
"Maaf om tante saya harus pamit pulang dulu" katanya sambil melirik jam tangannya dan berdiri di susul Kusuma dan Tini
"Kok buru buru gitu,"
"Maaf tante saya ada meeting nanti,"
"Ooo kalau begitu sampai jumpa besok jangan lupa dandan yang ganteng,"
"Tidak usah dandan juga udah ganteng kaya gitu," sahut Kusuma
Allya memutar bola matanya sambil memasang ekspresi mau muntah mendengar pujian yang di lontarkan kedua orang tuanya
Rafa hanya tersenyum tipis melihat ekspresi lucu calon istri nya itu dan langsung masuk ke mobil sport miliknya dan langsung tancap gas
"Ayo masuk nak hari ini mungkin menjadi hari terakhir kamu tidur di rumah ini," kata Diana sambil memegang tangan anaknya
"Hari terakhir memangnya nanti saya tidur dimana?,"
"Tidur dengan suami kamu lah memangnya mau sama siapa ha...ha...ha," tawa Kusuma
------------
Di dalam mobil Rafa tengah bergulat dengan pikirannya perasaannya sulit di gambarkan saat ini
Ia merogoh benda pipih berlogo apel itu di saku celananya dan menelpon seseorang
"Hallo ma kenapa mama nggak bilang bilang kalau saya akan menikah besok,"
"Kamu sudah tahu sebenarnya mama ingin memberitahu mu nanti malam sambil mempersiapkan pernikahan kalian apa kamu keberatan nak kalau kamu masih merasa keberatan kita bisa mengundurkan jadwal pernikahan kalian,"
"Nggak usah ma Rafa malah seneng jika...," Rafa keceplosan ia memukul mukulkan kepalanya di steer mobil itu sambil mengutuk ucapanya barusan
"Bagus deh kalau begitu mama tutup telepon nya dulu ya sayang muahh," tutup Ana
Rafa belum pernah sebahagia ini sebelumnya hingga ia melupakan sosok Erika yang masih bersetatus sebagai pacar nya
Hati Rafa sedang berbunga bunga ia sudah tidak sabar ingin mengikat janji suci dengan Allya yang kini sudah mulai mengisi hatinya
Berbeda dengan Rafa Allya sedang melamun di meja belajarnya sambil memainkan pulpen di tangan nya
"Gue mau nikah sama orang yang sama sekali gue belum kenal nggak gue nggak mau sebelum terlambat gue akan jelasin semuanya," batin Allya
Tok...tok...tok
Suara ketukan pintu menyadarkan Allya dari lamunannya Ana sedang berada di balik pintu membawa segelas susu di tangannya
"Masuk pintu nya tidak di kunci," katanya
Ceklekk....
"Sayang kamu belum tidur?,"
__ADS_1
"Mana bisa mau tidur ma...,"
"Mama tahu perasaan kamu tapi ini adalah jalan terbaik untuk kalian berdua,"
"Ma...Allya masih ingin menyelesaikan kuliah Allya ma...," rengek Allya sambil memeluk mamanya yang berada tepat di sampingnya
Ana mengelus kepala anaknya dengan lembut dalam hatinya ia juga belum rela melepas anak perempuan nya itu
Allya memiliki adik laki laki bernama Revan ia duduk di bangku SMA kelas dua karena jarak antara sekolah dengan rumah nya jauh jadi dia ngekos di sana bersama teman temannya yang kebetulan tetangga mereka
"Iya mama tahu tapi mama yakin suami kamu bisa menafkahi kamu dengan lebih dari cukup,"
"Tapi ma apa kata teman teman Allya nanti,"
"Sudah sudah sekarang kamu tidur yang nyenyak besok kan kamu akan menikah,"
"Ma Allya nggak suka sama dia,"
Gimana mau suka ketemu juga baru kemaren
"Nanti lama kelamaan kamu juga suka wanita mana coba yang tidak klepek klepek melihat wajah calon suami mu itu,"
Ana menuntun Allya ke ranjang dan menidurkan nya seperti bayi iya meskipun Allya sudah berusia dua puluh tahun lebih Diana masih Allya sebagai bayi kecil miliknya
"Ganteng si tapi nyebelin," gerutu Allya sembari membalikkan badannya ke tembok
