Cinta Dalam Sepotong Kue

Cinta Dalam Sepotong Kue
Pernikahan


__ADS_3

Tak terasa Hari yang di nanti- nantikan oleh Damar dan Dinda akhirnya datañg juga.Pagi itu mentari tampak malu- malu menampakkan sinarnya seperti hati Dinda yang sedari tadi malu malu pipinya merona merah karena sejak semalam Shinta, Gio Ilham dan Lia tak henti - hentinya meledek Dinda. Pagi Pagi sekali Team make up pengantin sudah datang dan siap untuk merias dengan make up pengantin.Dikarenakan Dinda yang tidak memiliki orang tua dan keluarga maka Dinda meminta Damar untuk melaksanakan pesta pernikahan di Tempat Panti Asuhannya dulu yang kini tinggal puing - puing.tapi berkat sang WO dadakan Shinta dan Lia ditambah Gio dan Ilham maka panti asuhan yang tinggal tanah kosong itu di sulap menjadi tempat pernikahan Dinda dan Damar.Dinda pun di make over da n di make up sehingga ia terlihat sangat cantik dan mempesona dengan mengenakan baju pengantin berwarna putih dan Damar pun mengenakan jas putih


atas permintaan Dinda di pernikahannya ini ia menggunakan Hijab yang membut pangling semuanya.


sungguh pasangan yang sangat serasi.yang membuat iri orang- orang yang melihatnya.tepat pukul 9 pagi acara iajab Qobul pun dilaksanakan. di Masjid yang terdapat tidak terlalu jauh dari tempat pernikahan.karena Dinda tidak mempunyai orang tua maka wali perempuan di wakilkan oleh wali hakim.Acara ijab qobul berlangsung dengan hikmat.


Terdengar suara Damar yang mengucapkan


" Saya terima nikah dan kawinnya Dinda Puspita Sari dengan Mas Kawin seperangkat alat solat dan emas 50 gram di bayar tunai.


Gimana Sah saksi....


sah....


Alhamdulilah ujar semua yang menyaksikan acara ijab qabul tersebut



kemudian terdengar doa yang di bawakan oleh salah satu ustad sekaligus menyampaikan nasehat pernikahan.


Kemudian Dinda mencium tangan Damar yang telah sah menjadi suaminya dan Damar pun mencium kening Dinda yang kini telah menjadi istrinya.Damar pun menyerahkan Cincin mas kawin mereka dan barang- barang Mahar untuk dinda


__ADS_1


Barang seserahan mahar itu Merupakan barang yang kebanyakan adalah kebutuhan Dinda


Seperti Handuk, alat kosmetik , mukena dll.t



Setelah Acara ijab qobul selesai Damar dan Dinda di bawa ke tempat resepsi pernikahan mereka yang di rancang sedemikan rupa oleh Shinta dan kawan- kawan yang mereka buat di luar ruangan.



" Ternyata oke juga Shinta dan lia jadi WO dadakan bisik Damar setelah melihat dekorasi tempat resepsi mereka.


Sang WO dadakan pun terlihat sibuk dengan berjalan mondar mandir memastikan semuanya berjalan dengan lancar.Kedua orang tua Damar Mama Rena dan papa Jhon pun terlihat bahagia dengan pernikahan Damar dan Dinda.Kedua pengantin pun sudah berada di singgasana pelaminan mereka.senyum kebahagian tidak pernah hilang dari kedua pengantin yang memang hari ini adalah hari kebahagiaan mereka berdua yang bak raja dan ratu sehari.


Tak terasà waktu berjalan sangat cepat hari sudah menjelang sore tapi tamu - tamu masih berdatangan. karna Dinda tidak mempunyai keluarga pasti tamu- tamu itu adalah relasi dan teman- teman dari Damar papa Jhon dan mama Rena.sedangkan teman- teman yang di undang oleh Dinda adalah teman Sma nya yang tadi siang sudah pada datang.


Dinda pun turun meninggalkan pelaminannya dan memeluk semua anak- anak dan temannya yang pernah satu Panti Asuhan itu.tanpa disadari mereka pun semua menangis di dalam pelukan Dinda.Pemandangan yang sanagt mengharukan.Kemudoan Damar pun mendekati Istrinya yang dipeluk oleh banyak anak kecil adek- adeknya itu.


"Kamu senang sayang" sambil mengangkat Dinda yang dalam posiai terduduk karna di peluk oleh adek- adeknya sehingga ia kehilangan keseimbangan dan terduduk.


" Mas.....! kamu yang mengundang mereka semua? ujar Dinda


Damar pun mengangguk

__ADS_1


" Terima kasih mas...ini adalah hadiah yang sangat membahagiakan ku mas..!" seru Dinda


" Sudah... sudah sekarangkan saat yang bahagia bagi kakak kok kita semua menangis.ujar Damar


" ini bukan tangis sedih kak... "ini tangis bahagia ujar ayu anak yang paling kecil diantara semuanya.


"Ya..... kami semua bahagia Din dengan kebahagianmua din "ujar Dewi


" Ayo.. sekarang kalian makan ya.....!" Ucap Dinda


" oke kak...!" jawab mereka kompak


Hari ini merupakan hari yang benar- benar membahagiakan bagi Dinda walaupun ia merasa lelah dengan tamu yang datang tanpa henti - hentinya tapi itu semua tertutupi dwngan kedatangan adek- adeknya yang menghapus rasa lelah dari tubuhnya. Dan ia pun tak henti- hentinya mengucapkan rasa syukur nya kepada Sang Khalik yang telah memberikan Kebahagiaan kepadanya.


Dan tentu saja ia pun berterimakasih kepada sang suami tercinta.


Menjelang pukul 9 malam tamu sudah mulai sepi dan tidak ada yang datang lagi Damar pun mengajak Dinda untuk beristirahat di rumah Papa mamanya yang tidak begitu jauh dari Panti mereka.sedangkan MamaRena dan Papa Jhon sudah pulang dari sore tadi karna kondosi papa Jhon yang tidak boleh kelelahan.


Damar dan Dinda sudah masuk kedalam Mobil.di dalam Mobil Damar menggenggam tangan Dinda dan mencium tangan Dinda sambil mengemudikan mobilnya.


" terima kasih telah menjadi belahan jiwa ku " ujar Damar


Dinda pun tak menjawab ia hanya menundukan kepalanya ia merasakan panas di pipinya yang kini telah merona merah.Dinda pun kemudian teringat akan pembicaraannya dengan Shinta dan Lia tentang Malam Pertama.

__ADS_1


Hal itu juga yang membuat Dinda tidak berani menatap wajah Damar yang kini telah menjadi suami sahnya.


***********Bersambung************


__ADS_2