
Beberapa tahun kemudian….
Tak terasa kini Elina telah berusia 8 tahun, ia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Elina juga merupakan siswa yang sangat berprestasi di sekolahnya sehingga membuat Arka dan juga Zara sangat bangga kepaadanya.
Elina benar benar menjadi sesosok malaikat kecil mereka yang selalu membuat keluarga kecil mereka menjadi bahagia.
“Mama lagi apa? Boleh gak Elina bantuin mama?” Tanya Elina sembari melihat Zara yang kini sedang memasak.
“Emangnya Elina bisa?” Elina mengangguk sebagai tanda bahwa iya bisa melakukannya, “bisa dong ma.”
Zara pun memberikan sayur bayam dan menyuruh Elina memetiknya, dengan senang hati Elina mengerjakannya. Zara yang melihat putri kecilnya serius memetik bayam seketika tersenyum bangga.
“Ma udah selesai.” Elina memberikan bayam yang telah di petiknya tadi kepada Zara, “makasih ya sayang.” Elina tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Setelah selesai memasak dan menyiapkan semua menu makanan di meja makan, mereka berdua pun menunggu kedatangan Arka di ruang tamu. Sembari menunggu Arka mereka berdua akhirnya berselfie ria dengan mencoba berbagai efek efek kamera yang lucu.
Sementara itu Arka kini tengah berada di sebuah toko boneka, rencananya ia akan membelikan boneka tedy bear besar untuk Elina. Ia tahu bahwa Elina sangat menyukai boneka tedy bear akhirnya Arka pun mampir untuk membeli nya.
“Pasti Elina bakal suka sama boneka nya.” Gumam Arka lalu memasukkan boneka itu ke dalam mobil nya.
*
“Assalamualaikum.” Ucap Arka yang baru saja sampai di rumah dan langsung disambut dengan hangat oleh istri dan anaknya.
“Waalaikumsalam.” Zara pun langsung menghampiri suaminya itu dan mencium tangan suaminya.
“Ayaaaaahhh…” Teriak Elina yang baru saja keluar dari kamar mandi, ia langsung memeluk Arka dengan erat begitupun dengan Arka.
“Sayang Ayah ada hadiah loh buat kamu, pasti kamu bakal suka deh.” Ujar Arka.
“Oh ya.. Apa itu yah.” Elina pun celingukan mencari hadiah yang di bawa oleh Arka tapi tak menemukannya.
“Kalo kamu mau hadiahnya, kamu harus tutup mata dulu.” Ucap Arka.
Elina yang mendengar perintah Ayahnya segera menutup matanya, “udah ayah.” Arka pun mengambil boneka tedy bear yang ditaruh nya di dalam mobil.
__ADS_1
Zara yang melihat Suami nya membawa boneka tedy bear menjadi terpana karena ukurannya yang besar dan juga warna nya yang lucu yaitu pink, warna yang menggambarkan ciri khas seorang anak perempuan.
“Sayang sekarang kamu boleh buka matanya.” Arka segera menaruh boneka itu tepat di depan Elina.
“Waahhhh Ayah boneka nya bagus bangett, ini beneran buat aku?” Elina begitu kagum dengan boneka pemberian ayahnya dan segera memeluk ayahnya dengan Erat, “makasih ayah aku sayang ayah.” Elina juga mencium ayahhnya itu begitupun dengan Arka yang membalas mencium pipi Elina.
“Mama jadi iri deh daritadi Papa terus yang di peluk.” Zara yang melihat keduanya berpelukan menjadi iri dan pura pura memurungkan wajahnya.
“Aku juga sayang sama Mama kok.” Elina pun melepaskan pelukan bersama ayahnya dan beralih memeluk mama nya.
Bahagia rasanya meiliki keluarga yang sangat akur dan sangat hangat seperti ini. Zara benar benar merasa bersyukur tuhan telah mengirimkan putri kecil seperti Elina yang selalu membuat hari hari nya selalu tersenyum dan gembira.
“Yaudah yuk kita makan dulu.” Ajak Zara yang langsung diikuti oleh suami dan anaknya.
Zara mulai mengambilkan nasi dan lauk untuk Arka lalu setelah itu mengambilkannya untuk Elina. Arka sangat senang kalau disuruh makan apalagi masakan buatan Zara yang sudah terasa sangat pas di lidahnya.
“Enak mas?” Tanya Zara sembari memperhatikan kerakusan suami nya yang mengambil semua lauknya dalam porsi besar.
“Enak banget sayang, semenjak nikah sama kamu berat badanku jadi naik drastis kamu emang top deh Ra kalo soal bikin makanan.” Zara yang dipuji seperti itu oleh suaminya menjadi tersipu malu.
