
Setelah kembali dari sebuah Restoran bernuansa pedesaan itu, mereka semua segera mengistirahatkan tubuh mereka karena esok masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan. Ketika sedang tertidur entah mengapa Zara tiba tiba saja bermimpi, di dalam mimpi itu Elina bersama dengan seorang wanita ia begitu akrab dengan wanita itu,
Melihat semua itu Zara benar benar merasa sedih ia takut jika harus kehilangan Elina.
Tiba tiba saja ia terbangun dengan wajah yang sangat ketakutan dan berlinang air mata, Arka pun menjadi ikut terbangun dan melihat keadaan istrinya yang kini tengah ketakutan. Ia segera memeluknya dan menenangkannya .
“Kenapa sayang, kamu mimpi apa?” Tanya Arka dengan lembut.
“Aku mimpi Elina diambil sama orang lain mas, aku takut.” Ujar Hana dengan suara bergetar.
“Udah itu kan cuma mimpi, sekarang kita tidur lagi ya dan jangan lupa buat baca doa.” Ucap Arka sembari mengelus puncak kepala Zara.
*
Zara kini tengah asik membuatkan kue untuk suaminya karena ternyata hari ini adalah hari ulang tahun Arka, ia sengaja ingin memberikan surprise kepada Arka dengan membuat kue. Ia mulai menyusun kue itu dan mulai menghiasnya semenarik mungkin dengan tulisan Happy Birthday.
Karena hari ini Arka bekerja maka ia tidak mengetahui kejutan yang akan dibuat oleh Zara, sedaritadi yang berkutik di dapur hanya Zara sendiri tanpa Elina karena sepulang sekolah tadi Elina langsung pergi bermain dengan temannya.
“Udah jadi deh kue nya tinggal taro di kulkas.” Gumam Zara dengan senang karena ia merasa puas dengan hasil kue nya itu.
Sebetulnya hari ini juga Mama Arka akan datang kesini dan kebetulan juga bertepatan dengan ulang taun Arka jadi Zara mengajak mertuanya untuk bekerja sama memberikan surprise untuk Arka.
“Assalamualaikum.” Ucap Dena Mama Arka yang baru saja sampai.
“Waalaikumsalam, Mama!” Dengan cepat Zara pun berlari menghampirinya dan memeluknya dengan erat.
Zara sangat senang jika sudah bertemu dengan Dena, saat bersama nya Zara benar benar merasa seperti dekat dengan ibu kandungnya, begitupun dengan Dena yang sangat baik terhadap Zara.
“Kamu apa kabar sayang udah lama kita gak ketemu ya.” Ucap Dena sembari mencium pipi kanan dan pipi kiri Zara.
“Alhamdulillah baik ma, mama sendiri juga sehat kan.” Tanya Zara yang langsung dibalas anggukan oleh Dena.
Dena pun mulai celingukan, “loh Elina mana kok cucu mama yangcantik itu gak keliatan?” Tanya Dena.
“Iya ma lagi main, tadi pas pulang sekolah dia pergi sama temennya.” Balas Zara.
__ADS_1
Mereka pun segera menuju dapur dan mempersiapkan hidangan hidangan yang nantinya akan diberikan kepada Arka. Dena mulai memasak ayam serundeng, kentang ati, dan juga sambal terasi beserta lalapannya.
Zara terus memperhatikan Dena yang sedang memasak ia benar benar cekakatan sekali hingga membuatnya merasa kagum.
Dena yang sedari tadi diperhatikan pun bersuara.
“kenapa daritadi liatin mama sampe begitu banget.” Ucap Dena.
“Hehe.. Gak apa apa ma aku cuma kagum sam cara masak mama, cepet banget kerjanya.” Balas Zara terkekeh.
“Ah kamu nih bisa aja.” Ucap Dena tersipu.
Saat mereka sedang asik memasak tiba tiba saja ada suara teriakan seorang wanita di depan rumahnya, wanita itu terus memanggil Zara hingga membuat mereka segera menghampiri nya.
