
Rafa kemudian menyelimuti Allya hingga tersisa kepalanya saja dan ia langsung pergi ke kamar mandi di kamarnya untuk membersihkan dirinya dan juga menjernih kan pikiran setelah kejadian pagi ini
Pertanyaan demi pertanyaan terlintas di benak Rafa
"Bagaimana kalau dia hamil?,"
"Nggak mungkin dia hamil seingat gue, gue nggak apa apain dia cuma meluk doang kayaknya,"
"Bagaimana kalau dia minta di nikahin?,"
"Gue kan tampan dan kaya bisa saja dia mencari kesempatan di situasi seperti ini,"
"Bagaimana kalau mama gue tahu bisa bisa di kutuk gue,"
"Mama gue nggak boleh tahu kejadian ini apa lagi kalau sampai papa gue tahu,"
"Nggak mereka nggak boleh tahu,"
"Bawa cewek pulang kerumah aja gue udah di introgasi 24 jam sama mereka apalagi kalau mereka tahu kalau gue tidur seranjang sama cewek di rumah sendiri aaaaa...rasanya gue mau jadi gila,"
Rafa membayangkan sosok mama nya saja sangat ketakutan apalagi papa nya yang sangat keras dan kejam kepadanya memikirkan saja membuat keringat dingin mengucur di sekujur tubuhnya
Sejak kecil mama nya selalu mengingat kan dirinya untuk menghormati setiap wanita tidak peduli mau tua muda atau kaya miskin itu sama saja
Apalagi papa Rafa membayangkan tatapan nya itu sudah membuat bulu kuduk nya merinding
"Bodoh kamu Raf sudah tahu mama papa lo ngelarang lo mainin cewek malah sekarang bawa cewek kerumah sekamar pula," kesal Rafa sembari melihat dirinya sendiri di cermin
Setelah dia bangun gue harus usir dia dari sini
Di sisi yang lain Allya muali tersadar dari tidur nya
"Uhh...dimana ini aww," kata Allya pelan sambil memegang kepalanya yang sakit
Allya melihat kamar yang sangat asing baginya apalagi wangi parfum maskulin yang tercium jelas olehnya
"Oh iya baju," panik Allya dan langsung membuka selimut tebal warna putih itu
"Piyama milik siapa ini," tanya Allya sambil memegang kepalanya yang sangat pusing
"Jangan jangan tadi malam tidak tidak," Allya panik dan langsung memeriksa seluruh tubuhnya dan bagian sensitive miliknya
"Ternyata gue tidak apa apa," batin Allya sembari menarik nafas panjang nya
Allya merasa sangat lega karena menurut apa yang ia ketahui jika seseorang wanita baru pertama kali melakukannya akan terasa sakit dan ada bercak darah di sekitarnya namun ia merasa biasa biasa saja dan tidak ada bekas apa pun itu sudah menjadi kabar yang sangat baik baginya jika mengingat kejadian yang sangat tidak di inginkannya tadi malam memikirkan nya saja sudah membuat Allya sangat ketakutan
Allya kemudian turun dari ranjang besar tersebut dan berjalan menyusuri setiap jengkal ruangan itu berharap bisa menemukan petunjuk di mana ia berada sekarang
__ADS_1
Allya kemudian berhenti ketika melihat sebuah bingkai foto di meja
"Ini pasti rumah laki laki yang tadi malam," gumam Allya sembari memegang bingkai foto tersebut
Allya samar samar bisa mengenali wajah pria yang ada di foto itu laki laki itu adalah orang yang Allya mintai tolong
"Gue harus berterimakasih kepada nya kalau nggak ada dia udah nggak tahu nasib gue selanjutnya," ucap Allya sambil mencari pintu keluar kamar yang besar itu berharap bisa menemui sosok penolong dirinya
Allya berjalan ke arah pintu kamar itu dan langsung membuka nya
Ceklekk.....
Di dalam kamar mandi Rafa sudah selesai membersihkan badannya dan menyegarkan pikiran nya
Rafa terkejut melihat Allya yang sudah tidak ada di kamar itu ia panik
"Gawat kalau dia kabur dan melapor kan gue ke polisi pasti orang tua gue tahu," kata Rafa panik dan berlari menuju pintu kamarnya
Jika hanya para maid dan pengawal saja mungkin mereka tidak berani mengadu ke orang tua Rafa karena mereka takut di pecat beda hal nya dengan sekarang
Ceklekk...........
Rafa tidak bisa berkata apa apa lagi tubuh nya mematung dan bergetar di sertai keringat dingin ia belum pernah merasa setakut ini sebelumnya
Ceklekk....
