
Di sebuah Bar
"Ayolah cantik temani kakak bermain aku berjanji akan membuat kamu puas," goda seorang pria yang mabuk
"Lepasin gue," sahut pelayan bar itu yang tidak lain adalah Allya
Allya bekerja paruh waktu di sebuah bar setelah selesai kuliah ia bekerja di bar ini sejak duduk di bangku perkuliahan
"Ada apa ini kenapa ribut ribut," kata Doni manager bar tersebut ia adalah seorang pria paruh baya yang sudah memiliki dua orang anak
Doni memakai baju formal warna hitam dengan penampilan nya yang rapi dan memiliki wajah yang lumayan tampan untuk seusianya
"Pak tolong saya," pinta Allya sembari berusaha melepas tangan pria itu yang tengah memegang erat lengan nya
"Siapa kamu berani sekali mencari masalah di bar milik saya," ucap Doni tegas sambil memukul tangan pria itu sehingga pria itu melepas tangannya dari lengan Allya
Bar milik saya sejak kapan bar ini milik Doni ia hanya seorang yang di percaya mengelola bar tersebut
"Heiii...bro gue ingin wanita ini melayani gue malam ini gue akan bayar sepuluh kali lipat dari pelacur pelacur yang ada di sini,"kata pria itu sambil berusaha menyeimbangkan badannya
Pelacur sejak kapan bar tempat saya bekerja ada pelacur
Ya itu adalah bisnis yang selama ini Doni lakukan sambil mengelola bar tersebut dan tanpa di pungkiri lagi Doni meraup untung yang sangat besar dari bisnis tersebut
"Glekk...bukankah dia pelanggan VIP gue nggak bisa menyinggung dia kalau tidak abis gue," gumam Doni sambil menelan saliva nya
Laki laki itu bernama James dia adalah orang yang membantu Doni menyuap polisi setempat untuk mengamankan bisnis gelap nya itu
Jika sampai Doni menyinggung James maka tamatlah Doni
"Tunggu sebentar ya Tuan," ucap Doni sembari menyeret Allya sedikit menjauh dari James
Tanpa aba aba Doni menyeret Allya dengan kasar
"Aduh sakit pak," ujar Allya
"Dengerin... lo gue kasih dua pilihan pertama layani pria itu dan lo pasti dapet uang banyak dan kedua pergi dari sini," ucap Doni dengan nada mengancam
"Gue pilih pilihan yang ke tiga yaitu melaporkan anda ke polisi," ancam Allya
"Ha ha ha lapor polisi silahkan gue berani jamin nggak akan ada polisi yang berani datang kesini," kata Doni
Hampir seluruh polisi di kota ini di suap oleh James dan sebagai gantinya James bisa mendapatkan pelayanan VIP di sini dan bebas mengedarkan narkoba di Bar tersebut
Allya bergetar ketakutan dan mata nya yang mulai berkaca kaca
"Jadi apa keputusan lo," tanya Doni
"Gue akan pergi dari sini dan nggak akan pernah datang kemari seumur hidup gue," sahut Allya sembari mengambil tas miliknya yang berada tepat di sampingnya itu
"Saya mungkin bisa ngelepasin lo begitu aja akan tetapi saya nggak bisa jamin lo bisa lepas dari pria itu," kata Doni sambil menunjuk James yang tengah minum minuman keras
"Gue harus lari secepatnya dan pergi dari sini," gumam Allya
Allya kemudian berjalan di tengah keramaian sembari menutupi wajahnya dengan tas miliknya
Tiba tiba seseorang menarik dirinya
__ADS_1
"Mau kemana kamu,"
"Maaf saya sudah tidak bekerja disini lagi jadi anda bisa mencari wanita yang lain," ucap Allya ketakutan
"Gue mau elo dan jika gue mau apa saja nggak akan ada orang yang berani menentang gue," kata James sambil mendekatkan wajahnya ke Allya
Allya mencoba menghindari James yang mencoba mencium dirinya
"Apa yang harus gue lakuin,"gumam Allya
"Jangan mendekat kalau tidak gue akan teriak," ancam Allya
"Silahkan teriak sekeras keras nya nggak akan ada orang yang peduli di sini," kata James
"Hikss...hiks...tolong lepasin saya pak," Allya mulai menangis dan mencoba melepas pegangan James yang kuat
"Jangan nangis cantik nanti kakak beri uang banyak jika kamu bisa memuaskan saya," kata James
"Lepasin gue... hu hu hu," tangis Allya
James menyeret Allya di bantu dengan pengawalnya
"Siapa saja tolong hikss...hikss,"
Mereka membawa Allya ke ruang bawah tanah yang tidak kalah luas dari bar di atasnya terlihat banyak ruangan tersedia di sana dan beberapa wanita dengan pakaian yang memamerkan bentuk tubuh mereka duduk di sofa sambil minum minuman keras sambil merokok
