Cinta Atau Suka

Cinta Atau Suka
Baper!


__ADS_3

"Nih...," ucap Allya sambil menyodorkan dasi warna kuning itu


Dengan cepat Rafa memegang dua tangan Allya dan melingkarkan dasi itu di lehernya


"A apa yang...,"


"Kamu bisa pakai dasi kan?,"potong Rafa


"Oh kirain mau ngapain,"


"Emangnya menurut kamu saya mau ngapain,"


"Nggak nggak jadi,"


"Kok nggak jadi di jadiin dong,"


Allya berdesis dan dengan kuat menarik dasi itu hingga Rafa tercekik


"Uhuk...uhukkk... kamu mau bunuh saya,"


"Iya...," sahut Allya dengan wajah serius


"Ayo bunuh saja saya sekarang!!! saya rela kalau mati di tangan kamu,"


"Gombal nya nggak berbobot sama sekali,"


Rafa hanya terkekeh melihat Allya yang tengah ngambek


Allya memakaikan dasi itu sambil jinjit karena tubuh Rafa lebih tinggi dari nya ia ingin cepat cepat menjauhi pria ini karena setiap perbuatan dan perkataannya membuat dirinya bingung dengan perasaannya sendiri


Rafa tidak bisa mengalihkan pandangannya sebuah ciptaan tuhan yang sangat sempurna setiap detail wajah Allya dirinya sangat menyukainya


"Luka kamu sudah tidak apa apa?,"


"Sudah sembuh kok," jawabnya dengan judes


"Lain kali lebih hati hati lagi ya,"


Allya merasa senam jantung karena Rafa mengelus rambutnya dengan sangat halus hingga seluruh tubuhnya bisa mersakan detak jantungnya sendiri


Kadang kamu bisa manis kadang juga bisa membuat saya marah sebenarnya mau kamu apa si


Rafa berjinjit agar istrinya itu kesusahan benar saja Allya tidak bisa menyeimbangkan badannya ia terjatuh di dada bidang nya dan lebih parah nya lagi keningnya tepat di bibir suaminya dan


Sebuah bibir hangat menempel sempurna di keningnya lagi lagi ada gejolak aneh ditubuh Allya apalagi ia merasakan nafas yang teratur menerpa ujung kepalanya pikirannya melayang seketika


Rafa tidak siap dalam posisi ini namun jika ia bisa Rafa ingin menghentikan waktu agar ia bisa lebih lama di posisi ini


"Ma maaf," ucapnya sambil melepas pelukan dan ciuman nya


"Nggak apa apa," sahut Allya dengan malu malu sambil menyelipkan sejumput rambutnya ke samping telinganya sampai sekarang ia masih mersakan sensasi itu

__ADS_1


Setelah itu tidak ada percakapan panjang antara mereka hanya kalimat basa basi saja dan setelah selesai makan mereka pergi ke tempat mereka masing masing


------------


Allya duduk di kursi belakang ia sedang memainkan handphone baru nya ia tersenyum melihat isi kontak hanya ada satu nama disana yang membuat nya tertawa geli siapa lagi kalau bukan ulah suaminya "My Husband" dengan emot hati di samping kanan dan kirinya


Tidak terasa bangunan menjulang tinggi yang tidak bisa ia lihat selama dua hari terakhir ini terlihat di depan matanya


Jasmine dan Elsa tengah menunggu sahabatnya itu di depan pintu gerbang dekat dengan pos keamanan mereka sangat khawatir dengan kondisi sahabatnya yang tidak bisa di hubungi selama dua hari


"Eh ada eneng eneng cantik lagi nunggu temannya lagi neng?," sapa pak Wanto satpam disana


"Iya Pak," jawab jasmine


"Kita masuk dulu nanti kalau Allya berangkat pasti nyusulin kita," ujar Elsa


Jasmine terus mencoba menghubungi nomor Allya namun hasilnya tetap sama


"Bagaimana lo bisa tenang kaya gitu? sahabat lo udah nggak masuk kampus dua hari tanpa keterangan,"


"Gue khawatir,"


"Masa?,"


"Mau elo nunggu disini sampai kering sekalipun kalau Allya belum bisa berangkat ya percuma lebih baik kita doain aja biar Allya baik baik saja,"


Jasmine tercengang mendengar kata kata Elsa menurut nya ini adalah sebuah keajaiban


"Masa lo nggak inget nama gue kita udah temenan sejak SMA," sahut Elsa dengan wajah tanpa dosa


