Cinta Dalam Sepotong Kue

Cinta Dalam Sepotong Kue
Lamaran


__ADS_3

ìGara- gara semalam mereka mendengar penjelasan dari bang udjo yang membuat Shinta dan Lia larut dengan pemikiran masing - masing dan mereka


membicarakannya melalui menulis pesan di chat mereka(padahal mereka tidur dengan posisi bersebelahan tapi karna takut Dinda akan terbangun jika mereka berisik maka lia dan Shinta berkomunikasi melalui chat d hp mereka) sampai menjelang pagi.Sehingga pagi ini mereka bangun kesiangan dan mereka tertinggal jam makan pagi karna Bis sudah akan berangkat ke lokasi wisata berikutnya.


"Dinda kok nggak bangumin kita sih...! ujar lia di sambut anggukan kepala oleh Shinta.


" "Mbak aku tuh udah bangunin mbak dari jam 5 shubu tapi mbak lia ama mbak shinta cuma jawabnya aaaah.... eeeeeh aaaah eeeeeh saja bahkan mbak lia narik selimut lagi.jelas Dinda


" elo sih Shin....." seru Lia


" enak aja elo kale lia yang ngajak begadang" timpal Sinta


Perdebatan mereka di hentikan karna pemandu mereka sedang berdiri di depan kursi penumpang dan akan menjelaskan tujuan mereka hari ini.



gua pindul yaitu wisata gua yang di aliri aliran sungai yang jernih di bawahnya.kita dimanjakan oleh stalaktit dan stalakmit yang terbentuk secara alami dengan menggunakan ban tubbing


Sebelum menjadi tempat wisata yang populer seperti saat ini, Goa Pindul memiliki sejarah yang unik. Salah satu wisata alam di kota Gunungkidul ini terletak di desa Bejiharjo kecamatan Karangmojo. Secara resmi nama Goa Pindul diresmikan oleh pemerintah Kabupaten Gunung Kidul pada tahun 2010 lalu.


Sejarah Goa Pindul


Sebelum dibuka sebagai tempat wisata, Goa Pindul dulunya hanya sebuah tempat tak terawat yang dijadikan tempat untuk mandi, mencuci pakaian dan tempat memancing oleh warga sekitar. Goa Pindul juga menjadi sarang kelelawar sehingga terkesan angker sebelum akhirnya para warga dengan sejumlah mahasiswa yang sedang melaksanakan pengabdian ke  masyarakat desa Beji untuk membersihkan kawasan tersebut. Dibalik itu semua, ada juga kisah legenda yang populer dikalangan warga sekitar mengenai asal-usul Goa Pindul ini.


Berawal dari kisah perjalanan Joko Singlulung yang menelusuri hutan lebat, sungai dan gua untuk mencari ayahnya. Saat sedang menyusuri 7 gua yang memiliki aliran sungai di bawahnya, kepala Joko terbentur sebuah batu yang terdapat di dalam gua. Gua tempat Joko terbentur tersebut dinamai Gua Pindul yang berasal dari kata dalam bahasa Jawa yaitu pipi gebendul (pindul) yang artinya pipi yang terbentur.


Ada juga yang menyebutkan bahwa awal mula Goa Pindul berasal dari kisah perjalanan Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan yang melakukan perjalanan kearah timur yaitu ke (arah Gunungkidul) dengan membawa seorang bayi. Sementara itu sang bayi terus menangis, Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan memutuskan untuk memandikan sang bayi. Ki Juru Mertani naik ke salah satu bukit dan menginjak tanah di puncak bukit. Dengan kesaktian yang dimiliki tanah yang diinjak pun runtuh dan mengangalah sebuah lubang besar dengan aliran air dibawahnya, kemudian sang bayi dimandikan di dalam goa di lubang tadi.


Sementara Sejarah Goa Pindul versi lain menceritakan bahwa di dalam goa tersebut terdapat sebuah mata air yang terkenal dengan istilah mbelik bagi orang jawa. Mata air tersebut oleh warga sekitar dikenal dengan nama mbelik panguripan yang artinya mata air kehidupan.


Rombongan pun mengenakan rompi keamanan sebelum memasuki goa dan menaiki sebuah ban.Udjo pun memberi kode kepada Shinta dan Lia agar meninggalkan Dinda dan Damar yang sesang mengenakan rompi keamanan.


" Din kami duluan ya.!" ujar lia dan Shinta kompak


Dinda pun tidak bisa berkata apa - apa karna ia sedang di bantu untuk pemasangan rompi tersebut.Damar yang sudah mengetahui maksud dari Lia dan Shinta yang meninghalkan Dinda pun hanya tersenyum.


