Cinta Atau Suka

Cinta Atau Suka
Salah paham


__ADS_3

Ana semakin yakin dengan apa yang sudah anaknya lakukan terhadap wanita di sampingnya itu


PLAKKK....


Herman menampar keras Rafa hingga tersungkur


"Dasar anak durhaka berani sekali kamu meniduri wanita di rumah ini," bentak Herman


Itulah sifat asli Herman Rafa sudah tidak kaget dengan perlakuan ayahnya yang kasar karena ia sudah terbiasa dari kecil


"Mama nggak nyangka kamu bisa berbuat sejauh ini jika kamu ingin menikah mama pasti akan senang mendengarnya tetapi kanapa harus seperti ini hikss...hikss," tangis Ana sambil tak henti henti nya memeluk tubuh Allya


"Ini salah paham ma pa Rafa bisa jelasin," elak Rafa sambil memegang pipinya


"Tidak usah di jelasin lagi mama suda....," ucap Ana


Herman mengangkat tangannya untuk memotong perkataan istri nya itu


"Coba kamu jelaskan," kata Herman tegas


Herman memang sosok yang sangat tegas dan adil dalam mengambil keputusan ia tidak bisa hanya menilai suatu masalah dari satu sisi saja


Rafa malah tambah gugup ketika ayahnya meminta dia untuk menjelaskan


"Be begini memang benar saya tidur dengan dia semalam ta tapi saya tidak melakukan apa apa iya kan,"jelas Rafa sembari memberi kode kepada Allya untuk ikut membantu dirinya


Mereka kemudian menoleh ke arah Allya


"Kamu tidak usah takut bicara saja yang sebenarnya terjadi," kata Herman


"Iya kamu tidak usah takut kamu bilang saja apa yang sudah anak kami lakukan kepada kamu,"ucap Ana


"I itu tante," kata Allya bingung


"Kalau kamu malu mengatakan nya di sini kita bisa cari tempat yang lebih sepi," sahut Ana meyakinkan


"Bukan tante sebenarnya saya tidak ingat apa yang sudah terjadi tadi,"kata Allya


"Bagaimana dia bisa ingat dia kan di beri obat tidur," jelas Ardo


"Ta tapi ma pa Rafa nggak ngapa ngapain dia," mohon Rafa


Allya semakin bingung dengan ke adaan tersebut di tambah kepalanya yang sakit


"Kamu nggak pa pa sayang," kata Ana melihat Allya yang memegang kepalanya


"Nggak papa tante cuma sedikit pusing saja," jelas Allya


"Mau kamu bilang belum ngapa ngapain dia yang pasti kamu sudah tidur satu ranjang kan tentu saja kami tidak tahu kejadian yang sebenarnya terjadi, papa yakin kamu sudah dewasa dan sudah mengerti hubungan antara laki laki dan perempuan jika mereka berada di kamar yang sama jadi papa putuskan kamu harus bertanggung jawab agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan," ucap Herman panjang lebar


"Tapi pa Rafa tidak melakukan apa apa masa Rafa harus bertanggung jawab dengan apa yang Rafa belum lakukan," tolak Rafa


"Mama setuju," sahut Ana

__ADS_1


"Ma...Rafa masih muda dan masih memiliki pacar," kata Rafa


"Papa nggak mau tahu dari kecil papa sudah katakan kepada mu jika berani bertindak maka kamu sudah berani bertanggung jawab atas tindakan mu itu," ucap Herman


"Kamu setuju kan sayang," tanya Ana ke Allya


"Setuju apa tante,"kata Allya bingung karena dari tadi dirinya tidak terlalu mendengar kan pembicaraan mereka karena kepalanya yang sangat pusing dan sakit


"Kamu akan saya nikahkan dengan anak tante," jelas Ana


"Apa nikah!!!," Sahut Allya dan Rafa bersama sama


"Tante yakin kamu belum bisa menerima keputusan ini apalagi kamu baru mengenal anak tante tapi ini adalah jalan yang terbaik untuk kalian berdua,"


"Keputusan kami sudah bulat kalian akan di nikahkan secepatnya," kata Herman


"Ta tapi om keluarga saya," ucap Allya


"Saya akan datang langsung ke rumah kamu dan saya akan menjelaskan tentang apa yang terjadi," kata Herman


Allya semakin tidak tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya begitu pun dengan Rafa yang hanya bisa terdiam ia mengerti betul jika ayahnya menginginkan sesuatu maka akan sulit untuk menolaknya