“MBA ZARA MANA SIH ORANGNYA LAMA BANGET CEPET SINI KELUAR.” Teriak seorang wanita yang ternyata adalah salah satu komplotan ibu ibu kompleks sini.
“Ada apa ya bu?” Tanya Zara dengan hati hati.
“Nih kelakuan anaknya ngancurin pot bunga orang, kalo punya anak di jaga dong.” Ucap ibu itu dengan lantang sehingga membuat para tetangga menonton aksinya itu.
“Loh memangnya cucu saya ngapain pot ibu kok bisa sampe hancur gitu?” Tanya Dena.
“Dia main kejar kejaran sama temennya terus nendang pot saya kata anak anak yang main sama dia tadi.” Jelas ibu itu.
“Emang bener gitu sayang?” Tanya Zara kepada Elina yang langsung dibalas gelengan oleh Elina.
“Aku tadi di dorong temen ma sampe jatoh eh gak sengaja kena pot ibu ini, mama liat kan Elina luka semua ini karena Elina beneran jatoh tadi.” Jelas Elina dengan jujur.
“Apaan sih bohong aja kamu, jangan ngeles ya itu pot bunga saya sampe ancur gitu, temen temen kamu juga pada bilang kamu nendang pot nya bukan jatoh karena di dorong.” Bantah ibu itu.
“Yaudah kalo gitu biar saya ganti aja ya bu pot nya.” Ujar Dena.
“Ya emang harusnya gitu kan.” Jawab ibu itu dengan angkuh.
“Udah ma biar Zara aja yang kasih, segini cukup bu?” Zara memberikan dua lembar uang seratus ribu dan dengan cepat segera diambil oleh ibu itu.
__ADS_1
“Nah gini dong kalo punya salah tanggung jawab jangan malah nyalahin orang.” Ucap ibu itu dan segera meninggalkan rumah Zara.
*
“Aduh perih Ma.” Rintih Elina ketika Zara sedang memberikan antiseptic pada luka nya itu.
“Tahan ya nak ini biar luka nya gak infeksi.” Ujar Zara dengan lembut.
“Ma, Mama percaya kan sma Elina kalau ukan Elina yang rusakin pot itu. Elina tadi bener bener di dorong sama temen Elina dan dia malah nuduh kalau aku yang salah.” Jelas Elina meyakinkan Zara.
“Iya sayang Mama akana terus percaya sama anak Mama.” Balas Zara sembari tersenyum.
“Nih Elina Nenek bawain Es Krim buat kamu.” Ujar Dena sembari meberikan Es Krim kepada ELina supaya ia lebih tenang atas kejadian tadi.
“Makasih Nenek.” Ucap Elina.
“Besok besok Elina main di Rumah aja ya sama Mama biar Elina gak terus di tuduh yang enggak enggak mulu.” Ucap Zara menasehati.
“Iya Ma.” Balas Elina tersenyum.
*
Zara, Dena dan juga Elina sudah bersiap di meja makan dengan berbagai macam hidangan dan juga dengan kue tart yang telah dibuat oleh Zara tadi, mereka tengah menunggu Arka yang sebentar lagi akan pulang ke Rumah.
“Assalamualaikum.” Ucap Arka yang baru saja kembali dari kantor.
“Waalaikumsalam, Surpriseeee!” Balas mereka secara bersamaan.
Arka benar benar tak menyangka mereka semua telah menyiapkan semua ini untuk ulang taunnya bahkan mama nya yang jauh jauh dari Bandung pun ikut hadir disini juga.
“Selamat ulang tahun Mas.” Ujar Zara sembari menghampiri Arka dan membawakan kue yang sudah ditancapkan lilin di atasnya.
“Ayah ayo tiup lilinnya.” Ujar Elina dengan suara cemprengnya.
“Iya ayo tiup dong.” Sambung Dena.
__ADS_1
Arka pun segera meniup lilinnya, “makasih ya kalian semua udah rela rela bikini ini semua buat Arka.” Ucap nya dengan bahagia.
Mereka semua pun mulai duduk kembali di meja makan sembari menikmati semua hidangan buatan Dena dengan lahap dan tentu nya dengan suasanya yang sangat bahagia.