Cinta Dalam Diam Gadis SMA

Cinta Dalam Diam Gadis SMA
bab 71


__ADS_3

Sore harinya.


Waktu menunjukkan pukul empat sore. Aira bergegas membereskan alat kerjanya. Karena sekarang waktunya untuk pulang dari bekerja. Setelah membereskan alat kerjanya. Aira keluar dari ruangannya. Saat sudah di luar ruangan nya . Aira heran saat melihat ruangan Marvel. Ruangan Marvel tampak kosong Aira juga tidak melihat keberadaan Marvel dari tadi. Setelah Marvel melamarnya tadi pagi. Aira menduga jika Marvel marah padanya.


"Kemana ya Pak Marvel, dari tadi Aku tidak melihatnya sama sekali," tanya Aira pada dirinya sendiri.


"Mungkin dia kecewa belum mendapatkan jawaban dariku," jawabnya sendiri.


Dengan hati yang gundah. Aira melangkahkan kakinya meninggalkan ruang kerjanya. Dia menaiki lift khusus untuk karyawan .


Setelah sampai di luar gedung perusahaan Adiguna group. Aira menaiki motornya dan menjalankan motornya meninggalkan gedung perusahaan Adiguna group.


Kurang dari satu jam Aira telah sampai di rumahnya. Dia masuk ke dalam rumahnya dan di sambut oleh sang Mama.


"Capek ya?," tanya sang Mama saat melihat wajah capek Aira.


"Sedikit Ma," jawab Aira .


"Sana mandi dulu ! , biar hilang capeknya," titah sang Mama.


"Iya Ma. Aira ke kamar dulu ya?," ucap Aira pada sang Mama.


"Iya sayang ," jawab sang Mama.


Kemudian Aira meninggalkan sang Mama. Dia berjalan ke kamarnya dengan menaiki tangga.


Sampainya di kamar Aira langsung mandi dan ganti baju. Setelah itu dia merebahkan tubuhnya sejenak di atas kasur.


Aira mendengar ada notifikasi dari handphonenya. Ternyata ada pesan masuk dari Diana . Diana mengabarkan pada Aira jika dia akan kerumah Aira untuk mengantarkan undangan pertunangannya. Setelah membalas pesan dari Diana. Lalu Aira memutuskan untuk menunggu Diana di teras rumahnya.


Tidak lama Aira duduk di teras rumahnya. Diana telah datang sendirian.


"Sudah lama menunggu ya?" tanya Diana pada Aira setelah menghampiri Aira.


"Enggak kok. Aku baru saja duduk disini," jawab Aira .


"Ya sudah Ai, ini undangan dari ku!," ucap Diana. Lalu dia menyodorkan dua buah undangan pada Aira.


"Kok ada dua Na,?" tanya Aira pada Diana . Karena undangan dari Diana ada dua.


"Satunya undangan dari Mama dan Papaku untuk Om dan Tante," jawab Diana.


"Oh begitu ya?," ujar Aira.


"Iya Ai," jawab Diana.


"Na. Katanya Kamu akan cerita tentang Kamu dan Kak Niko,?" tanya Aira.


"Begini Ai. Dulu waktu di Sebuah pusat pembelanjaan. Aku bertemu dengan Kak Niko . Di sana Kami saling bertukar nomor telepon. Lalu kita semakin dekat dan memutuskan untuk menjadi pasangan kekasih," jawab Diana menceritakan pada Aira .


"Oh begitu ya,?," ucap Aira.


"Iya Ai, waktu itu Kak Niko baru pulang dari luar negeri, Kak Niko juga tidak tahu jika Pak Marvel batal nikah sama Marsela, Lalu Aku ceritain saja semuanya pada Kak Niko," jawab Diana panjang lebar.


"Apa Pak Marvel tahu jika kamu dan Kak Niko menjadi pasangan kekasih dan akan melangsungkan pertunangan?," tanya Aira .


"Tidak tahu Ai, Karena Kak Niko belum pernah menemui Pak Marvel setelah kembali dari luar negeri," jawab Diana.


"Rencananya Kak Niko akan berkunjung sekaligus memberi undangan ke Pak Marvel," ucap Diana lagi.

__ADS_1


"Oh begitu ya Na.,"ucap Aira dengan manggut-manggut.


"Iya Aira ," kata Diana .


Aira memutuskan untuk menceritakan pada Diana jika Marvel mengungkapkan perasaan padanya dan juga melamarnya.


"Na kita masuk kedalam rumah dulu yuk?, ada yang ingin aku ceritakan ke Kamu.," ajak Aira .


"Okey ," jawab Diana.


Lalu Mereka berdua memasuki rumah Aira dengan beriringan.


"Kamu duduk dulu ya?, Aku akan buatkan minum dulu. Sampai lupa untuk membuatkan kamu minum," ucap Aira berlalu ke dapur dia akan membuatkan minum untuk Diana.


Lima menit kemudian Aira sudah kembali menemui Diana lagi. Dengan membawa nampan berisikan dua gelas teh hangat beserta satu piring camilan.


"Ini Na. di minum dulu!," titah Aira pada Diana sambil menyodorkan satu gelas teh hangat.


"Terima kasih Ai" ucap Diana berterima kasih.


"Memangnya kamu bercerita apa?," tanya Diana penasaran.


"Sebenarnya tadi pagi. Pak Marvel mengungkapkan perasaannya pada Ku Na," ucap Aira menggantung .


