
Erika tidak memperdulikan perkataan Rafa kepadanya di dalam kamusnya tidak ada kata menyerah bermodalkan wajah cantik dan body yang menggoda ia tidak akan berhenti selama orang yang ia targetkan tidak bertekuk lutut terhadapnya
Tidak ada yang berkedip melihat tubuh sexy dan montok Erika bahkan perempuan sekalipun mereka bertanya tanya bagaimana agar mereka bisa membuat badan mereka sebagus Erika
"Maaf anda tidak di perbolehkan masuk!," cegat Jessica
"Berapa kali harus saya bilang saya adalah calon istri dari Rafael Adipta Sherman,"
"Mau anda siapa saya tidak peduli yang pasti Pak Rafa sedang tidak bisa di ganggu,"
"Ya sudah jangan salahkan saya jika besok anda sudah tidak bekerja di sini lagi," ancam Erika
Jessica sangat tidak suka dengan perempuan di hadapan nya mereka berdua sudah berseteru sejak Erika mengumumkan dirinya adalah pacar bos mereka Erika tidak suka terhadap Jessica yang menurut nya adalah parasit yang bisa mengganggu hubungan nya
Walaupun ia tidak suka dengan Erika ia tidak bisa mengelak lagi dengan status dan mulut manisnya Erika bisa meminta Rafa untuk memecat dirinya kapan saja dengan berbagai kebohongan yang keluar dari mulut Erika
Jessica hanya bisa menyingkir dari depan pintu itu merasa dirinya memenangkan perdebatan itu Erika sengaja menabrakkan bahu nya ke bahu Jessica dengan keras dan tersenyum licik
Erika masuk ke ruangan yang cukup luas itu dengan menampilkan senyum terbaik nya dan berjalan ala model ia melihat Rafa tengah sibuk dengan tumpukan dokumen di hadapan nya
"Apa kabar sayang aku kangen banget sama kamu dari kemarin aku kesini terus lho tapi kamu nya nggak ada,"
"Gue lagi sibuk," ucap Rafa ketus
Erika tidak menggubris perkataan Rafa ia malah semakin gencar mengeluarkan jurus andalannya ia merangkul leher Rafa dari belakang dan dengan sengaja menempel nempelkan gunung kembar miliknya ke ke leher Rafa
"Sayang nanti malam kita diner ya aku udah nyiapin kejutan spesial buat kamu," rayu Erika
Rafa tetaplah laki laki normal ia juga akan hilang kendali jika Erika terus menerus menggodanya apalagi Erika terus menerus menyenggol nyenggolkan daging kenyal miliknya yang memiliki ukuran yang di atas rata rata
"Lo nggak bisa lihat gue lagi sibuk," bentaknya sambil mentap Erika dengan tatapan dingin yang sangat menakutkan miliknya
Erika merasa tatapan Rafa terkesan lebih dingin dari biasanya ia perlahan melepas pelukannya namun ia masih memiliki kartu andalan untuk menaklukkan seorang Rafa
Erika berjalan dengan langkah gontai dan duduk di sofa sambil menampilkan ekspresi memelas dan menyedihkan
"Hiks..hikss...hikss,"
Rafa membanting dokumen yang ada di tangannya ia berjalan mendekati Erika yang tengah menangis itu
"Sudah jangan menagis lagi," ucapnya
__ADS_1
"Hiks...hiks... aku sayang kamu Rafa tapi kenapa kamu selalu bersikap dingin terhadapku apa salahku,"
"Bukan begitu tapi...," Rafa bingung seharusnya sekarang ia yang sedang marah akan tetapi ini malah sebaiknya
"Tapi apa! aku bisa memberikan semuanya yang kamu minta," ucap Erika penuh penekanan
"Tapi saya nggak suka sama kamu," jujur Rafa
"Coba kamu katakan kenapa kamu nggak suka sama aku apa aku kurang cantik atau kurang seksi coba katakan aku akan berusaha memperbaiki nya,"
"Kamu cantik tapi saya tidak bisa suka sama kamu saya juga tidak tahu kenapa,"
Erika berdiri dari tempatnya ia mendekati tubuh Rafa lalu mendorong nya hingga ke tembok tanpa permisi Erika merangkul leher Rafa dan langsung mencium dan ******* bibir Rafa dengan sangat ganas ia merasa tidak akan ada satu laki laki pun di dunia ini yang bisa menolak melakukannya
Rafa sangat terkejut dengan aksi Erika yang di luar pemikirannya ia mengira Erika tidak akan bertindak sejauh ini bagian bawahannya sudah mengeras dan celanya terasa sangat sesak ia semakin terbawa suasana apalagi Erika mendekapnya dengan sangat kuat hingga seluruh tubuh indah dan berisi itu bisa di rasakan jelas di tubuh Rafa
Rafa membalas ciuman panas itu senyuman kemenangan terukir di wajah Erika sebagai seorang laki laki ia tidak bisa menahan dirinya lagi ia memegang kepala Erika agar ia bisa lebih menikmati bibir ranum Erika yang sangat menggoda
Erika tidak mau menyianyiakan kesempatan langka ini satu persatu ia mulai membuka kancing baju yang terlihat kekecilan itu dan ia mulai menjelajahi leher Rafa dengan sangat ganas
