
Setelah acara resepsi pernikahan nya kini Hana dan juga Devan tengah berada di sebuah kamar yang sudah dihiasi dengan dekorasi ala kamar pengantin bahkan di kasur telah ditaburi bunga mawar merah dan juga handuk yang sudah dibentuk seperti kedua angsa yang sedang berhadapan, Sungguh suasana kamar yang sangat romantis.
“Sayang kamu udah siap malam ini?” Tanya Devan sembari memeluk Hana yang kini telah sah menjadi istrinya itu.
“Siap apa mas?” Tanya Hana dengan polos.
“Ya ritual pengantin baru.” Balas Devan sembari tersenyum kepada Hana.
Hana pun berfikir sejenak hingga akhirnya ia paham maksud suami nya itu, “yah mas, aku baru inget kalo aku sekarang lagi dateng bulan.” Celetuk Hana.
“Yah puasa dong aku.” Devan pun memasang tampang kecewa dan mulai merajuk seperti anak kecil.
Hana pun tertawa melihat ekspresi suaminya, sebenarnya itu hanyalah akal akalan nya saja ia ingin tahu bagaimana respon suaminya saat tau ia sedang berhalangan dan ternyata hasilnya Devan pun merajuk.
“Hey mas udah dong ngambek nya aku cuma bercanda tau.” Hana terus membujuk Devan yang masih cemberut itu.
Hana pun mulai mendekati Devan namun ia memalingkan mukanya seolah tak mau berbicara lagi dengan Hana, Hana mulai memainkan rambut Devan sembari membujuk dan memberikan candaan agar ia tertawa namun tak kunjung ada respon dari nya.
Hana pun mulai menyerah ia pun ingin meninggalkannya sejenak namun saat Hana ingin melangkahkan kaki nya tiba tiba saja Devan menarik tangannya hingga membuat Hana terjatuh ke tempat tidur lalu Devan segera mengunci posisi itu agar Hana tak bisa pergi kemana mana.
Mereka berdua mulai bertatap tatapan dengan lama hingga membuat jantung mereka berdegub dengan kencang bahkan Hana menjadi sangat grogi menatap suaminya itu, seketika Devan mulai
mendekatkan wajahnya ke wajah Hana, dan akhirnya Devan berhasil mencium bibir mungil Hana, sontak Hana terkejut namun perlahan ia mulai bisa mengikutinya.
Ciuman itu kini semakin lama semakin panas hingga membuat keduanya melakukan hubungan yang mulai jauh layaknya pengantin baru pada umum nya, dan malam ini adalah malam dimana Hana telah resmi menjadi wanita seutuhnya, menjadi wanita Devan untuk selama lamanya.
*
Pagi ini seperti biasanya Zara sedang menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya itu. Zara kini tengah membuatkan nasi goreng untuk Arka dan Roti bakar untuk Elina. Keduanya memeiliki selera sarapan yang berbeda , Arka berkata ia tak akan kenyang jika hanya memakan Roti sedangkan Elina ia berkata bahwa makan nasi akan membuat nya kekenyangan dan akhirnya akan mengantuk di kelas.
Setelah semua makanan terhidang di atas meja makan mereka semua akhirnya berkumpul di meja makan mengambil menu sarapan favorit nya masing masing. Mereka semua terlihat sangat lahap menyantap semua nya.
__ADS_1
“Sayang aku berangkat dulu ya.” Ucap Arka setelah selesai menghabiskan sarapannya.
“Iya mas, hati hati ya.” Zara pun mencium tangan suaminya dengan lembut sebaliknya Arka pun mencium kening Zara seperti biasanya.
“Ma Elina juga berangkat ya.” Elina mencium tangan Zara dan juga pipi nya.
“Iya sayang belajar yang rajin ya anak mama.” Balas Zara.
Zara pun mengantarkan kedua nya sampai ke depan halaman rumah, saat mobil mereka telah keluar dari garasi Zara pun melambaikan tangannya dan segera menutup pintu kembali pintu gerbangnya.
Setelah semuanya berangkat Zara mulai membereskan rumah, hampir 2 jam ia membersihkan semuanya sampai kinclong dan sekarang saat nya Zara auntuk bersantai ria menonton televise sembari memakan salad buah buatannya.
Saat sedang menonton Televisi Zara mendapatkan panggilan dari Hana dan dengan cepat ia mengangkatnya, karena ia juga ingin mendengar pengalaman pengantin baru.
“Cie pengantin baru udah nelpon aja gimana semalem.” Goda Zara sembari tertawa.
“Ihh Ra kamu apaan sih udah ah.” Hana tersipu ketika Zara menanyakan hal itu.
“Jadi gini loh Ra, rencana nya sore ini aku mau pindah rumah.” Jelas Hana dengan sedih.
