
Dia Minggu sudah Aira bekerja sebagai sekretaris Marvel. Selama itu pula Marvel sering memberi perhatian-perhatian kecil terhadap Aira. Marvel sering memberi bunga terkadang juga coklat kepada Aira.
Seperti pagi ini Aira sudah di kejutkan dengan banyaknya bingkai bunga mawar merah di dalam ruangan kerjanya. Dia sudah menebak jika bunga-bunga itu berasal dari Marvel. Namun ada satu bunga yang mencuri perhatian nya. Bingkai bunga itu berukuran paling besar dari bingkai bunga lainya.
Di bunga itu terdapat sebuah surat yang terselip di dalamnya. Lalu Aira mengambil surat itu dan membukanya. Kemudian Aira membaca tulisan yang terdapat di surat itu. Dia membulatkan kedua matanya setelah dia membaca tulisan yang dari surat itu. Surat itu bertuliskan ajakan menikah dari Marvel dan ungkapan perasaan Marvel pada Aira. Aira termenung setelah membaca isi surat dari Marvel. Aira bingung dan melamun harus bagaimana .Disisi lain Aira sudah mempunyai perasaan lagi pada Marvel dan di sisi lain dia juga takut akan tersakiti.
Saat tengah dalam lamunannya. Aira di kagetkan dengan bariton Marvel yang datang menghampirinya dari arah kamar mandi.
"Bagaimana ?. Apa kamu mau menikah dengan Saya?, Jujur Saya mulai mencintai Kamu kembali." tanya Marvel pada Aira. Dia mengulang kata yang terdapat di surat itu. Dia juga mengungkapkan perasaanya .
Aira mendengarkan ajakan Marvel untuk menikah dan mengakui perasaannya terhadapnya, dia hanya diam saja. Dalam hatinya dia merasa bahagia atas ungkapan perasaan Marvel padanya. Tapi dia masih bingung akan menjawab apa.
Marvel yang tidak sabar mendengar jawaban dari Aira. Dia langsung bilang pada Aira.
"Jika kamu belum siap menjawabnya sekarang Saya beri kamu waktu selama satu Minggu untuk memikirkannya terlebih dahulu! ," ucap Marvel dengan sedikit kecewa.
"Iya Pak , Dalam satu Minggu ini Saya akan memikirkannya , jawaban apa yang akan saya berikan pada Bapak..,"jawab Aira
"Baiklah, kalau begitu Saya akan kembali ke ruangan saya , permisi."jawab Marvel dan berlalu meninggalkan Aira di ruangannya sendirian.
"Iya Pak,"ucap Aira .
Aira merasa sedih saat melihat kekecewaan dalam wajah Marvel. Tidak mau larut dalam kesedihan Aira menyibukkan diri dengan memulai pekerjaannya. Dia juga memindahkan dulu bunga-bunga yang memenuhi meja kerjanya. Lalu dia mencoba fokus dalam bekerja.
*********
Di ruangan Marvel.
Setelah kembali dari ruangan Aira . Marvel langsung duduk di bangku kerjanya. Dia merasa takut jika nanti Aira menolak lamarannya. Dia jug tidak sabar saat akan mendengar jawaban dari Aira satu Minggu lagi. Tidak mau larut dalam kegundahan hatinya . Marvel mencoba menyibukkan diri untuk bekerja. Tapi Marvel tidak bisa fokus untuk melanjutkan pekerjaannya. Marvel memutuskan untuk keluar dari ruangnya. Dia akan menghampiri Arya untuk bercerita tentang kegundahan hatinya. Tapi saat di perjalan menuju ruangan Arya Marvel berpapasan dengan kedua orang tuanya yang akan menemunya.
"Lho Vel. Kamu akan kemana?," tanya Mamanya Marvel saat bertemu dengan Marvel.
"Aku akan keruangan Arya Ma," jawab Marvel.
"Mama dan Papa akan ke ruangan Mu Vel , ada yang ingi Kami bicarakan kepada mu!," ucap sang Papa.
