
Rafa keluar dari kamar itu dengan detak jantung yang tidak beraturan ia belum pernah merasa semalu dan secanggung ini sebelumnya
Ia memilih mandi di kamar yang lain karena ia sudah merasa cukup malu hari ini tanpa disadari setiap langkah ia tersenyum sendiri melihat Istrinya salah tingkah menurut itu sangat menggemaskan apalagi ditambah pipi nya yang memerah
---------
Allya memejamkan matanya dan berusaha mengalihkan pikirannya setelah dirasa cukup tenang ia berjalan ke mengambil sebuah kantong plastik warna biru di meja
Di dalam nya ada sebuah dompet wanita kartu kredit dan tentu saja ada kardus handphone ia mengeluarkan satu persatu barang tersebut
Ia memasukkan kartu kredit kedalam dompet itu dan tanpa basa basi lagi ia membuka kotak handphone tersebut matanya berbinar ingin rasanya ia melompat lompat dan berteriak sekencang kencangnya
"Astaga! Astaga! Astaga!,"
"Gue nggak mimpi kan orang kaya emang beda katanya kalau nggak suka buang saja the real sultan," gumam Allya
Handphone warna hitam berlogo apel keluaran terbaru ini adalah sebuah mimpi Allya yang menjadi kenyataan
"Nggak rugi gue nikah sama orang kaya,"
Hatinya sedang sangat bahagia ia sudah tidak sabar melihat reaksi teman temannya melihat handphone baru nya itu
Allya mandi sambil bernyanyi nyanyi nggak jelas ia merasa sangat senang hari ini walaupun terkadang ia kesal sendiri karena ia sudah susah payah tidak mau mengingat kejadian tadi pagi akan tetapi di dalam kepalanya selalu terlintas kejadian itu
--------
Di kamar mandi lainnya Rafa sudah selesai mandi
"Aduh gue lupa bawa baju ganti lagi,"
Dengan berbalut handuk yang melingkar di pinggangnya ia berjalan sangat hati hati berharap tidak ada orang yang melihatnya ia bisa bernafas lega karena tidak menjumpai satu orang pun disana tapi ia mendapat masalah yang lain
Ia mengintip di sela sela pintu dan tidak terlihat ada orang disana ia mengira Allya sudah pergi atau sedang mandi jadi ia dengan cepat masuk dan membuka pintu lemari dan segera mencari baju untuk hari ini
"Mana celana dalem gue," ucap Rafa sambil mengobarak abrik isi lemari itu
Setelah menemukannya Rafa segera menutup pintu lemari itu dan ketika pintu lemari itu tertutup bola matanya terbuka lebar mulutnya menganga
Sesosok bidadari berdiri disana dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi dada hingga paha kulit putih bersih rambut hitam panjang yang masih basah bentuk tubuh yang bagus walaupun agak pendek sebuah celah gunung kembar terpampang nyata disana sebuah pemandangan yang akan Rafa ingat seumur hidupnya
"Aaaaaaaaaaa," Allya menjerit sekeras kerasnya dan dengan cepat Rafa menutup mulut Allya dengan telapak tangannya
"Ssssst jangan berisik," ujarnya
Allya mengangguk pelan kemudian Rafa melepaskan tangannya dari mulut Allya suasana yang sudah canggung bertambah canggung lagi
Mereka beradu pandang Allya merasa sudah terhipnotis dengan tatapan tajam Rafa apalagi melihat perut six-pack dan dada bidang itu membuat dirinya ingin mencubit nya
Rafa menurunkan pandangannya terlihat jelas gunung kebar disana ia menelan saliva nya dengan susah payah, merasa pria itu tengah melihat ke arah dadanya Allya dengan cepat menyilangkan tangannya dan mundur beberapa langkah
__ADS_1
"Apa yang kamu lihat jangan berpikir macam macam ya awas saja kalau berani!,"
Rafa tersadar dari pikiran seorang laki laki ia berdehem memecah kecanggungan disana
"Awas apa? lagian saya sudah pernah melihat semuanya jadi kamu tidak perlu khawatir,"
