Cinta Atau Suka

Cinta Atau Suka
Kasihan


__ADS_3

Dengan malas Rafa beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi Rafa tidak bisa keluar dari rumah jika ia dalam kondisi yang tidak perfect walaupun hanya untuk membeli sepotong roti ia akan berdandan layaknya pergi ke kantor


Singkat cerita setelah mengurusi sahabatnya itu tiba tiba Rafa ingin buang air dan saat itu seorang wanita seksi menghampiri dirinya tanpa ragu Rafa menayakan toilet ke wanita seksi itu


"Tampan seperti nya kamu sedang mencari sesuatu," tanya seorang wanita bertubuh seksi itu dan pakaian yang super ketat


"Iya apa kamu tahu dimana letak toilet disini,"tanya Rafa


"Tentu ikuti saya," sahut wanita itu sambil mengajak Rafa


Kemudian Rafa di bawa ke sebuah ruang bawah tanah dan wanita itu membawa nya ke sebuah kamar yang ada toilet nya tanpa ragu Rafa langsung masuk


Mungkin karena menunggu terlalu lama wanita itu pergi


"Ahh...lega," kata Rafa


Setelah tuntas menyelesaikan urusan nya Rafa membuka pintu kamar mandi itu betapa terkejutnya ia melihat orang yang sedang bercinta di hadapan nya


.....


James yang hanya menggunakan celana boxer dan Rafa saling beradu pandang


Rafa merasa sangat canggung berada di posisinya saat ini


"Maaf mengganggu anggap saja saya tidak pernah ada disini bayy," ucap Rafa


James tidak tinggal diam bisa bisanya ada orang yang mengganggu nya di saat seperti ini


"Siapa yang suruh kamu pergi setelah kamu mengganggu saya,"kata James dengan mata yang melotot


"Terus gue harus gimana," ucap Rafa


"Banyak bac*d lu,"


Bugghh...Bagghh...Bugghh


Beberapa menit kemudian


"Untung aja gue pernah latihan silat,"ucap Rafa sambil membersihkan jas nya


James tergeletak tak sadarkan diri setelah Rafa meninju nya dengan keras


Allya dari tadi melihat perkelahian mereka walupun dengan tidak jelas


Mungkin hanya orang itu yang bisa membawa saya keluar dari tempat ini


"Pak tolong bantu saya keluar dari sini,"kata Allya dengan lemas dan tatapan sendu nya


Rafa baru menyadari ada seorang wanita yang tengah memperhatikan nya


"Kamu berbicara dengan saya," tanya Rafa sambil menunjuk dirinya sendiri


"Iya tolong bawa saya keluar dari sini," pinta Allya dengan mata sembabnya


"Bukannya saya tidak mau tapi saya tidak mau mencari masalah lagi di sini," kata Rafa sambil mendekati Allya yang tengah terbaring di ranjang


"Glekk...tahan Raf itu bukan milikmu," Rafa menelan saliva nya melihat tubuh mulus Allya yang hanya memakai pakaian dalam


"Tolong pak saya janji akan menuruti seluruh keinginan bapak jika bapak bisa membawa saya keluar dari sini," pinta Allya dengan wajah memelas


Seluruh keinginan saya


pikiran Rafa entah kemana mendengarnya namun ia segera menepis pikiran itu


Rafa bingung apa langkah yang harus ia lakukan selanjutnya ia menjadi sangat tidak tega melihat Allya yang terlihat tak berdaya itu

__ADS_1


"Jangan peduli Raf kamu jangan peduli beberapa kali kamu kena masalah karena terlalu peduli kepada orang lain," gumam Rafa


"Pak tolong," ucap Allya dengan lemas


"Sial...bisa nggak jangan minta tolong ke gue," kesal Rafa namun kata hatinya berbeda dengan ucapanya


Rafa membalikkan badannya mencoba melangkah pergi dari ruangan itu tanpa peduli dengan Allya


"Kenapa sepi," tanya Rafa dalam hati


Kemudian ia menoleh melihat Allya yang sudah memejamkan matanya


"Apa dia sudah mati,"


"Gawat ni aduh gimana ya," Rafa panik dan mendekati tubuh Allya yang lemas


Rafa kemudian menutupi tubuh Allya dengan selimut di sampingnya dan mengecek nafasnya


"Aman ternyata masih hidup," kata Rafa sembari mengelus dadanya


Terlihat rambut panjang Allya yang berantakan dan bekas air mata yang terlihat jelas di pipinya


"Ok fine gue ngaku kalah gue akan bawa lo keluar,"ucap Rafa kesal kepada dirinya sendiri


Entah kenapa Rafa merasa sangat berat untuk meninggalkan Allya di sana


Rafa kemudian menggendong Allya dengan selimut yang menutupi tubuh Allya


"Tunggu gimana caranya untuk keluar dari sini," tanya Rafa kepada dirinya sendiri ia kemudian menurunkan Allya di sofa warna biru itu


Setelah berpikir beberapa saat Rafa memutuskan untuk keluar dari kamar itu sendiri untuk mencari jalan keluar yang aman untuk membawa Allya


Ceklekk


Terlihat dua orang berbadan kekar di balik pintu itu Rafa dan dua orang itu saling berpandangan


"Siapa kamu dimana tuan James?,"tanya salah satu pengawal itu sambil menodongkan sepucuk pistol ke kepalanya


