
Rencana nya hari ini sebetulnya Dena akan segera kembali ke Bandung namun Zara memohon pada mertuanya itu agar tidak kembali terlalu cepat. Dena juga sebenarnya ingin berlama lama disini dengan mereka semua , tetapi rumah disana tidak ada yang mengurus juga beberapa perkebunan nya juga perlu selalu diperhatikan.
Seharusnya pagi ini Dena sudah harus kembali tetapi karena Zara terus membujuknya jadi ia akan kembali nanti sore sehingga ia mempunyai waktu bebrapa jam lagi untuk menikmati waktu bersama mereka.
"Kok nanti sore Ma, besok aja ya." Bujuk Zara pada Dena.
"Sayang besok Mama harus ngurusin kebun disana." Jelas Dena dengan lembut sembari memebelai rambut menantu nya itu.
"Yah... Yaudah deh gapapa tapi Mama disana baik baik ya pokoknya harus jaga kesehatan. Zara janji kalau nanti Elina libur sekolah pasti kita semua bakal main lagi ke Bandung." Ucap Zara.
"Iya sayang kamu juga disini jaga kondisi kalau ada apa apa kabarin Mama juga ya." Zara pun menganggukan kepala nya mendengar ucapan mertuanya itu.
Mereka kini tengah menunggu Elina pulang sekolah karena setelah itu mereka semua akan jalan jalan ke mall menghabiskan sisa waktu bersama Dena yang nanti sore harus segera kembali ke Bandung. Sedangkan Arka ia hari ini masih tetap harus bekerja jadi ia tak bisa ikut jalan jalan ke Mall bersama mereka.
Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya Elina pulang dari sekolahnya daan langsung disambut hangat oleh Zara dan Dena, Elina pun merasas sangat senang ketika mendengar akan pergi ke Mall ia sangat senang sekali kalau diajak ke Mall.
Tetapi seketika Elina teringat bayangan dulu ketika ia diculik oleh seseorang dan itu kejadiannya pun ketika ia sedang jalan jalan ke Mall bersama Hana dan juga Zara.
Melihat putri nya yang tiba tiba menjadi murung Zara pun mulai bertanya kepadanya, "loh anak Mama kok jadi murung gini? Biasanya kalo diajak ke Mall seneng ." Tanya Zara sembari menatap Elina.
"Elina takut Ma. Elina takut nanti ada penculik lagi" Balas Elina dengan penuh ketakutan.
"Sayang kamu tenang aja ya Mama gak akan buat hal itu sampai terulang lagi, kali ini Mama bakal terus mantau kamu dan yang terpenting Elina gak boleh jauh jauh dari Mama." Jelas Hana agar Elina menjadi sedikit lebih tenang.
__ADS_1
"Iya Ma. Elina janji bakal terus sama Mama dan kalau Elina mau ke suatu tempat Elina harus izin dulu sama Mama." Ucap Elina yang sudah tidak takut lagi.
*
Mereka kini tengah berada di sebuah Mall dan tentunya Mall ini berbeda dari tempat yang dulu mereka kunjungi. Sebenarnya Zara kesini pun sekalian ingin membeli kebutuhan bulanan yang sudah mulai habis. Sebelum membeli perlengkapan rumah Zara terlebih dahulu mengajak mereka semua ke sebuah toko tas, Zara sebenarnya ingin memberikan mertuanya itu sebuah Tas agar bisa menjadi kenang kenangan dari nya.
"Mama pilih aja mana yang Mama suka nanti biar Zara yang bayar." Ucap Zara namun ditolak dengan cepat oleh Dena.
"Gak ah, biar mama bayar sendiri aja." Tolak Dena.
"Ayo lah Ma, Zara Cuma mau beliin sesuatu buat mama sebagai kenang kenangan dari Zara." Ucap Zara sembari terus memohon.
