
Pagi itu tak terasa satu minggu setelah festival kuliner berlalu,setelah 3 hari Full Dinda membuat dan menyiapkan segala sesuatu untuk festival yang berjalan dengan lancar hari ini Dinda meminta ijin untuk datang terlambat karna Dinda merasakan sesikit tidak enak badan.Mungkin ia kelelahan karna hampir 2 minggu Dinda tidak libur kalaupun Dinda di beri libur dia menggunakannya untuk mempersiapkan bahan- bahan kue yang dipergunakan pada saat festival.Seperti hari ini pagi-pagi ketika ia bangun dari tidur untuk menunaikan ibadah sholat shubuh Dinda merasakan kepalanya sedikit pusing dan badannya sedikit panas Dinda berjalan sempoyongan menuju kamar mandi hari ini ia kesiangan biasanya begitu azan Shubuh berkumandang Dinda langsung bangun dan langsung menunaikan ibadah Sholat shubuh tp hari ini ia sedikit terlambat setelah Shinta dan Lia bersiap -Siap untuk berangkat Ke toko Dinda baru bangun ketika Shinta melihat Dinda jalannya sempoyongan ia pun bertanya.
" Din kamu nggak papa..?? tanya Shinta
" iya mbak Aku sesikit Pusing!" jawab Dinda
Shinta pun memegang dahi shinta dengan tangannya.
" au.. dahi kamu panas banget Din!"
"Kamu demam, udah kamu istirahat dulu.."!Seru Shinta lagi
" Iya mbak ni mau istirahat mbak.
tolong ijinin saya ya mbak.nanti kalo saya udah mendingan nanti saya masuk !" ujar Dinda
" Udah mending kamu sekarang libur aja nggak usah masuk.!" Ujar Shinta
" iya Din kamu kan 2 minggu nggak libur- libur " Timpal Lia
Iya mbak" jawab Dinda
Setelah itu Dinda masuk kekamarnya lagi setelah ia sarapan dan minum obat.ia ingin beristirahat dengan harapan siang nanti ia sedikit mendingan dan bisa masuk ke toko.Dinda pun kemudian tertidur akibat pengaruh obat demam yang ia minum tak terasa hampir pukul 11 ia terbangun setelah ia rasa ia sedikit baikan Dinda pun bersiap- siap untuk berangkat kerja setelah mandi terlebih dahulu.
Sesampainya di Toko ia mendengar suara Mbak ami yang berteriak - teriak kencang sambil memarahi semua orang kemudian Dinda pun masuk tanpa tahu kalau ami sedang marah- marah dan menuduh swmua orang yang ada di hadapannya.ketika Dinfmda masuk dan terlihat oleh ami Dinda sedang berjalan menuju dapur yang bersampingan dengan tangga menuju ruang loker karyawan ami pun langsung menarik kencang tangan Dinda dan menyeretnya kearah dapur.
" aaaaww.... sakit mbak... kenapa mbak ami narik tangan saya..sakit mbak."! teriak Dinda menahan sakit karna tarikan kencang dari Ami.
Ini... nih... biang keroknya...." teriak Ami
" pasti anak kampung ini...nih biang keladinya...
" kamu kan yang yang fitnah aku kalau aku yang merusak bahan- bahan kue waktu hari festival kan..."
" Fitnah apa mbak....
saya fitnah siapa mbak..
saya nggak ngerti...
" Alaaaaah dasar kamu itu ular kepala dua..
"kamu tukang cari muka tukang jilaaat kamu" oceh Ami
" mbak bener aku nggak tau apa yang mbak omongin" jawab Dinda
" " jangan sok suci kamu...!!"
tampang kamu aja polos tapi hati kamu jelek... oceh Ami sambil bertolak pinggang dan sengaja meninggikan suaranya sampai terdengar ke arah pelanggan yang sedang membeli kue dan roti mereka.
Kemudian dengan tiba- tiba Ami meleparkan telur ke arah Dinda yang tidak menyangka kalau Ami akan melepar telur ke arahnya. sehingga telur itu mengenai bahunya.tak lama Ami melemparkan telur kembali secara bertubi - tubi sehingga mengenai kepala Dinda dan Dinda pun sekarang bermandikan telur karna Ami melempar Telur dengan cepat tanpa sempat menghindar.kejadian itu menimbulkan keributan di dalam dapur yang terdengar sampai ke ruangan Damar yang memang sedang berada di lantai 2 untuk turun dan melihat keadaan.