"Harus di cari dari mana dulu ya," bingung Allya
Ia terus berjalan menuruni tangga panjang tersebut hingga ke lantai dasar rumah itu
Disana terlihat dua orang laki laki dan satu perempuan yang tengah berbincang di sebuah ruang tamu yang cukup besar dengan sofa dan berbagai hiasan dan vas yang tertata rapi di sana
"Iya benar Om tante tadi malam Rafa menelfon saya tapi saya baru bisa datang pagi ini karena saya masih ada urusan di rumah sakit tadi malam," kata Ardo
"Kalau begitu sebaiknya kita periksa keadaan Rafa jangan jangan dia sedang sakit,"sahut Ana
Ana terkejut melihat seorang wanita memakai piyama milik anaknya sedang berjalan ke arah mereka
"Siapa kamu??," tanya Ana kepada Allya
"Ma maaf tante sekarang saya dimana ya??," tanya balik Allya membuat suasana menjadi semakin membingungkan
Mereka melihat penampilan Allya dari bawah sampai atas membuat Allya merasa tidak nyaman dengan pandangan mereka bertiga
"Apa kamu kenal Rafa," kata Ana
"Siapa Rafa saya nggak kenal tante," sahut Allya
__ADS_1
Ana merasa semakin tidak enak mendengar jawaban Allya
Rafa nggak mungkin membawa wanita yang bahkan tidak mengenali dirinya
"Kalau begitu kenapa kamu bisa ada di sini??," tanya Ana
"Begini ceritanya tante...,"jelas Allya
Di setiap detail cerita Ana semakin terbawa emosi apalagi Allya menceritakan bahwa dirinya tak sadarkan diri dan terbangun di sebuah kamar yang berada di lantai tiga Ana sudah yakin kalau itu adalah kamar anaknya
Bagaimana Ana tidak emosi setahu nya anak nya itu melarang keras siapa saja tidak boleh masuk bahkan menginjakkan kaki nya ke lantai tiga apalagi masuk ke dalam kamarnya
Ingin rasanya Ana tidak percaya perkataan Allya namun ia tidak bisa melihat sedikitpun kebohongan di raut wajah Allya
"Biar saya periksa kamu dulu kamu nggak usah takut saya adalah Dokter," ucap Ardo sambil membuka tas yang berisi peralatan medis yang sengaja ia bawa
Ardo merasa ada yang aneh dari gerak gerik Allya dan terlihat wajah Allya yang sedikit pucat
Allya mengangguk pelan dan berjalan dan duduk di sofa dekat Ardo kemudian Ardo meriksa Allya sambil memberikan beberapa pertanyaan
"Kamu bilang sebelum kamu tidak sadarkan diri kamu di beri minuman," tanya Ardo
"Iya," sahut Allya sambil mengangguk pelan
"Jadi menurut hasil analisa sementara, saya menyimpulkan bahwa anda di beri obat tidur dengan dosis yang tinggi sehingga anda merasa sakit di kepala dan pusing," jelas Ardo
Ana syok mendengar perkataan Ardo Ana tidak menyangka anak semata wayangnya akan berbuat nekat demi seorang wanita
Pikiran Ana mulai memburuk tentang apa saja yang telah di lakukan anak nya kepada perempuan di depannya itu
"Hiks...kamu tidak usah khawatir anak saya akan bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya jika dia berani kasar dengan kamu beritahu tante," ucap Ana sambil memeluk erat tubuh Allya sebagai seorang wanita tentu saja Ana merasa sangat kasihan terhadap apa yang terjadi kepada Allya
Allya bingung mendapat pelukan tiba tiba dari wanita paruh baya di depannya
"Saya akan beri pelajaran terhadap anak itu," ucap Herman yang dari tadi berdiri di sebelah istri nya itu
Mereka berempat kemudian berjalan ke lantai tiga ke kamar Rafa dengan Ana yang dari tadi terus menggenggam tangan Allya
Sesampainya di sana Ana bertanaya
"Apa di kamar ini kamu sadar nak?,"
"Iya tante," jawab Allya
Ana semakin menguatkan genggaman nya dan air mata nya mulai mengalir tidak menyangka anaknya akan berbuat seperti itu
Herman sudah tidak kuat lagi menahan emosinya ketika ia akan membuka pintu kamar itu dengan paksa tiba tiba pintu itu pun terbuka terlihat sosok Rafa yang hanya mengguanakan handuk yang melingkar di pinggangnya Ana semakin histeris
__ADS_1