Cinta Dalam Sepotong Kue

Cinta Dalam Sepotong Kue
Pengakuan


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan tak terasa sudah 8 bulan Dinda bekerja di Toko kue dan roti Laris manis.Dinda sangat senang bekerja di sana sehingga ia sudah tidak merasakan kesepian dan kesedihan karna di tinggalkan mama Lulu karna ia telah mendapatkan hangatnya kebersamaan dan kekeluargaan dari teman-temannya di Toko kue ini dan juga sikap bijak sana,ramah dan juga perhatian yang di tunjukan Damar baik kepada Dinda maupun kepada karyawan lainnya.


Damar pun akhiir- akhir ini berusaha menarik perhatian Dinda dengan alasan apapun Damar berusaha selalu mengajak Dinda untuk keluar bersamanya walaupun hanya sekedar berjalan- jalan ataupun makan dan tak lupa pula Dar selalu menanyakan keadaan Dinda melalui pesan singkat yang rutin ia kirimkan ke hanphonenya Dinda.Dinda yang belum menyadari akan perhatian yang Damar berikan menganggap itu adalah bentuk perhatian Damar sebagai atasan dan sebagai seseorang yang pernah merasakan tinggal di panti Asuhan yang sama dengan Dinda.


Seperti hari ini Damar dari pagi Shubuh Damar sudah mengirimkan pesan Singkat.


Damar


* Din bangun...*


* Sholat Shubuh ..*


Dinda yang memang sudah memasang alarm setiap pagi menjelang Shubuh sudah bersiap untuk menunaikan Sholat Shubuh mendengar ada notifikasi pesan tapi Dinda mengabaikannya, ia membuka pesan yang masuk setelah ia Sholat subuh dan mengaji beberapa ayat.Karena setelah kepergian Mama Lusi Dinda mulai rutin lagi mengaji pagi walaupun hanya 3- 5 ayat.


Mendengar Dinda yang mengaji membuat Shinta dan Lia pun terbangun karna suara mengaji Dinda selalu berhasil membangunkan mereka.setelah selesai mengaji


Dinda pun kemudian mengambil hpnya yang berada di atas meja hias mereka bertiga dan membalas pesan dari Damar.


Dinda


" udah mas, Dinda udah bangun"


" udah Sholat Shubuh ini Dinda baru selesai mengaji"


" Mas Damar sudah Sholat ?"


" Sudah ngaji belum ?"


Damar yang mengaji melalui aplikasi Al-quran yang ia pasang di Hpnya sehingga Damar yang memang dari tadi menunggu balasan Dinda begitu ada suara notifikasi pesan Damar langsung membuka dan membalasnya.dan menyudahi mengajinya.


Damar


" udah dong aku Sholat.kan yang bangunin kamu aku"


" kalau ngaji alhamdulilah sambil nungguin kamu balas pesan mas sambil ngaji."


" kamu hari ini libur kan Din."


" Ada acara keluar nggak??"


Dinda


"Iya hari ini Dinda jatah libur mas"


" Dinda nggak punya rencana kemana- mana mas"


" Dinda hari ini cuma mau beres- beres aja"


" Dinda mau nyuci terus itu nyetrika pakaian.udah" jawab Dinda Polos

__ADS_1


Damar


" ikut mas yuk.....!!"


Dinda


" Kemana mas ??"


Damar


" ke pernikahan temen Mas"


Dinda


" ok... tapi nunggu Dinda beres-beres dulu ya mas"


Damar


"Okee..!"


" Apa sih yang enggak buat kamu Din"


" Kamu siap- Siap.. nanti mas jemput jam 11 ya.."


Dinda


" iya Mas"


yes..... yes.... yes......!"


Mama Damar pun yang tidak sengaja lewat di depan kamar Damar pun masuk ke dalam kamar Damar dan bertanya kepadanya.


" ada apa mar ??" tanya mama


" hehehehehe.. nggak ma.." jawab Damar


" ma..ma... duduk sini ma Damar mau ngomong." ujar Damar sambil menarik mamanya duduk di samping damar yang sudah duduk bersila di ataa kasur.


" Apa Mar " ujar mama sambil mengusapA lengan Damar


" Ma..... kalau damar ingin melamar seorang gadis mama setuju tidak?"


" Mama mah setuju saja dengan perempuan calon istri pilihan mu.mama ingin kamu bahagia Mar." ujar mama sangat bijaksana


" Makasih ya ma " ucap Damar sambil memeluk sang mama yang sebenarnya bukan mama kandungnya tapi Damar selalu menganggap mama Rena sebagai mamanya


Setelah itu Damar bergegas meninggalkan kamarnya setelah ia bersiap-siap untuk menjemput Dinda sedangkan mama Rena pergi menuju ke dapur untuk membuat masakan makan Siang yang di bantu oleh Asisten Rumah tangga di keluarga mereka.


