Cinta Dalam Sepotong Kue

Cinta Dalam Sepotong Kue
Musibah


__ADS_3

Malam itu mama Lulu sedang mempersiapkan resep kue terbarunya.perpaduan antara kue tradisional dan modern, mama Lulu memang senang mengexplorasi dan mencoba resep resep baru untuk di jual di toko kuenya sehingga membuat toko kue mama Lulu sangat ramai bahkan kami sering mendapatkan pesanan yang sangat banyak untuk acara pesta baik itu perkawinan,khitanan maupun aqiqahan.


Saat seperti inilah yang paling sangat aku sukai karena mama Lulu akan menjelaskan ,mempraktekan dan mengajariku dengan secara detail dan jelas cara pembuatannya dari bahan- bahan yang harus disediakan,cara pencampuran adonan,pemanggangan adonan hingga tahap menghias kue yang telah matang dan pembungkusannya agar terlihat cantik ketika dipajang di lemari etalase toko.


Tapi ada yang sedikit aneh dengan sikap mama Lulu malam ini ia terlihat sering memijat - mijat dahinya dan memukul pundaknya, muka mama terlihat sedikit pucat dan terlihat meringis seperti menahan sakit.


" Ma....... mama nggak papa....??tanya ku


"Mama sakit.........!!!"


" udah ma..... mama istirahat nanti dinda dan bik sumi yang ngelanjutin.....!!" seru ku lagi


" kan udah adonan ke 3 ini kok ma......"!!!


" Dinda udah bisa........!!!" celotehku panjang lebar


" Nggak.... mama nggak papa...!!!jawabnya


" mama Cuma sedikit capek saja....."!!! jelasnya


Kemudian Aku pun terdiam dan melanjutkan pekerjaanku menguleni adonan hingga kalis agar lebih gampang di bentuk.Karena aku sangat paham sifat Mama Lulu yang jika kita terlalu menanyainya dengan seberondong pertanyaan yang menanyakan kesehatannya maka dia akan sangat marah.

__ADS_1


SeteΔΊah hampir selesai mencetak kue tersebut dan tinggal menunggu memanggangnya yang memang harus 2 loyang untuk setiap pemanggangan dan membutuhkan waktu sekitar 30- 40 menit untuk satu kali pemanggangan kue.tak terasa jam menunjukan pukul 12.30 malam aku pun berulang kali menguap karna rasa ngantuk yang luar biasa seketika menyerangku sehingga mama yang melihatku menyuruhku untuk pergi tidur..


" Udah tidur sana... ujar mama


" gampang ini tinggal mangganya aja.... timpal mama lagi


"udah sana kamu tidur.... beaokkan mau ngnter pesanan kuenya bu ike." perintah mama Lulu


Akhirnya dengan rasa mengantuk yang sangat berat akupun bangkit dan meregangkan badan ku dan mulai berjalan ke arah kamarku.begitu aku membuka pintu kamar dan melihat kasur aku langsung lompat ke arah kasur dan langsung tertidur.


Selang tak berapa lama sayup- sayup ku dengar suara teriakan dan dari suaranya seperti suara bik sumi yang menjerit - jerit teriak minta Tolong.dengan mata yang masih berat akupun membuka mataku dan berjalan keluar dari kamar ketika aku keluar dari kamar seluruh ruangan rumah sudah tertutup dengan asap yang banyak asap dan terlihat si jago merah yang besar sedang melahap membakar dinding hingga atap dapur.


Aku berlari ke arah bik Sumi...


" Bu lulu mbak.... ibu........"!!! ujar bik sumi


" Kenapa mama bik.... mana mama .......??? tanya ku


" ibu masih ada di dapur pingsan mbak .... bibik bingung.... " serunya sambil memegang dan mengacak - acak rambutnya panik...


"Aku pun panik.... tapi aku nggak boleh panik banyak adek- adek yang blm keluar bathin ku.

