
Rasa bersalah menumpuk di hatinya terbayang bayang ia mulai menyadari kenapa orang tua nya sangat marah jika ia melakukan hal yang buruk kepada seorang wanita mungkin jika ia sudah menjadi orang tua ia juga akan melakukan hal yang sama
---------
Rafa mencari akun media sosial Allya di Instagram entah ia membutuhkan waktu berapa lama hingga ia menemukannya ia tercengang melihat followers Allya yang sudah ratusan ribu bahkan followers miliknya hanya puluhan ribu saja
Ia tersenyum melihat foto foto cantik Allya mulai dari foto selfie dan bersama teman temannya namun ada yang mengganggu pikirannya yaitu di setiap foto pasti ada comment laki laki yang memuji bahkan ada yang menyatakan rasa cinta nya di sana
Isi comment foto Allya
"Tambah cantik aja eneng bikin abang tambah sayang deh...muachh,"
"Jangen rebut ini calon istri gue,"
"Jika gue sampe pacaran sama dia gue akan guling guling keliling kampung,"
Dan sebagianya
Rafa semakin kepo ternyata benar saja hampir sebagian followers nya adalah laki laki dari usia remaja hingga orang tua
Rafa merasa sangat gelisah melihat isi comment calon istri nya itu ia berpikir jika di comment aja isinya seperti ini apalagi isi chat nya
Di tengah Rafa yang merasa di buat panas dingin sebuah panggilan masuk yang bertuliskan Kadal
ia menjawab telepon itu
"Ada apa,"
"Gue udah di depan rumah lo nih sama dua peliharaan lo juga,"
"Iya iya gue kesana,"
Flash back off
__ADS_1
Kini semua orang sudah pulang ke rumah mereka masing masing Allya tengah mengganti pakaiannya dengan baju yang sebelumnya di belikan oleh Rafa
"Berakhir sudah masa lajang gue," kata Allya di depan cermin sambil menghapus make up nya ia sangat risih bila memakai make up terlalu lama
Jika gue nggak dapet musibah ini pasti gue sedang di kantin kampus bercanda sama temen temen
Selesai mengganti pakaiannya Allya lantas bingung apa yang akan ia lakukan selanjutnya karena jam masih menunjukkan pukul 13.00 apalagi ia tidak memiliki handphone sekarang
Allya merasa sangat bosan setiap buku yang ia dapat sangat tidak menarik ia terpikirkan untuk berkeliling rumah besar ini
Di lain sisi Rafa tengah sibuk mencari Istrinya itu yang menghilang entah kemana bak tertelan bumi pandangannya menyapu seluruh ruangan tanpa terkecuali
Rafa menghentikan langkahnya ketika tiba tiba sebuah pintu terbuka dan muncullah istrinya yang sudah menggunakan kaos oblong warna abu abu yang agak kebesaran dan celana pendek pandangan mereka saling bertemu namun tidak ada sapaan yang keluar dari mulut mereka
Allya berdesis melihat Rafa yang sedang melihat dirinya ia langsun memutar bola matanya dan melanjutkan langkahnya
Ada sesuatu yang mengganjal di hati Allya walaupun tidak bisa diragukan lagi kalau suaminya itu memiliki wajah yang menawan dan tubuh yang bagus akan tetapi ia masih belum bisa menerima nya sebagai suaminya
"Untung dia tidak kabur,"
Rafa tersenyum sambil melihat punggung Istrinya itu yang mulai menjauh dari pandangannya
Allya mengedarkan pandangannya mencari bi Inah karena di rumah ini orang yang baru ia kenal hanya bi Inah saja di setiap langkahnya ia di sapa dengan sopan oleh art yang melihat kehadirannya Allya membalas dengan senyuman termanis nya
Namun Allya merasa risih mendengar sapaan mereka untuk nya
"Selamat sore Nyonya,"
"Bibi lihat bi Inah nggak bi?,"
"Maaf nyonya bibi dari pagi belum melihat nya biar bibi yang cari aja nyonya duduk saja,"
"Terimakasih bibi lanjut kerja saja,"
"Nggak apa apa nanti nyonya capek,"
"Nggak usah bi," tolak Allya dengan sopan
Tanpa ia sadari sedari tadi ada orang yang terus mengawasi dirinya siapa lagi kalau bukan Rafa yang terus senyum senyum sendiri melihat tingkah Istrinya yang terlihat masih belum terbiasa
