Cinta Dalam Sepotong Kue

Cinta Dalam Sepotong Kue
Pertemuan


__ADS_3

Setelah sampai di mess Dinda di berondong pertanyaan oleh Sinta dan Lia yang baru sampai dan sedang menyandarkan sepeda bik imah di halaman belakang dekat pintu dapur.


Dinda ... kamu nggak papa....?? tanya lia


Kok kamu nggak bilang ke kita semalem kaLo kamu di suruh ambil kunci ke bang udjo...??? tanya shinta


" kapan mak lampir itu nyuruh kamu...??


" terus kamu ketemu ama bang udjo.....!!!!"


" Kan bang udjo jarang tidur di kontrakan dia sering tidur di toko . ujar lia nyerocos


sedangkan dinda hanya terdiam masuk kedalam rumah mengambil gelas dan menuangkan air kedalam gelas dan duduk di sofa depan tv.


" mbak bik Imah mana.......???? tanya dinda


" kamu tuh... lagi ditanya ama kita- kita malah balik nanya....!!"seru lia


" Tadi bik imah di telpon mas damar di suruh kerumahnya.....! jawab Sinta


Karena di desak Shinta dan Lia akhirnya Dinda menceritakan semua kejadian mbak ami yang menyuruhnya.


Flash Back


ketika Dinda sedang membersihkan kaca Toko siang itu dan para pengunjung kue sedikit sepi dan para karyawan lain sedang sibuk di dapur dan tidak ada yang melihat mbak ami yang berjalan mendekati Dinda dan memanggilnya.


" din kesini.........!!!"


ujar mbak ami sambil melambaikan tangannya memberi kode agar mendekatinya


" Din besok kamu pagi- pagi ke rumahnya bang udjo...."


" Minta kunci Toko, besok itu bang udjo mau pulang kampung istrinya mau ngelahirin.


" inget pagi- pagi ya.....!!" sambil menekankan nadanya suaranya pada kata pagi- pagi kepada Winda yang mengisyarakat agar dinda tidak melupakannya.


"iya...iya.... mbak.....!!!!" jawab dinda gugup


Kemudian mbak ami menjelaskan panjang lebar jalan menuju ke arah rumah kontrakannya bang udjo.


" Ingat jangan lupa.....!!!"


" kalau kamu lupa saya akan beri tahu mas damar biar kamu di pecat sekalian......!!!" ketus mbak ami sambil berlalu menuju meja kasir


Flash On


Dinda menjelaskan secara terperinci perihal ia yang disuruh oleh mbak ami


" Dasar nenek Lampir..... ujar lia


" iya lama-lama dia kelewatan.....!!" timpal shinta


" udah kayak bos aja dia .....!!!!" seru lia


"terus dia selama sebulan ini cuma menyuruh dan membuatmu bersih- bersih saja, kamu tidak di perbolehkan memasuki dapur.....!!!" ujar Shinta


" iya ... mak lampir itu juga melarang kami membantu kami kalu kami membantu mu gaji kami akan di potong ...!!!" ujar Lia


" sssshaaaa........ maaf kan kami dinda tidak bisa membelamu di hadapan mbak ami" Seru Shinta dan lia


sambil memeluk dinda.


aseeeeeek.......mau juga dong gue di peluk.......". ujar Gio yang tiba-tiba muncul dan membuka tangannya lebar -lebar seakan- akan ingin ikut berpelukan dengan Lia , Sinta dan dinda


secara spontan mereka langsung melepaskan pelukan dan melempari dengan bantal kursi yang ada di dekat mereka.


" auuuw...... aaauuuuw..... aaauwww...... !!!"teriak Gio karena dilemparin 3 bantal oleh Sinta Lia dan Dinda


setelah dilemparin bantal kemudian Kyo pun duduk diatas sofa di depan TV dan Dia berkata bahwa nanti jam 2 mereka berlima disuruh kumpul di Toko untuk mempersiapkan pesta kejutan ulang tahun untuk mama ama papa mas Damar.Kemudian mereka berempat asyik mengobrol sambil memakan gorengan yang di buat bik imah untuk merwka tak selang berapa lama Ilham pun ikut bergabung bersama mereka tak terasa sudah jam 1 siang akhirnya mereka membubarkan diri dan bersiap-siap untuk berangkat ke Toko.