"Ya tuhan apa yang harus gue lakuin pasti mama gue sangat kecewa," gumam Allya


"Om Tante saya ingin berbicara empat mata dengan anak tante," kata Allya


"Oh tentu saja kalian harus saling mengenal dulu Om dan Tante akan segera pergi dan mengurus pernikahan kalian," sahut Herman


"Kalau begitu Tante pergi dulu ya kalau Rafa kasarin kamu bilang tante," ucap Ana


"Selamat ya bro atas pernikahan nya," kata Ardo sambil menepuk pundak Rafa


"Ini semua gara gara elo kenapa lo nggak datang tadi malam," kesal Rafa


"Bukan nya nggak mau datang ada urusan penting tadi malam,"elak Ardo


"Terus gue harus gimana," tanya Rafa


Ardo kemudian mendekat kan mulutnya ke telinga Rafa


"Di nikmatin aja bro apalagi calon istri lo cantik banget gue juga nggak akan nolak jika di jodohin dengan nya," bisik Ardo


"Kalau begitu lo yang gantiin gue aja," ucap Rafa


"Gimana ya bukannya gue nggak mau tapi gue nggak sanggup berhadapan dengan om Herman he he," sahut Ardo


"Apa yang harus gue katakan kepada pacar gue," kata Rafa


"Itu masalah lo bayy," ucap Ardo dan langsung pergi sambil melambaikan tangannya


Tidak lupa ia mengedipkan sebelah matanya ke Allya


"Ehemmm jadi gimana," kata Allya

__ADS_1


"Ya gimana," sahut Rafa sambil masuk kembali ke dalam kamarnya di ikuti oleh Allya di belakangnya


Rafa tengah memakai kaos dan celana pendek di sana Allya di buat salting melihat Rafa dengan tenang memakai pakaiannya di depan Allya


"Apa gue kabur aja biar pernikahan kita batal," kata Allya


Rafa langsung membalikkan badannya dan memojokkan tubuh Allya ke tembok jarak mereka sangat dekat


Dug...dug...dug


Jantung Allya berdetak kencang ia belum pernah berada sedekat ini dengan seorang laki laki sebelumnya


"Apa lo mau bunuh gue apa yang akan di lakukan orang tua gue nanti ha," ucap Rafa


"Jadi kita harus gimana gue nggak mau nikah sama lo," sahut Allya dengan pipi yang memerah tidak bisa di pungkiri lagi sebagai seorang gadis Allya merasa bahwa Rafa adalah pria paling tampan yang pernah ia temui


"Lo pikir gue mau," ucap Rafa dan langsung duduk di tepi ranjang besar itu


"Jadi kita akan menikah," lirih Allya


"Ya mau bagaimana lagi," sahut Rafa sembari membaringakan badannya di ranjang besar itu


Bahkan sampai sekarang Rafa tidak tahu nama wanita yang akan di nikahinya nanti


Allya kemudian duduk di samping Rafa yang tengah rebahan


"Hikss...hikss...hikss," Allya terisak ketika memikirkan keluarga teman teman dan masadepannya


Apa yang akan mereka pikirkan nanti jika mereka mengetahui jika saya menikah secara tiba tiba pasti mereka saya sudah melakukan kesalahan


Rafa mendengar tangisan Allya dan langsung terbangun dan berkata


"Kalau mau nangis jangan disini,"


"Terserah gue," sahut Allya dengan nada tinggi


"Wajah aja cantik tapi...,"kata Rafa


"Tapi apa...?," tanya Allya


"Galak,"jawab Rafa sembari memalingkan wajahnya


"Lo aja lemah banget jadi cowok gitu aja udah di bilang galak,"ucap Allya


"Biar gue tunjukin kalau gue nggak lemah,"kata Rafa langsung memegang lengan Allya dan mengukung tubuh mungil Allya


Allya kaget bukan main mendapati dirinya kembali lagi dalam posisi yang membuat dirinya teringat kembali kejadian malam itu


"Aneh tadi cerewet banget sekarang malah diem aja," gumam Rafa tidak terasa ada sesuatu yang mengeras di bawah sana


"Gawat si Joni bangun,"gumam Rafa dan langsung melepas lengan Allya di bawah nya itu


"Sial banget gue harus nikah sama cowok mesum kaya elo,"Allya kembali bersuara setelah Rafa memindahkan tubuhnya dari dirinya

__ADS_1


Allya kemudian duduk di tengah ranjang besar itu dan Rafa yang berada di tepi nya


__ADS_2