Damar pun sudah turun dan berjalan cepat ke arah dapur karna semakain ia mendekati dapur semakin terdengar jelas teriakan Ami yang memaki dan memarahi Dinda.Damarpun melihat Dinda yang terduduk dengan kepala penuh dengan telur yang sudah pecah sehingga bau amis tercium dari badan Dinda yang sudah penuh dengan telur.
Tak berapa.lama setelah Dinda terkena lemparan telur Dinda pun merasakan kepalanya pusing, lidahnya kelu sehingga ia tidak bisa berkata apa- apa lama kelamaan pandangannya pun kabur dan menggelap dan Dinda pun pingsan tidak sadarkan diri.
Damar pun dengan sigap memegang tubuh Dinda dan menggotong dinda keatas lantai 3 tempat para karyawan beristirahat untuk di letakkan di sofa.
__ADS_1
Din.... Dinda......bangun Din......" ujar Damar sambil menggoyangkan bahunya...
tapi begitu ia memegang bahunya Damar merasakan panas d bahunya kemudian Damar memegang dahi Dinda.
" wah panas banget ini.!"ujar Damar panik setelah menyentuh dahi Dinda yang ternyata panas tinggi
" iya mas tadi pagi memang Dinda Lagi sakit mas tapi dia kayaknya maksain buat masuk mas. ujar Shinta yang mengikuti Ďamar yang menggendong Dinda ke atas lantai 3.
Damarpun kemudian meminta Shinta untuk membersihkan bekas telur yang masih menempel di muka dan badan Dinda.Sedangkan damar sendiri meminta dokter Zaenab untuk datang ke Toko.Dokter Zarnab adalah dokter pribadi keluarga Damar tapi juga menjadi Dokter di Tokonya.Kemudia Damar pun menelpon udjo untuk menahan Ami agar jangan pergi dari toko.
Tak selang berapa lama datanglah Dokter Zaenab yang langsung menuju ke lantai 3 setelah di beritahu Damar untuk langsung ke atas .dan Dokter pun langsung memeriksa keadaan Dinda yang masih tidak sadarkan diri.Dokterpun kemudian melakukan langkah-langkah kecil agar Dinda segera siuman dari pingsannya.
yang pertama dilakukan dokter zaenab adalah memeriksa kondisi orang yang pingsan, Dokter memanggil orang tersebut dan melihat apakah Dinda dapat memberi respon atau menjawab panggilan. Selain itu,Dokter memperhatikan juga apakah orang tersebut dapat bernapas dan terdapat denyut nadi di lehernya.
Kemudian Dokter memposisikan Dinda secara terlentang dan naikkan kakinya lebih tinggi sekitar 30 cm dari dada. Tindakan ini bertujuan untuk mengembalikan aliran darah kembali ke otak. Orang yang pingsan di tempat duduk pun dianjurkan untuk dibaringkan di lantai atau permukaan yang datar
Kemudia Dokter pun tidak lupa untuk melonggarkan pakaian Dinda agar dia dapat lebih mudah dan nyaman untuk bernapas
dan ketika Dinda sudah mulai sadar dokter mem berikan dia minuman manis, seperti teh manis. Minuman manis dapat meningkatkan gula darah dan mengembalikan energi yang diperlukan tubuhnya
Dan Setelah Dinda sadar Damar pun bertanya kepada Dokter Zaenab.
" Dok gimana keadaan Dinda.??" tanya Damar
" Dinda tidak apa- apa cuma ia kelelahan dia dehidrasi kurang cairan mungkin dengan banyak minum air dan beristirahat beberapa hari keadaannya akan membaik.
" Kamu beri saja dia libur 3- 4 hari untuk memulihkan kondisi tubuhnya." jelas Dokter Zaenab sambil membereskan alat- alat Periksanya.
Akhirnya setelah selesai memeriksa Dinda dokter Zaenab pun pamit pulang.kemudian Damar mendekati Dinda dan memegang dahinya.
Damar
" kalau kamu sakit kamu nggak usah maksain untuk masuk kerja.
" Kamu jangan bikin aku khawatir..!!"
" aku takut kamu sakit"
" Deg..... !!"
ucapan Damar spontan membuat muka Dinda memerah dan menunduk malu.