Rombongan mereka pun sudah memasuki gua terlebih dahulu.Damar dan Dinda pun tertinggal cukup jauh dari mereka.Kemudian secara tiba- tiba datanglah sekumpulan kelelawar yang entah muncul dari mana beterbangan kearah Damar Dan Dinda.tanpa sadar Dinda melompat dari bannya dan melompat keatas banya Damar sehingga mereka berdua tercebur kedalam sungai dengan posisi Damar menggendong Dinda.sedangkan dinda merangkul leher Damar dengan kedua tangannya dengan posisi kaki berada di pinggang Damar dan wajahnya bersembunyi di balik bahu Damar.Pelukan Dinda sangat erat sehingga tidak ada lagi jarak diantara mereka tubuh mereka menempel secara erat.sehingga terasa hembusan napas Dinda di leher Damar yang menimbulkan getaran dan percikan api di dada Damar.


Dinda yang ketakutan belum sadar akan tindakannya yan terus saja memeluk Damar dengan erat.kemudian Damar berbisik dengan lembut.


" udah jangan takut.. kelelawarnya udah nggak ada "


Dinda kemudian tersadar dan mengankat wajahnya dari persembunyiaanya di bahu Damar dan merasa malu akan posiainya saat ini.ketika Dinda akan turun dari gendongan Damar. Damar malah membenarkan kembali posiai Dinda seperti sebelum ia mengatakan kelelawarnya sudah pergi.Dengan mengencangkan pegangan tangannya yang menyanggah pantat Dinda Damar perlahan -lahan memajukan wajahnya sehingga wajah Dinda dan wajahnya sangat dekat tersa hidung mereka yang saling bersentuhan.Dengan lembut Damar mencium bibi Dinda yang tersa manis di bibir Damar.Dinda pun tanpa sadar menutup matanya dan menikmati sentuhan bibir Damar di bibirnya.karna untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia merasakan ciuman di bibirnya dengan laki-laki.yang berarti ini adalah ciuman pertamanya yang sudah di rebut oleh Damar Bosnya sendiri dan penanggung jawab dirinya.


Damarpun yang merasa tidak ada penolakan dari Dinda terus melakukan penjelajahannya kedalam mulut Dinda yang tanpa sadar membalas ciuman Damar walaupun terkesan kaku karna ini merupakan Ciuman pertamanya.setelah dirasakan Damar deru napas Dinda yang seperti kekurangan oksigen Damar pun perlahan - lahan melwpaskan Ciumannya. dan ia pun menatap wajah dinda yang kini telah memerah seperti tomat akibat perbuatannya. kemudian Damar pun mencium bibir Dinda sekali lagi tapi kali ini ciumannya cepat dan singkat karna terdengar suara rombongan mereka mendekat akibat teriakan Dinda tadi.

__ADS_1


" ada apa Din" ujar teman- temannya


" kenapa... din.. kenapa.....??


tadi kami mendengar kamu berteriak. "pertanyaan beruntun yang di lontarkan oleh teman- temannya.


dan di jawab hanya gelengan kepala oleh Dinda karna Dinda masih merasakan malu dan takut teman- temannya melihat mukanya yang memerah dan memanas.


" Ngak tadi Dinda takut banyak kelelawar terbang di atas Goa" jawab Damar


" Sedangkan di belakang terlihat udjo yang tertawa melihat Muka Dinda yang memerah karna malu.ternyata udjolah yang membuat kelelawar itu berterbangan dengan melemparkan batu dengan cara memanjat tebing gua pindul mencari sekelompok kelelawar yang sedang berkumpul dan ia pun menyaksikan adegan mesra Damar dan Dinda


" Coba tadi aku foto ya."


" Siapa tau aku dapat bonus dari si bos." ujar udjo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Setelah itu Rombongan berjalan kembali dan pemandu pun mengambil foto kebersamaan merwka di gua pindul



asyiknya merekapun melanjutlan perjalanan.mereka menjelajah gua pindul




akhirnya mereka pun menyelesaikan penjelajahan mereka di gua pindul.tak terasa hari sudah siang mereka pun berganti pakaian dan mencari tempat makan siang.


setelah mereka beristirahat dan makan siang bersama mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke hutan pinus karna disitulah rencananya Damar melamar Dinda.