"Terus," Kata Diana .


"Dia juga melamar ku ,"ucap Aira .


"Apa Kamu menerimanya,?" tanya Diana.


"Aku belum memberi jawaban pada Pak Marvel Na . Dia memberikan waktu satu Minggu pada Ku untuk memikirkannya dan memberi jawaban padanya," ucap Aira .


"Kamu benar Na, tapi Aku masih bingung , Aku takut jika Pak Marvel akan menyakitiku," jawab Aira membenarkan ucapan Diana.


"Mama merestui jika kamu menerima lamaran dari Marvel.," Ucap sang Mama dengan tiba-tiba lalu beliau menghampiri Aira dan Diana . Setelah menguping pembicaraan Aira sama Diana.


"Mama serius?,"ucap Aira.


"Iya sayang Mama serius, Tadi Marvel dan kedua orangtuanya datang kesini untuk melamar Kamu, Mama melihat ada ketulusan pada mata Marvel saat mengutarakan niatnya untuk melamar mu," jawab sang Mama.


"Apa?, Pak Marvel dan orangtuanya sudah melamar Aira secara langsung pada Mama dan Papa,"ucap Aira terkejut.


"Iya sayang," Jawab sang Mama.


"Kok pak Marvel tidak bilang ke Aira ya Ma?," ucap Aira pada sang mama.


"Mungkin Marvel belum sempat bilang ke Kamu Ai" ucap Dian menimpali.


"Iya sayang Diana benar, Mama berharap Kamu menerima Marvel sayang," ucap Mamanya Aira membenarkan Diana.


"Baiklah Aira akan menerima Pak Marvel, tapi sesuai kesepakatan jika Aira akan memberi jawaban pada pak Marvel Minggu depan,"jawab Aira dengan tersenyum.


Diana dan sang Mama merasa lega setelah mendengarkan penuturan dari Aira.


"Begitu dong Ai,"ucap Diana pada Aira.


"Iya Na,"jawab Aira .


"Mama sebentar lagi akan punya mantu nih. Ternyata putri kecil Mama sudah dewasa.," ucap sang Mama menggoda Aira.

__ADS_1


"Ah . Mama bisa aja,"ucap Aira dengan malu.


Diana yang melihat interaksi antara Aira dan Mamanya hanya tersenyum. Dia juga merasakan kebahagiaan yang Aira rasakan.


Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang. Diana memutuskan untuk pulang dari rumah Aira .


****


Di apartemen Marvel.


Setelah pulang dari rumah Aira tadi . Marvel memutuskan pulang ke apartemen nya. Dari pintu apartemen Marvel terdengar bel pintu berbunyi. Lalu Marvel bergegas membukakan pintu untuk tamunya. Dia terkejut dengan kedatangan Niko ke apartemen nya.


"Apa kabar bro?, Lama tidak bertemu," sapa Niko pada Marvel.


"Kabarku baik-baik saja, Kamu kapan balik dari luar negeri?," jawab Marvel. Setelah sadar dari terkejutnya.


"Aku sudah balik dari luar negeri selama satu tahun yang lalu," jawab Niko dengan cengengesan.


"Kok Kamu tidak pernah mengabari ku?," tanya Marvel lagi.


"Maaf Bro . aku sangat sibuk selama satu tahun ini," ucap Niko penuh dengan sesal.


"Begitu ya, udah tidak papa, tidak perlu meminta maaf." ucap Marvel memakluminya.


"Ayo masuk dulu ?, tidak enak jika mengobrol sambil berdiri.,"ajak Marvel lalu masuk ke dalam apartemen nya.


"Baiklah Bro,"jawab Niko mengikuti Marvel masuk ke dalam apartemen Marvel.


Marvel mempersilahkan Niko untuk duduk di atas sofa setelah sampai di dalam apartemen nya. Lalu Niko mengutarakan niatnya untuk mengundang Marvel di acara pertunangannya dengan Diana.


"Bro ini undangan buat Mu,"ucap Niko sambil menyodorkan sebuah undangan pada Marvel.


"Ini undangan apa,?" tanya Marvel pada Niko setelah menerima undangan itu dari sodoran Niko.


"Itu undangan pertunangan Ku dengan Diana.," jawab Niko.


"Jadi Kamu akan bertunangan dengan Diana?," ucap Marvel sedikit terkejut.


"Iya Bro datang ya?," ucap Niko penuh harap .


"Pasti Bro ," jawab Marvel .


"Maaf Ya Bro, di saat keterpurukan mu Aku tidak ada untuk Mu," ucap Niko penuh penyesalan.


"Tidak masalah Bro," jawab Marvel dengan tersenyum agar Niko tidak menyesal lagi.


"Iya Bro," ucap Niko.


Mereka berbincang banyak tentang kehidupan sehari hari Mereka. Juga tentang seputar pekerjaan.


Setelah puas berbincang-bincang dengan Marvel . Niko memutuskan untuk pulang.


"Bro Aku pulang dulu ya?, kapan-kapan kita ketemu lagi. Habis ini Aku masih ada urusan,"ucap Niko berpamitan pada Marvel.


"Iya Bro. Hati-hati di jalan ya?," jawab Marvel.


"Iya Bro," ucap Niko mengiyakan. Setelah itu Niko meninggalkan Marvel sendiri di apartemen nya.


Marvel memutuskan untuk beristirahat setelah kepergian Niko dari apartemen nya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2