Cinta 2 Hati

Cinta 2 Hati
BAB 11. Pernikahan Hana


__ADS_3

Setelah mengantar Elina ke sekolah, Zara berencana akan mampir terlebih dahulu ke rumah Hana, ia benar benar khawatir padanya atas apa yang telah diceritakan oleh putrinya itu, ia juga ingin meminta klarifikasi lebih detail dari mulut Hana secara langsung.


“Assalamualaikum Na.” Ucap Zara yang kini tengah berdiri di depan pintu rumah Hana.


“Waalaikumsalam, eh kamu Ra ayo masuk masuk.” Balas Hana dengan gembira dan langsung mempersilahkannya masuk.


Di dalam ruangan tampak Zara yang tengah berfikir, ia bingung harus langsung menanyakannya atau tidak. Ia juga takut pertanyaan ini akan menyinggung Hana dan membuat nya kembali sedih. Karena mendengar cerita Elina kemarin Hana terus terusan menangis hingga membuat dirinya tidak tega bertanya masalah itu padanya. Namun ia akhirnya mencoba memberanikan diri untuk menanyakannya pada Hana.


“Na aku mau tanya sesuatu deh sama kamu.” Ucap Zara dengan hati hati.


“Nanya aja kali Ra pake segala bilang dulu mau nanya, kayak sama siapa aja kamu.” Balas Hana terkekeh.


“Kamu beneran batal nikah sama Devan?” Tanya Zara kembali.


“Yaampun enggak Ra siapa yang bilang emang?” Sangkal Elina yang langsung membuat Zara menjadi bingung.


“Loh kemarin Elina cerita sama aku katanya kamu nangis di taman gara gara cowo dan dia denger katanya kamu batalin pernikahan.” Zara memberitahukan apa yang Elina ceritakan kepadanya.


“Ohh itu, Cuma salah paham aja kok Ra aku sekarang kita udah baikan lagi dan aku akan tetep nikah.” Jelas Hana.


Mendegar itu Zara pun menghela nafas lega akhirnya kejadian kemarin hanya kesalah pahaman mereka. Ia sangat bersyukur akhirnya Hana akan tetap melangsungkan pernikahan. Ia merasa bahagia jika sahabatnya pun bahagia.


*


Terlihat sebuah ruangan yang sangat luas dipenuhi dengan berbagai dekorasi bernuansa putih dan juga rangkaian bunga mawar merah yang menghiasi setiap sudut ruangan, lampu lampu yang besar nan berkilau itu menambah kesan mewah ruangan itu. Terdengar suasan alunan musik yang indah bergema disegala penjuru ruangan.

__ADS_1


Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi kedua insan yaitu Zara dan juga Devan, hari ini juga semua orang akan menyaksikan kisah cinta mereka yang terus bersemi hingga mencapai puncaknya.


Disebuah ruangan khusus Nampak seorang gadis dengan balutan gaun putih yang dikenakannya, rambut yang diikat setengah dan juga hiasan mahkota kecil semakin menambah aura kecantikannya. Hari ini Hana terlihat begitu cantik, wajahnya sejak tadi tampak berseri seri, tak henti henti nya ia memamerkan senyuman manis nya itu membuat siapa saja yang meliat akan terpana padanya.


Zara menatap sahabat nya itu yang hanya tinggal beberapa menit lagi akan menjadi istri orang, tanpa ia sadari ia telah menitihkan air matanya. Tak terasa Hana yang dilihatnya masih sangat kecil kini telah tumbuh menjadi gadis dewasa yang sangat cantik.


“Kamu cantik banget Na hari ini aku pangling liatnya.” Puji Zara yang terus memperhatikan wajah Hana yang tampak bahagia itu.


“Oh jadi aku cantik nya hari ini aja?” Balas Hana dengan nada sedikit merajuk.


“Ih bukan gitu Hana ku sayang, kamu setiap hari juga cantik. Tetapi hari ini penampilanmu beda banget terpukau aku jadinya.” Ucap Zara tersenyum.


