Cinta Atau Suka

Cinta Atau Suka
17


__ADS_3

"Lo nggak penasaran dari siapa?,"


"Nggak," jawab Allya sambil melanjutkan menghabiskan makananya


"Ya udah lagian lo pasti udah tahu dari siapa,"


"Siapa?,"


"Tadi katanya nggak penasaran dari siapa,"


Allya meletakkan sendoknya dan menghela nafas dengan kasar


"Gue tahu pasti dari dosen itu kan,"


"Pinter!! itu lo tahu,"


"Bilang ke dia kalau sekarang gue nggak nerima salam dari dia,"


"Lo kenapa nggak suka banget sama dosen keren itu sekali sekali kasih kesempatan kek siapa tahu kalian cocok,"


Allya merasa ada yang tidak beres dengan temannya itu ia mendekatkan wajah nya dan menatap dengan tajam bola mata Jasmin


"Lo lo mau ngapain!!,"


Jasmine mundur hingga terpojok di dinding kantin ia memajukan bibir dan menutup matanya


"Di bayar berapa lo?," tanya Allya


"Si siapa yang di bayar," sahut Jasmine sambil memasang wajah tidak tahu apa apa


"Jasmine!!!,"


Jasmine perlahan mengambil sesuatu dari kantong celananya mata Allya seakan tak percaya dirinya seharga satu bungkus coklat


"Coklat lo nuker gue dengan satu bungkus coklat," ucapnya


"Ja jangan salah paham dulu dia sangat tulus minta bantuan ke gue jadi gue nggak tega liatnya,"


"Kok gue nggak pernah dapat salam ya?," tanya Elsa


"Gimana lo mau dilirik cowok kalau dandanan lo kuno kaya gini," sahut Jasmine


"Ini bukan kuno tapi gaya klasik men!," ucapnya sambil bergaya ala anak anak alay


Jasmine dan Allya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu sebenarnya Elsa memiliki wajah yang cantik namun dandanan nya selalu tidak sesuai dengan wajahnya itu yang menjadi kenapa sampai sekarang tidak ada cowok yang mendekati dirinya


Sudah beberapa kali Allya dan Jasmine memaksa Elsa untuk memakai pakaian yang menurut mereka cocok dengan Elsa namun kalian tahu lah apa selanjutnya


Tak habis pikir bagaimana mereka bisa bersahabat dengan orang seperti Elsa namun karena kehadirannya menjadikan pertemanan mereka menjadi sangat menyenangkan karena ada saja tingkah konyol yang dilakukan


Drrrttt...Drrrttt....Drrrttt


"Hp lo bunyi tuh!," ucap Jasmine sambil menunjuk tas Allya


Allya mengeluarkan benda pipih itu terlihat sebuah panggilan dengan nomor tak dikenal ia tidak menjawabnya hingga beberapa kali


Drrrttt....Drrrttt...Drrrttt.


"Angkat saja mungkin ada yang penting," kata Jasmine sambil memakan bakso nya


Allya menghela nafas panjang lalu mengangkat panggilan itu

__ADS_1


"Hallo?,"


Tidak ada jawaban di panggilan itu


"Hallo? Hallo?...dasar orang nggak ada kerjaan....," gerutu Allya


Di tempat yang berbeda Rafa tengah menikmati suara Allya yang tengah marah marah dan mengatai dirinya ia lega karena Allya baik baik saja dan tentu saja masih galak seperti biasa


"Kalau nggak ada sesuatu yang mau anda katakan saya tutup dan jangan pernah telpon ke nomor ini lagi,"


Allya langsung mematikan telpon itu lalu melanjutkan makan nya di saat mulutnya sudah terbuka lebar hendak memasukkan makanan di sendok itu Hp nya kembali berbunyi dan yang paling menyebalkan itu dari nomor yang sama


"Mau lo apa sih gue lagi makan janga...,"


Perkataan Allya terpotong


"Sudah jangan marah marah aku cuma ingin mendengar kabar kamu nanti setelah selesai kuliah langsung pulang kerumah,"


Allya tahu betul siapa pemilik suara ini bahkan jika hanya hembusan nafasnya saja Allya pasti bisa mengenalinya


Ia mengingat kembali kejadian di kamar itu keningnya tiba tiba bisa merasakan kembali sensasi hangat yang sangat mendebarkan itu


Pipinya memerah mengingat kejadian itu tiba tiba ia menjadi pemalu dan irit bicara


"I iya nanti aku akan langsung pulang kok kamu juga...,"


"Kamu juga apa?,"


Allya menggigit bibir bawahnya dan mengutuk dirinya sendiri kenapa ia mengatakan itu namun apa boleh buat bibir nya sudah terlanjur mengeluarkannya


Allya menarik nafas panjang dan berkata


"Iya itu pasti, ya sudah silahkan di lanjut makananya kalau bisa makan yang banyak,"