“Oh yaa, wih anak Ayah pinter banget sih.” Kali ini Arka beralih memuji Elina sembari mengelus rambut panjangnya.
“Iya dong karena mama selalu ajarin aku.” Zara pun tersenyum mendengar ucapan putri kecilnya itu.
*
Hari ini rencana nya Zara dan juga Elina akan megunjungi rumah Hana karena sebentar lagi Hana akan menikah, jadi ia ingin membantu persiapan menjelang pernikahan sahabatnya itu.
Kebetulan hari ini Sekolah Elina diliburkan karena guru nya sedang ada rapat jadi Elina pun ikut bersamanya ke rumah Hana.
“Tante Hanaaa.” Panggil Elina dengan lantang.
“Eh Elina sayang kamu ikut kesini juga.” Balas Hana sembari memeluk Elina.
“Engga tante hari ini semua guru Elina lagi ada rapat jadinya Elina diiburin deh.” Jelas Elina.
__ADS_1
“Oke deh kalau begitu.” Balas Hana kembali.
Zara pun langsung menghmpiri Hana juga dan memeluknya, “calon pengantin makin berseri seri aja aja mukanya.” Hana pun tersipu malu mendengar ucapan Zara, “apaan sih Ra.”
Zara tertawa melihat Ekspresi malu sahabatnya itu, wajar saja pasti setiap calon pengantin muka nya akan berseri seri dan juga mudah tersipu jika di goda sedikit. Zara juga dulu seperti itu saat ingin menikah dengan Arka ia jadi senyum senyum sendiri ketika mengingatnya.
“Hayo senyum senyum mikirin jorok ya.” Ledek Hana.
“Huss sembarangan aja.” Sangkal Zara , hingga membuat Hana tertawa balik menggoda nya.
Setelah berbincang bincang bersama, kini mereka segera bergegas berangkat ke Mall karena tadi Hana mengajak Zara untuk menemani nya memanjakan dirinya berbelanja dan pergi ke salon agar ia bisa tampil cantik saat hari pernikahannya nanti.
Sementara itu Elina yang ikut pun merasa riang gembira karena ia memang sangat suka jika sudah diajak jalan jalan.
*
Kondisi mall saat ini cukup ramai sepertinya banyak orang orang yang membelanjakan uangnya karena tanggal tanggal awal seperti ini adalah jadwalnya gajian jadi sudah pasti mall akan di padati oleh banyak orang.
Hana pun mulai berbelanja baju baju dan juga perlengkapan hariannya, sedangkan Zara mulai memilih baju baju untuk Elina karena banyak sekali model aju anak anak yang sangat lucu sehingga membuat jiwa shoping nya keluar.
“Elina sayang sini deh, kamu suka gak baju nya?” Tanya Zara sembari mengukurkan baju itu pada tubuh Elina.
“Suka maa bagus Elina mau baju ini.” Karena mendapat respon yang baik drari Elina ia segera membawa baju itu ke kasir lalu membayarnya.
Setelah puas berbelanja mereka pun segera menuju salon untuk memanjakan diri karena sedari tadi mereka sudah penat berbelanja. Namun saat mereka sampai di depan salon mereka berdua baru tersadar bahwa sejak tadi Elina tak bersama mereka, mereka mulai panik dan segera kembali menyusuri jalan yang mereka lewati saat ingin menuju salon.
Mereka terus mencari namun tak menemukan Elina, Zara pun mulai menangis ia merasa khawatir kepada Elina. Seingat mereka tadi Elina masih bersama mereka di Toko pakaian namun saat sampai di salon mereka baruy tersadar bahwa Elina tak bersamanya.
“Na gimana nih Elina kemana ya” Zara benar benar panik, kini pikirannya tak bisa berfikir jernih lagi ia benar benar khawatir dengan kondisi Elina.
“Udah Ra kamu tenang dulu ya jangan panik siapa tau Elina nunggu kita disuatu tempat, kita cari pelan pelan ya.” Ucap Hana yang terus menenangkan Zara.
Mereka berdua terus menerus mencari Elina sampai ke seluruh penjuru Mall tapi tak kunjung menemukannya, mereka pun menanyakan pada pihak informasi dan meminta agar memberikan pengumuman siapa tahu Elina akan mendengarnya.
“Yaampun Elina kamu dimana sayang.” Zara kini hanya terduduk lemas dan terus menangis, rasanya Zara sudah tak kuat lagi berjalan ia benar benar lemas mengetaui Elina menghilang.
__ADS_1
Hana pun sama paniknya dengan Zara tapi ia masih mencoba tenang dan mencoba menenangkan Zara terus menerus, sejujurnya ia juga khawatir kemana Elina pergi bagaimana bisa Elina lepas dari genggaman mereka berdua.