
Keesokan harinya adalah hari Minggu.
Pagi yang cerah di hari Minggu ini. Aira membuka kedua matanya lalu dia menyesuaikan diri dari sinar matahari yang menyilaukan matanya yang masuk dari sela-sela gorden jendela kamar. Setelah itu dia beranjak ke kamar mandi untuk cuci muka. Kemudian dia keluar kamarnya berjalan menuju halaman belakang rumahnya. Dia akan memulai hari ini dengan olahraga kecil-kecil di halaman belakang rumahnya. Setelah selesai berolahraga Aira menghampiri sang Mama yang tengah mengepel lantai , Lalu dia berinisiatif untuk menggantikan sang Mama .
"Ma. Mama Aira saja yang mengepel lantainya ?," ucap Aira meminta alat pel pada sang Mama.
"Ini Ai, Kalau begitu Mama masak saja ya?," ucap sang Mama sambil memberikan alat pel pada Aira.
"Okey Mam sayang," ucap Aira sambil mengacungkan jempolnya pada sang Mama.
Sang Mama yang melihat kelakuan Aira hanya tersenyum saja. Lalu beliau pergi meninggalkan Aira dan berjalan menuju dapur.
Beberapa menit kemudian. Aira telah selesai mengepel lantainya. Lalu dia menghampiri sang Mama yang tengah berada di dapur .
"Ma . Ada yang bisa Aira bantu?," tanya Aira pada sang Mama saat sampai di hadapan sang Mama.
"Tidak ada Ai, Mama sudah hampir selesai kok, Kamu peralatan masak yang kotor saja ya?," ucap sang Mama.
" Siap Mama," jawab Aira . Dia lalu berjalan menuju arah wastafel untuk mencuci peralat masak yang koto.
Saat tengah mencuci peralatan memasak. Sang Mama bertanya tentang Marsela. Karen kemarin Aira meminta izin pada sang Mama jika dia akan menonton film di bioskop sekaligus menemui Marsela.
"Ai ,gimana bertemunya dengan Marsela? ,"tanya sang Mama.
Aira yang mendengar pertanyaan sang Mama tentang Marsela pun menghentikan sejenak kegiatannya yang mencuci peralatan masak.
"Hem, Dia tengah berbaring lemah di rumah sakit Ma,"ucap Aira dengan sendu saat mengingat keadaan Marsela.
"Memangnya dia sakit apa Ai?," tanya sang Mama lagi .
"Dia pendarahan pasca melahirkan Ma," jawab Aira.
"Aira apa kamu sudah memaafkan Marsela atas perbuatanya dulu?," tanya sang Mama lagi. Memastikan.
__ADS_1
"Iya Ma, Aira sudah memaafkan Marsela. Malahan sudah dari dulu Ma," jawab Aira dengan yakin.
"Kamu memang baik sayang, Mama bangga padamu." Ucap sang Mama . Beliau merasa bangga dengan kebaikan Aira .
"Kan Mama pernah bilang sama Aira dulu waktu Aira masih SD, jika teman Aira melakukan kesalahan pada Aira . Aira harus memaafkannya walaupun kesalahan teman Aira sangat besar." Ucap Aira mengingat masa kecilnya dulu.
"Betul Kamu sayang," ucap sang Mama dengan berjalan menghampiri Aira . Lalu memeluk Aira.
Saat larut dalam berpelukan , Aira dan sang Mama di kagetkan dengan kehadiran sang Papa.
"Ekhem , Berpelukan tidak ajak-ajak ?,"ucap sang Papa mengagetkan Aira dan sang Mama.
"Ih Papa! bikin kaget aja,"ucap Mamanya Aira dengan mengurai pelukannya pada Aira.
"Iya ih Papa bikin kaget," ucap Aira juga.
"Lagian kalian asyik berpelukan berdua saja tidak ajak-ajak Papa. Memangnya kalian membahas apa sih ? . Sampai berpelukan segala," tanya sang Papa.
"Oh ,begitu ya?. Kamu memang baik banget sayang , padahal Marsela sudah jahat banget kepadamu., Papa bangga padamu sayang?" ucap sang Papa beliau juga merasa bangga dengan kebaikan Aira.
"Terimakasih Papa,"jawab Aira .
