Cinta 2 Hati

Cinta 2 Hati
Part6


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, kami bersenda gurau. Tak terasa sudah sampai di gang menuju rumah Fallen, rumah Fallen tidak begitu jauh dari sekolah. Tapi bukan Fallen namanya kalau dia bisa datang lebih awal ke sekolah, ya dia selalu telat.


"Mampir dulu ngga nih?"tawar Fallen kepada kami


"Lain kali aja ya Len?"Rindra menolak ajakan Fallen, aku dan yang lain pun menyetujui.


"Oke lah... Sampai besok ya semua, gue duluan, bye!"ucap Fallen sembari berlari kecil


Kami pun segera melanjutkan perjalanan, Rindra, Rista, Fandi, Inge dan Andin sengaja berjalan mendahului aku dan Ilman. Ilman pun membuka obrolan.


"Udah lama juga ya ngga jalan berdua begini, liburan kemarin kita ngga ketemu"ungkap Ilman


"Hahaha iya bener, selebihnya kita cuma komunikasi lewat WA, itu aja jarang banget"balasku


"Tapi seneng dong sekarang, kita bakal ketemu terus tiap hari. Aku ngga nyangka juga kenapa kita bisa satu kelas ya?"tanya Ilman bingung


"Aku yang lebih ngga nyangka, berasa mimpi satu sekolah bahkan satu kelas! Aku kira kamu yang request ke guru.."jelasku pada Ilman


Tiba-tiba dari Andin meneriaki kami yang sedang seru mengobrol.

__ADS_1


"Jalan lama banget sih kalian, tuh angkot udah nungguin. Lu mau balik sendiri atau bareng kita nih?"teriak Andin


"Iya bentar,bawel lu"balas teriak kepada Andin dan yang lain


Saking seru ngobrol, aku tidak sadar kalau sudah sampai di jalan utama. Dengan berat hati aku pun berpamitan dengan Ilman


"Ilman aku duluan ya, besok kita lanjut lagi"pamitku pada Ilman


"Hati-hati ya Via, berkabar kalau sudah di rumah" ucap Ilman


"Oke. Kamu juga hati-hati ya, langsung pulang loh!kataku penuh selidik


"Haha... Kamu tuh ya! Udah ya bye Ilman"balasku tak lupa juga ku beri senyuman termanis yang aku punya.


"Jagain Via ya, awas kalau sampai kenapa-kenapa"ancam Ilman kepada teman-teman


"Santai bro, kita bakal jagain Via kok sampai di rumh ngga kekurangan apapun"teriak teman-temanku di dalam angkot. Untungnya supirnya mau menunggu


Kami pun melambaikan tangan kepada Ilman diseberang jalan. Ilman sedang menunggu jurusan angkot menuju rumahnya.

__ADS_1


Di dalam angkot selama perjalanan Inge, Rindra, Rista,Andin sangat puas mengejek aku. Tak ku hiraukan candaan mereka, karena aku terlalu senang dengan kejadian sepanjang hari ini di sekolah yang sudah ku lalui.


Sungguh kejadian yang aku lalui hari ini tak pernah aku duga sebelumnya. Sambil memandang keluar angkot, larut dengan pikiranku sendiri. Aku hanya tersenyum melihat tingkah teman-temanku.


Awalnya aku berpikir akan kesulitan mendapat teman. Tapi ternyata Allah berkehendak lain, aku dipertemukan dengan teman yang seru bahkan aku satu sekolah dan satu kelas pula dengan Ilman.


Kali ini dan seterusnya aku akan selalu pulang bareng dengan teman-temanku, karena memang ternyata rumah kami searah dan tidak begitu terlalu jauh.


Apa yang akan terjadi lagi esok hari? Kejutan-kejutan apa lagi yang akan aku dapat?


Sungguh aku tidak sabar menunggu esok hari.


"Hei Via udah mau sampe bentar lagi.melamun terus dari tadi"Fandi mengagetkanku


"Siapa yang melamun?Gue cuma lagi seneng aja, tapi kok waktu kayanya berlalu cepet banget ya"jelasku pada Fandi


"Cieee yang lagi seneng, yang ketemu terus di kelas sama sang pujaan hati"ledek Inge


Aku hanya tersenyum mendengar ucapan Inge, karena kami sudah sampai tujuan.

__ADS_1


__ADS_2