Cinta Dalam Sepotong Kue

Cinta Dalam Sepotong Kue
Persiapan pernikahan


__ADS_3

"kyaaaaaaa.... 2bulan...!!!" teriak Shinta dan Lia


"ssssstttttt..." ujar Dinda mendengar teriakan Shinta dan Lia sahabat, senior sekaligus keluarga bagi Dinda setelah ia tidak lagi berada di Panti.


Mereka pun saling menatap satu sama lain dan kemudian langsung tertawa bersama. sehingga sebagian pengunjung toko mereka menatap mereka bertiga yang sedang tertawa bersama.mereka pun berjalan menuju ruang istirahat karyawan


" njrit" cepet banget Din waktunya


" emang kamu udah yakin dengan ini semua" seru Shinta yang di jawab anggukan kepala Dinda


" Elo nggak lagi hamil kan Din" ujar Lia yang di jawab dengan pukulan di kepala oleh Shinta


" Plaak..."


" Aduh... sakit tau" ujar Lia


" Lagian kamu tuh asal aja ngomong" timpal Shinta


" hehehhehhehehe.. sory ya Din" ucap Lia


" Nggak papa mbak lia" jawab Dinda


Kemudian Dinda menjelaskan kenapa pernikahan dia dan Damar terkesan terburu- buru karena permintaan kedua orang tua Damar yang ingin menyaksikan pernikahan Damar sebelum papa Jhon melakukan operasi pencangkokan jantung di Jerman.Shinta dan Lia pun mengangguk- anggukan kepalanya selama Dinda menjelaskan semuanya kepada Shinta dan Lia.


" Dan mama ama papa mas Damar menyerahkan utusan ini kepada kami berdua" ucap Dinda


" Terus.... kamu pengen pestanya nanti seperti apa Din ?" tanya Shinta yang sangat antusias.


"Iya itulah mbak Aku masih bingung...."seru Dinda


" Mas Damar mengatakan kalau itu terserah Dinda mbak" timpalnya lagi

__ADS_1


" wah kalau kamu bingung. apalagi kita yang ngedengerin. ucap Lia


"Dinda pengennya sederhana tapi ingin juga mewah"


"Dinda pengen pake acara adat tapi dinda nggak tau daerah asal orang tua Dinda"Jelas Dinda


" ehhhm gimana kalu di bikin sederhan tapi romantis, terus kamu bikin aja dresscode pestanya baju adat gimana tuh.usul lia


" kadang- kadang kamu pinter lia.ujar Shinta sambil menepuk-nepuk bahu Lia


" gimana tuh Din usul Lia bagus juga" ujar Shinta


Baru saja Dinda akan menjawabnya dari arah belakang terdengar suara Damar berkata.


"Wah bagus juga tuh usulan mu Lia "ujar Damar yang sedari tadi berdiri di belakang mereka tanpa mereka sadari sehingga Damar mendengar seluruh pembicaraan mereka.


" Shinta , Lia saya sangat berterima kasih kepada kalian "


Shinta dan Lia tidak menjawab tapi hanya memberikan anggukan kepala secara bersamaan dan Lia memberika acungan 2 jempol kepada Damar.Kemudian Damar pun meninggalkan mereka menuju ruangannya setelah mencium pipi Dinda. ya g di sambut teriakan merwka berdua


cìiiiiieeeeeeeeee.......... soooo sweeeeet" Shinta dan Lia


Sedangkan Dinda yang di cium ileh Damar tertunduk malu dengan pipi yang memerah malu.


Mereka kemudian merencanakan semua perihal pernikahan Dinda seakan - akan mereka bertiga yang akan melangsungkan pernikahan.Sepulang kerja mereka berencana untuk ke percetakan dan ke butik baju pernikahan di pikiran mereka penuh dengan ide- ide briliant yang akan mereka tuangkan kedalam konsep acara pernikahan Dinda dan Damar.Seperti kayaknya wedding organizer yang Profesional mereka pun mencatat semua kesukaan dan apa saja yang di inginkan oleh Dinda di pesta pernikahannya.yang pertama mereka lakukan adalah mencari undangan


mereka pun memasuki Sebuah kantor percetakan yang terkenal dengan desain undangan pernikahan yang kreatif.Setelah melalui perdebatan yang cukup alot akhirnya Dinda memilih Contoh undangan yang menurutnya simple tapi terlihat mewah



Kemudian mereka pun meminta contohnya untuk Dinda perlihatkan ke damar.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah mulai gelap siang pun berganti malam.rencananya mereka mau ke butik khusus baju nikah tapi jam sudah menunjukan pukul 9 malam mereka pun beranjak pulang tapi sebelum pulang mereka memesan Seblak pedas langganan merek,sambil terus mereka mengobrol heboh tentang persiapan Pernikahan Dinda.


Besoknya yang menemani Dinda sepulang keja hanya Shinta karna Lia diminta lembur menggantikan ilham oleh Gio karna Ilham sedang sakit.Hari ini mereka menuju ke penjual souvenir pernikahan di sana mereka menemukan banyak souvenir lucu sehingga mereka ingin membeli semuanya.



Sebuah botol Hands Sanitizer pilihan Shinta sedangkan Dinda memilih Gelas bergambar pengantin



karena Terlalu besar sehingga ia membatalkan pilihannya dan memilih souvenir gelas tapi lebih kecil



Imut, dan cantik seperti Dinda.


Setelah itu Dinda meminta Contohnya untuk ia tunjukan Damar.walaupun Damar menyerahkan semua urusan Pesta ke dirinya tapi ia tetap meminta persetujuan dari Damar.


Kemudian mereka menuju ke tempat Dekorasi pengantin dan tentu saja untuk kue mereka akan membuatnya di Toko dan Shinta sendiri yang akan membuat.dan tempat yang terakhir mereka datangin adalah katering untuk pesta pernikahan Dinda.tak terasa jam menunjukan pukul 10.30 malam tak lama kemudian Damar menelpon Dinda menanyakan keberadaannya.Dinda bilang ia segera menuju rumah mess mereka dan Damar akan menelpon Dinda lagi ketika ia sampai di Rumah.


Pesta versi Dinda , Shinta dan Lia seperti apa ya....?


Mudah Mudahan tidak jadi aneh.....🤭🤭🤭🤭🤭


Nantikan kelanjutannya ya guys...


************ Bersambung**************


**Jangan lupa like 😊😊😊😊😊😊


Saran dan Kritik yang membangun ya guys!!!!!🤩🤩🤩🤩🤩

__ADS_1


Terimakasih atas Dukungannya ya** .....!!!!


__ADS_2