
"Gue mau nikah," ucap Rafa
Ferdian membulatkan matanya takpercaya mendengar perkataan sahabatnya itu yang ia tahu Rafa adalah orang yang sangat pemilih dalam segala hal apalagi soal perempuan
Siapa perempuan yang berhasil menaklukkan si buaya berkelas ini
"Nikah!!! nggak salah denger gua," ejek Ferdian
"Ini juga gara gara elo," sahut Rafa
"Lho... lo yang mau nikah kok malah nyalahin gue," bingung Ferdian
"Dahlah mau berdebat sampe pagi ama elo nggak ada abisnya,"kata Rafa
"Ooo...gue tahu lo pasti mau nikah ama si Erika pacar lo kan," sahut Ferdian
"Bukan," ketus Rafa
"Ooo...sama mantan lo yang paling cantik itu siapa namanya,"kata Ferdian
"Bukan, gue di paksa nikah ama orang tua gue," ucap Rafa
"Puftt...ha...ha...ha... di paksa nggak salah denger gue," Ferdian tertawa terbahak bahak
"Iya lo nggak salah denger,"kata Rafa
"Emang nya siapa dia sampe om Herman jodohin ke elo," tanya Ferdian
"Sebenernya ini kesalahan gue si,"
Ferdian berjan mundur beberapa langkah dari Rafa
"Elo kenapa?," tanya Rafa
"Nggak nyangka elo bisa berbuat kaya gitu bro jangan deket deket gue nanti gue ketularan," ucap Ferdian sembari berjan mundur
"Gue belum apa apain dia dasar otak mesum," kata Rafa
"Jadi kenapa elo harus nikah sama dia?," tanya Rafa
"Cerita nya panjang elo juga terlibat di dalam nya," jelas Rafa
"Jadi penasaran seperti apa rupa nya calon istri CEO SHERMAN CORP," kata Ferdian
Drrrttt....Drrrttt....Drrrttt
Hp Rafa berbunyi
"Iya Hallo,"
"Selamat sore pak saya sudah beli semua yang bapak minta,"
"Kalau begitu kamu langsung anter ke rumah gue dan elo tinggal bilang art yang ada di sana mereka sudah saya kasih tahu sebelumnya," kata Rafa dalam telepon
"Baik pak kalau begitu saya langsung bawa ke rumah bapak,"sahut Jessica
"Ok saya tunggu,"ucap Rafa dan langsung mematikan sambungan telepon itu
"Jadi gue kesini mau minta saran ke elo gue harus gimana?,"tanya Rafa sembari mengantongi benda pipih itu di kantong celananya
"Mungkin ini jalan bagi lo untuk putus dari Erika," jawab Ferdian
__ADS_1
"Segitu benci nya elo ke Erika selama gue pacaran sama dia gue rasa dia cewek yang baik baik," kata Rafa
"Apa bukti foto yang gue kirim ke elo itu belum cukup membuktikan bahwa Erika itu simpanan om om,"sahut Ferdian
"Bisa jadi orang di foto itu saudara nya atau pamannya mungkin," kata Rafa
"Haish...emang kalo cinta buta kaya gini nih,"ucap Ferdian sambil menggelengkan kepalanya dari dulu kalau sahabatnya itu cocok dengan seseorang maka akan sangat sulit untuk melepaskan nya
"Jujur gue emang belum suka sama Erika tapi gue nggak tega ngomong nya,"
"Ini nih yang nggak gue suka ama lo,"
"Terus gue harus gimana?,"
"Gue emang nggak suka sama si Erika tapi gue nggak bisa maksain elo untuk putus dari dia menurut gue elo jalanin aja dulu nanti dengan sendirinya elo bakal tahu mana yang baik dan tidak baik bagi elo," saran Ferdian
Ferdian adalah orang yang pintar dan bijak namun ia belum mau bekerja di kantor walupun ia sudah di tawari menjadi CEO perusahaan milik keluarganya menurut nya kerja di kantor itu sangat membosankan dan imbasnya Ferdian hanya di beri uang jajan yang sangat sedikit
"Elo memang paling bisa ngerti keadaan gue kalau begitu gue mau pulang dulu terimakasih sarannya," ucap Rafa
"Tunggu dulu gue ikut gue penasaran sama calon istri lo,"
Mereka berdua berjalan ke mobil Rafa dan dengan cepat Rafa mengendarai mobil sport nya menerjang ramainya lalu lintas disana
Di dalam kamar Rafa
Allya terbangun dari tidur nya dan ia merasa tubuhnya lebih baik dari sebelumnya
"Bisa bisanya gue tidur di tempat ini lagi," Katanya sembari menuruni ranjang besar itu
Kruyukk.... kruyukk
"Laper banget,"
"Masa rumah sebesar ini nggak ada makanan," kata Allya sambil menuruni tangga panjang itu
Sesampainya ia di lantai dua Allya melihat seorang art tengah mengelap meja disana Allya pun menghampirinya dan berkata