“Aaahh Zara ku sayang.” Hana langsung memeluk Zara dengan erat tanpa terasa Hana pun menitihkan air matanya, ia sangat bahagia Zara selalu bersamanya bahkan sampai pernikahannya Zara selalu berada disampingnya.


“Udah ah pengantin kok nangis sih nanti make up nya luntur.” Zara pun segera menghapus air mata Hana dengan hati hati agar tak merusak riasanya.


Saya terima nikah dan kawinnya Hana Maulida Salsabila dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.


Terdengar suara ucapan lantang dari Devan yang langsung disambut dengan kata Sah oleh para tamu undangan yang sedari tadi menyaksikan acaranya.


Kini tiba saatnya mempelai wanita keluar dari tempat persembunyiannya untuk menghampiri laki laki pujaan hatinya yang kini telah resmi menjadi suaminya sampai akhir hayat.


“Na udah siap?” Tanya Zara sembari tersenyum.


“Udah Ra.” Balas Hana.

__ADS_1


Hana sebetulnya benar benar merasa gugup tapi sedari tadi Zara mencoba menenangkan agar ia tidak terus terusan merasa gugup. Dan kini Hana tengah berjalan di atas altar didampingi dengan Zara yang terus memegang lengannya dengan lembut. Senyuman yang Hana tampilkan berhasil membuat para tamu undangan menjadi terpana.


Bahkan Devan yang kini tengah berada di ujung Altar terus tersenyum menatap kecantikan Hana yang kini telah resmi menjadi istri nya. Saat sampai diujung Altar Zara melepaskan genggamannya pada Hana dan saat itu juga Hana telah berada di samping Devan, ia mencium tangan suaminya itu begitu juga dengan Devan yang mencium kening Hana dengan lembut.


Semua hadirin yang menyaksikan merasa kagum dan juga iri akan keromantisan mereka berdua, Zara pun yang kini berada di samping altar terus tersenyum pada nya.


Setelah proses Ijab Qabul terlaksana, kini saatnya semua orang bersalam salaman kepada kedua mempelai dan meberikan ucapan selamat kepada mereka. Satu persatu para tamu undangan mulai menghampiri mereka dan tina akhirnya Zara mendapatkan glirannya.


“Naa... yaampun gak nyangka banget sekarang udah jadi istri orang aja perasaan dulu masih manja manja.” Ucap Zara dan mereka mulai berpelukan eperti teletubies tk lupa dengan cepika cepiki ala perempuan seperti biasanya.


“Sekarang juga masih manja ra , tapi nanti manja nya sama suami.” Zara pun terkekeh mendengar ucapan Hana yang begitu santai padahal dibelakangnya masih ada lagi orang lain.


“Bro selamat ya akhirnya nikah juga.” Ucap Arka.


“Iya makasih juga bro udah dateng kesini.” Balas Devan sembari tersenyum.


Seketika Arka berbisik pada Devan, “jangan lupa nanti malem stamina lu harus kuat ya bro.”


“Siap tenang aja itu mah beres.” Devan mengangkat jempolnya dan tersenyum penuh arti hingga membuat Hana menjadi penasaran dengan ucapan mereka.


“Mas ngomong apa sih pake bisik bisik gitu.” Tanya Hana dengan penasaran.


“Ini masalah cowo kamu gak akan tau.” Balas Devan dan membuat Hana mengerucutkan bibir nya hingga membuat Arka dan juga Zara tertawa melihat tingkah pengantin baru ini.


“Oh iya Elina mana kok gak keliatan?” Tanya Hana sembari mencari keberadaan  gadis kecil itu.

__ADS_1


“Tuh dibawah lagi makan bakso diajak kesini kata nya nanti aja, biasa Na dia kalo udah ketemu bakso gak bisa diganggu gugat, matanya udah fokus sama bakso.” Hana dan juga Devan tertawa mendengar penjelalsan Zara soal Elina yang sangat suka bakso itu.


__ADS_2