
Bi Inah mengeluarkan isi di dalam kardus itu yang ternyata ada baju celana sepatu peralatan make up tas bahkan pakaian dalam dan lain lain
"Tuan sepertinya sengaja membelikan ini ke nona," kata bi Inah sambil membuka kardus itu
"Iya bi kalau begitu saya coba pakai dulu nanti bibi kasih saran ya," ucap Allya sembari memunguti berbagai macam pakaian yang sekiranya cocok di pakai dirinya
Allya kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan memakai pakaian itu satu persatu
"Kok bisa pas kaya gini ya apa jangan jangan orang itu sudah pernah melihatnya,"gumam Allya sambil memakai pakaian dalam
"Positive thinking Allya mungkin ini hanya kebetulan saja tapi siapa yang sudah memakai kan piyama itu ya masa bi Inah orang saya baru kenal tadi,"
"Bodoamat lah yang penting gue pakai dulu,"kata Allya sembari melanjutkan memakai pakaiannya
Allya memakai t shirt warna putih dengan motif bunga bunga yang pas melekat di tubuhnya dan bawahan celana jeans ketat
"Pakai ini dulu kali ya," ucap Allya sambil bergaya di depan cermin
Ceklekk...
Allya keluar dari kamar mandi itu
"Gimana bi cocok tidak," tanya Allya
"Wah nona cantik sekali," kagum bi Inah tidak di pungkiri lagi kalau Allya adalah sosok yang sangat sempurna di matanya wajah yang sangat cantik dan sifatnya yang ramah membuat bi Inah sekejap kagum kepada Allya
"Ah bibi bisa aja,"
Allya kemudian mengambil sebuah sepatu slop warna cream dan mekainya
"Non ini ada peralatan make up dan alat pengering rambut juga," kata bi Inah
"Kebetulan sekali bi rambut saya masih basah," sahut Allya sembari mengambil hairdryer di tangan bi Inah
"Kalau begitu bibi tinggal dulu ya non nanti kalau sudah selesai nona bilang bibi biar bibi yang bereskan," kata bi Inah
"Iya bi terimakasih,"
"Sama sama non,"
Allya tengah asyik menata rambutnya di depan cermin di kamar itu
"Begitu niat nya itu orang sampai beliin alat make up segala,"
"Kalau di lihat lihat semua barang barang ini adalah merk terkenal semua pasti harganya sangat mahal...kenapa gue harus mikirin namanya rejeki sayang di tolak apalagi dia orang kaya hehe,"
Allya memakai lipstick tipis warna merah muda yang mempermanis senyuman nya dan bedak secukupnya
__ADS_1
Kini Allya telah selesai berdandan
"Bagaimana kabar ibu dirumah pasti sangat khawatir saya harus segera pulang ke rumah," gumam Allya sambil bergegas meninggalkan kamar itu
Di depan ruamah besar itu Rafa dan Ferdian berjan beriringan
Ferdian memiliki tubuh yang sedikit pendek dan kurus dari Rafa namun memiliki wajah yang tampan tidak kalah dari wajah Rafa
"Dimana calon istri elo jangan jangan kabur," ucap Ferdian
"Mungkin,"
"Elo nggak semangat gitu bro,"
Mereka berjalan di lantai bawah yang sangat besar itu
"Gimana mau semangat jika harus nikah sama cewek jel....," kata Rafa terputus ketika melihat Allya berjalan kearah mereka
Walaupun Allya hanya memakai pakaian yang bisa saja dengan rambut hitam panjang yang tergerai namun aura kecantikan nya tidak bisa diragukan lagi
Tak kalah dari Rafa Ferdian melongo tak berkedip melihat sosok wanita di hadapan mereka mungkin banyak wanita cantik yang ada di luar sana akan tetapi mau di cari sampai ke ujung dunia pun pasti tidak akan pernah menemukan yang seperti ini kalau memang ada itu adalah sembilan dari tujuh keajaiban dunia
Ada gejolak aneh yang sedang di rasakan Rafa jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya ia belum pernah merasakan hal ini sebelumnya
Allya seolah berjalan tenang namun sebenarnya ia merasa sangat gugup melihat Rafa yang sedang melihat kearah dirinya
Allya berhenti tepat di hadapan Rafa dan Ferdian yang tidak hentinya melihat ke arah dirinya
"Pak saya mau pulang," ucapnya namun tidak ada jawaban disana
