Cinta 2 Hati

Cinta 2 Hati
BAB 15. Wanita Asing


__ADS_3

Dengan sangat tergesa gesa terlihat Zara kini yang tengah berlari disetiap koridor sekolah. Saat ini Zara tengah berada di sekolah karena tadi ia mendapatkan panggilan telepon dari pihak sekolah bahwa Elina terjatuh akibat terdorong oleh temannya  sehingga membuat kaki nya terluka.


Dengan perasaan cemas Zara langsung saja mendatangi sekolah dan kini terlihat Elina yang sedang berbaring di ruang UKS.


“Elina kamu gapapa sayang?” Tanya Zara dengan khawatir sembari memeriksa kondisi kaki Elina yang terluka.


“Gapapa kok Ma cuman perih sedikit aja.” Balas Elina dengan tersenyum.


“Bu sebaiknya hari ini Elina pulang saja ke rumah kasihan pasti kaki nya masih terasa sakit.” Ucap Wali Kelas Elina.


Zara pun mengiyakan ucapan Wali Kelas Elina itu dan segera membawanya kembali ke rumah. Sebelum benar benar sampai di rumah Zara terlebih dahulu mampir ke sebuah apotek untuk membelikan obat luka  untuk Elina.


Saat sampai di Rumah Zara pun langsung mengantar Elina ke dalam kamar dan membawakan air yang berisi antiseptik dan juga obat obatan lainnya yang tadi sudah di beli di Apotek. Perlahan Zara mulai membersihkan nya sampai akhirnya ia selesai memberikan perban kepada Elina dan membeiarkan Elina untuk tertidur.


*


Sementara itu Arka yang kini sedang serius menatap laptop seketika menjadi sangat sumringah wajahnya tampak sangat senang, dan ternyata ia berhasil mendapatkan acc kerja sama dengan sebuah perusahaan ternama sehingga akan membuat prospek kerja perusahaannya itu semakin berkembang.


Tanpa menunggu lama Arka pun langsung menelpon Zara, rencana nya ia akan mengajak mereka untuk makan di luar malam ini untuk merayakan proses kerja sama nya.


“Halo Mas.”


“Sayang kamu tau gak! Hari ini aku berhasil dapetin kerja sama sama perusahaan yang pernah aku ceritain itu loh.”


“Oh Ya? Wah selamat Mas.”


“Oh iya buat merayakan ini nanti malam aku mau ngajak kalian makan malam di sebuah Restoran bis kan?”


“Eumm…Tapi Elina habis jatuh Mas tadi di sekolah kaki nya luka aku gak takutnya kakinya masih sakit."


“Yaampun terus kondisinya gapapa kan? Apa harus dibaa ke rumah sakit?”


“Gapapa kok Mas tadi udah aku obatin.”


“Oh yaudah syukur lah kalau begitu.”


“Iya Mas, nanti kita liat kondisi Elina dulu ya kalau emang kaki nya udah mendingan kita bisa makan malam di luar tapi kalau masih sakit ya terpaksa kita harus makan di rumah dulu.”


“Iya sayang gapapa kok yang penting Elina sembuh.”

__ADS_1


“Iya Mas, yaudah ku tutup dulu ya telponnya.”


“Iya sayang.”


*


“Enak Ma Elina suka makan sop Bakso buatan Mama.” Ujar Elina dengan senang.


“Kalau Elina suka besok besok Mama bakal bikinin lagi buat kamu.” Balas Zara.


“Iya Ma Elina suka.” Ucap Elina dengan penuh semangat.


Ketika Zara sedang menyuapi Elina, Arka pun tiba tiba datang membawa sebuah bantal hati dengan gambar tedy bear kecil disana  hingga membuat Elina segera menghampiri ayahnya dengan senang.


“Yeay… Ayah udah pulang.” Ujar Elina dengan senang.


“Kamu gimana kaki nya sayang, udah baikan?” Tanya Arka sembari melihat kaki Elina yang sudah diperban.


“Udah gapapa kok Ayah.” Balas Elina meyakinkan.


Arka pun memberikan bantal Love itu kepada Elina dan dengan sangat senangnya boneka itu terus dipeluk  nya dan segera masuk ke dalam kamarnya . Arka dan Zara yang melihatnya pun ikut tersenyum senang dan langsung masuk ke kamar nya juga.


“Ya aku khawatir sama Elina makanya aku buru buru selesain pekerjaan k uterus pulang deh ke Rumah.” Jelas Arka dan langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur.


Melihat  itu Zara menghampiri suaminya, “capek ya, sini biar aku pijitin.” Ucap Zara dengan penuh perhatian.