Dimas sebenarnya ingin memegang tangan Dinda dan memeluknya kedalam pelukannya tapi ia menahan perasaannya yang akan membuat Dinda takut dan malu Akhirnya Damar mengurungkan niatnya karna ia ingat ada Shinta yang duduk di samping Dinda.
" ya sudah kamu beristirahat dulu di sini.kalau kamu udah merasa baikan kamu pulang saja dengan shinta dan beristirahat di messan.
" kamu Saya kasih libur 4 hari biar untuk beristirahat."
ujar Damar
Kemudian Damar memanggil udjo yang masih mengawasi Ami yang sedang duduk dengan posisi salah tingkah ke lantai 2 dan duduk di kursi yang berada di pojok ruangan dan mempersilahkan Ami untuk duduk dengan udjo di belakang nya.
Damar
" Ami kamu sudah saya kasih SP 2 kenapa kamualah membuat keonaran lagi hari ini."
" Apa kamu tidak puas dengan Sp 2 yang saya kasih."
__ADS_1
Ami
" Tapi.. mas saya nggak salah apa- apa"
" kenapa mas Damar melimpahkan kesalahan ke saya"
" pasti Dinda kan yang memfitnah saya."
" melimpahkan kesalahan sua ke saya padahal itu kecerobohan dia, kenapa....!" belum sempat Ami melanjutkan perkataannya
"Braaaaakkk." Damar mengebrak meja di depannya sehingga Ami terkejut dan ketakutan.udjopun terkejut dia yang tidak pernah melihat Damar marah selama ini
Damar
" Saya tadinya mau memberi mu kesempatan lagi"
" Tapi mendengar kamu menyalahkan Dinda atas semua perbuatan mu"
" Bahkan kamu melempari Dinda dengan telur"
" Saya tidak akan menolerir lagi kesalahan kamu"
" kalau kamu mau tahu kenapa saya memberi Sp 2 kepada kamu karna saya melihat dengan mata kepala saya sendiri melalui cctv"
" Udjo kamu ambil laptop saya"
Ami yang di bilangi seperti itu seketika raut mukanya pucat pasi dan tubuhnya gemetar karena takut.Udjo pun setengah berlari menuju ke ruangan Damar di lantai 3 yang masih terlihat Shinta yang sedang menemani Dinda beristirahat.
Kenapa bang." tegur Shinta
" mau ambil laptop" jawab Udjo
Setelahenunggu beberapa saat udjo pun turun dengan membawa laptop Damar di tangannya.Ami yang melihatnya pun semakin gemetaran karena kebohongannya akan terbongkar semua.Kemudian Damar memperlihatkan semua rekaman dapur toko malam itu.terlihatlah semua kejadian di malam sebelum festival berlangsung di mana pagi harinya dapur berantakan. dan juga beberapa plrekaman cctv pada saat Ami memasukkan uang setoran kasir ke kantongnya.
" Sudah jelas dan paham kamu, kenapa saya kasih kamu Sp 2 dan menskors kamu tidak masuk selama 5 hari..." ujar Damar
" Saya ingin kamu memikirkan kembali semua kesalahan kamu karna saya sudah menganggap semua yang kerja di sini itu adalah keluarga saya."
" Dan saya berusaha untuk memaafkan kamu.Tapi setelah kejadian hari ini yang ternyata kamu belum memahami dan mengerti kesalahan kamu,bahkan kamu menyalahkan Dinda yang tidak tahu menahu."
" Saya memutuskan kamu saya pecat.!!" ujar Damar panjang lebar.
" Mas Damar Maafkan Saya.." ujar Ami yang mulai sesegukan menahan tangisnya.
" Saya salah."
" Saya cemburu kepada Dinda" jelas Ami
" Saya nggak mau tahu alasan kamu.tapi perbuatan kamu tidak pantas dilakukan apalagi kamu adalah senior di sini."
" Silahkan kamu bereskan barang- barang mu dan cepat angkat kaki dari toko ini.ujar Damar marah
Akhirnya Amipun menyadari kesalahannya yang sangat fatal dan memahami kenapa Damar memecatnya dan ia pun bangkit dari kursinya dan berjalan dengan langkah gontai meninggalkan Toko sekaligus cafe roti dan kue yang cukup ramai hari itu.
Pertengkaran yang di mulainya yang ia rancang untuk mempermalukan Dinda malah berakibat terbongkar semua rahasia kesalahannya oleh Damar pemilik toko sekaligus cafe laris Manis tersebut.
******* Bersambung*********
__ADS_1