Cinta 2 Hati

Cinta 2 Hati
Part 3


__ADS_3

Keadaan kelas sangat ramai, tak lama ada seorang guru masuk ke ruangan kelaa kami. Guru tersebut merupakan wali kelas kami, Pak Andri.


Pikiran ku kembali terusik,teringat kembali kejadian tadi di lapangan. Aku tak terlalu mendengarkan penjelasan dari Pak Andri.


"Dimana dia sekarang? masuk di kelas mana?"batinku sembari memandang keluar jendela kelas, tiba-tiba sekilas ku lihat dia jalan melewati kelas.


Aku pikir dia akan ke kelas sebelah, tapi ternyata dia masuk ke kelas yang sama denganku.


"Assalamualaikum, maaf pak saya agak terlambat masuk kelas karena saya siswa pindahan" ucap Ilman menjelaskan ke pak Andri


"Waalaikumusalam, ooh begitu ya tidak apa-apa, sekarang silahkan perkenalkan terlebih dahulu nama dan pindahan dari SMP mana" jawab pak Andri


"Baik pak. Teman-teman, perkenalkan gue Ilman Wijaya, pindahan dari SMP Kusuma Bangsa" jelas Ilman, yang sesekali melirik ke arah aku


"Terima kasih Ilman, silahkan duduk di bangku barisan yang masih kosong" terang pak Andri


Aku tercengang. Tak percaya lagi, bahwa akan sekelas dengan Ilman, ya Ilman pacarku. Tahu satu sekolah saja aku terkejut,dan sekarang malah satu kelas.


"Kenapa sih sebelumnya dia ngga cerita ke aku?Atau sengaja bikin surprise buat aku?"pikirku


Hatiku bergemuruh riuh,senang campur malu karena sekelas dengan sang pacar.


Saat itu aku belum menceritakan kepada Rista dan yang lainnya.


"Nanti sajalah aku cerita ke mereka"ucapku refleks


"Hah...kenapa Via?lu tadi ngomong apa?kaya ada sesuatu"tiba-tiba Rista bertanya


"Eh.. ng..ga.. bukan apa-apa" jawabku kaget, kukira Rista tidak dengar,hampir saja.

__ADS_1


"Yakin? gue denger tadi lu kaya ngomong gitu buat penasaran aja deh. Cerita dong" paksa Rista


"Iya nanti gue cerita pas jam istirahat ya,sekarang dengerin dulu tuh pak Andri"bisikku pada Rista


"Gue tunggu cerita lu" ucap Rista


Sekilas aku melirik ke bangku barisan yang ada di seberangku. Ku lihat Ilman sudah duduk sendiri, ternyata masih ada satu bangku lagi kosong di sampingnya.


Aku lanjut memperhatikan Pak Andri lagi di depan kelas,dengan perasaan berbunga-bunga.


#####


Lagi-lagi ada yang masuk kelas kami dengan tergesa,


"Assalamualaikum, maaf pak, terlambat. Ini benar kelas 8b kan?"tanyanya


"Waalaikumusalam... ya benar, kenapa kamu terlambat sekali? nama kamu siapa" cecar pak Andri


"Ya sudah, kamu duduk di samping Ilman sana! Nanti kamu tanya yang lain saja,info apa saja yang sudah bapak jelaskan tadi" kata Pak Andri


"Baik pak" sambil jalan menuju bangku


"Huufht... ada -ada aja. Baru hari pertama udah ada yang telat!"umpatku pada Rista


"Yeee... kenapa jadi lu yang sewot"bisik Rista


Aku sudah tak pedulikan Rista. Aku sudah tak sabar menunggu jam istirahat tiba. Banyak yang harus aku tanyakan kepada Ilman. Dan aku pun harus menceritakan kepada Rista dan teman yang lain.


"ya cukup mereka saja dulu yang tahu, bisa heboh nanti sekelas tahu klo gue pacaran sama Ilman" batinku

__ADS_1


Secara Ilman punya paras yang tampan, tinggi, berhidung mancung. Tak heran tadi cewek-cewek di kelas langsung terpana melihat Ilman. Aku sih cuek aja.


Biarkan saja, belum waktunya mereka tahu kalau aku ini ceweknya Ilman. Sekalian aku mau tes kadar kesetiaan Ilman.


Bel istirahat pun berbunyi, pak Andri keluar dari kelas kami. Kelas kembali ramai, Rista menarik aku ke meja guru.


"Gue mau tau cerita lu sekarang"pinta Rista


"Iya sabar dong... Tapi janji jangan rame dulu lu!"ancamku


"Tenang aja Via, gue bisa jaga rahasia" balasnya


"Okey! Jadi gini sebenernya gue tuh ceweknya Ilman"bisikku pada Rista


"What?! Yang bener lu? Sejak kapan?" respon Rista terkejut setelah mendengar ceritaku


"Ya gue itu sama Ilman pacaran dari kelas 7, dia sepupunya temen gue" jelasku


"Terus lu tau kalau dia bakalan pindah sekolah?"


"Sama sekali gue ga tau, tadi di lapangan dia tau-tau udah di samping gue, gue mau nanya ke dia. Tapi gimana caranya ya biar yang lain ngga tau, gue males kalau yang lain sampe tau. Lu ada ide ngga?"tanyaku pada Rista


"Hmmm... gimana ya?"Rista sedang berpikir, gimana cara supaya gue dan Ilman bisa ngobrol, tanpa yang lain curiga.


"Nah... kita ke taman seberang kelas aja, nanti gue ajak Andin, Inge, Rindra, Fandi juga, ngga apa rame-rame, jadi yang lain ga tau. Gimana?" Rista memberiku ide


"Yaudah boleh... Tapi lihat tuh Ilman dan Fallen lagi di kerubutin cewek-cewek" kataku menyuruh Rista melihat


"Serahin ke gue!"kata Rista cepat sambil menuju bangku Ilman dan Fallen

__ADS_1


Sedangkan aku mengajak Andin, Inge, Rindra, Fandi untuk ke taman seberang kelas. Mereka bingung, tapi menurut saja.


Rindra dan Fandi bawa gitar, di taman kami lagi asyik nyanyi-nyanyi. Dan datang Rista, beserta Ilman dan Fallen.


__ADS_2