"Bibi mau nanya dapur ada dimana ya?," tanya Allya
"Nona sudah bangun itu tuan udah nyiapin makanan buat nyonya di lantai satu biar saya antar," ucap wanita paruh baya itu dengan sopan sambil mengantarkan Allya ke meja makan
Para art sudah tahu kalau Allya adalah calon istri majikannya jadi mereka sangat sopan kepada Allya bahkan mereka tidak berani bertatapan langsung dengan nya
Allya merasa sangat canggung karena art yang ada disana sangat sopan kepadanya apalagi mereka berumur lebih tua dari pada dirinya
"Bibi sudah lama bekerja di sini?," tanya Allya sambil berjalan menuruni tangga
"Sudah lama non bibi sudah bekerja di sini selama 10 tahun sejak Tuan masih berumur 18 tahun," jawab art itu
"Lama juga ya apa bibi betah kerja di sini?," tanya Allya penasaran
"Betah banget non karena keluarga di sini sangat baik kepada saya," jawab art itu
"Kalau boleh tahu nama bibi siapa?,"kata Allya
"Nama saya Inah non," sahut Inah
"Kenalin bi nama saya Allya,"ucap Allya sambil mengulurkan tangannya
Bi Inah terlihat bingung karena Allya tiba tiba mengulurkan tangan putih mulusnya
__ADS_1
"Emmm... tangan bibi kotor non," kata bi Inah
"Nggak apa apa bi," sahut Allya mereka pun saling berjabat tangan
"Sudah sampai non," kata bi Inah
Allya terperangah melihat hidangan yang super banyak dan enak di hadapan nya Allya langsung menarik kursi di depannya dan duduk di sana
"Ayo kita makan bereng bi," ajak Allya
"Bibi sudah kenyang non," tolak bi Inah jika ia merasa lapar pun ia tidak memiliki keberanian untuk makan bersama calon majikannya itu
"Kalau begitu saya makan dulu ya bi,"ucap Allya sambil memamerkan senyum manis nya dan dibalas anggukkan pelan bi Inah
Allya makan dengan lahap seolah makan di rumahnya sendiri
Setelah selesai makan Allya langsung mandi karena ia merasa badannya sangat lengket karena dari pagi ia belum mandi
Allya memilih mandi di kamar lainnya ia berendam air hangat disana
"Huh... kenapa tadi pagi gue nggak langsung tolak aja ya kalau gue tolak pasti malasalah nggak akan seribet ini tapi entah kenapa gue ngerasa nggak bisa nolak," Allya berulang kali menarik nafas panjang ketika memikirkan kejadian yang telah menimpa dirinya
"Aduh gue lupa gue kan nggak punya baju ganti kenapa gue jadi pelupa kaya gini si," kesal Allya
Dengan cepat Allya mengeringkan tubuhnya dengan handuk yang ada disana lalu ia melilitkan handuk putih itu di tubuhnya
"Minta tolong ke bi Inah aja buat nyariin gue baju," pikir Allya karena di rumah sebesar ini art yang ia kenal hanya bi Inah
Ceklekk....
Allya membuka pintu kamar mandi itu dan berjalan berniat mencari bi Inah namun baru beberapa langkah ada seseorang mengetuk pintu kamar itu
"Tok...tok...tok,"
"Non ini bibi," ucap seseorang yang berada di balik pintu
"Iya bi sebentar," sahut Allya
Ceklekk...
"Ada apa bi?," tanya Allya sembari memegang handuk yang terlihat kekecilan di tubuhnya itu
"Maaf non bibi ganggu ini bibi ada paket dari tuan katanya suruh kasih nona," ucap bi Inah
Kemudian bi Inah memberi kode kepada art lainnya tak lama mereka masuk ke kamar itu sambil membawa banyak kotak Allya terlihat bingung melihat kotak kardus yang di bawa art itu
"Ini paket apa bi?," tanya Allya
"Bibi gak tahu non," sahut bi Inah
"Kalau begitu Allya minta tolong bantu buka kardus ini ya bi,"pinta Allya
"Tentu non," jawab bi Inah
Art yang lainnya pun segera meninggalkan kamar itu dan kembali bekerja di tempat mereka masing masing
Allya terlihat kesulitan untuk jongkok karena handuk yang di pakainya terlalu kecil bi Inah pun segera menyadari nya dan berkata
"Non duduk saja biar bibi yang buka," ucap bi Inah
"Maaf ya bi harus ngerepotin bibi abisnya saya tidak bawa baju ganti bi," kata Allya
__ADS_1
"Nggak apa apa non ini tugas bibi," ucap bi Inah
Bi Inah pun dengan cekatan membuka satu persatu kardus di depannya dan Allya melihat sambil duduk di pinggir kasur itu