__ADS_1


Kemudian aku meminta bik sumi mencari karung. dan memanggil andi yang sedang panik berlarian di lorong kamar dan menyuruhnya membangunkan seluruh anak - panti dan segera bergegas keluar dan menjauh dari panti.Kemudian aku berlari ke arah dapur ku lihat ada beberapa tetangga yang sedang berusaha menolong memadamkan api yang sudah menjalar ke ruang tamu dan kamar- kamar tidur anak- anak.akupun mentup hidung ku karna api yang besar dan asap yang tebal sudah memnuhi dapur mama Lulu yang lumayan besar.awalnya aku tidak dapat melihat keadaan di dalam dapur karna mataku perih terkena asap kemudian samar samar kulihat tubuh mama Lulu yang sedang terbaring tengkurap akupun berusaha sekuat tenaga menarik tubuhnya tapi karena tubuh mama Lulu yang gemuk membuat aku tidak kuat menariknya tarikanku tidak membuat tubuh mama bergerak. tiba - tiba ada tangan lelaki yang menarik tubuhku keluar dari dapur dan akupun meronta -ronta melepaskan tarikannya karna aku ingin menolong mama yang sedang tergelatak tak bergerak.begitu aku baru beberapa langkah keluar dari dapur terdengar ledakan yang sangat keras dari dalam sana seketika aku berteriak sambil meronta melepaskan pegangan lelaki pikiran ku cuma satu.


"Mamaaaaaaaaa.......... Mamaaaaaaaaa.............!!!!"


Aku meneriakan nama mama dan kakiku terasa lemas dan kakiku tidak dapat menopang badan ku lagi sehingga aku terduduk lemas di lantai dan lelaki itu menarik tubuhku keluar rumah.samar ku lihat bik sumi dan anak- anak panti mendekatiku yang sedang di papah berjalan oleh seorang laki- laki yang aku tidak kenal.dan kami pun semua berpelukan sambil menangis sekencang- kencangnya memanggil nama mama Lulu.


Terlihat Asap yang membumbung tinggi dan sijago merah yang dengan ganasnya melahap rumah Panti kami rumah kesayangan kami semua.Apalah daya kami hanya melihat nya habis dibakar si jago merah yang hanya dalam hitungn jam sudah membumi hanguskan rumah panti kami yang memang sebagian besar terbuat dari kayu tersebut.


Setelah 4 jam petugas pemadam kebakaran dan di bantu oleh banyak warga yang berusaha memadamkan kebakaran yang melanda Rumah Panti kami akhirnya si jago merah pun menyerah.kini yang terlihat hanyalah puing- puing sisa kebakaran yang masih mengeluarkan asap panas.Dan setelah memeriksa diantara puing-puing bekas kebakaran terlihat 2 petugas yang mengangkat tandu yang tertutup kain panjang yang yerlihat itu adalah jenasah seorang wanita yang sudah gosong seketika kami pun berhamburan mendekati jenasah tersebut tapi kami di tahan oleh para perugas dan hanya aku dan mbak alin yang baru saja datang karna mbak alin sudah menikah dan dia tinggal terpisah dari kami tapi tidak terlalu jauh hanya terpisah 15 rumah saja.kemudian dengn memberanikan diri aku membuka tutup kain tersebut.tubuh itu hitam gosong dengan luka bakar di seluruh tubuh nya.rambut yang habis terbakar dan baju yang juga terbakar hanya terlihat cincin nikah yang melingkar di jari tubuh itu. dan itu adalah cincin yang selalu mama Lulu pakai dan tidak pernah ia lepaskan walau hanya 1 detik saja dan itu juga yang memastika aku dan mbak Alin bahwa tubuh gosong yang sudah tidak bernyawa itu adalah mama Lulu mbak Alin seketika memelukku dan tak lama kemudian badannya merosot lemas ketanah tidak sadarkan diri. sedangkan aku hanya terduduk lemas di tanah Tak tau apakah aku harus menangis sejadi-jadinya atau hanya terdiam karna lidahku kelu tidak dapat mengeluarkan suara.Tak berapa lama kepalaku pusing dan panfanganku menjadi gelap dan setelah itu aku tak tahu lagi apa yang terjadi.


**********Bersambung************


Jangan lupa saran dan masukannya ya reader.....


Biar Author tambaj semangat lagi kalo di kasih koment.


jangan lupa...


like...... 😊😊😊😊😊😊😊😊


share ......🀩🀩🀩🀩🀩🀩🀩🀩

__ADS_1


dan koment......😚😚😚😚😚😚😚😚


__ADS_2