"Tidur yang nyenyak ya sayang cup," kecupan hangat Tini mendarat di pucuk kepala Allya
Allya tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan kata kata untuk ia ucapkan besok pagi
----------
Ardo dan Ferdian sedang asyik main ps sedangkan Dito sibuk chatingan dan Rafa tengah senyum senyum sendiri sambil memakan popcorn wajah cantik Allya selalu hinggap di kepalanya di manapun ia berada
"Kayaknya lagi ada yang seneng banget nih," ucap Ferdian sambil melirik Rafa di ikuti oleh dua temannya
"Iya nih kasih kita apa kek biar kita sama sama kebagian senengnya," sahut Ardo sambil asyik memencet tombol stik ps
Dito merasa bingung oleh perkataan kedua sahabatnya itu bagaimana tidak cuma dirinya saja yang belum tahu kalau salah satu sahabatnya akan menikah
"Ada apaan sih ini dan juga elo nyet ngapain senyum senyum sendiri dari tadi jadi takut gue liatnya," oceh Dito dengan wajah bingung
"Kasih tau dia dal," kadal adalah sebutan mereka untuk Ferdian
"Biar gue beritahu sebentar lagi tuan Rafa yang terhormat akan menikah,"
"WHAT!!!! serius lo,"
"Kalau nggak percaya tanya aja sendiri," sahut Ardo
"Seriusan nyet lo mau nikah?,"
__ADS_1
"Iya dan gue akan nikah besok," jelas Rafa
Ketiga sahabatnya itu diam beberapa detik bahkan Ferdian dan Ardo yang sudah mengetahui kalau Rafa menikah akan tetapi tidak tahu kapan itu akan diadakan
"APA!!! BESOK," kata mereka bertiga serentak di balas senyuman Rafa yang menandakan bahwa yang mereka dengar tidak salah
"Kalian punya foto nya calon istri nya monyet nggak gue penasaran pengen lihat," kepo Dito
"Kita nggak punya yang pasti dia cantik pake banget," jelas Ardo
"Iya gue pernah lihat sekali kalau saja dia bukan calon istri sahabat gue udah gue tikung," sahut Ferdian dan langsung mendapat sikutan keras dari Ardo yang melihat tatapan tajam Rafa
"Apaan sih,"
"Itu..," Ardo mengedipkan matanya ke Rafa untuk memberi kode kepada Ferdian
"Mata lo kenapa kelilipan sini biar gue bantu," Ferdian pura pura tidak tahu
"Wah gue masih nggak bisa percaya kalau lu duluan nikah dari pada gue," kata Dito
"Oh ya gimana kabar Erika apa dia udah lo kasih tahu apa elo mau nikahin dua duanya,"canda Ardo
"Oh iya gue lupa," ujar Rafa dan langsung menelpon Erika
"Iya Hallo ada apa sayang," suara Erika dalam sambungan telepon
"Gue nggak mau basa basi lagi elo tahu kan gue nggak suka sama elo jadi mulai detik ini kita putus ok,"
"Tapi sayang....,"
Tut...Tut...Tut...
Ketiga sahabatnya itu menganga tak percaya dengan apa yang dilakukannya Rafa sahabatnya
"Kenapa kailan," tanya Rafa
"Sampe segitunya elo nyet gue akan mati penasaran jika nggak bisa lihat calon istri lo," ucap Dito
"Keren lo nyet," kata Ferdian menggelengkan kepalanya sambil tepuk tangan disusul Ardo
"Siapa dulu dong," ucap Rafa dengan bangga
"Masa cuma gitu doang,"
"Gitu doang apanya?,"
"Uhukkk...uhuk...uhuk...haus nih enaknya kita minum apa ya," ucap Dito sambil melirik ke arah Rafa tentu saja Rafa sudah tahu keinginan mereka
"Iya iya gue bakal beliin kalian sampe puas,"
"Itu baru sahabat gue,"
__ADS_1
Mereka memesan minuman beralkohol dan meminum nya sampai mabuk terkecuali Rafa karena ia tidak minum setetes pun karena ia perkataan Kusuma masih terngiang ngiang di dalam kepalanya
Ruang tengah itu terlihat seperti kapal pecah dengan bungkus makanan yang berserakan di mana mana dan bau alkohol yang sangat menyengat