Setelah itu Aira melanjutkan untuk mencuci peralatan masak yang tertunda karena mengobrol dengan sang Mama dan sang Papa .
Lima menit kemudian Aira sudah selesai mencuci peralatan masaknya . Dia meminta izin pada sang Mama untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu di kamarnya . Setelah sang Mama mengiyakan Aira bergegas menuju ke lantai atas di mana kamarnya berada.
Sampainya di kamar , Aira terusik dengan bunyi notifikasi dari handphonenya pertanda adanya pesan wa masuk. Lalu Aira mengambil handphonenya dan melihat pesan wa itu. Dia kaget karena pesan itu dari Marvel. Isi pesan itu adalah Marvel akan segera datang kerumahnya untuk menjemput nya. Aira yang lupa jika ada janji dengan Marvel. Dia membulatkan kedua matanya. Dia merutuki kebodohannya itu karena lupa jika dia dan Marvel sudah janjian.
Setelah membalas pesan dari Marvel. Aira bergegas masuk kedalam kamar mandi. Dia akan mandi dengan cepat. Selesai mandi Aira memilih baju yang bagus untuk di pakainya . Pilihan Aira jatuh pada dress polos warna soft pink di padukan dengan sepatu sneaker senada dengan warna dari dress nya. Lalu Aira memakai makeup yang natural. Setelah memastikan penampilannya . Aira keluar dari kamarnya . Dia menuruni tangga menuju keberadaan sang Mama dan sang Papa berada.
"Kamu cantik banget sayang, memangnya akan ke mana?," tanya sang Mama pada Aira.
"Aira ada janji sama Pak Marvel Ma. Aira minta izin akan keluar sebentar bersama Pak Marvel?.. jawab Aira sekaligus meminta izin dengan suara yang lirih . Takut jika sang Mama akan marah karena dia akan pergi bersama Marvel .
__ADS_1
"Memang dia akan mengajak kmu ke mana Ai?" kini giliran sang Papa yang bertanya .
"Aira tidak tahu Pa, katanya pak Marvel akan mengajak Aira ke suatu tempat gitu aja.," jawab Aira dengan menunduk.
"Kamu tidak di beri tahu oleh Marvel Ai?,"
tanya sang Papa lagi.
"Tidak Pa," jawab Aira dengan lirih.
Sang Mama yang mendengar penuturan Aira pun hanya membuang nafas nya dengan kasar. Beliau tahu jika Marvel tengah berusaha mendekati Aira lagi.
"Baiklah. Mama dan Papa memberi izin Kamu untuk pergi bersama Marvel.," ucap sang Mama setelah lama diam , akhirnya membuka suaranya.
"Terimakasih Ma," jawab Aira merasa lega.
"Iya sama-sama,"jawab sang Mama.
Kemudian Aira dan kedua orang tuanya mengobrol santai . Sampai terusik dengan ketukan dari luar pintu rumah Aira. Lalu Aira bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu rumahnya untuk membukakan pintu tamunya.
Ternyata tamunya adalah Marvel yang tengah menjemput Aira.
"Silahkan masuk dulu Pak," ucap Aira setelah membukakan pintu untuk Marvel.
"I-ya Ai,"jawab Marvel dengan sedikit gugup karena melihat penampilan Aira yang sangat cantik.
Sampainya di dalam rumah. Aira mempersilahkan Marvel untuk duduk di sofa ruang tamu nya .Dia juga menyuruh Marvel untuk menunggunya sebentar . Karena dia akan memanggil kedua orang tuanya terlebih dahulu.
Tak butuh waktu lama . Aira sudah kembali menemui Marvel dengan kedua orangtuanya. Setelah itu Marvel meminta izin kepada kedua orang tua Aira. Jika dia akan mengajak Aira untuk pergi ke suatu tempat. Mama dan Papa Aira pun memberi izin dengan catatan tidak boleh pulang terlalu malam.
Setelah mendapatkan izin. Aira dan Marvel keluar dari rumah Aira. Lalu Marvel mengajak Aira untuk masuk ke dalam mobilnya. Setelah memastikan sabuk pengaman yang di pakai Aira sudah terpasang dengan sempurna. Marvel menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.....
Bersambung......
__ADS_1