Cinta Dalam Sepotong Kue

Cinta Dalam Sepotong Kue
Liburan Part 2


__ADS_3

Hari kedua mereka berada di kota Jogja. Tour guide atau pemandu mereka berencana untuk mengajak rombongan Damar menuju pantai.Pantai yang akan mereka kunjungi adalah Pantai nelayan atau pantai Ngrenehan.



Pantai Ngrenehan adalah Pasir putih dan air pantainya yang berwarna hijau terang dijamin akan membuat siapa aja jatuh cinta . Selain pemandangannya yang cantik banget, di sini juga bisa melihat aktivitas para nelayan mencari ikan. Begitu kita tiba disana kita bakal melihat banyak perahu nelayan tradisional yang ditambatkan di sepanjang tepi pantai.


Setelah puas dengan Pantai Ngrenehan mereka berjalan sejauh 2 km menuju pantai Ngobaran



Berbeda dengan Pantai Ngrenehan, Pantai Ngobaran merupakan salah satu tempat wisata alam yang terletak di gugusan laut pantai selatan tepatnya di Desa Kanigoro, kecamatan Saptosari Kabupaten Gunung kidul Daerah Istimewa Yogyakarta 2 km dari pantai Ngrenehan. Pantai Ngobaran merupakan pantai yang sangat landai.Di pantai ini kita disajikan pemandangan yang memadukan kebudayaan dan keindahan.di atas tebing di ujung selatan pantai ini terdapat pura dan wihara yang besebelahan sehingga menambah nilai plus untuk pantai Ngobaran ini yang sangat cocok untuk spot bagus berselfi ria.


Setelah sampai di Pantai ini Rombongan Damar langsung di suruh berkumpul oleh pemandu mereka dan ia memberikan arahan bahwa akan ada perlombaan yang menguji kerjasama dan kekompakan mereka semua.permainan ini bertujuan untuk mempererat rasa kekeluargaan diantara mereka.dan yamg paling menyenangkan Damar menyediakan permainan banana boat buat semuanya.


Hingga matahari mulai tenggelam pun rombongan belum beranjak dari Pantai Ngobaran sampai makan malam tiba mereka menikmati makan malam mereka di salah satu rumah makan di pinggir pantai Ngobaran.


Pukul 8 malam mereka mulai terlihat meninggalkan pantai tersebut.tak seperti waktu keberangkatan suasana di daĺam bis sangat ramai dengan obrolan santai dan hangat para peserta rombongan tapi suasana tersebut tidak terlihat saat mereka pulang malam ini di karenaka kebanyakan dari mereka kelelahan dengan padatnya kegiatan permainan yang dibuat pemandu wisata mereka.sehingga selama perjalanan pulang ke losmen mereka semua memejamkan mata beristirahat dikarenakan mereka kelelahan tapi hati mereka senang dan bahagia tidak terkecualia Shinta ,Dinda dan Lia yang hanya sekedar mengobrol sebentar kemudian mereka pun memejamkan mata mereka satu persatu.Setibanya di Losmen peserta rombongan pun langsung memasuki kamar mereka masing- masing untuk beristirahat.tapi tidak dengan Damar yang gelisah, ia berjalan mondar mandir di depan kamar Dinda dan Kawan- kawan tetapi ia tidak mendengar adanya aktivitas dari mereka bertiga di dalam kamar akhirnya Damar menyerah dAn berjalan memasuki Kamarnya yang berada di seberang kamar Dinda and Friend.


Di dalam kamar Damar merebahkan tubuhnya di atas kasur.sambil menatap langit- langit kamar.


" aaàah.... Dinda..." ujar Damar


" Dia belum memberikan aku jawaban" timpalnya lagi


" besok hari terakhir nih.aku harus bisa mendapatkan jawaban Dinda"


"Apa aku harus melamarnya secara resmi."


"aaaaaaaarrgh..." Teriak Damar sambil mengacak- acak rambutnya dengan kedua tangannya.


Dan tanpa disadari oleh Damar bahwa udjo sudah memasuki kamar dan memperhatikan tingkah laku bosnya itu , udjo tadinya ingin langsung beristirahatdi kamar tersebut karena ia menjadi teman sekamar Damar selama liburan ini, tapi ia malah terpaku dengan apa yang ia lihat sekarang.


" Kenapa bos?"tanya udjo


" galau amat sih Bos!" ujar udjo sambil duduk di pinggir tv dan menyalakannya.


Damar sedikit ragu apakah ia harus menceritakannya kepada Udjo tapi Udjo sudah mengetahui bahwa Damar menyukai Dinda sejak ia menjadi penanggung jawab Dinda dan ketika Udjo menjemputnya dari rumah pak Lurah.Akhirnya Damar pun menghela dan menarik nafas panjang ia pun menceritakan kegalauan hatinya kepada udjo dan mengatakan keinginannya untuk melamar Dinda di sini ketika mereka masih berada di Jogya.Udjo pun terdiam dia sebenarmya tidak terlalu terkejut dengan apa yang di bicarakan oleh bosnya itu karna Udjo sudah menjadi saksi bisu dan mata- mata Damar untuk hanya sekedar memperhatikan dan mengawasi Dinda ketika ia sedang ada urusan di luar kota.


