
Setelah kepergian Marvel. Aira di interogasi oleh sang Mama. Sang Mama bertanya padanya mengapa sampai bisa diantar pulang oleh Marvel.
"Ai, mengapa bisa di antar Marvel pulang nya,?" Tanya sang Mama.
"Kan tadi pak Marvel sudah menjelaskan pada Mama," jawab Aira karena memang tadi Marvel sudah menjelaskan pada sang Mama.
"Mama yakin pasti ada maksud dari Marvel ," Ucap sang Mama penuh kecurigaan pada Marvel.
"Iya Mama benar ," jawab Aira membenarkan apa sang di katakan oleh sang Mama.
"Apa dia masih mempunyai rasa padamu Ai?" Ucap sang Mama lagi .
"Ah ,tidak mungkin Ma," Kata Aira .
"Siapa tahu Ai, dia berusaha mendekati mu lagi!," Ujar sang Mama menerka.
"Tidak mungkin Mama sayang," Jawab Aira , tapi di dalam hatinya membenarkan ucapan sang Mama .
"Semoga saja ya Ai," Kata sang Mama berharap jika Marvel tidak mempunyai rasa lagi pada Aira. Karena beliau takut jika Aira akan tersakiti lagi .
"Iya Ma, kalau begitu Aira ke kamar dulu ya Ma? , Aira mau mandi dan ganti baju dulu," Ucap Aira meminta izin ke kamar untuk mandi dan ganti baju.
"Iya sayang," Ucap sang Mama.
Seusai meminta izin ke kamarnya , Aira langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke lantai atas di mana kamarnya berada.
sampainya dia kamar , Aira tidak langsung ke kamar mandi . Melainkan merebahkan sejenak tubuhnya di kasur empuknya. Dia menghadap langit-langit kamarnya. Dia kepikiran dengan apa yang di bicarakan oleh sang Mama. Jika Marvel ingin mendekatinya lagi. Dia berharap itu tidak akan terjadi , Walau di lubuk hatinya yang paling dalam dia masih memendam cinta untuk Marvel. Karena dia tidak ingin tersakiti lagi. Saat tengah melamun, Aira di kagetkan dengan dering telepon dari handphone nya yang menandakan jika ada panggilan telepon yang masuk. Lalu dia bergegas mengambil handphone nya dari dalam tas yang sebelumnya sudah dia letak kan di atas meja riasnya. Kemudian dia melihat ada nama Diana yang menelponnya , tidak berfikir dengan lama, Aira langsung mengangkat telepon dari Diana.
"Halo Na ?," Sapanya dari dalam telepon.
"Halo Ai, Kamu diterima apa tidak menjadi sekretaris Pak Marvel nya? ,"tanya Diana dari seberang telepon.
__ADS_1
"Iya Na, Aku di terima ,Maaf ya Aku lupa untuk mengabari mu!," jawab Aira meminta maaf pada Diana . Jika dia lupa untuk mengabari Diana kalau dia di terima menjadi sekretaris Marvel. Dari dalam telepon.
"Syukurlah Ai, semoga Kamu betah ya?," ucap Diana dari seberang telepon.
"Semoga ya Na,"jawab Aira dari sambungan telepon.
Dirasa sudah puas mengobrol sana sini dengan Diana dari telepon ,dan sambungan telepon nya sudah diakhiri. Aira berniat untuk mandi terlebih . Dia melangkahkan kaki jenjangnya menuju kamar mandi. Setelah sampai di kamar mandi Aira melepas semua baju yang melekat di tubuhnya , lalu dia berdiri di bawah pancuran shower. Aira memutuskan tidak berendam , Karena hari sudah mulai malam. Dia takut akan masuk angin jika berendam terlebih dahulu. Tidak butuh waktu dengan lama. Aira sudah selesai mandinya. Dia mengambil handuk yang sudah tersedia di gantungan kamar mandinya. Lalu dia melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar mandi dan langsung menuju lemari bajunya. Seusai berganti baju Aira merebahkan kembali tubuhnya di kasur empuknya. Dia ingin istirahat karena tubuhnya merasa lelah. Selang beberapa menit Aira sudah terlelap dalam tidurnya.
************
keesokan harinya.