Sebenarnya Allya ingin berjalan jalan di temani bi Inah yang pasti tahu betul seluk bekuk rumah ini
Allya langsung meninggalkan art itu karena tidak mau berdebat lebih panjang lagi ia berjalan sesuai dengan isi hatinya menelusuri setiap ruangan yang ada Allya butuh waktu satu jam untuk menghafal setiap sisi ruamah yang sedang ia tinggali tak jarang dia menemukan jalan buntu namun ia bisa menemukan jalan kembali
"Tadi lewat mana ya,"
Allya sedang berada di halaman belakang yang sangat luas ia kesal karena dari tadi ia berkeliling tempat itu namun tidak menemukan orang satu pun sekarang Allya benar benar tersesat karena disana terlalu banyak pintu ia takut ia akan lebih tersesat lagi nanti
"APA ADA ORANG DISINI!!!," teriak Allya
__ADS_1
Tidak ada yang menjawab nya hanya suara rintik rintik hujan yang mulai berjatuhan, langit yang cerah tiba tiba mengitam dan mulai terdengar suara guntur yang menggelegar hawa yang hangat berubah menjadi dingin di tambah hembusan angin yang cukup kencang sampai membuat dedauanan berterbangan
Allya menggigil kedinginan apalagi ia sekarang hanya menggunakan kaos dan celana pendek hempasan angin dingin seperti menembus kulit hingga menusuk di tulangnnya
Ia masuk ke sebuah ruangan yang terlihat seperti gudang karena banyak sofa dan barang barang yang sudah berdebu ia membersihkan sebuah meja dengan telapak tangannya lalu mendudukinya
"Dingin banget,"
Bibir Allya mulai membiru kedinginan ia mencoba menghangatkan tubuhnya dengan menggosok gosokkan telapak tangannya rasa takut mulai menghantui dirinya
"Kok jadi nyeremin gini ya mana nggak ada lampu lagi,"
Suasana semakin gelap dan sepertinya langit sedang sangat sedih hari ini di tambah suara menyeramkan dari decitan pintu yang tertiup angin membuat bulu kuduk Allya berdiri
Allya semakin merasa tidak nyaman berada di sana ia beranjak dari meja itu hendak berjalan lagi mencari pintu keluar ia berjalan sambil memeluk dirinya sendiri namun tiba tiba
DUARRRR!!!....
Bukan suara petir yang membuat Allya ketakutan melainkan sesosok tinggi besar yang menghadang jalannya
"AAAAAAAA HANTU!!!...,"
Allya berteriak sekeras kerasnya hingga membuat suara hujan seperti mengalah akan suara nya
BRAKKKKK....
Allya terpeleset sangking panik nya ia tersungkur hingga kursi yang di tabraknya hancur berkeping keping
Allya masih bisa berdiri lagi sambil menyeimbangkan tubuhnya tangan nya memegang pelipis nya yang terasa sangat sakit
"Kamu nggak apa apa?,"
Tanya seorang pria dengan suara berat khas miliknya siapa lagi kalau bukan Rafa ia terus mengikuti Istrinya itu diam diam
"Bapak ngagetin aja," ujarnya sambil meringis kesakitan
Rafa masih tak habis pikir wanita di depannya itu masih mememanggil dirinya sesuai dengan apa yang di inginkannnya
"I itu,"
"Itu apa?,"
"Pelipis kamu berdarah," ujar Rafa sambil menunjuk pelipis Allya yang sudah mengalirkan darah hingga ke alis
Allya memegang pelipis nya sebentar dengan tangan kirinya lalu melihatnya seketika kepalanya terasa sangat pusing tubuhnya melemas dan pandangan nya memburam ia mencari tempat untuk bepegangan namun sayang ia tidak menemukan apa apa di sekitarnya ia sudah tidak kuat menahan berat badannya ia terjatuh tepat ke arah Rafa
Walupun terkejut Rafa menangkap tubuh Allya yang sudah lemas itu suhu tubuhnya sangat dingin dan bibir nya memucat kedinginan
"Nggak lucu ya cepat bangun,"
__ADS_1
Allya tetap bungkam dengan cepat Rafa melepas jas miliknya dan langsung menutupi tubuh mungil Allya agar tidak kedinginan
Tanpa aba aba Rafa langsung menggendong Allya dengan mudah ala bridge style dan berjalan dengan langkah kokoh dan panjang nya wajahnya sangat cemas melihat darah yang terus mengalir di pelipis Istrinya