"Kalau aku banyak makan nanti gemuk,"


"Bagus malah,"


"Kok bagus nanti kalau aku gemuk banyak penyakit yang akan datang dari obesitas, diabetes, gula gula .....,"


Allya terus berkicau tak berhenti Rafa hanya bisa tersenyum mendengar Allya yang tengah menjelaskan satu persatu penyakit yang bahkan tidak ada hubungan nya dengan kegemukan


Setelah dirasa mulutnya kelelahan Allya berhenti dan kembali mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa berhenti sebelum mengeluarkan seluruh argumennya


Sahabatnya yang sudah sangat mengenal nya pun hanya bergeser sedikit dari tempat duduknya sambil menutup telinga mereka rapat rapat


"Hallo,"


"Hmmm,"


"Daritadi kamu mendengarkanku,"


"Iya,"


Allya semakin malu terhadap Rafa mau di taruh mana nanti mukanya jika harus berhadapan langsung dengan nya


"Maaf,"


"Maaf kenapa?,"


"Tidak apa apa kalau begitu sampai ketemu dirumah,"

__ADS_1


"Iya,"


Allya menutup panggilan itu ia merasa sangat aneh hari ini apalagi jika dia bertemu orang itu dari suaranya saja bisa membuat dirinya ngeblank apalagi bertemu orangnya yang ia ingat Allya merasa baik baik saja selama beberapa hari yang lalu


"Itu dari siapa? kenapa lo panggil aku kamu? jangan jangan itu dari pacar lo? pantesan lo nggak suka sama dosen keren itu? apa pacar lo ganteng? apa pacar lo kaya? Iya pasti pacar lo kaya kan,"


"Gue harus jawab yang mana Bambang!!!,"


"Semuanya,"


"Gimana gue harus jawab semuanya satu pertanyaan pun gue nggak inget lain kali kalau tanya itu satu persatu Bambang!!!,"


"Mine sejak kapan lo ganti nama jadi Bambang," tanya Elsa kepo


"Gue nggak ganti nama Elsa!,"


"Terus kenapa Allya panggil lo Bambang? apa itu nama bapak lo? tapi yang gue tahu Bapak lo namanya Bejo bukan Bambang jangan jangan itu nama ibu lo ya, pasti itu nama ibu lo ngaku ya kan?,"


Allya dan Jasmine hanya bisa menghela nafas panjang dan ragu terhadap sahabatnya itu apa benar Elsa adalah orang yang sama yang mendapat penghargaan sebagai lulusan terbaik di SMA nya


Allya dan Jasmine pun sudah tahu apa yang harus dilakukan jika Elsa sudah bertanya sesuatu yang seharusnya ia tahu bahkan anak SD pun pasti tahu jawabanya yaitu meninggalkan nya


"Hei kalian mau kemana! kalian belum jawab siapa Bambang sebenarnya?,"


"Ini siapa yang bayar masa gue lagi!!!,"


Allya dan Jasmine pun mempercepat langkahnya ia karena mereka tahu tidak ada cara yang lebih baik selain meninggalkan Elsa dan pertanyaan bodohnya


----------


Allya dan Jasmine berlari sampai nafas mereka tersengal sengal


"Eh elo belum jawab pertanyaan gue tadi?,"


"Yang mana?,"


"Tadi yang telpon itu pacar lo?,"


"Eeee...iya itu dari pacar gue,"


Masa gue bilang kalau dia suami gue kan nggak lucu bisa di introgasi gue nanti


"Ooo sekarang lo main rahasia rahasiaan ke gue ok kalau itu mau lo,"


"Bu bukan begitu sebenarnya gue baru jadian kemarin dan gue akan beritahu kalian secepatnya,"


"Kalau begitu kapan lo kenalin pacar lo ke gue?,"


"Secepatnya,"


"Bagus! jangan lupa nanti malam ke rumah Elsa gue akan minta pajak jadian jadi siapin uang yang banyak, kalau gitu gue pulang dulu sampai ketemu entar malem bay,"


"Eh gue belum setuju!!!,"


Jasmine hanya melambaikan tangannya sambil terus berjalan kedepan, Mine memiliki badan yang sangat atletis dan bugar karena hobi nya yang tidak seperti wanita biasanya yaitu boxing dan main ke gym jadi selama ada dia Allya merasa sangat aman karena hanya laki laki bodoh yang berani menganggu dia apalagi jika dia terluka pasti seluruh pasukan di belakangnya akan menghajar orang itu habis habisan


Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak Mine memukul laki laki yang mencoba menganggu Allya


Mine mempunyai wajah yang imut dan rambut panjang warna pirang berponi dan makanan kesukaannya adalah coklat menurut nya tiada hari tanpa makan coklat


"Sudahlah daripada masalah menjadi semakin panjang," ucapnya

__ADS_1


__ADS_2