Cinta 2 Hati

Cinta 2 Hati
BAB 16. Ibu Kandung Elina


__ADS_3

“Saya tidak percaya kalau kamu adalah ibu dari anak ini.” Tegas Zara.


“Saya tidak bohong mba anak yang ibu rawat adalah anak kandung saya.” Balas wanita itu meyakinkan.


Arka kini telah kembali ke depan ruang tamu karena sebelumnya ia pergi terlebih dahulu ke kamar Elina untuk menaruhnya ke tempat tidur.


“Jika kamu memanng ibu kandung dari anak ini apa buktinya?” Tanya Arka dengan penuh selidik.


Wanita itu segera mengeluarkan sebuah foto dari dalam tas nya, “ini foto anak saya saat masih bayi.” Ucap wanita itu sembari memberikan foto itu kepada Zara dan Arka.


Arka dan Zara mulai memperhatikan foto itu dengan seksama dan ternyata memang benar yang ada di foto itu memang Elina sewaktu masih bayi.


“Lalu kenapa kamu meninggalkannya di depan rumah kami?” Tanya Zara.


** Flashback**


“Serahkan bayi itu sekarang.” Ujar suami Davina.


“Aku gak mau mas tolong janngan ambil anak ini.” Teriak Davina dengan keras.


“Cepat serahkan aku memerlukannya untuk melunasi hutang hutangku.” Bentak suaminya sembari mencoba merebut bayinya.


Davina yang saat itu sangat ketakutan kemudian segera berlari membawa kabur bayinya namun dengan cepat suaminya itu mengejarnya pula sampai akhirnya Davina benar benar merasa bingung harus kemana lagi, ia pun melewati sebuah rumah yang terlihat cukup besar lalu menaruh bayi nya disana.


“Maafin mama ya sayang mama pikir kamu nantinya bisa dirawat sama pemilik rumah ini, mama takut jika kamu harus dijual ayahmu nak.”Gumam Davina,lalu ia segera berlari meninggalkan bayi nya itu.


Setelah mendengar cerita wanita itu Zara dan Arka pun merasa iba namun tetap saja mereka tak bisa membiarkan Elina diambil begitu saja oleh ibu kandungnya karena selama ini mereka telah merawat dan membesarkannya.


“Saya mohon mba saya mau ketemu sama anak saya, saya bener bener kangen sama dia, bertahun tahun saya selalu memikirkan dia.” Ujar wanita itu yang terus memohon.

__ADS_1


“Tapi berat untuk saya melepaskan nya kami berdua sudah sangat menyayanginya bahkan seperti anak kami sendiri.” Balas Zara yang tampak sedih, ia benar benar tidak ikhlas untuk melepas Elina begitu saja.


“Yasudah kalau tidak begini saja, mba boleh tinggal disini bersama Elina supaya diantara kita tidak ada yang tersakiti.” Ucap Arka dengan keputusannya.


“Apa boleh saya disini bersama anak saya.” Tanya wanita itu meyakinkan.


Arka pun menganggukan kepala nya, ya mau bagaimana lagi mereka juga sudah sangat menyayangi Elina, mereka sangat berat untuk melepasnya jadi lebih baik Elina tetap disini bersama ibu kandungnya.


*


Pagi hari nya Elina sudah bangun lalu menuju meja makan dan ia terlihat bingung ada seseorang yang tentu saja sangat asing bagi nya. Ia pun mulai mendekati Zara dan menanyakan keberadaan wanita itu pada Zara.


“Ma tante ini siapa?” Tanya Elina yang tampak bingung.


Zara menghela nafas panjang dan langsung mengatakannya, “dia adalah ibu kandung kamu sayang.” Ujar Zara.


Tentu saja Elina tampak bingung karena selama ini yang ia tahu Zara adalah ibu kandungnya dan ternyata ibu kandungnya bukanlah Zara melainkan seorang wanita yang kini tengah berada di hadapannya ini.


Langsung saja Elina berlari ke ibu kandungnya itu dan memeluknya, Elina benar benar tidak menyangka bahwa ia hanyalah anak angkat Zara dan kini yang berada dipelukannya adalah ibu kandungnya.


