
"Seharusnya lo bersyukur bisa dapet suami ganteng kaya gue dan gue yang dapet nasib buruk karena harus nikah sama cewek yang...,"
"Yang apa??,"
"Bekas orang,"
Sebuah perkataan yang mampu membuat pertahanan yang selama ini sangat kokoh itu pun runtuh seketika hatinya terkoyak manik yang baru saja bersinar itu seketika berubah lagi menjadi kemerahan di tambah air yang menggenang yang bisa jatuh kapan saja Allya belum bisa menerima keadaannya saat ini
"Jaga kata kata elo ya," kata Allya dengan nada bergetar menahan tangis sambil menunjuk wajah Rafa dengan jari telunjuknya
"Jangan sok suci deh!!!,"
"Hikss...hiksss kenapa semua orang jahat banget sama gue hikss...hikss,"tangis Allya
Allya merasa sudah tidak memiliki muka lagi untuk bertemu dengan teman teman apa lagi keluarga nya
Allya menangis histeris di kamar itu pikirannya sudah tidak terkendali lagi rasa takut menghantui pikirannya
Rafa keluar dari kamar itu bukan tanpa alasan dari dulu ia merasa sangat lemah di depan wanita yang sedang menangis
Rafa duduk di balik pintu kamar itu mendengar kan tangisan Allya sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
"Huaaa...huaaa....huaaa,"
Rafa semakin gelisah mendengar tangisan Allya yang semakin menjadi Rafa tanpa ragu membuka pintu kamar itu dan mendapati Allya tengah menagis tersedu sedu sambil memukul mukulkan tangan nya ke kepala dan wajah nya
Dari kecil Allya sudah tidak bisa mengendalikan diri jika mendapat tekanan yang besar ia bisa melukai dirinya sendiri
Masalah psikologis Allya tidak ada orang yang tahu karena selama ini Allya di kenal sebagai sosok yang ceria dan cerewet sehingga tidak ada orang yang percaya bahwa Allya memiliki masalah dengan kejiwaan nya
"Sudah sudah please gue mohon sudah jangan kaya gini gue jadi takut please tolong berhenti," ujar Rafa sambil mencoba memegang tangan Allya
Allya tidak menghentikan tindakan nya ia malah semakin kuat mencoba memukul dirinya sendiri namun untungnya ada Rafa yang menahan gerakan nya
Tanpa aba aba Rafa langsung memeluk Allya dan tangan satunya menahan tangan Allya
"Maafin saya jika saya tahu kamu bakal kaya gini gue nggak akan ngomong kaya gitu" ujarnya
Maaf tolong berhenti
Nyaman satu satu nya yang Rafa rasakan ketika memeluk Allya
Allya masih menangis tersedu sedu namun baik nya tubuhnya sudah mulai terkendali lagi
"Hikss...hikss...hikss,"tangis Allya dengan mata terpejam
__ADS_1
Rafa mencoba menenangkan Allya dengan mengelus elus punggung Allya dengan pelan
Tidak terasa hampir satu jam mereka berpelukan dan Allya sudah berhenti menangis entah apa yang Rafa rasakan ia enggan melepas pelukannya itu ia semakin merasa semakin nyaman
Dengkuran halus Allya terdengar di telinga Rafa menandakan bahwa Allya tertidur di pelukannya
Dengan sangat hati hati Rafa melepas pelukannya lalu ia membaringkan Allya di ranjang itu dan menyelimuti tubuh Allya hingga tersisa wajahnya saja
Rafa menghapus air mata yang tersisa di pipi Allya dengan pelan dan rasa bersalah ia belum pernah sesedih ini melihat orang menangis
Rafa terpesona melihat kecantikan Allya yang sedang tertidur bekas air mata yang terlihat jelas di pipi Allya tidak mengurangi kecantikan nya
"Dia lebih cantik kalau sedang tidur,"gumam Rafa sembari merapikan rambut panjang Allya yang berantakan
Cup....
