Cinta Dalam Diam Gadis SMA

Cinta Dalam Diam Gadis SMA
bab 65


__ADS_3

Sampainya di depan rumah Diana. Aira mematikan motornya. Lalu dia turun dari motor dan berjalan ke depan pintu rumah Diana. Aira menekan bel yang berada di pintu rumah Diana. Tidak lama menunggu pintu pun di buka dari dalam rumah.


"Selamat sore Bik? . Diana nya ada ?," tanya Aira pada art Diana yang membukakan pintu rumah Diana.


"Ada non, silahkan masuk !," jawab art Diana mempersilahkan Aira untuk masuk ke dalam rumah Diana.


"Baik Bik." Jawab Aira.


Setelah masuk ke dalam rumah Diana. Aira di persilahkan duduk di ruang tamu oleh art Diana.


"Silahkan duduk dulu Non, Saya akan memanggilkan Non Diana dulu di kamarnya," Ucap art Diana dengan sopan dan mempersilahkan Aira untuk duduk di ruang tamu .


"Iya Bik, terima kasih," jawab Aira berterima kasih.


Kemudian art Diana meninggalkan Aira di ruang tamu sendirian. Dia akan memanggil Diana di kamarnya dan akan membuatkan minum untuk Aira.


Tidak menunggu dengan lama , Diana datang menghampiri Aira setelah di beri tahu sang art jika ada tamu yang mencarinya.


"Ya ampun Ai, Aku kangen banget ke kamu?," Ucap Dian sambil berlari dan langsung memeluk Aira.


"Sama Na, Aku juga kangen banget ke kamu," Jawab Aira dengan membalas pelukan Diana. Lalu mengurai pelukannya dengan Diana.


Obrolan mereka ter jeda karena kedatangan art Diana yang membawakan minum serta satu piring camilan .


"Silahkan non," ucap art Diana dengan sopan sambil menghidangkan minuman dan satu piring camilan.


"Iya Bik, terima kasih ya?," Ucap Diana berterima kasih pada sang art .


" Iya non, sama-sama, kalau begitu bibi kembali ke belakang lagi ya non,"ucap art Diana setelah itu berlalu dari hadapan Diana dan Aira.


"Silahkan Bik," jawab Aira.


Setelah kepergian art Diana. Mereka melanjutkan obrolannya.


"Tumben Kamu berkunjung ke rumah ku?," tanya Diana pada Aira .


"Ya pingin mampir aja Na, Memangnya tidak boleh Aku ke rumahmu?," Jawab Aira dengan pura-pura merajuk.


"Tentu boleh dong, cuma tidak seperti biasanya kamu mampir kesini," ucap Diana merasa heran pada Aira.


"Sebenarnya , Aku ingin menanyakan kabar dari Marsel ke kamu Na, setelah kejadian itu Aku tidak pernah mendapat kabar Marsela sama sekali.," Ucap Aira dengan lirih.


"Mau ngapain kamu menanyakan kabar Marsela Ai?," bukannya menjawab pertanyaan Aira ,Diana malah bertanya.


"Ya pengen tahu aja kebar darinya Na,"jawab Aira.

__ADS_1


"Sebenarnya , sampai sekarang aku juga tidak tahu kabar dari Marsela Ai," Ujar Diana dengan jujur.


"Oh begitu ya Na,?" ucap Aira.


"Iya Ai, Apa kamu sudah memaafkan perbuatan Marsela ?," tanya Diana pada Aira.


"Aku suda memaafkannya dari dulu Na," jawab Aira dengan tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam.


"Jujur Kalau Aku masih geram dengan kelakuannya Ai, tapi jika kamu sudah memaafkan nya , Aku cuma berharap dia akan segera meminta maaf kepada Mu," ucap Diana.


"Kamu mau tidak mengantarkan Aku kerumah Marsela?," tanya Aira pada Diana.


"Buat apa Ai? seharusnya dia yang datang ke rumahmu untuk meminta maaf," jawab Diana.


"Aku mohon Na !, perasaan ku tidak enak ketika tadi tiba-tiba Aku teringat dengan Marsela," ucap Aira memohon pada Diana. Agar Diana mau mengantarkan dia kerumah Marsela.


Setelah berpikir sedikit lama, Akhirnya Diana mau untuk mengantar Aira kerumah Marsela.


"Baiklah Ai, memangnya kapan mau dia antar ke rumah Marsela nya,?" tanya Diana pada Aira.


"Hem ,rencananya aku mau mengajak Kamu menonton di bioskop hari Sabtu ini ,apa Kamu bisa Na? , Kalau bisa, setelah pulang dari nonton, bagaimana jika kita langsung kerumah Marsela?," tanya Aira pada Diana.


"Bisa Ai, kebetulan Aku tidak punya acara hari Sabtu nanti, baiklah kita kerumah Marsela nya setelah pulang dari nonton di bioskop," jawab Diana.


"Okey deal," ujar Aira sambil mengajak Diana untuk berjabat tangan.