“Ibu kemana aja selama ini? Kenapa ibu baru nemuin Elina sekarang?” Tanya Elina.


“Maafin ibu sayang ada sesuatu hal yang harus ibu urus selama ini jadi ibu nitipin kamu sama mama Zara.” Jelas Davina ibu kandung dari Elina.


“Tapi ibu gak akan ninggalin Elina lagi kan?” Tanya Elina kembali dan langsung saja dibalas anggukan oleh Davina.


*


Di dalam kamar Zara terus saja murung rasanya ia tidak ikhlas jika ibu kandung Elina kembali datang ke kehidupannya, tapi ia juga tidak bisa menyangkalnya baha Davina adalah ibu kandung Elina. Tanpa sadar ia menitihkan air matanya Arka yang saat itu baru kembali dari kantor pun masuk ke dalam kamar dan melihat Zara yang sedang menangis.

__ADS_1


Arka segera menhampiri istrinya itu, “sayang, udah kamu jangan sedih kan Elina masih akan tetap bersama kita.” Ucap Arka lalu memeluk istrinya itu.


“Tapi hati ku ga bisa ikhlas Mas, rasanya sedih harus berbagi anak yang selama ini udah ku rawat sepenuh hati dan sekarang aku harus merelakan juga buat orang lain.” Ucap Zara yang masih terus menangis.


“Sayang dia itu bukan orang lain, dia itu ibu kandungnya kita gak bisa ngelarang ibu kandungnya untuk ketemu anaknya, kamu harus ikhlas sayang Elina juga pasti masih tetep sayang sama kamu percaya sama aku.” Ucap Arka meyakinkan.


Zara pun benar benar mencoba dengan ikhlas menerima kehadiran ibu kandung Elina, ia berharap agar semuanya akan baik baik saja nantinya.


*


Mereka semua kini sedang berada di meja makan untuk makan malam mereka semua mencoba untuk terbiasa dengan kehadiran Davina begitupun dengan Elina yang sudah mulai dekat dengan Davina.


“Elina mau makan apa sayang?” Tanya Zara.


“Mba biar aku aja yang ambilin makanannya buat Elina.” Ucap Davina dengan cepat dan langsung memberikan makanan untuk Elina.


Zara terlihat kecewa saat Davina mengambilkan mekanan untuk Elina karena setiap harinya selalu Zara yang mengambilkannya namun kini ia harus rela jika Davina juga akan mengurusnya. Arka melihat ekspresi Zara yang tiba tiba menjadi murung dan segera ia mencairkan suasana agar tidak terlalu mencekam.


“Yaudah yuk kita makan! kayaknya makanannya enak enak nih.” Celetuk Arka dengan semangat.


“Iya yah masakan Mama kan emang enak enak Elina aja suka banget.” Sambung Elina dengan cengiran khas nya.


“Yaudah kalau begitu Elina makan yang banyak ya sayang.” Ujar Zara sembari mengacak poni Elina dengan gemas.


Davina yang melihatnya menjadi tersenyum canggung karena ia sudah lama tak melihat keharmonisan sebuah keluarga, ia dan juga suami nya sudah bercerai dan ia pun belum berfikir untuk menikah lagi karena rasanya bertemu dengan Elina saja ia sudah sangat bersyukur. Dan tentu nya ia tidak salah pilih ternyata pilihannya meninggalkan Elina di rumah ini.


Elina benar benar dirawat dan disayang sekali di keluarga ini, bahkan kehidupannya pun sangat layak, mungkin jika ia tidak meninggalkannya disini Elina bisa saja sudah dijual oleh mantan suami nya itu.


Mengingat kejadian itu tentunya membuat Davina bergidik ngeri dan mulai menggelengkan kepala nya untuk menhapus bayangan kelam itu.

__ADS_1


“Davina kamu kenapa?” Tanya Zara karena melihat Davina tiba tiba menggelengkan keplanya.


“Eh.. Gapapa kok mba.” Balas Davina sembari tersenyum.


__ADS_2