Kemudian udjo pun berteriak.


" aaaah bos.. sambil ia menepuk bahu Damar sedikit keras sebenarnya itu tidak bisa di bilang tepukan bahka ituma seperti mendorong sehingga Damar yang berada di pinggir kasur yang juga duduk di sebelah Udjo terjengkang dan terjatuh dari atas kasur ke lantai


" bruugh"


" Aduh bos maaf...maaf " ujar udjo yang sadar telah mendorong bosnya itu sampai terjatuh.dan cepat - cepat ia membantu mengangkat Damar.

__ADS_1


Damar yang tadinya akan marah karna telah didorong oleh udjo tidak jadi karna Udjo langsung menjelaskan rencananya ke pada Damar.


" Bos kalau mau rencana ini berhasil kita harus mengajak Shinta dan Lia bekerja sama dengan Kita." ujar udjo


" kan merwka sangat dekat dengan Dinda" Sambungnya lagi.


" kadang- kadang kamu cerdas juga jo." ujar Damar


" tadi kalu kamu tidak punya ide aku akan kasih kamu sp 2 karna kamu sudah dorong aku sampe jatuh.untung ide kamu briliant"jelas Damar


" oke aku setuju dengan ide kamu jo" serunya


Kemudian dengan segera Udjo mengambil hpnya dan melaksanakan rencananya, hal pertama yang ia lakukan adalah memanggil Lia dan Shinta.


ia pun mengirim pesan kepada Lia karna di lihatnya Lia sedang online.


Tiing..


Sebuah pesan masuk ditandai dengan suara Notifikasi yang terdengar Lia pun langsung mbuka pesan tersebut.


Bang Udjo


" lia.... kamu bisa keluar nggak nemuin abang di kantin Losmen"


Lia


Bang Udjo


" ada yang mau abang omongin"


" Pentiing....!"


" Sekalian kamu ajak Shinta ya."


" tapi jangan sampe Dinda tau"


Lia


" Ngomongin apaan sih bang??"


Bang Udjo


" udah kamu ke kantin aja"


" nanti abang jelasin"

__ADS_1


" Sekalian jangan lupa ajak Shinta"


" Dinda jangan sampe tau ya"


Lia


iya.... Dindanya juga udah tidur bang"


Lia pun menggoyang - goyangkan badan Shinta membangunkannya.Shinta pun yang setengah sadar mengucek - ucek matanya tapi langsung menarik bantal jatah Lia dan hendak kembali tidur.Lia pun berdiri dan menarik pergelangan tangan Shinta .Shinta pun terkejut hingga matanya pun melotot hendak memarahin Lia tapi Lia memveri kode untuk tidak berisik.


Sesampainya mereka di kantin mereka melihat bang Udjo sedang berbicara dengam pemandu Wisata mereka entah apa yang mereka bicarakan.mereka berdua pun duduk malas di depan Bang udjo dan memasang muka cembrrut mereka.


" Ada apaan sih bang."ujar Lia sambil duduk di depan bang udjo sedangkan Shinta duduk dwngan kepala ia tidurkan di atas meja dengan alas kedua tangannya


karna ia di paksa oleh Lia untuk ke kantin padahal ia masih mengantuk.


Udjo pun menceritakan perihal Damar yangenyukai Dinda dan ingin melamarnya besok.Lia pun terkejut dan demgan spontan ia berdiri sambil menggebrak meja tempat Shinta merebahkan kepalanya.


Shinta yang posisinya seperti orang tidur kemudian berteriak


" Setaaan .." ketika Lia memukul meja tepat di samping telinganya sehingga semua orang yang berada di kantin memandang kearah mereka, untung keadaan kantin sedang sepi sehingga tidak banyak orang yang sedang berada di kantin.Lia pun duduk kembali larena merasa malu atas perbuatanya itu.


" Yang bener bang".. tanya Lia


" Mas Damar Suka sama Dinda dan dia mau melamar Dinda besok? tanya Lia lagi


" Shinta yang tadinya terkejut dengan gebrakan meja Lia dan menjadi setengah sadar ketika mendengar ucapan Lia melotot dengan kedua matanya yang hampir seperti keluar.


" Dengerin abang dulu lah...." ujar udjo


Udjo pun kembali menjelaskan secara detail mengenai rencana lamaran Dmar terhadap Dinda besok.


Setelah di beri penjelasan oleh udjo dari A sampai Z.Lia dan Shinta pun mengerti dan paham dwngan apa yang di sampaikan udjo ke mereka.setelah selesai menjelaskan udjo pun menyuruh mereka berdua kembali ke kamar karna takut Dinda terbangun dan mencari mereka.Lia dan Shinta pun langsung menuju kamar mereka dan mereka berdua larut dengan pemikiran mereka masing- masing.


Berhasilkah rencana Damar dan Udjo besok.?


Apakah Dinda akan menerima lamaran Damar?


******* Bersambung*******


Tungggu kelanjutannya ya guys...!!


jangan lupa dukungan kalian memberi semangat buat Author untuk up yerus ya...!


😊😊😊😊😊😊😊😊🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩

__ADS_1


"


__ADS_2