Hari sudah berganti, Pagi ini Aira sudah berada di perusahaan Marvel. Dia sengaja berangkat pagi-pagi sekali. Tadi dia mendapat telepon dari Marvel untuk berangkat lebih pagi karena akan ada meeting. sebelumya Aira dan Marvel sudah bertukar nomor telepon. Agar Marvel gampang untuk menghubungi Aira.
Kini Aira sudah berada di ruangannya. Dia tengah mengecek jadwal Marvel untuk meeting. Saat tengah serius , Aira mendengar ketukan pintu dari luar ruangannya. Lalu dia bergegas untuk membukakan pintu untuk orang yang tengah mengetuk pintu ruangannya. Dan ternyata orang mengetuk ruangan Aira adalah Marvel.
"Pagi Ai?," sapa Marvel setelah pintunya di buka oleh Aira .
"Mari Ikut Saya pergi ke ruang meeting ?, karena sebentar lagi saya akan memulai meeting nya.!" ajak Marvel pada Aira . lalu dia melangkah mendahului Aira.
"Mari Pak," Jawab Aira dengan mengikuti langkah Marvel .
Tak butuh waktu lama, Mereka sudah sampai di ruangan meeting. Lalu Marvel duduk di tempatnya dan memulai meeting.
Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Meeting Nya pun telah selesai . Lalu Marvel membubarkan karyawan yang ikut meeting. Setelah membubarkan karyawan meeting . Marvel mengajak Aira untuk kembali keruangan masing-masing.
Saat di perjalanan menuju ruangannya , Aira mengingatkan Marvel jika nanti ada meeting dengan kliennya dari kota S sekitar pukul satu siang .
"Pak? ,nanti anda akan ada meeting dengan klien dari kota S di hotel **.." ujar Aira mengingatkan Marvel .
"Jam berapa meeting nya,?" jawab Marvel memberi pertanyaan pada Aira.
__ADS_1
"Sekitar pukul satu siang nant Pak!," jawab Aira.
"Ya sudah nanti Kamu siapkan semua keperluan meeting ya?," ujar Marvel pada Aira menyuruh untuk menyiapkan keperluan meeting .
"Siap Pak "jawab Aira dengan tegas.
Lalu mereka telah sampai di ruangan masing-masing. Di dalam ruangannya . Aira tengah menyiapkan keperluan untuk meeting nanti. Setelah semua sudah siap dia menyimpannya di atas meja kerjanya. Lalu dia mengecek berkas-berkas sebelum menyerahkan kepada Marvel. Setelah selesai mengeceknya , Aira menyerahkan berkas-berkas itu pada Marvel.
Di ruangan Marvel berada di sana Marvel tengah kedatangan kedua orang tuanya. Mereka sengaja berkunjung dan mengecek keadaan perusahaan Adiguna setelah di pimpin oleh Marvel. Saat tengah asyik berbincang. Mereka di fokuskan dengan ketukan pintu dari luar ruangan Marvel. Setelah itu Mamanya Marvel beranjak untuk membukakan pintu. Karena biasanya Marvel menyuruh orang yang mengetuk pintu ruangannya langsung masuk setelah mendengar sahutan darinya. Setelah pintunya terbuka , Mamanya Marvel terperangah dan terpesona dengan kecantikan orang yang mengetuk ruangan Marvel tersebut . Ternya yang datang adalah Aira.
"Maaf nyonya , apa Pak Marvel nya ada di ruangannya?," tanya Aira dengan gugup karena dia diperhatikan secara intens oleh Mamanya Marvel.
"Ada silahkan masuk," jawab Mamanya Marvel setelah sudah menguasai kesadarannya kembali.
" Baik nyonya."jawab Aira masih gugup .
Lalu mereka berjalan masuk ke dalam ruangan Marvel dengan Mamanya berada di depan Aira.
"Siapa yang datang Ma ?," tanya Marvel pada sang Mama.
"Itu ,"tunjuk sang Mama pada Aira .
"Oh Aira ya,?,"jawab Marvel.
"Iya Pak, Ini saya mau mengantarkan berkas yang perlu di tandatangani oleh Bapak," ucap Aira pada Marvel dengan menyerahkan berkas itu.
"Kamu taruh di meja kerja Saya saja ya?,"ucap Marvel meminta Aira untuk menaruh berkas-berkasnya di meja kerja karena dia tengah duduk di sofa.
"Baik Pak," jawab Aira dengan menurut.
Setelah itu Aira berpamitan untuk kembali ke ruangannya .
__ADS_1
Bersambung....