__ADS_1


Tepat pukul 2 siang mereka berlima sudah berada di toko yang di dalamnya pun sudah ada bang udjo tapi tidak tampak mbak ami.


Mereka pun segera merapikan dekorasi , kue ulang tahun , serta kue- kue kecil yang lainnya serta tak lupa pula minuman ringan yang telah disiapkan tak terasa sudah memasuki pukul 6 sore bang udjo mempersilahkan semua berganti pakaian untuk pesta ini karna atas permintaan mas damar.


Shinta dan Lia pun heboh berdandan dan bergantibpakaian mereka yang sudah mereka persiapkan untuk mereka dan tak lupa juga dinda yang hanya tertawa melihat tingkah laku kedua seniornya itu yang sangat heboh menurutnya bukan lagi heboh tapi juga rempong.


kemudian setelah mereka berdua selesai dengan kehebohan mereka mereka pun beralih mendandani dinda dengan heboh.


Tepat pukul tujuh mereka bertiga sudah siap dan sudah bersiap untuk turun kebawah.


Toko kue dan roti laris manis terdiri dari 3 lantai.


lantai pertama adalah dapur, etalase kue dan beberapa meja dan kursi


lantai dua hanya meja dan kursi serta beberapa lemari buku beserta bukunya dan para pengujung boleh membacanya


lantai ketiga adalah ruangan mas damar owner toko kue dan Roti laris manis serta ruang ganti serta ruang istirahat dan sholat para karyawan.


Ketika mereka turun Gio , ilham dan bang udjo terpesona dengan penampilan mereka bertiga apalagi dinda yang sangat cantik dan mempesona membuat mereka bertiga membelalakan matanya sampai mulut mereka terbuka melihat penampilan 3 bidadari toko mereka yang sangat cantik dan menawan.


" mingkem mulutnya" ujar lia dan shinta


Shinta mengangkat dagu bang udjo dan gio agar tertutup sedangkan lia pura pura menghapus sudut bibir ilham sambil berkata.


" iler tuh di elap... biar nggak netes


sedangkan dinda hanya tersenyum menahan tawa.


Bang udjo pun tersadar dan ia pun berkata


" ayo.. ayo... papa, mama dan mas damar udah mau nyampe toko nih ... sambil bertepuk tangannya menghilangkan kegugupannya melihat pemandangan tadi.


" Mas damar udah deket ayo...ayo.... ujar bang udjo bil berjalan mematikan semua lampu di toko.


Sedangkan di dalam Mobil, Damar berpura - pura kepada Papa dan Mama nya bahwa tokonya kerampokan dan ia meminta papa dan mamanya menemaninya melihat keadaan toko karna semua karyawannya sedang berada di kantor polisi untuk memberikan kesaksian kepada Polisi.


Tuh kan pa.. Pintu depan kuncinya rusak nggak bisa di kunci setelah mama dan papanya masyk dan Damar pun menempatkan mereka di tengah ruangan tiba - tiba lampu menyala dan di depan mereka sudah berjejer semua karyawan mas damar kecuali mbak Ami dengan membawa troli makanan yang berisi kue ulang tahun yang sangat besar dengan banyak lilin di atasnya.sambil bertepuk tangan dan bernyanyi lagu selamat ulang tahun bersama- sama.


Ketika lampu menyala tadi Damar sangat terkejut dwngan penampilan satu mahluk yang selama ini selalu ia awasi dari kejauhan.


ya dia adalah dinda , Damar sebenarnya selalu berada di dekat Dinda tapi Dinda tak pernah menyadarinya.ya sepasang mata yang selalu mengawasi Dinda Adalah Damar yang selalu menjaga dan memperhatikannya.tapi karna satu Alasan ia tidak mau dulu bertemu dengan Dinda.