Rafa sudah kehilangan kendali tubuhnya ia sudah tidak bisa berbohong kalau sekarang ia juga menikmatinya namun tiba tiba sebuah wajah cantik dengan ekspresi marah terlintas di dalam kelapalanya dan itu terlihat sangat nyata
Erika sudah melepas kemeja miliknya terlihat jelas buah kembar yang padat dan berisi miliknya ia akan melepas bra miliknya namun tiba tiba ada tangan yang menghentikan nya ia pun menoleh ke arah pemilik tangan tersebut
"Saya akan diner dengan kamu malam ini," ujar Rafa kalau tidak terlintas wajah itu di kepalanya mungkin ia benar benar akan mengakhiri masa keperjakaannya
"Ta tapi...," kata Erika ia sangat kesal terhadap dirinya sendiri kalau dia bisa lebih cepat melakukannya pasti Rafa sudah di bawah kendali nya
"Cepat pakai baju kamu ini masih di kantor," ucap Rafa sembari merapikan kemeja miliknya
Rafa berjalan meninggalkan Erika yang terlihat sedang memakai kembali bajunya dengan raut wajah kesal
Rafa kembali duduk di kursi kebanggaannya dan melanjutkan pekerjaan itu tapi bagian bawahnya sudah sangat sesak ingin segera di keluarkan dari tempatnya
Sabar Erika nanti malam kita pasti bisa menaklukkannya
Erika menampilkan senyuaman terbaik nya dan berjalan menghampiri Rafa
"Nanti malam saya tunggu,"
Rafa hanya bergumam dan mengguk pelan
__ADS_1
Merasa sudah tidak ada kesempatan lagi Erika keluar dari ruangan itu ia ingin segera menyiapkan rencana yang lebih matang lagi
Erika keluar dari ruangan itu dan seperti sebelumnya banyak pasang mata yang mencuri pandang terhadapnya
Jessica tengah duduk ia berpura pura menyibukkan diri karena ia tidak mau berurusan dengan Erika setelah melihat wanita itu masuk ke lift ia segera masuk ke dalam ruangan Pak Rafa memastikan kalau mereka tidak melakukan seperti apa yang ia pikirkan
Rafa mencoba membaca setiap berkas di hadapnnya dengan sangat teliti namun ia tidak bisa berkonsentrasi lagi ia tidak bisa menahannya lagi
Tekat nya sudah bulat dan tidak ada orang yang bisa mencegahnya ia beranjak dari tempat duduk nya menuju ke kamar mandi untuk melampiaskan keinginan nya yang sudah ada di ubun ubun
"Pak anda tidak apa apa kan?," tanya Jessica
Urat urat kepala Rafa membesar ia merasa hari ini adalah hari paling menjengkelkan seumur hidupnya
Wajahnya manis sekali apa bibir nya semanis wajahnya ingin sekali aku ******* nya bagaimana bentuk dadanya pasti tidak kalah dari milik Erika apa dia masih perawan bagaimana rasanya jika berhubungan dengan orang yang masih perawan pasti itu akan sangat menyenangkan.....stop stop apa yang sedang gue pikirin
"Ada apa Pak ada ada yang salah dengan baju saya," ucap Jessica merasa tatapan bos nya mengarah kepadanya
"Eh itu lebih baik kamu cari makanan di luar karena sebentar lagi jam makan siang,"
"Baik Pak apa ada yang perlu saya bantu lagi?,"
"Sudah cepat keluar entah apa yang akan saya lakukan jika kamu tidak cepat cepat keluar dari sini," ancam Rafa dengan raut wajah serius
Jessica merasa ada yang salah dengan bos nya ia sedikit merasa ketakutan mendengar ancaman bos nya itu namun ia segera menuruti perintah nya karena sepertinya ada yang ingin ia lakukan tanpa ada seorang pun yang boleh mengetahui nya
Rafa tidak bisa berkedip menatap bokong seksi Jessica yang seakan tengan melambai lambai terhadapnya
Gue harus segera melepaskan nya kalau tidak bisa bisa gue jadi gila
Rafa segera masuk kedalam kamar mandi dan dengan cepat menanggalkan celananya yang menurut nya sangat kekecilan terpampampang jelas Joni yang berdiri dengan gagah berani disana
Ia merasa sangat kasihan terhadap Joni karena tidak mendapatkan tempat yang layak hingga beberapa menit pun berlalu Rafa sudah melakukan pelepasannya ia merasa lebih baik dari sebelumnya pikiran mesum nya agak berkurang sedikit
"Apa yang sedang dia lakukan di kampus jangan jangan sedang bersama laki laki disana awas saja kalau dia berani,"
Rafa mengambil telephone kantor di sampingnya lalu dengan cepat mengetik nomor Allya yang sudah sangat ia hafal
Di kantin kampus Allya tengah bercanda dengan teman temannya disana
Jasmine berjalan dan duduk di depan Allya sambil membawa semangkuk bakso di tangannya
__ADS_1
"Allya lo dapet salam lagi," ujarnya
Allya merasa tidak terkejut bahkan tidak merasa penasaran sama sekali karena hampir setiap hari ada saja orang yang mau mendekati dirinya