Rasa coklat tante.” Balas Elina dengan wajah yang sangat riang.


Hana yang melihat ekspresi Elina menjadi lebih lega karena kini Elina sudah kembali lagi menjadi Elina yang ceria.


Ia sangat senang ketika bersama Elina, ia sudah menganggap Elina seperti anak nya sendiri ditambah Elina adalah anak yang baik dan tidak pernah bertingkah membuat Hana selalu senang jika Elina sedang bersamanya.


Mereka pun mulai mencari bangku taman yang kosong tetapi sepertinya tidak ada yang kosong karena kondisinya sangat ramai jadi semua bangku telah terisi semua oleh para pengunjung yang mungkin sudah datang lebih dulu dari mereka.


Akhirnya mereka memilih untuk di sebuah bantu taman besar yang berada dibawah pohon, ketika mereka sedang menuju kesana tanpa sengaja Hana melirik sepassang kekasih yang kini tengah bermesra mesraan di bangku taman itu, namun Hana seperti mengenali lelaki itu sehingga membuatnya berganti arah lalu mencoba memastikan apakah yang dilihatnya itu benar atau salah.


Betapa terkejutnya Zara saat melihat calon suaminya itu kini tengah bermesra mesraan dengan wanita lain padahal acara pernikahannya tinggal satu minggu lagi.


“Van! Kamu tega ya kayak  gini dibelakang aku.” Pekik Hana yang kini telah berurai air mata, hatinya begitu sakit melihat Calon suaminya begitu tega selingkuh dibelakangnya.


“Na dengerin aku dulu ini gak seperti yang kamu bayangkan.” Balas Devan calon suami Zara yang sepertinya mulai panik karena berhasil tertangkap basah oleh Hana.


Elina yang melihat semua itu pun mulai bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan Hana, mengapa tiba tiba saja hana menangis karena usia nya yang masih sangat kecil ia tak mengerti masalah seperti itu . Tetapi melihat Hana yang menangis Elina segera menhampiri dan memeluknya dengan erat.


“Kamu tuh apa apaan sih masih kecil diem aja deh, gak usah sok ikut campur urusan orang dewasa!” Bentak Devan dengan keras sehingga membuat Elina menunduk ketakutan.


Hana benar benar tak suka dengan ucapan kasar Devan barusan kepada Elina, “Kamu yang apa apaan gak usah kamu marahin dia, dia gak salah justru harusnya kamu sadar atas semua perbuatan kamu, kita mau nikah satu minggu lagi Van tapi apa yang udah kamu perbuat, aku bener bener kecewa sama kamu.” Ungkap Zara dengan penuh emosi.


“Tapi Na ini tuh salah paham aku bisa jelasin semua nya Na.” Devan masih terus mencoba membunjuk Hana tapi percuma saja hati Hana sudah terlanjur sakit ia benar benar kecewa pada Devan.


“Gak ada yang perlu di jelasin lagi, semuanya udah jelas. Aku bersyukur tuhan masih baik sama aku dengan cara memperlihatkan sikap asli kamu yang sebenarnya dan mulai sekarang kita putus. Pernikahan kita batal.” Tegas Hana dan langsung menarik tangan Elina untuk meninggalkannya.


Dapat terdengar suara Devan yang masih berusaha memanggil nama Hana namun ia tak menghiraukannya, ia lebih memilih menjauh saja darinya daripada nanti nya ia akan mnenyesal setelah mengetahui semua watak asli nya.


Hana benar benar bersyukur kepada Tuhan, jikalau ia dan Elina tidak mengunjungi taman itu mungkin saja Elina masih akan terus menjalin hubungan dengan pria brengsek itu. Namun tetap saja seburuk apapun kelakuan Devan kepadanya, perasaan cinta itu masih tetap ada di dalam hatinya.


Membayangkan 5 tahun kenangan bersama nya membuat dada nya terasa sesak hingga akhirnya air mata itu terus mengalir begitu saja. Tak mudah bagi Hana untuk bisa menerima semua itu butuh waktu yang sangat lama untuk Hana bisa benar benar melupakan Devan.


*

__ADS_1


Setelah beberapa jam berlalu akhirnya Zara sudah siuman dan kondisi nya saat ini sudah lumayan membaik dan beruntungnya luka yang didapati Zara tidak terlalu parah sehingga ia bisa segera kembali ke rumahnya.


“Ayo mas kita pulang, aku udah kangen banget sama Elina.”Ujar Zara yang kini sudah sepenuhnya tersadar setelah 3 jam terkena efek obat bius.


“Yaudah aku urus biaya Administrasi dulu ya biar kita bisa cepet pulang.” Arka pun segera beranjak menuju bagian Administrasi untuk menyelesaikan semua pembayaran selama Zara berada di Rumah Sakit.


Setelah mengurus semua biaya administrasi dan menebus obat Arka daan Zara langsung bergegas kembali ke rumahnya. Mereka tak bisa berlama lama karena mereka khawatir jika Elina ditinggalkan terlalu lama, meskipun bersama dengan Hana pasti ia punya beberapa kepentingan yang kemungkinan Elina tidak bisa ikut bersamanya.


“Assalamualaikum sayang Mama pulang nih.” Ucap Zara yang baru saja membuka pintu rumah.


Tak menunggu waktu lama Elina segera berlari keluar kamarnya dan menghampiri mama nya yang sudah sangat lama ia rindukan. Elina memeluk Zara dengan sangat erat ia benar benar rindu dengan mama nya itu.


“Kamu baik baik aja kan sayang.” Tanya Zara sembari memperhatikan putri kecilnya dari atas smpai bawah.


“Aku baik baik aja ma karena ada tante Hana yang jagain aku.” Balas Elina dengan riangnya.


Hana yang melihat Zara telah kembali segera mengemasi barang nya dan ingin langsung kembali ke rumahnya. Ia sebetulnya ingin menenangkan dirinya atas kejadian di taman tadi, ia tak ingin membuat Zara mengetahuinya dulu, ia memilih untuk merahasiakannya karena tak mau mengganggu suasana haru keluarga mereka.


“Ra aku pamit pulang dulu ya.” Ucap Hana tiba tiba.


“Loh kok cepet banget Na ayo kita ngobrol ngobrol dulu knan aku baru balik dari Rumah sakit.” Cegah Zara namun segera ditolak dengan Zara dengan alas an keperluan Kantor.


“Aku masih ada urusan Ra, nanti setelah semua urusanku selesai pasti aku bakal main lagi.” Jelas Hana dengan penuh keyakinan sehingga membuat Zara begitu saja percaya pada ucapan Hana.


“Yasudah kalau begitu, terimakasih banyak ya kamu udah mau jagain Elina.” Sambung Zara .


“Sama – sama Ra, yaudah aku pamit dulu ya Assalamualaikum.” Pamit Hana dan segera keluar dari ruma itu.


“Waalaikumsalam.” Balas Zara dan Elina.


Ketika Hana sudah pergi Elina mulai memberitahukan kejadian sore tadi saat mereka sedang jalan jalan di taman kota hingga membuat Zara terkejut. Zara merasa kasihan pada Hana, padahal pernikahannya hanya tinggal menghitung hari namun harus batal begitu saja.


“Kenapa kamu gak bilang Na, aku jadi khawatir sama kamu sekarang.” Batin Zara.

__ADS_1


__ADS_2