Perkataan Rafa sontak membuat tubuh Allya panas apalagi wajahnya seperti sudah matang karena terbakar berkali kali
Melihat wajah Istrinya berubah menjadi tomat matang ia tidak bisa menahan tawanya
"Kenapa kamu menjadi pendiam kaya gini kemana Allya yang kemarin,"
"Dasar mesum,"
"Nggak salah denger saya bukannya kamu yang dari tadi melihat badan saya kalau kamu mau menyentuh atau mencium nya saya nggak keberatan," melihat Istrinya salah tingkah karena tertangkap basah tengah mencuri curi pandang
"Ge er,"
"Ya sudah kalau begitu cepat pakai baju kamu keburu joni bangun kamu mau tanggung jawab,"
"Siapa joni lagi saya nggak kenal,"
"Mau saya kenalin pasti kamu akan senang,"
Rafa memegang sisi handuk nya ia hendak melepas handuk nya tentu saja ia tidak akan melepas handuk nya ia hanya ingin melihat ekspresi lucu istrinya
"Berhenti! kamu nggak punya malu ya!,"
"Ya... ya kamu juga harus punya malu walaupun saya istri kamu," kata Allya gugup
"Kalau saya nggak mau,"
"Harus mau!,"
"Kok maksa sih,"
"Terserah!!!,"
Darah Allya mendidih hingga ke ubun ubun bagaimana ia melewati hari harinya kalau setiap hari harus berdebat nggak jelas dengan suaminya
Allya sekejap tahu siapa itu joni pikirannya entah kemana dengan cekatan ia mengambil baju yang sudah ia siapkan dan masuk kembali ke kamar mandi dan membanting pintu itu dengan sangat keras
Rafa tersenyum puas melihat tingkah lucu istrinya ia sudah menemukan hobi baru sekarang yaitu menggoda istri cantiknya
Di dalam kamar mandi Allya mengutuk setiap perbuatan dan perkataan nya yang membuat dirinya sangat malu apalagi ketika ia ketahuan mencuri pandang
"Dasar cowok mesum gila bisa bisanya dia mau memperlihatkan burung nya di depan gue dasar nggak waras,"
"Ternyata dia masih orang yang nyebelin bisa bisanya gue baper sama orang kaya gitu mungkin karena kepala gue kebentur kemarin,"
__ADS_1
----------
Allya tengah memakai lip balm di depan cermin terlihat di pantulan cermin itu suaminya tengah memakai jas kebanggaannya
Allya masih menyimpan dendam pada suaminya itu ia memasang muka jelek dan menjulurkan lidahnya jika tatapan mereka saling bertemu di cermin
Rafa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ke kanak kanakkan istrinya yang begitu menggemaskan
"Ehemmm...kesini sebentar," ucap Rafa
"Bapak panggil saya,"
"Menurut kamu memangnya ada siapa lagi disini cepat!,"
Allya berdesis dan membanting lip balm itu ke meja dan berjalan menghampiri suaminya
"Ada apa?," tanya nya
"Carikan dasi di lemari,"
Allya melihat dari bawah hingga atas namun ia melihat kalau suaminya baik baik saja
"Kenapa kamu liatain saya kaya gitu udah mulai suka?,"
"Ge er...cari aja sendiri saya lihat tangan dan kaki bapak baik baik saja,"
"Kok panggil bapak si,"
"Terus saya harus panggil siapa? Om kakek atau siapa?,"
Rafa melihat Istrinya semakin marah terhadapnya namun ia merasa istrinya semakin imut bila sedang marah
"Kamu marah ya?,"
"Nggak!!," jawab judes Allya
"Nanti cepat tua lho,"
"Biarin,"
"Saya minta maaf kalau begitu jangan marah ya entar tambah cantik nanti kalau saya sampai suka sama kamu kan repot," ujar Rafa menggoda istrinya
"Apaan sih," wajah Allya bersemu merah ia tidak bisa berbohong kepada dirinya sendiri
"Cepetan ambilin nanti kamu telat ke kampus,"
Allya berdesis Allya sendiri tidak mengetahui apa yang sedang ia rasakan kadang marah malu juga senang
"Yang mana?," tanya Allya sambil memegang berbagai macam warna dan motif dasi di tangannya
__ADS_1
"Itu yang warna kuning,"
Allya meletakkan kembali dasi yang lainnya ia sudah malas berdebat dengan suaminya itu