"Nanti kita sama Kak Renata dan sahabatnya Na , Dia teman kantorku Kanti Aku kenalkan Kamu kepadanya ya?" Jawab Aira.


"Okey siap Aira," Ucap Diana.


Di tengah perbincangannya dengan Diana , Aira mendengar nada dering dari handphonenya. Lalu dia melihat ada nama sang Mama yang tertera di layar handphone nya , Tanpa berfikir dengan panjang Aira langsung mengangkat telepon dari sang Mama. Sang menelponnya Karen cemas dengan Aira karena hari sudah mulai malam Aira belum juga pulang. Aira bilang pada sang Mama jika dia tadi langsung ke rumah Diana , dia lupa tidak meminta izin terlebih dahulu kepada sang Mama. Aira juga berkata pada sang Mama jika dia akan bilang setengah jam lagi, Karena dia masih kangen dengan Diana, Dan sang Mama pun mengiyakannya saja.


Setelah panggilannya berakhir Aira melanjutkan perbincangannya dengan Diana.


"Na , tadi Pak Marvel memberiku setangkai bunga mawar merah ,"ucap Aira memulai obrolannya lagi .


"Iya kah?,"tanya Diana dengan penasaran.


"Iya Na, Tadi pagi pas Aku sampai di ruangan ku bekerja Aku melihat ada satu tangkai bunga di meja kerjaku Na, Dan itu dari pak Marvel. Aku takut baper dengan perlakuannya itu,"jawab Aira menceritakan pada Diana .


"Apa mungkin Pak Marvel masih menyimpan perasaan nya padamu Ai?,"ucap Diana setelah menyimak cerita dari Aira.


"Kayak nya tidak mungkin Na," ucap Aira tapi sebenarnya dalam hati dia membenarkan ucapan dari Diana.


"Mungkin saja Ai, Pak Marvel masih lajang Kamu pun juga masih lajang, Jika Kalian menjadi pasangan ya sah-sah saja Ai,"ujar Diana mendukung jika Aira dan Marvel akan menjadi pasangan nantinya.

__ADS_1


"Tapi Aku masih takut Na," jawab Aira dengan sendu.


"Iya juga sih, Semoga Pak Marvel tidak mudah percaya dengan omongan orang lain lagi ya Ai , dan dia akan menjadi pasanganmu," ucap Diana mendoakan.


"Kamu mendoakan aku, agar menjadi pasangan pak Marvel, lha kamu sendiri memangnya sudah punya pasangan,?," tanya Aira pada Diana.


" Hem , Sebenarnya Aku sudah mempunyai pasangan Ai, dan kita sudah mau tunangan Ai," jawab Diana dengan sedikit gugup.


"Ha Kapan Na?, Kamu kok tidak pernah cerita ke Aku sih Na?," tanya Aira sedikit merajuk.


"Aku lupa untuk menceritakannya ke kamu Ai,"Jawab Diana tertawa lepas saat melihat muka Aira yang di tekuk karena merajuk. Dan itu terlihat lucu bagi Diana.


"Ih kamu kok malah tertawa sih Na?," ujar Aira dengan cemberut .


"Habisnya Kamu kalau merajuk itu lucu Ai," ujar Diana masih tertawa.


"Hem.." jawab Aira hanya berdehem.


"Pertunangan ku di lakukan dua Minggu lagi Ai, terus nikah nya satu bulan setelah pertunangan ku," jawab Diana setelah dia puas menertawakan Aira.


"Cepat sekali Na, memangnya Kamu akan bertunangan sama siapa Na?, Apa Aku mengenal calon suami Kamu itu?,"ucap Aira memberi pertanyaan beruntun pada Diana .


"Kamu mengenalnya kok Ai,," jawab Diana dengan tersenyum.


"Siapa Na?," tanya Aira dengan penasaran.


"Kapan-kapan Aku ceritain ke Kamu deh," Ucap Diana .


"Baiklah Na, ," jawab Aira dengan pasrah.


"Sip Ai," ucap Dian.


"Kalau begitu aku pamit pulang dulu ya Na,?," ucap Aira karena hari sudah larut malam.


"Kamu tidak nginap saja di sini Ai?," jawab Diana memberi pertanyaan pada Aira .


"Kapan-kapan saja Na aku nginep di sini ya , Bay Na?, sampai ketemu nanti hari Sabtu?," Ucap Aira sambil cipika-cipiki dengan Diana .


"Baiklah Ai, Bay juga Ai," jawab Diana lalu mengantar Aira sampai depan rumahnya.


Setelah itu Aira keluar dari rumah Diana. Lalu dia menaiki motor nya dan menghidupkan motornya. Lalu dia menoleh ke arah Diana .


"Dadah Na," ucap Aira sambil melambaikan tangannya ke arah Diana.


"Dah Ai, hati-hati di jalan ya,?" jawab Diana membalas lambaian tangan dari Aira.

__ADS_1


Aira hanya menjawabnya dengan anggukan saja. Lalu dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju pulang kerumahnya...


Bersambung.....


__ADS_2