Tak berapa lama tibalah Damar di depan messan Toko mereka kemudian ia mengetuk pintu dan yang membuka Pintu adalah Dinda yang sudah bersiap -siap.Damarpun terpesona dengan penampilan Dinda yang di lihatnya sangat berbeda tidak seperti biasanya karna dinda mengenakan sedikit riasan make up yang natural, menggunakan dress terusan berwarna biru dengan sepatu coklat dan membawa tas coklat yang ia beli dengan menysisihkan sedikit dari gajinya dan menabung uangnya selama 4 bulan dN menjadi tas andalan Dinda.

__ADS_1


Dinda yang merasa di perhatikan oleh Damar dari ujung kepala hingga ujung kaki merasa malu sehingga ia menundukan kepalanya ketika Damar tidak berhenti memperhatikannya.



"ekhem....ekhem...."


kapan berangkatnya kalau saling liat- liatan begitu "ujar bik Imah


menggoda 2 orang yang sedang saling memandang satu sama lain itu.


" Ayo Din berangkat" ujar Damar yang merasa terkejut dengan perkataan yang dilontarkan oleh bik Imah.


Dinda pun mengangguk tanda setuju tanpa menjawab ajakan Damar.


Bik imah pun tersenyum melihat sepasang sejoli yang saling suka itu tapi malu - malu untuk mengungkapkan perasaannya itu


Damarpun membukakan pintu mobilnya untuk Dinda setelah Dinda masuk Damar pun masuk ke dalam mobil Damar pun mendekati Dinda makin lama jarak diantara mereka terkikis sehingga menimbulkan debaran detak jantuk yang sangat kencang, Dinda pun menahan debaran di dadanya ia takut deabaran itu terdengar oleh Damar yang sekarang seperti ingin menciumnya sehingga Dinda memejamkan matanya ia pasrah akan apa yang akan terjadi selanjutnya.ternyata Damar memasangkan sabuk pengaman kepada Dindadan terdwngar bunyi


" Klik.."


Pipi Dinda pun mejadi merah semerah tomat cery karna ia mengira kalau Damar akan menciumnya.


" Aaaakh aku jadi malu kirain mas Damar mau nyium aku.....


" Duuuuh.... malunya aku. punya pikiran mesum..."


" aaakh." keluh Dinda


Dinda menggeleng- geleng kan kepalanya memikirkan kejadian tadi.


Didalam mobil Damar dan Dinda diam tidak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan mereka larut dengan pikiran mereka masing- masing.tanpa sengaja Damar menghentikan mobil secara mendadak yang mengakibatkan Dinda sedikit tersentak dari kursinya dan Damar pun menepikan mobilnya untuk memeriksa keadaan Dinda.


kamu nggak papa Din


" maaf tadi aku lihat kucing lewat


ada yang luka nggak ujar Damar sambil memeriksa keadaan Dinda.tak sengaja pandangan mata mereka beradu.Damar pun memandang lama mata coklat Dinda dan perlahan menggenggam tangannya dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Dinda yang langsung seketika berubah menjadi panas dan merah karna perlakuan Damar saat ini.makin lama wajah damar makin mendekat sehingga hidung mereka bersentuhan dan kemudian Damarpun setengah berbisik berkata.


Dinda Aku menyukaimu" ujar Damar sambil memberikan ciuman di bibir Dinda yang tidak di tolak oleh Dinda sehingga menjadi tanda bahwa Dinda tidak menolak di cium oleh Damar. Ciuman itu ringan tapi dalam sehingga membuat udara di sekitar mereka menipis dan Damar melepaskan ciumannya ketika di lihatnya Dinda seperti kesulitan untuk bernapas.


" Maaf Dinda... maaf kan aku" ujar Damar


" aku begitu menyukaimu bahkan mungkin aku sudah jatuh cinta kepada mu" ujar Damar ia kemudian menjelaskan sejak kapan ia menyukai dan jatuh cinta kepada Dinda.


Dinda yang tidak menyangka kalau Damar sudah mengenal dan menyukai Dinda sejak lama bahkan sejak ia kecil pada saat ia dan Damar berada di satu panti asuhan yang sama yaitu pati Asuhan kasih ibu yang di kelola oleh mama lulu dulu.


Dinda yang mendengar cerita Damar menjadi terharu dan ia tak menyangka kàlau selama ini mas Damar selalu mengawasinya.


Wah bisa- bisa Dinda bucin nih ama mas Damar karena segala bentuk perhatian yang di buat Damar membuat hati Dinda berbunga- bunga ya guys..

__ADS_1


gimana kelanjuyannya ya guys..


*************Bersambung************


__ADS_2