
Dalam perjalanan Marvel mencoba mengajak Aira untuk mengobrol. Dia merasa bosan jika ada keheningan di dalam mobil. Dia menanyakan pada Aira ada janji sama siapa saat hari Sabtu kemaren.
"Kemaren ada janji sama siapa?," tanya Marvel pada Aira mencairkan suasana. Dia merasa penasaran sama siapa Aira ada janji.
"Ada janji sama Kak Renata dan Diana untuk menonton film di bioskop," jawab Aira dengan jujur.
Marvel yang mendengarkan jawaban Aira dia merasa lega, karen Aira tidak janjian sama laki-laki.
"Oh , memangnya menonton film apa?," tanya Marvel.
"em, film romantis ,"jawab Aira dengan wajah yang bersemu merah , karena dia mengingat adegan dewasa yang di lihatnya dalam film romantis kemaren di bioskop.
"Kenapa pipi dengan pipi Mu?, Kamu sakit ya sampai pipimu merah begitu?," tanya Marvel khawatir dengan Aira , Karen dia melihat pipi Aira yang memerah.
"Ha , Aku enggak sakit kok Pak, mungkin cuma kepanasan saja," jawab Aira sedikit berbohong pada Marvel , karena tidak mungkin bagi Aira untuk jujur pada Marvel.
"Ya sudah kalau begitu," ucap Marvel merasa lega.
"Memangnya Kita akan kemana Pak?," tanya Aira mengalihkan pembicaraan nya agar Marvel tidak curiga terhadapnya.
"Ada deh. Sebentar lagi juga sampai.," Jawab Marvel ambigu.
Aira yang mendengar jawaban Marvel hanya mengeluarkan nafasnya dengan kasar .
Seperti yang di ucapkan Marvel , kini mereka telah sampai ke tempat yang di tujukan oleh Marvel. Ternyata tempat itu adalah danau buatan yang sangat indah yang terletak di tengah perkotaan.
Aira yang melihat danau itu. Dia merasa takjub akan keindahannya.
"Wah dan danaunya indah sekali," ucap Aira pada Marvel.
__ADS_1
"Iya sangat indah, apa kamu suka dengan danaunya.? ," tanya Marvel dengan tersenyum manis pada Aira.
Aira menolehkan wajahnya ke arah Marvel. Lalu dia menjawab pertanyaan dari Marvel
"Iya , Saya sangat suka dengan danaunya," Jawab Aira sambil membalas senyuman dari Marvel .
"Syukurlah jika Kamu suka," ucap Marvel .
"Memangnya Bapak tahu tempat ini dari kapan?," tanya Aira pada Marvel.
"Dulu waktu Saya sedang meeting di daerah dekat sini , Saya menemukan danau ini. Danau ini membuat Saya tenang . Saat Saya mulai penat dan jenuh kerena pekerjaan," jawab Marvel bercerita.
"Oh begitu ya Pak , Lantas siapa saja yang pernah Bapak aja ke danau ini?," tanya Aira dengan penasaran.
"Hanya Kamu dan Arya saja yang pernah Saya ajak ke danau ini,"jawab Marvel dengan jujur. Dalam hati Marvel tersenyum senang . Karena Aira penasaran dia pernah mengajak siapa saja ke danau ini.
"Iya Aira.," jawab Marvel meyakinkan.
"Baiklah Pak," ucap Aira percaya dengan Marvel.
Setelah itu tidak ada percakapan antara Aira dan Marvel . Mereka tengah larut dengan keindahan danau buatan itu.
Saat takjub dengan keindahan danau buatan itu , Aira penasaran apakah Marvel sudah memaafkan Marsela apa belum , jadi dia mencoba bertanya pada Marvel.
"Pak. Bolehkah Saya bertanya?," ucap Aira dengan takut-takut.
"Silahkan Ai. Memangnya Kamu akan bertanya soal apa,?" tanya Marvel.
"Apa Bapak masih mempunyai perasaan terhadap Marsela?" tanya Aira pada Marvel dengan penasaran.
__ADS_1
"Kok Kamu tanya begitu Ai,? Perasaan Saya terhadapnya sudah hilang saat dia mengkhianati Saya," jawab Marvel.
Aira yang mendengar penuturan Marvel dia merasa lega, Jujur dia mulai tertarik lagi pada Marvel. Tapi dia menyembunyikan ketertarikannya itu dari semua orang.
"Apa Bapak akan memaafkan semua perbuatan Marsel?, jika suatu saat Marsela meminta maaf pada Bapak." tanya Aira lagi. Setelah dia diam untu beberapa menit.
Marvel hanya diam saja saat mendengar pertanyaan dari Aira. Dia jadi teringat kejadian empat tahun silam saat dia di khianati oleh Marsela. Setelah menghempaskan nafasnya dengan kasar Marvel pun menjawab pertanyaan dari Aira.
"Sebenarnya Saya masih sakit hati dengannya Ai. Tapi Saya akan mencoba memaafkannya jika suatu hari dia meminta maaf pada Saya," jawab Marvel .
"Syukurlah Pak, Marsela tengah di rawat di rumah sakit Pak," ucap Aira dengan menunduk.
"Ha kok bisa. Memangnya dia sakit apa?, beberapa waktu lalu Saya dan Arya pernah bertemu dia di setopan lampu merah. Dia tengah berboncengan dengan seorang laki-laki," ucap Marvel merasa penasaran.
"Marsela mengalami pendarahan pasca melahirkan Pak, laki-laki yang Bapak maksud itu mungkin suami Marsela Pak." Ucap Aira sedikit sendu.
"Mungkin Ya? ," jawab Marvel.
"Iya Pak , Apa Bapak mau menjenguk Marsela?," tanya Aira lagi.
"Kapan-kapan Saja Ai, Saya masih belum siap ketemu dia sekarang.," jawab Marvel.
"Baiklah Pak, " jawab Aira dengan pasrah . Karena tidak mungkin jika dia memaksa Marvel untuk menjenguk Marsela.
Puas dengan menikmati keindahan dari danau buatan itu . Marvel mengajak Aira untuk makan di terlebih dahulu sebelum pulang tempat makan kaki lima yang berada di pinggir danau buatan itu.
Setelah selesai makan. Marvel langsung mengantarkan Aira untuk pulang . Dia juga tidak lupa membelikan oleh-oleh untuk berikan kepada kedua orang tua Aira. ...
Bersambung....
__ADS_1