"Pak...hallo," kata Allya sambil melambaikan tangannya di depan wajah Rafa
"Eh...iya apa tadi," ucap Rafa gugup bercampur malu
"Saya mau pulang,"ujar Allya kembali
"Silahkan, tidak ada orang yang mencegah kamu untuk pulang di sini,"ketus Rafa
"Baik pak, dan juga saya mau mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak jika tidak ada bapak saya tidak tahu apa yang akan terjadi kepada saya dan untuk masalah pernikahan saya bisa jelaskan ke orang tua bapak mungkin mereka bisa membatalkannya dan satu lagi terimakasih buat pakaiannya nanti setelah saya pulang saya akan kembalaikan,"kata Allya panjang lebar dan Rafa sangat fokus mendengar kan karena ia tidak mau dibuat melamun lagi oleh wanita di depannya
Entah kenapa Rafa merasa sangat sedih mendengar Allya yang akan membatalkan pernikahan mereka Rafa merasa tidak rela melepas Allya
"Ok gue setuju dan untuk baju kamu anggap saja sebagai hadiah dari saya," ucap Rafa ternyata ego nya tidak mau mengakui bahwa dirinya sudah mulai tertarik dengan sosok Allya
"sekali lagi saya mengucapkan banyak terimakasih kalau begitu saya pamit pulang," ucap Allya dengan sedikit membungkukkan badannya dan langsung berjalan meninggalkan mereka berdua
"Mata lo rabun ya bro jika lo nggak mau biar buat gue aja,"ucap Ferdian sambil melihat punggung Allya yang menjauh
__ADS_1
"Terserah,"sahut Rafa lagi lagi ia berbohong kepada dirinya sendiri
"Kalau begitu gue pinjem mobil lo sebentar buat anter dia pulang sayang kalau kesempatan ini di buang sia sia,"
"Gue yang anter dia aja lagian dia adalah tanggung jawab gue nanti kalau dia kenapa napa gue juga yang di salahin," ucap Rafa langsung berjalan ke arah garasi mengambil mobil nya
Gue tahu elo udah suka sama dia mau sampai kapan sifat jual mahal lo di berlakukan keburu di ambil orang baru tahu rasa lo
Allya segera berjalan meninggalkan rumah besar itu di setiap langkahnya Allya di buat terpesona dengan berbagai macam bunga dan tanaman hias yang tertata sangat rapi di sana
"Huft... capek juga ini rumah apa kebun binatang sih mana uang dan hp gue ilang lagi," kesal Allya
"Maaf nona anda tidak di perbolehkan untuk meninggalkan rumah ini," ucap satpam gerbang
Bukannya tadi katanya nggak ada orang yang bisa cegah gue pulang dasar penipu
"Saya sudah minta ijin sama pak Rafa untuk pulang," jelas Allya
"Maaf non kami hanya menjalankan tugas kami harap nona tidak merepotkan kami,"ucap tegas satpam itu
Brummm....
Terlihat mobil sport warna hitam mendekat ke arah mereka para satpam pun sudah mengenal mobil mewah itu mereka segera membuka gerbang besar di sana
Ckiittt....
Mobil sport itu berhenti tepat di samping Allya dan terlihat laki laki yang tidak asing bagi Allya turun dari mobil itu dan menghampirinya
"Gue antar lo pulang ssstttt...jangan bantah," kata Rafa sambil jari telunjuknya membungkam bibir ranum Allya
Allya yang akan menolak ajakan Rafa terdian karena tiba tiba Rafa menutup mulutnya dengan jari telunjuk besar Rafa
Rafa membukakkan pintu mobil sport itu dengan cepat dan menarik lengan Allya agar masuk ke mobil itu
"Saya bisa masuk sendiri," kata Allya sembil melepaskan pegangan Rafa di lengan nya
Allya akhirnya duduk di samping Rafa yang tengah mengendarai mobil sport itu
Bagi Allya ini adalah kali pertama ia bisa merasakan naik mobil sport namun ia belum menyadari kalau dirinya sudah naik mobil milik Rafa untuk yang kedua kali
Suasana di dalam mobil mewah itu tidak sangat canggung tanpa ada sepatah kata yang keluar dari mulut mereka berdua
"Apa bapak sudah tahu letak rumah saya?," tanya Allya memecah keheningan di sana
"Belum," jawab ketus Rafa
"Jadi bapak bawa saya kemana?,"
__ADS_1
"Nggak tahu,"