Setibanya di hutan Pinus hari sudah menjelang sore.di hutan pinus sedang diadakan drama Theater.Tapi Karna Dinda tadi pergi ke toilet dan dia di tinggalkan oleh lia dan teman- teman sehingga Dinda tersesat di dalam hutan pinus tersebut.sampai ia melihat sosok yang sangat ia kenal sedang berdiri dintara pohon- pohon pinus yang menjulang tinggi.Dinda pun terpesona melihat soaok tersebut yang menurut Dinda sangat mengagumkan



Dinda pun mendekati sosok tersebut yang ternyata adalah Damar.Sosok yang ternyata selama ini selalu menjaganya,, memperhatikannya dari ia kehilangan mama angkatnya sampai sekarang seketika Donda teringat akan lelaki yang menolongnya pada saat kebakaran di pantinya lelaki yang menghedong dirinya sebelum ledakan tabung gas membakar seluruh panti asuhan dan juga mama Lulu yang ia sayangi.


Dinda pun berjalan dan mendekati Damar yang sedang berdiri diantara pepohonan pinus tersebut.Dan ia pun tanpa sadar memluk Damar sehingga Damar terkejut dengan tindakannya.


Dinda


Mas Damar terima kasih , ternyata selama ini mas damar selalu menjaga ku"


" Mas Damar yang telah menyelamatkan ku pada saat kebakaran di panti"ujar Dinda yang sudah berlinangan Air mata"


" Kenapa selama ini Mas Damar tidak pernah ngomong sana aku" isak Dinda"

__ADS_1


Damar yang langsung paham akan pembicaraan Dinda dengan lembut mengusap rambut Dinda


Damar


" karna Aku tidak mau engaku menjadi hutang budi kepada ku dan mencitai ku karna itu." ucap Damar


" tapi kan..." ucap Dinda tapi langsung di stop oleh Damar dengan menempelkan jari Telunjuknya di bibir Dinda.kemudian berjalan perlahan sambil berpegangan tangan.tanpa terasa di depan mereka terlihat pemandangan yang unik yaitu akar pohon pinus yang tumbuh melingkar seperti sebuah goa.



sungguh indah di tambah pemandangan matahari terbenam di depan mereka berdua.


Tiba - Tiba Damar berlutut di hadapan Dinda dan mengeluarkan Cincin di saku celananya yang memang sudah di persiapkan Damar hari ini.


" Dinda maukah kau menjadi pendampingku ??"


" Menjadi ibu dari anak- anakku"


" menemaniku saat auma dan Duka"


Dinda sangat terharu dengan apa yang dilakukan Damar padanya persis seperti drama - drama korea yang sering ia tonton bersama Shinta ,Lia dan Bik Imah di messan bikin Baper.Dinda yang memang belum pernah di perlakukan sangat romantis seperti ini langsung menitikkan air mata.adegan ini biasanya hanya ia lihat di layar televisi sekarang ia merasakan.pantas aja pemeran wanitanya selalu menangis seperti aku ini karena memang bikin baper... baper banget.ucap Dinda dalam Hati.


" Aku pernah menanyakan ini kepadamu kan Dinda "


" aku waktu itu beri kamu waktu 1 minggu tapi nggak pernah di beri jawaban oleh mu."


"dan hari ini aku ingin jawabannya sekarang." ucap Damar


Dinda tidak memverikan jawaban apapun tapi iya memberikan anggukan kepla tanda setuju kepada Damar.


Benar Dinda kamu menerima lamaraku???"


lagi- lagi Dinda tidak memberikan jawaban hanya anggukan kepala yang ia lakukan.


Alhamdulilah.. Ya Allah penantianku tidak sia- sia." ucap syukur Damar.sambil menarik Dinda kedalam pelukannya.


Kemudian Damar mengajak Dinda untuk bergabung dengan Rombongan mereka.sedangkan udjo yang dari tadi mondar mandir ia tak berhenti celingak celinguk menunggu kehadiran Damar untuk memberikan kode untuk memulai sandiwara mereka.setelah Damar dan Dinda telah terlihat Udjo pun memberikan kode dengan tatapan mata dan bibir yang bergerak ( gimana...gimana...)


yang di jawab Damar dengan mengangkat tangannya dwngan jari jempol dan telunjuk yang menempel membentuk lingkaran. ( ok) sambil tangan satunya yang mengenggam tangan Dinda ia angkat ke atas.


" Yessssss....!!!" teriak udjo yang spontan membiat semua mata menatapnya seketika udjo pun tersenyum sadar akan kelakuannya.


Akhirnya tercapai juga maksud dan tujuan sebenarnya dari acara jalan- jalan ini selain untuk mengajak seluruh karyawan nya yang sudah ia anggap sebagai keluarga sendiri juga untuk memenangkan hati gadis pilihannya.


************* Bersambung*************

__ADS_1


__ADS_2