
Karena semua udah kumpul, Rista langsung menjelaskan maksud dan tujuan di kumpulkan di taman.
"Oke gengz... Gue ngga usah basa basi lagi ya, ada yang mau disampaikan sama Via"Rista membuka percakapan, semua langsung menatapku heran
Mereka semua diam siap menyimak apa yang akan ku sampaikan. Terlebih Ilman sedari tadi memandangku terus, bikin hati jadi ngga karuan aja. Mungkin karena sudah lama ngga ketemu, liburan kemarin pun kami tak bertemu, hanya sesekali komunikasi saja. "Ah, aku rindu" batinku sembari menatapnya.
Aku pun mulai menjelaskan.
"Thanks ya semua udah mau kumpul disini, jadi gue cuma mau bilang ke kalian, klo gue itu sama Ilman ada hubungan" ucapku pelan kepada mereka
Terlihat ekspresi mereka terkejut, kecuali Rista dan Ilman.
"What?! Serius Via? buat Hubungan apa?"teriak teman-temanku berbarengan
"Ssssttt... Ngga usah pake teriak bisa ngga sih!"sungutku, melihat keadaan sekitar taman, untunglah yang lain tidak terlalu peduli. Karena mereka asik dengan kegiatan masing-masing.
"Maksud lu gimana Via??" tanya Inge penasaran, belum sempat aku jawab,karena masih kesal oleh teriakan mereka,sudah di jawab duluan oleh Rista
"Ya, jadi Via dan Ilman itu udah pacaran dari kelas 7, tadinya Via ngga akan cerita ke kalian sekarang, tapi gara-gara tadi lihat di kelas Ilman dikerubutin cewek-cewek di kelas, Via kesel dan gue kasih ide buat kumpulin kalian dulu disini"sambung Rista
"Oooooh..."berbarengan,kompak sekali mereka.
"Sebenernya si Fallen ngga masuk itungan, tapi gue kasian liat dia kegerahan,jadi gue tarik juga dia" lanjut Rista
"Terus Ilman pindah ke sekolah ini, lu udah tau?"tiba-tiba Andin memotong, yang lain diam kembali menyimak
__ADS_1
"Nah itu masalahnya, gue juga ngga tau apa alasan Ilman pindah ke sekolah yang sama kaya gue"kataku
Aku pun minta Ilman untuk segera menjelaskan semuanya, karena rasa penasaranku sangat tinggi.
"Coba tolong jelasin ke aku, kok kamu bisa pindah kesini, padahal sekolah sebelumnya termasuk sekolah favorit" tanyaku pada Ilman, disertai anggukan kepala teman-temanku
"Iya cerita dong man!" sambung Rindra dan Fandi, yang dari tadi banyak diam
"Oke, gue jelasin ya ke kalian semua" ucap Ilman
"Tunggu man, perlu gue kasih backsound ga nih buar lebih mendramatisir"potong Fandi, sambil memainkan gitar
Fandi dan Rindra memang kemana-mana selalu membawa gitar, mereka ikut ekskulmusik waktu kelas 7 dan mungkin dilanjut di kelas 8. Aneh memang suka bawa gitar kemana pun, pada saat di luar jam ekskul.
"Hahaha... Ngaco aja lu Fan... Ngga usah lah" jawab Ilman
Aku yang dari tadi sudah siap mendengarkan penjelasan dari Ilman, cuma bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka.
"Sorry Ris,Ndra.. Iya bener gue sama Via itu udah pacaran dari kelas 7. Gue kenal Via waktu liburan sekolah kelas 6 Sd, ketemu di rumah tante gue. Dia lagi mmain sama sepupu gue" ungkap Ilman
Akhirnya Ilman pun menceritakan semua, kenapa dia bisa pindah sekolah ke sekolah yang sama kaya gue. Itu di karenakan bokap dia di pindah tugas ke daerah yang dekat dengan sekolah yang sekarang, dan keluarga Ilman membeli rumah yang jaraknya juga tidak terlalu jauh dari kantor dan sekolah.
Walau pun masih satu kota, tapi jarak tempuh yang membuat khawatir orang tua Ilman kalau memaksa tetap sekolah di sekolah yang lama. Ilman pun menjelaskan, dia ngga sempat kabarin aku karena sibuk pindahan.
"Pantes aja ya kamu susah dihubungi"kataku ke Ilman
__ADS_1
"Iya maaf ya... Tapi kamu seneng kan aku disini dan kita sekelas"ledek Ilman
"Orang ini bisa saja membuat aku tersipu" batinku
"Waaaw... so sweet sekali kalian berdua"tiba-tiba Fallen bersuara,mengagetkanku
"Terus kok bisa sih kalian sekelas?" lanjut Fallen, ternyata dia tertarik juga mendengar kisahku
"Gue juga ga tau kenapa bisa sekelas sama Via, udah satu sekolah aja udah bikin gue seneng karena bisa ketemu setiap hari, dan ternyata gue sekelas,seneng gue berlipat ganda" jawab Ilman sambil melirik aku
"Itulah yang namanya jodoh"kata Rista dan Inge
"Mungkin" sambung Fallen
"Oh iya gue minta kalian ngga usah cerita dulu ke teman kelas ya.. Terutama lu Fallen jangan ember lu!"ancamku
"Percaya sama gue,Fallen si penjaga rahasia"ucapnya dengan percaya diri
Kami semua pun tertawa melihat tingkah Fallen.
Fandi dan Rindra mulai memainkan gitar mereka.
"Lagu yang romantis dong, jangan asal gonjrang gonjreng"protes Inge, Rista, Andin
Aku melihat jam tangan, 5 menit lagi jam istirahat selesai. Dan aku mengajak semua masuk kelas, tentunya aku berada di barisan belakang bersama Ilman, kami saling melempar senyum.
__ADS_1
πππ