"Kalau begitu, Aku keruangan nya Arya nanti saja Ma.Pa .,"jawab Marvel.
"Iya Vel,"ucap keduanya berbarengan.
Kemudian berjalan kembali menuju ke ruangan Marvel.
Sampainya di ruangannya . Marvel mengajak kedua orang tuanya untuk mengobrol di sofa.
"Memangnya Papa dan Mama akan membicarakan soal apa?," tanya Marvel pada kedua orang tuanya.
"Begini Vel, Mama dan Papa berencana akan melamar Aira untuk Mu, apa Kamu setuju dengan rencana Kita berdua ini?," jawab sang Papa lalu bertanya pada Marvel.
"Iya Vel , apa Kamu setuju dengan rencana Kita?," kini giliran sang Mama.
__ADS_1
Marvel yang mendengar rencana dari kedua orang tuanya hanya menghempaskan nafasnya dengan kasar.
"Tapi Ma. Pa. Tadi Marvel sudah mengungkapkan perasaan Marvel pada Aira sekaligus melamarnya juga,"ucap Marvel dengan sendu.
Sang Mama yang melihat wajah sendu Marvel . Beliau merasa taku jika Marvel di tolak oleh Aira .
"Terus jawab Aira apa Vel?" tanya sang Mama dengan penasaran.
"Dia . Marvel bersi waktu satu Minggu untuk memikirkannya Ma, doa kan Marvel agar di terima oleh Aira ya Ma?," ucap Marvel meminta di doakan oleh sang Mama.
"Itu pasti Vel, Mama dan Papa juga berencana melamar Aira secara diam-diam Vel , Kita akan melamarnya secara langsung kepada kedua orangtuanya.,"ucap sang Mama.
"Iya Vel. Mama mu benar Kita berdua akan melamarnya langsung ke Adrian dan Sania.,"ucap sang Papa meyakinkan.
"Baiklah ," ucap Marvel menyetujui rencana kedua orang tuanya.
"Kalau begitu , mari kerumah Aira sekarang. ? , "ucap sang Mama dan di anggukin sang Papa.
"Memangnya harus sekarang Ma?" tanya Marvel Marvel pada sang Mama.
"Iya sekarang Vel ! , lebih cepat lebih baik kan,"ucap sang Mama.
"Apa kamu masih sibuk sekarang?," tanya Papanya.
"Ya enggak sih Pa," Jawab Marvel.
"Ya sudah mari kita kerumah Aira?.," ajak Papanya.
"Baiklah,"jawab sang Papa.
Seusai mendapat jawab dari Papanya. Marvel langsung menghubungi Arya. Dia bilang pada Arya jika nanti ada klien yang mencarinya Arya di suruh bilang jika Marvel ada keperluan mendadak.
Setelah menghubungi Arya . Marvel dan kedua orang tuanya pergi meninggalkan perusahaan Adiguna group.
Hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam . Marvel dan kedua orangtuanya sudah sampai di rumah Aira. Mereka keluar dari mobil. Lalu berjalan menuju pintu rumah Aira. kemudian Marvel mengetuk pintu rumah Aira . Setelah itu pintu pun dibuka dari dalam oleh Mamanya Aira ketika mendengar ketukan pintu.
"Mbak Soraya, Pak Davin silahkan masuk!," ucap Mamanya Aira mempersilahkan tamunya untuk masuk.
"Ada Pak Marvel juga,?"ucap Mamanya Aira masih memangil Marvel dengan sebutan Pak pada Marvel.
"Iya Bu,"jawab Marvel.
Kemudian mereka masuk ke dalam rumah Aira.
"Silahkan duduk dulu ya,? Saya akan memanggilkan suami Saya terlebih dulu," ucap Mamanya Aira pada tamunya. Kebetulan Papanya Aira lagi libur dari bekerja menjadi PNS.
"Iya San,"jawab Mamanya marvel.