Karena Zara yang terus memohon akhirnya Dena pun menuruti nya dan Zara pun menajdi sangat senang ketika mertuanya mau menerima hadiah pemberian darinya. Setelah membeli Tas barulah mereka semua menuju supermarket untuk membeli segala keperluan rumah yang sudah mulai habis.
Mereka mulai mengambil satu persatu barang yang diperlukan hingga keranjang troli yang kini sudah sangat penuh oleh tumpukan perlengkapan rumah. Sebagian troli itu tentunya berisi beraneka macam snack milik Elina dan juga titipan sosis milik Arka, karena memang Arka adalah pecinta sosis sehingga Zara harus membelikan stok untu Arka.
"Yaudah yuk kita makan dulu." Ajak Zara seketika itu membuat Elina menjadi sangat sumringah.
"Oh Iya Mama mau makan dimana?" Tanya Zara pada Dena.
"Mama ikut kamu aja Ra." Balas Mama nya sembari tersenyum.
"Mama Elina mau makan Nasi chicken Teriyaki." Ucap Elina sembari menunjuk restoran yang menyediakan Nasi Chicken Teriyaki.
__ADS_1
Akhirnya pun mereka mulai memasuki restoran itu dan segera memesan berbagai macam menu. Setelah menunggu kurang lebih lima belas menit akhirnya pesanan mereka sampai dan ketika Elina melihat makanan kesukaannya itu ia segera melahapnya dengan cepat dan tentu saja kelakuan Elina itu sontak membuat Zara dan Dena menjadi tertawa.
"Pelan pelan dong sayang makannya nanti keselek." Ucap Zara mengingatkan.
"Iya Ma abisnya enank banget ini aku suka banget." Balas Zara sembari terus mengunyah itu.
*
Setelah selesai berbelanja mereka semua segera kembali ke rumah karena Dena pun haruus segera mengemasi barang barangmya karena sore hari ia harus kembali ke Bandung. Zara dan Elina pun ikut membantu Dena membereskan semuanya bahkan Zara telah membungkus bekal untuk Dena saat dijalan nanti.
Tepat pukul Empat sore Arka telah sampai di rumah dan mulai memasukkan barang barang Dena kedalam bagasi mobil. Mereka semua akan mengantarkan Dena ke stasiun karena kereta akan berangkat pukul enam, dan perjalanan menuju stasiun memakana waktu kurang lebih 30 menit.
Setelah semuanya bere mereka semua pun segera berangkat karena takut jika terlalu sore jalanan akan macet dan tentunya nanti akan menghambat perjalanan mereka menuju stasiun. Akhirnya setelah kurang lebih 30 menit menempuh perjalanan mereka semua tiba di stasiun dan mulai berpamitan kepada Dena.
"Mama hati hati ya kalau udah sampai kabarin kita semua ya." Ucap Zara sembari memeluk Dena dengan erat.
"Iya sayang kamu baik baik disinini ya jangan lupa loh main ke Bandung ya." Zara pun menganggukan kepala nya.
"Nenek ini buat nenek di jalan tadi Elina ambil biskuit ini supaya nenek bisa makan ini di kereta." Elina memberikan sekotak biscuit coklat kepada Dena dan dengan senang hati Dena menerimanya dan langsung mengecup kening cucu nya itu.
"Makasih ya cucu nenek yang baik." Ucap Dena sembari tersenyum bahagia.
Arka pun tak lupa mencium tangan ibu nya itu dan setelah semua nya berpamitan Dena mulai masuk ke dalam ruang tunggu sembari melambaikan tangannya, dan mereka semua membalas lambaian tangan Dena sembari tersenyum haru.
__ADS_1
Setelah mengantarkan Dena mereka pun kembali ke Rumah dan Zara pun harus segera memasakkan makan malam untuk mereka semua. Tanpa mereka sadari saat mereka memasuki rumah ada seseorang yang terus memperhatikan mereka dari jauh.
"Besok aku harus menemui mereka."