"I itu dia sedang ada di dalam," ucap Rafa sembari mengangkat tangannya


Pengawal itu memberi aba aba kepada rekannya dengan cepat rekannya itu masuk ke dalam tidak lama kemudian pengawal yang memeriksa kedalam itu berteriak


"Cepat bunuh orang itu dia sudah melukai tuan James,"


"Sial kenapa hari ini nasib saya sial sekali," gerutu Rafa


Dengan gerakan cepat Rafa mengambil alih pistol tersebut dan


DORRR...DORRR


Rafa menembakkan dua peluru tepat di kaki kedua pengawal itu hingga terjatuh kesakitan


"Pembunuhan ada pembunuhan," teriak salah seorang tamu disana


Suasana menjadi tidak terkendali mereka lari terbirit birit keluar dari ruangan itu


Berbeda dengan Rafa yang masih tenang di sana ia malah tersenyum


"Kalau tahu jadi begini gue nggak usah repot repot cari jalan keluar," gumam Rafa


Rafa kemudian masuk kembali ke kamar itu dan menggendong Allya dan segera meninggalkan tempat itu


Rafa berjalan dengan tenang tanpa menghiraukan tatapan tatapan orang orang kepada dirinya


Dengan susah paayah Rafa memasukkan Allya kedalam mobil Sport nya karena kursi yang tersedia hanya dua saja apalagi dengan mobil nya yang rendah jadi Rafa kesulitan memasukkan Allya

__ADS_1


Dengan cepat Rafa menginjak pedal gas dan meninggalkan bar itu di setiap perjalanan Rafa selalu menoleh ke arah Allya tanpa ia sadari


"Cantik juga ternyata nggak nyesel gue nolongin dia," ucap Rafa sambil tersenyum


Rafa kemudian merogoh saku di balik jas nya untuk mengambil hp untuk menghubungi dokter pribadi milik keluarganya


"Hallo apa sekarang elo bisa ke ruamah saya sekarang," tanya Rafa


"Bisa bisa kebetulan sekarang gue sedang sift malam," jawab seorang Dokter pribadi Rafa


"Ok gue tunggu," sahut Rafa dan langsung menutup telepon tersebut


Setiba nya di rumah lantai tiga itu Rafa langsung memarkirkan mobil nya di dalam garasi dan dengan cepat menggendong Allya masuk kedalam rumah


"Siapa itu jangan jangan wanita simpanan tuan,"


"Hus jangan keras keras nanti tuan dengar habis kita," bisik para pengawal rumah yang berjaga di sana


Rafa berjalan dengan santai sambil menggendong Allya dan berpura pura tidak mendengar percakapan mereka


Di Rumah besar nya itu Rafa tinggal sendiri bersama puluhan maid dan pengawal yang dua puluh empat jam selalu siap jika di berikan perintah kapan saja


Rafa kemudian memasuki lift yang tersedia di lantai bawah menuju langsung ke samping kamarnya yang terletak di lantai tiga


Ting...pintu lift terbuka Rafa langsung berjalan dan membuka pintu kamar pribadi nya dan menidurkan dengan pelan di ranjang besar itu


"Huh...berat juga ternyata," kata Rafa sambil meregangkan badannya


Rafa teringat bahwa Allya hanya menggunakan pakaian dalam dengan cepat ia mencari piyama miliknya di lemari besar di dalam kamar itu


"Mungkin ini cocok," ucap Rafa sambil memegang piyama warna biru tua itu


Pelan namun pasti Rafa membantu Allya memakai piyama tersebut


"Dilihat dosa nggak dilihat sayang hehe," gumam Rafa sambil memakaikan piyama yang terlihat kebesaran itu


Rafa kemudian menidurkan kembali Allya di ranjang besar nya itu


"Kalau di lihat lihat seharusnya dia tidak cocok kalau berada di tempat itu dengan wajahnya dia bisa dengan mudah mencari pria kaya," gumam Rafa sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik natural Allya


Dug...dug...dug


"Kok gue jadi deg degan ya," kata Rafa sambil memegang dadanya


"Lama banget sih dokter playboy itu," ucap Rafa sembari melihat ke jam tangan miliknya


"Hoammm,"Rafa menguap


Tanpa sadar Rafa tertidur di samping tubuh Allya malam itu menjadi malam paling melelahkan bagi Rafa


Tidak terasa sinar matahari mulai masuk dari jendela kamar itu membuat Rafa tidak nyaman dan terbangun dari tidur nya


Mata Rafa terbelalak menyadari dirinya tengah memeluk Allya dan wajah cantiknya terlihat jelas di depan matanya


"Apa ini mimpi jika ini mimpi jangan bangunkan saya dulu," batin Rafa sambil mengeratkan pelukannya


Deru nafas pelan Allya yang terasa di dada bidangnya membuat Rafa merasa semakin nyaman


Rafa kaget bukan main karena Allya tiba tiba bergerak dan berkata minta tolong dengan mata yang masih tertutup


"Tolong saya Pak,"


Dengan cepat Rafa bangun dan melepas pelukannya itu dan memeriksa dirinya


"S**** ini bukan mimpi," kaget Rafa setelah mengingat sosok Allya yang tadi malam ia tolong

__ADS_1


"Untung si Joni nggak keluar dari sangkarnya," kata Rafa sambil melihat ke arah sangkar Joni yang masih tertutup rapat


__ADS_2