Tidak menunggu dengan lama . Mamanya Aira sudah kembali dan di ikuti oleh Papanya Aira. Tidak lupa Mamanya Aira membawa nampan berisikan lima gelas teh hangat beserta dua piring bolu kukus.
__ADS_1
"Apak kabar Rian?,tanya Papanya Marvel pada Papanya Aira .
"Kabarku baik-baik saja Vin, Kamu sendiri bagaimana?, ngomong-ngomong ada keperluan apa Kamu sekeluarga berkunjung ke sini?,"tanya balik Papanya Aira.
"Kabarku juga baik-baik saja yan, kedatangan ku kesini bertujuan untuk melamar putrimu untuk anakku Marvel Bagaiman Yan? apa kamu menerima lamaran putraku untuk putrimu.?," jawab Papanya Marvel tanpa basa-basi.
"Begini Vin, Semua keputusan ada pada putriku Aira." Jawab Papanya Aira.
"Tapi Kamu merestuinya kan Yan ? , jika putrimu menerima lamaran dari Marvel.
"Iya aku akan merestuinya,"jawab Papanya Aira.
"Bagaimana dengan Mu San,?" tanya Mamanya Marvel pada Mamanya Aira.
"Sebenarnya aku masih takut jika Aira di sakiti oleh pak Marvel., tapi jika Pak Marvel berjanji pada Ku. Tidak akan pernah menyakiti Aira pasti Aku akan memberikan restu untuk menikah dengan putriku," jawab Mamanya Aira dengan jujur.
Marvel yang mendengar penuturan dari Mamanya Aira . Dia merasa lega kerena telah mendapat lampu hijau dari kedua orang tua Aira .
"Saya berjanji tidak akan pernah menyakiti Aira Bu. Karen Saya sangat mencintai Aira," jawab Marvel penuh keyakinan. Mamanya Aira yang melihat ke jujuran dari kedua mata Marvel . Beliau pun menerima lamaran Marvel untuk putrinya Aira. Karena beliau juga tahu jika Aira sudah memiliki perasaan lagi pada Marvel.
"Baiklah, Saya merestui anda untuk menikahi putri Saya," Ucap Mamanya Aira masih menggunakan kata formal pada Marvel .
Marvel sangat bahagia setelah mendengar ucapan dari Mamanya Aira .
"Jangan terlalu formal dengan calon mantu sendiri,"ucap Mamanya Marvel dengan menahan tawa.
"Sudah kebiasaan dari dulu Mbak,"jawab Mamanya Aira dengan tersenyum.
"Jadi apa rencana selanjutnya?, apa tunangan dulu atau langsung menikah?," tanya Papanya Aira pada calon menantunya.
"Saya akan langsung menikahi Aira saja om, jika dia sudah menjawab lamaran saya.," jawab Marvel dengan mantap.
"Memangnya Kamu sudah mengutarakan niatmu ini kepada Aira.,"tanya Papanya Aira lagi.
"Sudah Om , tadi waktu di perusahaan . Tapi saya memberi waktu dia selama satu Minggu untuk memikirkannya terlebih dahulu dan memberi jawaban kepada Saya.," ucap Marvel.
"Baiklah , Aku yakin putriku akan menerimamu ," ucap Papanya Aira dengan yakin.
"Semoga saja ya Om,"jawab Marvel dengan tersenyum.
"Kalau begitu Kita pamit pulang dulu ya Yan?," ucap Papanya Marvel berpamitan.
"Lho kalian tidak makan siang terlebih dahulu disini?,"tanya Mamanya Aira.
"Kapan-kapan saja San, sebentar lagi kita masih ada urusan . Terima kasih ya ? atas tawarannya.," jawab Mamanya menolah dengan halus.
"Baiklah . Kalau begitu kalian hati-hati di jalan ya?," ucap Mamanya Aira.
"Iya San. Sampai ketemu lagi,"jawab Mamanya Marvel.
__ADS_1
Setelah berpamitan. Marvel dan kedua orangtuanya pergi meninggalkan rumah Aira.
Bersambung......