Jasmine merasa akhir akhir ini sikap sahabatnya itu sangat aneh kadang kadang akan menjadi orang sok bijak menjadi komedian bahkan ia bisa nangis nangis nggak jelas


"Jasmine Elsa kalian sedang apa di sini?," tanya Heru salah satu dosen muda di kampus nya


"Ini pak saya sedang nungguin Allya," sahut Jasmine


"Allya berangkat hari ini?,"


"Nggak tahu juga sih pak,"


"Bapak jadi khawatir nanti kalau Allya nggak masuk lagi kita jenguk ke rumahnya ya,"


"Iya pak kami juga berpikir begitu ya kan," kata Jasmine sambil menyikut Elsa


"Iya iya,"


Heru adalah salah satu dari sekian banyak laki laki yang mengagumi sosok Allya tidak ada orang yang bisa mengelak kecantikan Allya pria manapun pasti akan di buat jatuh cinta dalam sekali lihat dan tidak sedikit perempuan yang iri dan benci terhadap dirinya apalagi kalau bukan karena wajah cantik Allya dan apa jadinya jika mereka tahu kalau sosok yang sangat di puja puja itu sudah menikah pasti mereka akan melakukan masa berkabung bersama


Di dalam mobil Allya sudah tidak sabar bertemu dengan sahabat dan teman temannya lagi


"Berhenti disini saja Pak,"

__ADS_1


"Baik nyonya,"


Lagi lagi Allya merasa tidak nyaman dengan panggilan yang di berikan kepada dirinya


"Boleh saya minta satu permintaan?,"


"Tentu nyonya,"


"Nanti kalau di depan teman teman saya panggil saya Allya saja ya,"


"Maaf nyonya saya tidak bisa karena nyonya adalah majikan saya kalau saya panggil nona gimana?,"


"Nggak apa apa deh yang penting jangan nyonya,"


"Baik nyonya eh nona,"


Allya mengemasi barang bawaan nya tentu saja ia sudah memboyong seluruh harta benda miliknya tanpa ada yang tertinggal satu pun


Jasmine Elsa Heru dan pak satpam melihat ke arah mobil merk Alpart hitam itu yang berhenti tepat di hadapan mereka dan betapa terkejutnya mereka melihat siapa yang keluar dari mobil mewah itu


Allya sudah menyuruh Pak Slamet sopir nya untuk mencari mobil yang biasa saja namun apa mau di kata menurut Pak Slamet mobil paling biasa di garasi tuanya hanya mobil ini lainnya adalah koleksi mobil sport yang harganya begitu fantastis


"Haiii apa kabar!," ucapnya sambil melambaikan tangan


Tidak ada yang berbeda dari Allya wajahnya tetap cantik seperti biasa namun ada plester yang menempel di pelipis kirinya


"Allya!!! gue kangen," ujar jasmine sambil memeluk sahabatnya


"Udah udah gue nggak bisa napas ini,"


"Eh maaf abisnya elo nggak ada kabar dua hari ini gue kira lo kenapa napa," ucap khawatir Jasmin


Gue emang kenapa napa bahkan malah kanapa kenapa kenapa


"Iya gue ada acara keluarga dan hp gue hilang,"


Elsa dan Jasmin membuka mulutnya membentuk huruf O sambil mengangguk


"Lain kali kalau ada acara keluarga bilang ke saya biar teman teman kamu nggak khawatir," ucap Heru dengan gaya cool


"Iya pak maaf,"


"Sudah saya bilang panggil Heru saja biar lebih akrab,"


"Ehemm... kayaknya sebentar lagi kita ada matkul kita pamit dulu ya Pak," kata Jasmine ia sudah tahu kalau dosen itu naksir berat ke Allya namun Allya selalu menolak jika di ajak makan atau nonton tapi dosen itu tetap teguh dengan pendiriannya


Heru ingin menahan Allya namun karena teman temannya dengan cepat menarik Allya ia tidak bisa berkutik ia merasa sangat kesal sekali karena Allya selalu beralasan jika ia mengajak makan ia berpikir kalau dirinya cukup tampan walau agak tua karena tahun ini Heru berusia tiga puluh tahun


-----------


Di ruang kantor nya Rafa tengah di sibukkan dengan dokumen dokumen yang menumpuk karena ia tidak berangkat selama dua hari Rafa membuka jas nya dan meletakkan di belakang kursi kebanggaannya dan melonggarkan dasinya ia merasa sangat panas hari ini

__ADS_1


Seorang wanita seksi dengan pakaian super ketat berlenggak lenggok menembus ramainya kondisi kantor saat ini tidak ada seorang pun yang tidak melihat ke arah dirinya


__ADS_2