Bang udjo melangkah mendekati mas Damar sambil berkata


Mas ayo Acaranya dimulai...!


oooh .iya..iya... ujar damar terbata- bata menghilangkan kekagumannya akan penampilan Dinda malam ini yang begitu santik mempesona


Kemudian Damar pun berkata kepada mama dan papanya.


"suuurprizeeee.......!!!" met anniversary ma...pa.... ujar Damar sambil memeluk papa dan mamanya dan memberikan ciuman di pipi kiri dan kanan kedua orang tuanya.


" Kamu ini ngagetin mama ama papa aja... bilangnya toko kerampokan......!!


dasaaar ya.... anak mama ini .... ujar mama damar.


Kemudian mereka memotong kue dan membagikan kue ulang tahun kepada semua yang hadir malam ini tak lama kemudian tampak masuk seorang wanita yang tak lain adalah mbak ami yang berjalan tergesa - gesa.


" met anniversary ya om.. tante..... ujarnya...


" Maaf telat tadi macet maklum om tante tadi sibuk memberi instruksi ke temen - temen ampe lupa waktu. terus ami pulang dulu berganti pakaian ujar Ami menjelaskan alasannya bisa telat.


Padahal semua yang hadir di situ terutam gio dan temen- temen tau kalo mbak ami tidak datang ke toko membantu mereka hanya menelpon 3x memberika ocehan perintah yang sama sekali tidak di gubris oleh gio dan teman-teman.


Damar pun berjalan mendekati Dinda kemudian menyapanya.


" hai dinda ...


" pa kabar .....?

__ADS_1


Lama nggak ketemu ya.....!!" sapa damar sambil berjalan mendekati Dinda.


Hai... mas damar ya.......!!" seru Dinda yang memperhatikan penampilan sederhan dengan menggunakan kemeja koko berwarna abu - abu dengan tangannya berwarna hitam terlihat sederhana tapi tetap tidak mengurangi ketampanan damar yang berkulit putih, hidung mancung, dengan bibìr tipis yang berwarna merah alami,bertubuh tegap menambah wibawa yang terpancar dari Aura tubuhnya.


Shinta dan Lia kemudian meninggalkan dinda dan Damar ketika melihat gio membawa gitar dan mulai dusuk memetik gitarnya sambil bernyanyi.


Damar


Maaf baru bisa ketemu kamu hari ini....!


Gimana kabar kamu......?


" betah kamu kerja di Toko ini....??


Dinda


iya mas.nggak papa ....!!!!!"


Alhamdulilah betah mas kerja disini, semuanya baik sama Dinda.....!!" tapi Dinda berpikir sepertinya ia pernah bertemu dengan Mas Damar ini karena mukanya tidak asing.


Damar


Kenapa din.....??


Sepertinya kamu bingung.....?


" Ada apa.....?


Dinda


" Enggak mas...... sepertinya Dinda sering melihat Mas Damar di panti


" Muka mas Damar enggak asing buat Dinda....!!"


Damar


"Masa' sih.......!!!:


Dinda


Terus bagaiman bisa mas Damar bisa jadi penanggung jawab aku waktu di kantor paknlurah.


Damar


"Rahasia......!!"


" kalau kamu mau nanti kita ngobrol panjang ya.....!!


"tuh kita di suruh kesana buat gabung....!


" yuk......." sambil menarik tangan Dinda


Ami melihat Damar yang menarik tangan Dinda pun menjadi kesal dan jengkel di dalam hatinya dia marah kepada Dinda yang telah Mencuri perhatian Damar.


Kemudian mereka pun larut dalam suasana pesta ulang tahun yang sederhana tapi sangat meriah karna di iringi petikan gitar oleh gio dan mereka pun bernyanyi bersama.


**********Bersambung*************


jangan lupa kasih saran dan masukan ya reader's😊😊😊😊😊😊😊😊😊


Buat kemajuan Author 😊😊😊😊😊😊


karena Author masih pemula jadi harus banyak masukan kritik dan saran buat Kemajuan Author nih....


terimakasih yang sudah membaca Novel Author🀩🀩🀩🀩🀩


Damar


__ADS_1


__ADS_2