"Tidur yang nyenyak nanti jangan kaya gitu lagi," ucapanya
Kecupan hangat Rafa di kening Allya layaknya sepasang suami istri yang tengah tertidur dan langsung meninggalkan kamar tersebut dan menutup pintu dengan sangat perlahan
Rafa berjalan ke garasi rumahnya ia berhenti tepat di samping mobil sport nya itu dan menelpon seseorang
Di SHERMAN CORP asisten Rafa bernama Jessica tengah bercanda dengan rekan rekannya di sebuah ruangan hari ini adalah hari paling santai menurut nya karena CEO mereka tidak hadir
Drrrttt... Drrrttt ...Drrttt
"Hallo pak," kata Jessica sopan
"Hari ini saya ingin kamu membelikan semua perlengkapan perempuan mulai dari make up baju celana sepatu pakaian dalam dan sebagainya," ucap Rafa
"Siap pak kalau boleh tahu itu untuk siapa?," Tanya Jessica kepo baru pertama kali bos nya itu menyuruh dirinya untuk membeli semua perlengkapan perempuan
"Kamu tidak perlu tahu," jawab Rafa tegas
"Kalau saya tidak boleh tahu untuk siapa bagaimana saya bisa menentukan ukuran nya pak,"ucap Jessica
"Oh iya bagaimana saya sampai lupa," gumam Rafa sambil memegang benda pipih itu di dekat telinga nya
"Tunggu dulu," kata Rafa sembari berpikir
"Siapa kira kira yang bentuk tubuhnya hampir sama dengan dia ya di kantor," pikir Rafa
"Kalau Jessica tubuhnya terlalu tinggi dan dada nya yang terlalu besar oh iya dia hampir mirip dengan Melan,"kata Rafa kepada dirinya sendiri
Melan adalah salah satu karyawan yang cukup lama bekerja di SHERMAN CORP bentuk tubuh Melan hampir mirip dengan Allya yang mungil dan tidak terlalu gemuk pokok nya pas bedanya bentuk wajah Melan yang tembem namun tetap cantik
__ADS_1
"Oh tanya saja ke Melan kurang lebih ukurannya seperti dia," ucap Rafa dalam sambungan telepon
"Siap pak,"sahut Rafa
Rafa kemudian menutup telepon nya lalu masuk kedalam mobil sport itu dan langsung mengendarainya pergi ke tempat sepupu sekaligus sahabatnya
Jessica segera mencari Melan setelah mendapat perintah dari atasannya di setiap langkah Jessica banyak tatapan tatapan kagum dari orang orang yang ada disana
Bentuk tubuh bak seorang model di tambah wajah yang cantik di balut pakaian formal dengan rok selutut itu yang memamerkan kaki jenjang putih mulus miliknya di tambah langkah yang tegas membuat para pria normal sekejap jatuh cinta kepadanya
"Mel saya perlu berbicara dengan mu," ucap Jessica
"Tunggu dulu Jess ," sahut Melan ia sudah tahu jika Jessica mencarinya sendiri berarti ada hal yang penting menyangkut dirinya
"Ada apa?," tanya Melan mereka berdua sudah sangat akrab karena hampir lima tahun mereka berteman
"Berapa nomor baju celana sepatu dan...,"ucap Jessica sambil melirik ke arah dada dan ************ Melan
Melan risih dengan pandangan temannya itu
"Maaf Jess gue cewek normal," sahut Melan sambil menyilangkan tangannya di dada nya
"Kamu tinggal jawab ini perintah dari pak Rafa,"perintah Jessica
"Pak Rafa," kata Melan
"Huh...kamu ikut saya saja," Jessica menghela nafas panjang sambil menarik lengan Melan
"Eh...tapi gue belum nyelesain kerjaan gue," ucap Melan
"Itu gampang kamu bisa selesaikan nanti," sahut Jessica
Mereka berdua berjan cepat menembus lalu lalang karyawan di sana
"Enak lihat nya dua calon istri gue akur," kata Bambang salah satu karyawan disana yang melihat Jessica dan Melan bergandengan tangan tidak di salahkan lagi Jessica adalah bunga anggrek di kantor itu sedangkan Melan adalah bunga melati nya
"Sebelum mereka jadi calon istri lu mereka udah jadi istri gue," sahut Zaki di sebalah nya
"Ingat pak kalian udah punya istri di rumah seharusnya kalian ngalah dikit sama orang keren dan singgle ini," ucap Udin sambil menyisir rambut kelimisnya bahkan jika ada nyamuk yang hinggap di rambutnya nyamuk itu akan terperangkap di sana sangking lengketnya
Udin sejak lama mengincar Melan namun sayang ia sudah beberapa kali di tolak oleh nya
Jessica dan Melan adalah sosok yang sangat di idolakan karyawan di kantor itu dengan perawakan yang berbeda Jessica dengan wajah dan tubuh seperti model dan Melan yang mungil dan memiliki wajah yang cute namun mereka sama sama memiliki rambut hitam panjang
Di Rumah Ferdian
__ADS_1
"Ada apa nyet tumben ke sini?," tanya Ferdian di teras rumahnya