Allya mencium minuman beralkohol yang menyengat dan asap rokok yang membuat dirinya tidak nyaman
Seorang wanita dengan pakaian yang sangat minim menghampiri James dan berkata
"Hari ini tangkapan Tuan bagus juga nanti jika sudah selesai Tuan bisa melanjutkan dengan saya,"
"Oh ya gue tunggu jangan lupa kasih bonus jika tuan puas," sahut wanita itu sambil mengedipkan sebelah matanya
Allya semakin ketakutan mendengar percakapan absurd mereka
"Apa semurah itu wanita di sini apa gue akan menjadi bagian dari mereka mama papa tolong Allya," gumam Allya tanpa ia sadari air matanya semakin deras menetes
"Bawa dia masuk gue siap siap dulu," kata James
"Baik tuan," ucap dua orang berbadan kekar itu dengan stelan jas hitam dan memakai kaca mata hitam membuat kesan menakutkan
Allya pun di paksa memasuki ruangan itu terlihat sebuah ranjang ukuran king dan sofa serta perabotan yang tertata rapi di sana
Tak lama kemudian James memasuki ruangan itu dengan membawa segelas minuman berwarna merah cerah di tangannya
Dua pengawal itu seakan sudah mengerti apa yang harus mereka lakukan selanjutnya
Mereka membawa Allya ke hadapan James
Semua usaha yang di lakukan Allya sia sia karena tenaga nya yang tidak seberapa di banding dua pengawal itu
"Kamu minum dulu ya sayang," ucap James
Tanpa berbelas kasih James memegang dagu Allya dengan kasar dan memaksa Allya untuk meminum nya sampai tak tersisa
"Uhuk...uhukkk..," Allya tersedak dan langsung di dorong dengan kuat ke ranjang oleh James
__ADS_1
"Sekarang kalian berjaga di depan pintu jangan sampai ada orang lain yang masuk ke kamar ini," perintah James
"Baik tuan," jawab dua orang itu dan langsung meninggalkan ruangan itu meninggalkan Allya dan James disana
James mulai membuka kemeja miliknya dan mendekati tubuh Allya yang tergeletak di ranjang
Pandangan Allya mulai melemah rasa kantuknya sudah tidak bisa ia tahan lagi namun Allya berusaha keras agar dirinya tetap tersadar
Yang di berikan oleh James adalah obat tidur yang di campur dengan minuman
"Kok ngantuk banget ya mata gue jadi berat banget," gumam Allya sembari menahan rasa kantuknya
James tersenyum puas melihat mangsa di depannya yang sudah tidak berdaya
Allya merasa ada seseorang yang menaiki ranjang itu dan kemudian ia mengungkung tubuh mungil Allya dengan tubuh kekarnya
Allya mencoba berontak dengan sisa sisa tenaga miliknya yang tidak seberapa
Mendapati mangsanya memberontak malah membuat James semakin menggila
Dengan paksa James membuka baju Allya dan menciumi leher Allya dengan kasar
Allya semakin panik ketika leher nya meraskan nafas kasar James dan sesekali ia merintih kesakitan karena James menggigit kecil lehernya
"Uhhh....lepasin gue dasar binatang,"ucap Allya sambil memukul mukul pelan dada bidang yang mengungkung dirinya
James semakin menggila menjamah tubuh Allya
Allya berusaha memberontak walaupun kesadarannya mulai menghilang
Tiba tiba
Ceklekk....
Seorang laki laki keluar dari pintu kamar mandi dengan pakaian formal dan rambut yang tertata rapi
"Sialan siapa yang berani ganggu gue," kesal James karena ia sedang dalam puncak hawa nafsunya malah di rusak seseorang
Beberapa jam sebelumnya
Rafa tengah tidur pulas tiba tiba hp nya berdering mengagetkan dirinya yang tengah tidur
Drrrttt...Drrrttt
"Ada apa," ucap Rafa dengan suara serak habis bangun tidur
"Sekarang kamu harus ke bar xxxx sekarang penting,"kata Ferdian sahabat Rafa
"Nggak bisa besok apa sekarang sudah tengah malam gue ngantuk banget nih hoammm...," sahut Rafa sambil menguap
"Tolongin gue dong bro masa lo tega si sama gue," ucap Ferdian memelas
"Jangan bilang lo traktir teman teman lo lagi dan nggak bisa bayar," kata Rafa
"He... he... gue tunggu ya bro elo emang sahabat yang terbaik umuach," ucap Ferdian dan langsung menutup telepon itu
"Hallo Hallo....hiss dasar," kesal Rafa
__ADS_1
Rafa bisa saja menyuruh orang untuk menjemput Ferdian namun itu sangat beresiko karena baik Ferdian maupun dirinya dilarang keras untuk masuk ke bar apalagi bermain dengan wanita oleh keluarga mereka