“Loh kok tiba tiba sih Na, kemarin kemarin kenapa kamu gak bilang sama aku.” Omel Zara.
“Maafin aku Na, aku juga gak tau kalau aku harus pindah rumah gini aku pikir setelah menikah aku bakal tetep tinggal disini sama suamiku tau tau nya kita bakal pindahh ke Bandung soalnya mas Devan bakal dipindahin tugas disana.” Jelas Hana.
“Yaampun Na, kenapa coba kamu segala pindah, terus aku disini sama siapa dong.” Zara begitu sedih mendengar Hana yang akan segera pindah.
“Aku juga sedih Ra pisah sama kamu, aku mau nya sama kamu terus soalnya kamu kan tempat curhatku sejak dulu.” Hana pun merasa sangat sedih harus berpisah dengan Zara.
Mereka pun mulai menangis , mereka berdua sudah sangat dekat seperti kakak adik tetapi kini Hana harus pergi meninggalkan Zara. Entah bagaimana rasanya ketika Zara sudah tidak tinggal disini lagi.
Hana pun sebenarnya tidak rela harus meninggalkan Zara namun ia tak bisa menentang suami nya itu jadi mau tidak mau ia harus mengikutinya.
__ADS_1
*
Sore harinya Zara, Elina, dan Arka sedang berada di kediaman Hana dan Devan , mereka semua hadir disitu untuk membantu dan mengucapkan salam perpisahan karena sore ini Hana harus benar benar meninggalkan rumah ini.
Zara dan Elina sedari tadi membantu mengemasi baju baju Hana ke dalam koper sedangkan Arka membantu Devan mengangkat barang barang penting yang harus di bawa ke rumah barunya itu.
“Tante, kenapa sih tante harus pindah Elina kan sedih kalo gak ada tante.” Elina menundukan wajahnya ia benar benar sangat sedih karena sejak ia kecil ia sudah sangat dekat dengan Hana.
“Sayang, Elina gak boleh sedih ya nanti kalo tante punya waktu luang pasti tante bakal sering mampir kesini, ketemu sama Elina.” Hana mengangkat kedua wajah Elina dan menghapus air matanya.
“Tante janji ya bakal sering kesini temenin Elina.” Elina mengangkat jari kelingkingnya meminta persetujuan dari Hana, “iya sayang tante janji.” Ucap Hana sembari melingkarkan kelingkinya di kelingking Elina.
Setelah semua barang selesai dikemasi kini Hana dan juga Devan sudah bersiap memasuki mobilnya, mereka takut jika nanti akan sampai terlalu larut.
Zara pun muali berpelukan dengan Hana karena setelah ini mereka harus LDR dan Elina pun ikut memeluk Hana.
Saat mobil Hana dan Juga Devan telah pergi baru lah mereka kembali ke rumah. Di dalam mobil suasana begitu hening, Arka memperhatikan Istri dan juga anaknya tampak terdiam dengan raut wajah sedih. Ia pun berinisiatif untuk mampir terlebih dahulu ke sebuah restoran bernuansa pedesaan agar membantu menghibur hati mereka setelah kepergian Hana.
“Lah kok kita kesini mas?” Tanya Zara yang baru tersadar bahwa sekarang mereka sedang berhenti di sebuah parkiran rumah makan.
“Iya aku kepengen makan di luar sekali sekali, yaudah yuk turun.” Ajak Arka lalu beranjak untuk membukakan pintu mobil untuk Zara dan juga Elina.
Ketika mereka sampai di dalam tampak suasana yang begitu asri seperti di pedesaan, terdapat berbagai saung yang nanti nya akan dipakai sebagai tempat untuk menyantap hidangannya, terdapat pula kolam ikan dibawah saung tersebut dan di sekelilingnya terdapat pohon pohon yang rimbun sehingga membuat suasana restoran ini menjadi sejuk, tak lupa pula di belakang saung tersebut ternyata ada sebuah sawah sehingga semakin menambah nilai plus restoran ini sebagai restoran nuansa pedesaan.
“Wah bagus banget mas tempatnya.” Zara mengamati seluruh restoran itu dengan tatapan yang sangat takjub.
“Yaudah sekarang pilih deh, kita mau makan di saung yang mana?” Tanya Arka.
“Yang itu Yah yang dibawahnya ada kolam ikan ada sawah juga dibelakangnya.” Celetuk Elina dengan cepat dan langsung berlari menuju saung tersebut.
Ketika pesanan nya datang mereka mulai menyantap semua hidangan nya dengan raut wajah yang sangat gembira. Arka yang melihat perubahan mood Zara dan Elina menjadi sangat senang akhirnya rencana nya berhasil juga.
__ADS_1