“Gak mau dipijitin, maunya kamu aja.” Ucap Arka yang tentu saja membuat Zara seketika menjadi tersipu .


Arka pun segera menarik Zara ke dalam pelukannya rasanya sudah lama ia tidak bermesra mesraan dengan istrinya itu, karena masih siang Arka tiba tiba saja ingin mengajak Zara melakukan hal yang biasa dilakukan sepasang suami istri ketika mereka sedang rindu  dan tentu saja Zara sangat tersipu.


“Ih Mas, masih siang juga udah ngajakin aja.” Ucap Zara.


“Gapapa udah lama gak mesra mesraan sama kamu.” Balas Arka  sembari tersenyum.


“Nanti kalo Elina liat gimana Mas.” Ucap Zara dengan khawatir,karena ia takut jika tiba tiba Elina memnaggilnya namun keadaannya tidak memungkinkan untuk menemui Elina.


Arka pun mencoba untuk memeriksa kamar Elina, ia ingin memastikan kondisi nya aman untuk bermesraan dengan Zara dan betapa beruntungnya mereka karena kini Arka melihat Elina Yang tengah tertidur pulas memeluk bantal love pemberiannya itu.


Setelah mengeceknya Arka kembali ke kamarnya dan segera mengunci pintu nya, dengan senyuman nakalnya ia menghampiri Zara, “aman sayang tenang aja.” Ucap Arka.

__ADS_1


Dan siang hari itu akhirnya mereka manfaatkan untuk bersenang senang karena sudah lama tak melakukannya membuat keduanya pun sama sama merasa bersemangat.


*


“Mama…” Panggil Elina dari balik pintu kamarnya.


Mereka berdua yang kini masih tertidur pulas akibat ritualnya tadi siang itu, menjadi terusik karena panggilan Elina yang sangat kencang dan seketika mereka menjadi panik karena masih dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk menemui Elina dengan cepat Zara mengambil Handuk dan sgera masuk ke kamar mandi sedangkan Arka mulai memakai bokser dan kaos nya.


Lalu memunguti semua pakaian yang berserakan itu dan memasukannya ke keranjang kotor, lalu barulah ia membukakan pintu untuk Elina.


“Kenapa sayang, Elina butuh sesuatu?” Tanya Arka dengan lembut.


“Enggak kok Yah Elina cuma mau cari Mama aja soalnya pas Elina bangun Rumah jadi sepi.” Balas Elina.


“Mama lagi mandi sayang.” Ucap Arka dan langsung dibalas anggukan oleh Elina.


“Yaudah deh Elina mau nonton TV dulu.” Elina pun langsung pergi meninggalkan Arka lalu menuju ke depan ruang TV.


Tak berapa lama Zara keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan handuk tetapi tentunya dengan keadaan yang lebih bersih dan fresh. Mereka berdua saling berpandangan dan tersenyum mengingat apa yang telah mereka lakukan tadi.


Karena kondisi Elina sudah lebih baik maka mereka semua akhirnya jadi untuk makan malam di luar, mereka ternyata kembali makan di sebuah restoran bertema pedesaan itu. Selain tempatnya yang sangat nyaman hidangan makanan disana juga ternyata sangat lezat hingga membuat mereka semua menjadi ketagihan untuk kembali lagi kesana.


“yeay akhirnya kita balik lagi ke tenpat ini Elina mau duduk disana .” Ucap elina dan langsung menghampiri tempat itu diikuti oleh Zara dan Arka.


Saat hidangan sampai merek pun menikmati semuanya sampai tak tersisa karena memang makanannya sangat lezat bahkan Arka pun juga meminta kepada pelayan agar membungkuskan lagi untuk nya makan di rumah jika tiba tiba nanti malam ia merasa lapar lagi.


“Elina nya ketiduran nih mas.” Ucap Zara ketika melihat ke bangku belakang mobil ternyata putri nya sudah tertidur pulas sepertinya karena efek kekenyangan jadi cepat mengantuk.


“Yaudah biar aku yang gandong.” Arka pun segera mengangkat  Elina dan Zara pun membuka pintu rumah nya.


Tiba tiba saja saat mereka ingin masuk ada seorang wanita yang menghampiri mereka dan tampak wanita itu sebaya dengan Zara.


“Permisi apa benar ini rumah bapak Arka?” Tanya Wanita itu.


“Iya betul Mba ini siapa ya?” Tanya Arka balik.


“Kalau begitu berarti yang bapak gendong adalah putri saya.” Ucap ibu  itu dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Arka dan Zara pun mulai bingung siapa wanita ini sebenarnya mengapa ia mengaku  sebagai ibu dari Elina.

__ADS_1


__ADS_2